Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Tinjauan Persepsi Chef Hotel tentang Gizi dan Kualitas Makanan: Studi Kasus Hotel di Balikpapan Gardiarini, Praseptia; Dianovita, Chardina; Farida, Farida
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v9i1.2241

Abstract

Persepsi chef hotel terhadap gizi yang ada pada menu yang dimasak penting untuk dimiliki terutama dalam menyediakan makanan yang sehat dan memenuhi kebutuhan konsumen. Kontribusi positif dapat diberikan saat seorang chef memahami  beberapa aspek tersebut sehingga dapat menyajikan makanan yang sehat dan baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik persepsi chef di Balikpapan pada gizi dan kualitas makanan yang di produksi oleh Hotel. Metode yang diginakan adalah metode kualitatif. Metode deskriptif digunakan untuk memperoleh nilai persepsi chef sedangkan kualitatif digunakan untuk menggali informasi mengenai persepsi chef secara lebih dalam tentang persepsinya pada gizi dan kualitas makanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara mendalam dengan sjumlah chef yang berpengalaman di hotel terkemuka di Balikpapan. Hasil penelitian menunjukkan para chef ini memiliki pemahaman yang baik tentang gizi dan pentingnya mempertimbangkan aspek gizi dalam menyajikan hidangan kepada tamu hotel. Sebagian besar chef menyepakati pentingnya memenuhi komponen gizi dalam menunjang kesehatan dan kualitas hidup tamu hotel meskipun hal tersebut menjadi tantangan tersendiri sperti tekanan waktu dan ekspektasi tamu dalam pelaksanaan penyelenggaraan makanan sehari hari. Aspek hygiene dan sanitasi menurut para chef merupakan factor penting yang mendukung penyajian makanan bersih dan berkualitas sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen pada penyelenggaraan makanan hotel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persepsi oleh chef Balikpapan pada nilai total persepsi yang didapat adalah sebesar 80 yang masuk dalam kategori baik. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan gizi di kalangan chef hotel.
Pelatihan Kader Posyandu dalam Meningkatkan Kualitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Mendukung Tumbuh Kembang Optimal Anak di Puskesmas Graha Indah Balikpapan Utara Gardiarini, Praseptia; Dianovita, Chardina; Rustika, Ranti; Nugroho, Tri Retno; Syarif, Febby Rio Pratama; Kartika, Desak Made Ristia
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JAMSI - November 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2084

Abstract

Kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Graha Indah mencapai 3000 balita, menjadikan kasus stunting di wilayah ini salah satu yang tertinggi dibandingkan dengan kelurahan lain di Balikpapan. Upaya untuk menurunkan angka stunting terus dilakukan guna mengurangi prevalensi stunting di daerah tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk melatih kader Posyandu di Puskesmas Graha Indah dalam mendeteksi stunting serta menyusun menu Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan menarik. Metode yang digunakan meliputi pre dan post tes selama pelatihan, serta edukasi tentang cara membuat MPASI yang sesuai dan modern, sehingga kader dapat membagikannya kepada balita stunting dan saat kegiatan Posyandu. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari 78% menjadi 100%, serta kemampuan mereka dalam menyusun MPASI menggunakan bahan pangan lokal dengan kandungan gizi seimbang sesuai usia balita. Pelatihan ini efektif meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri serta dalam pembuatan MPASI berbahan lokal yang bergizi sesuai dengan kebutuhan balita di Posyandu
Penerapan Personal Hygiene, Sanitasi Peralatan, dan Sanitasi Lingkungan pada Pedagang Nasi Goreng: Studi Kasus Pada Pedagang Nasi Goreng di Kota Balikpapan Dianovita, Chardina; Gardiarini, Praseptia; Farida, Farida; Agung, Yolinda
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 8, No 1 (2024): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v8i1.1888

Abstract

The importance of maintaining cleanliness and health is carried out to avoid the dangers of pollution and contamination and prevent various types of diseases. The purpose of this study was to describe personal hygiene, equipment sanitation, and environmental sanitation for fried rice seller. The type of research used is descriptive qualitative, using data collection methods through field observations, in-depth interviews, and the results of documentation. The respondents used were Artomoro fried rice seller who had at least 3 months work experience and were directly involved in handling food. Based on the results of observations, it was found that employees had not properly implemented personal hygiene, such as not using aprons, gloves and head coverings. For the use of equipment is good enough, and store equipment in a clean place. In the selling area, trash is still scattered on the terraces of the stalls, moldy walls and trash cans with open conditions, but trash bins are routinely cleaned by changing the plastic waste every day.
Penerapan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Di UMKM Laundry Balikpapan Mulyani, Yogiana; Gardiarini, Praseptia; Karim, Syahrul
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.653 KB) | DOI: 10.29407/ja.v2i2.12531

Abstract

Laundry business is a business that currently developing in Balikpapan. Laundry is a necessity for Balikpapan residents who have a tight schedule so they don't have more time to wash. Balikpapan Laundry Community (KLB) is a community that was established to be a place for laundry entrepreneurs in Balikpapan. One of the problems encountered in KLB is the lack of understanding of the importance of paying attention to safety, job security (K3) in carrying out daily work. After finding the problem, it was determined the date of the implementation of K3 implementation training at the laundry work place which was held on 1 August 2018 at the Novotel Balikpapan Hotel. The implementation of the training includes the provision of material, filling out the pre and post test questionnaires, as well as the direct practice of the implementation of K3 in Laundry at Novotel Balikapan Hotel. There were 22 participants who were workers and laundry business owners who joined KLB. Based on the pre-post test provided, participants' knowledge increased and after carrying out K3 training at the Balikpapan Balikpapan Laundry Unit, participants became more aware of K3 implementation at their respective businesses. respectively. The conclusion obtained from this activity that every owner and worker in the laundry business must understand the OSH standards that must be provided at the workplace to ensure the health and safety of the work of everyone in the area.
Pelatihan dan Lomba Membuat Jajanan Sehat Yang Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak Sekolah Gardiarini, Praseptia; Dianovita, Chardina; Farida, Farida; Retno, Nawang
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 4 No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v4i1.14645

Abstract

School age children need a balance nutritions to support their growth and development. The optimal growth and development can be reach only if the balances of nutritions consume well. Adequacy of good nutrition doesn’t only come from the main food but also supported by snacks consumed by shool children, for that the production of healthy snacksalso needs attention. Rumah Kumbang is child care community focuses on character building activities and the development of children’s potential. The aim of this community service aim is to train the member of Rumah Kumbang to be able to produce healthy snacks that consist balance nutrition for school age children. The methode in this community service is to provide material exposure, product manufacturing training and a healthy food creation competition. The result is the participants of this community service gain knowledge and motivation to produce healthy and nutritious snacks. In conclusion, after doing this community service, further assistance is needed in relation to healthy snack production process in Rumah Kumbang Community so it can be marketed in wider community
Mutu organoleptik pasta ravioli bebas-gluten menggunakan tepung kentang dan edamame sebagai alternatif menu bagi anak penderita autisme Dianovita, Chardina; Gardiarini, Praseptia; Farida, Farida; Rahayu, Enita; Wulandari, Retno
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.21749.93-99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik organoleptik hedonik dan mutu hedonik produk pasta ravioli bebas gluten berbasis tepung kentang (TKG) dan tepung edamame (TEM) sebagai alternatif menu bagi anak penderita autisme. Penelitian menggunakan faktor tunggal dengan tiga perlakuan perbandingan antara tepung kentang dan tepung edamame (% TKG : % TEM), yaitu F1, 70 : 30; F2, 50 : 50; F3, 30 : 70. Data organoleptik untuk atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur dari 40 panelis dianalisis dengan uji Friedman dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil menunjukkan ravioli yang dihasilkan dari ketiga formula tersebut memperoleh respons organoleptik hedonik dan mutu hedonik berbeda nyata (p < 0,05) untuk semua atribut. Kadar TEM lebih tinggi meningkatkan respons organoleptik hedonik untuk warna dan rasa, namun untuk tekstur, kadar 50% TEM (F2) memberikan respons lebih tinggi dari lainnya (F1, 30% TEM; dan F3, 70% TEM). Hal yang sama berlaku untuk respons organoleptik mutu hedonik, yaitu F2 (50% TEM) menjadi yang tertinggi skornya, kecuali untuk atribut aroma yang skornya berbeda tidak nyata dengan F3. Berdasarkan karakteristik organoleptik hedonik, formula F3 (70% TEM) direkomendasikan untuk pengolahan ravioli bebas gluten karena memperoleh penerimaan dominan untuk warna, rasa dan aroma. Ravioli dari formula F3 mempunyai karakteristik berwarna hijau kekuningan, berasa dan beraroma kentang dan edamame, serta tekstur kenyal.
Penerapan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) di UMKM Laundry Balikpapan Yogiana Mulyani; Praseptia Gardiarini; Syahrul Karim
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i1.413

Abstract

Usaha laundry merupakan suatu usaha yang saat ini mulai berkembang di Balikpapan. Laundry menjadi kebutuhan bagi warga Balikpapan yang memiliki jadwal padat sehingga tidak punya waktu lebih untuk mencuci. Komunitas Laundry Balikpapan (KLB) merupakan suatu komunitas yang didirikan untuk menjadi wadah bagi pengusaha-pengusaha laundry di Balikpapan. Salah satu permasalahan yang ditemui di KLB adalah kurangnya pemahaman tentang pentingnya memperhatikan keselamatan, keamanan kerja (K3) dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Pelaksanaan pelatihan meliputi pemberian materi, pengisian kuesioner pre dan post test, serta praktek langsung pelaksanaan K3 di Laundry di Hotel Novotel Balikapan. Peserta berjumlah 22 orang yang merupakan pekerja dan pemilik usaha laundry yang tergabung dalam KLB. Berdasarkan pre-post tes yang diberikan, pengetahuan peserta meningkat dan setelah melaksanakan pelatihan K3 di Unit Laundry Novotel Balikpapan, peserta semakin paham mengenai pelaksanan K3 di tempat usaha mereka masing-masing. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini adalah bahwa setiap pemilik maupun pekerja di tempat usaha laundry harus memahami standar K3 yang harus disediakan di tempat kerja guna menjamin kesehatan dan keselamatan kerja setiap orang yang ada di wilayah tersebut. 
Tinjauan Persepsi Chef Hotel tentang Gizi dan Kualitas Makanan: Studi Kasus Hotel di Balikpapan Praseptia Gardiarini; Chardina Dianovita; Farida Farida
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v9i1.2241

Abstract

Persepsi chef hotel terhadap gizi yang ada pada menu yang dimasak penting untuk dimiliki terutama dalam menyediakan makanan yang sehat dan memenuhi kebutuhan konsumen. Kontribusi positif dapat diberikan saat seorang chef memahami beberapa aspek tersebut sehingga dapat menyajikan makanan yang sehat dan baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik persepsi chef di Balikpapan pada gizi dan kualitas makanan yang di produksi oleh Hotel. Metode yang diginakan adalah metode kualitatif. Metode deskriptif digunakan untuk memperoleh nilai persepsi chef sedangkan kualitatif digunakan untuk menggali informasi mengenai persepsi chef secara lebih dalam tentang persepsinya pada gizi dan kualitas makanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara mendalam dengan sjumlah chef yang berpengalaman di hotel terkemuka di Balikpapan. Hasil penelitian menunjukkan para chef ini memiliki pemahaman yang baik tentang gizi dan pentingnya mempertimbangkan aspek gizi dalam menyajikan hidangan kepada tamu hotel. Sebagian besar chef menyepakati pentingnya memenuhi komponen gizi dalam menunjang kesehatan dan kualitas hidup tamu hotel meskipun hal tersebut menjadi tantangan tersendiri sperti tekanan waktu dan ekspektasi tamu dalam pelaksanaan penyelenggaraan makanan sehari hari. Aspek hygiene dan sanitasi menurut para chef merupakan factor penting yang mendukung penyajian makanan bersih dan berkualitas sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen pada penyelenggaraan makanan hotel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persepsi oleh chef Balikpapan pada nilai total persepsi yang didapat adalah sebesar 80 yang masuk dalam kategori baik. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan gizi di kalangan chef hotel.
Pengaruh formulasi tepung terigu dan daun singkong bubuk terhadap sifat sensoris nugget vegetarian jamur merang (Volvariella volvacea) Dianovita, Chardina; Gardiarini, Praseptia
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.1.2.2019.2848.74-78

Abstract

Nugget merupakan alternatif makanan cepat saji yang praktis karena hanya membutuhkan sedikit waktu (1–3 menit), nugget sudah dimasak setengah matang pada pengolahan awal. Jamur merang merupakan bahan yang sering digunakan dalam membuat nugget vegetarian. Beberapa perlakuan untuk meningkatkan penerimaan sensoris (warna, rasa, aroma, dan tekstur) nugget vegetarian telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan daun singkong bubuk terhadap sifat sensoris nugget jamur merang. Penelitian ini adalah penelitian faktor tunggal (formulasi tepung terigu (TT) dan daun singkong bubuk (DSB)) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Formulas TT:DSB dalam persen adalah 25:75, 50:50, dan 75:25. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Friedman dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepungterigu dan daun singkong bubuk memberi pengaruh nyata terhadap sifat sensorishedonik untuk atribut rasa (p=0,028), namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap atribut warna (p=0,291), aroma (p=0,154), dan tekstur (p=0,902). Formulasi TT:DSB memberikan pengaruh nyata terhadap semua atribut sensoris mutu hedonik nugget vegetarian jamur merang, yaitu warna (p = 0,014), rasa (p = 0,003), aroma (p = 0,001), dan tekstur (p = 0,000).
Healthy food influencers sebagai determinan preferensi konsumsi makanan sehat di kalangan mahasiswa Gardiarini, Praseptia; Ramadhan, Ananda Deka Alfarsya Putra; Dianovita, Chardina
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.2.2026.26090.151-159

Abstract

Pemilihan konsumsi makanan sehat di kalangan mahasiswa menjadi perhatian penting dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular sejak usia muda. Mahasiswa, yang termasuk dalam rentang umur dewasa muda, sering kali dihadapkan pada pilihan makanan yang kurang sehat karena keterbatasan waktu, biaya, serta paparan lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pengaruh healthy influencer dalam pengambilan keputusan memilih makanan sehat pada mahasiswa Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross-Sectional Study. Lokasi penelitian yaitu di Politeknik Negeri Balikpapan. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Politeknik Negeri Balikpapan. Sampel penelitian berjumlah 101 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner terstruktur yang mengukur variabel bebas (paparan dan persepsi terhadap healthy food influencer) dan variabel terikat (pemilihan makanan mahasiswa), di mana respons responden diukur menggunakan Skala Likert. Selanjutnya, analisis data dilakukan menggunakan Regresi Logistik Ordinal untuk menguji hipotesis dan mengetahui besarnya pengaruh healthy food influencer terhadap preferensi konsumsi makanan sehat pada mahasiswa. Healthy food influencer mempengaruhi preferensi pemilihan makanan mahasiswa sebesar 72,2% sedangkan 28,2% sisanya tidak dilakukan dalam penelitian ini atau berasal dari faktor lain. Kesimpulan yang didapat semakin tinggi intensitas mahasiswa menonton dan berinteraksi dengan konten influencer, semakin besar kecenderungan mereka untuk memiliki preferensi terhadap makanan sehat.