Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PELATIHAN TEAM BUILDING GAMES BAGI POKDARWIS SALAMERTA kusuma, indra jati; Wahono, Bayu Suko; Heza, Fuad Noor; Purwati, Tuti; Pratama, Koernia Nanda
Jurnal of Community Health Development Vol 4 No 1 (2023): Vol 4 No 1 (2023): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.684 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2023.4.1.7948

Abstract

Pokdarwis Wayang Sakti desa Salamerta kecamatan mandiraja, merupakan unsur penggerak wisata olahraga. Pada masa sekolah sudah menerapkan pembelajaran normal, banyak penggemar sepeda gunung, mulai mencoba trek di bukit Rumpit Desa Salamerta. Permasalahan yang dihadapi;1) Belum adanya pelatihan untuk bisa membangun kerjasama tim, 2) Banyak pengunjung yang menginginkan adanya paket outbound, agar bisa menikmati objek wisata lebih lama. Tujuan kegiatan pengabdian ini agar anggota pokdarwis pengetahuan dan keterampilannya meningkat, dalam optimalisasi peran dan team building games. Metode pelaksanaan kegiatan, yaitu dengan ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini diikuti oleh 24 anggota kelompok sadar wisata. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan tentang peran dan team building games. Ada peningkatan berdasarakan data hasil pre test dan post tes. Dengan Uji Paired Sampel T-Test, dapat dilihat bahwa nilai Sig.(2-tailed) <0.05. Kesimpulannya adalah anggota kelompok sadar wisata, dapat melanjutkan kegiatan dan mengasah pengetahuan dan keterampilan, dalam tentang peran dan team building games di desa salamerta kecamatan mandiraja, agar dalam melayani pengunjung pesepeda gunung dapat lebih nyaman dan menyenangkan.
Optimalisasi Peran Pokdarwis Salamerta melalui Brain Gym Exercise kusuma, indra jati; Wahono, Bayu Suko; Heza, Fuad Noor; Purwati, Tuti; Pratama, Koernia Nanda
Jurnal of Community Health Development Vol 5 No 1 (2024): Journal Of Community Health Development
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2024.5.1.10668

Abstract

Desa Salamerta kecamatan mandiraja, mempunyai Pokdarwis Wayang Sakti yang dibentuk sebagai unsur penggerak wisata olahraga. Permasalahan yang dihadapi;1) Belum adanya pelatihan untuk bisa membangun kerjasama tim, 2) Banyak pengunjung yang menginginkan adanya paket outbound dengan ice breaking, agar bisa menikmati objek wisata lebih lama. Tujuan utama kegiatan ini adalah agar anggota pokdarwis pengetahuan dan keterampilannya meningkat, dalam optimalisasi peran dan brain gym exercise. Metode pelaksanaan kegiatan, yaitu dengan ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini diikuti oleh 18 anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan pokdarwis tentang peran dan latihan brain gym exercise. Ada peningkatan berdasarakan data hasil pre test dan post tes. Dengan Uji Paired Sampel T-Test, didapatkan nilai Sig.(2-tailed) <0.05. Kesimpulannya adalah anggota kelompok sadar wisata, dapat melanjutkan kegiatan dan mengupdate pengetahuan dan keterampilan, tentang peran dan brain gym exercise di desa salamerta kecamatan mandiraja, agar dalam mengawal pengunjung dapat lebih nyaman dan menyenangkan
Socialization Website-Based Nursing Data Analysis Services at Banyumas Regional Hospital Choiruna, Hasby Pri; Amalia, Reza Fajar; Pratama, Koernia Nanda; Setiono, Tulus; Ramadhan, Indah
Jurnal of Community Health Development Vol 5 No 2 (2024): Journal Of Community Health Development
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2024.5.2.10669

Abstract

Determining a nursing diagnosis is a very important part of being able to provide holistic and comprehensive nursing care for patients. Nursing diagnoses are determined based on the analysis of nursing data from the results of nursing assessments. Data analysis carried out manually has weaknesses, namely the precision and accuracy of the results, which are very dependent on the nurse's knowledge and experience in carrying out the nursing process. The process of manually analyzing nursing data also takes a relatively long time. Ramut Nursing Data Analysis (RNDA) is the first and free nursing data analysis service in Indonesia, which can help nurses, lecturers, and nursing students more easily, quickly, and accurately analyze nursing data and determine nursing diagnoses from the results of nursing assessments. Nurses at Banyumas Regional Hospital still carry out conventional nursing data analysis and are not yet familiar with the existence of RNDA services; Therefore, it is important to socialize the application of RNDA to analyze nursing data at Banyumas Regional Hospital. The activity was attended by 35 nurses with a series of activities including socialization of RNDA using the lecture method, demonstration of steps for using RNDA, discussion, and questions and answers, followed by nurses trying to practice using RNDA and providing feedback on RNDA. The results of the evaluation of this activity are that nurses understand more about nursing data analysis and RNDA, increase the speed of nurses in analyzing patient nursing data, increase the accuracy of identifying patient nursing diagnoses, increase the ease felt by Banyumas Regional Hospital nurses when patient analyzing nursing data, and providing positive feedback for RNDA.
Cegah Skabies dengan Peran Kader Kesehatan Santri di Pondok Pesantren Baitul Quran Karangsalam Kidul Anam, Akhyarul; Sari, Yunita; Sumeru, Annas; Pratama, Koernia Nanda; Choiruna, Hasby Pri
Darma Sabha Cendekia Vol 5 No 1 (2023): Darma Sabha Cendekia - Juni 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/dsc.v5i1.9414

Abstract

Skabies banyak ditemukan di penghunian kontak interpersonal seperti asrama atau pesantren. Aktivitas santri yang berada di lingkungan yang sama dan kepadatan penghuninya berdampak pada tingkat kebersihan dan kesehatan diri yang kurang diperhatikan. Kontak antar santri baik secara langsung maupun tidak langsung memiliki resiko penularan yang cukup tinggi. Pencegahan penularan skabies harus diatasi secara total meliputi aspek santri, lingkungan, dan juga pengasuh. Solusi yang dapat dilakukan antara lain pelatihan kader kesehatan santri dari sebayanya
HUBUNGAN KOPING RELIGIUS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA EMPTY NESTER DI KECAMATAN BANYUMAS Nabilah, Huria Husna; Kusumawardani, Lita Heni; Pratama, Koernia Nanda
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v10i1.637

Abstract

Empty nest syndrome merupakan salah satu masalah psikologis pada lanjut usia. Salah satu upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia dengan empty nester ialah menggunakan koping religius sebagai strategi menghadapi stresor dengan aspek religiusitas. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan koping religius dengan kesejahteraan psikologis lansia empty nester di Kecamatan Banyumas. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel secara total sampling dengan responden sebanyak 102 pada Oktober 2024–Januari 2025. Pengukuran menggunakan instrumen Psychological Well-being Scale dan Brief RCOPE BI. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil: Lansia empty nester cenderung menggunakan koping religius positif dengan nilai median 21,00 dalam rentang nilai 12–21 yang lebih tinggi dari median koping religius negatif, yaitu dengan median 0,00 dalam rentang nilai 0–7. Kesejahteraan psikologis lansia empty nester berada pada median 67,0 dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 76,0 yang menunjukkan tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi karena cenderung berada pada nilai mendekati skor maksimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara koping religius dan kesejahteraan psikologis lansia empty nester (p value = 0,0001) dengan tingkat korelasi cukup pada subskala koping religius positif (r = 0,484) dan subskala koping religius negatif (r = –0,382). Diskusi: Tingkat kesejahteraan psikologis lansia empty nester mayoritas berada pada nilai yang tinggi dengan dominasi dari dimensi environmental mastery dan self-acceptance. Koping religius yang digunakan lansia cenderung mengarah pada koping religius positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara koping religius dengan kesejahteraan psikologis lansia empty nesterdengan arah hubungan positif pada koping religius positif dan arah hubungan negatif pada koping religius negatif. Lansia perlu mempersiapkan aspek penguasaan lingkungan, penerimaan diri, serta penggunanan koping religius untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis di usia lanjut.Kata Kunci: kesejahteraan psikologis, koping religius, lansia empty nesterCorrelation Between Religious Coping and Elderly Psychological Well-Being in Empty Nester in Banyumas Subdistrict ABSTRACT  Empty nest syndrome is one of the psychological challenges experienced by older adults. One strategy to maintain and improve the psychological well-being of empty nesters is the use of religious coping, which involves dealing with stressors through religious or spiritual aspects.  Research Objective: This study aims to examine the correlation between religious coping and psychological well-being among empty nester elderly in the Banyumas Subdistrict.  Methods: This quantitative research employed an analytical design with a cross-sectional approach. A total sampling technique was used to recruit 102 respondents from October 2024 to January 2025. Measurements were conducted using the Psychological Well-Being Scale and the Brief RCOPE BI instrument. Data analysis was performed using Spearman’s rho correlation test.  Results: Elderly empty nesters tended to use positive religious coping, with a median score of 21.00 (range: 12–21), which was higher than the median score of negative religious coping, which was 0.00 (range: 0–7). The median psychological well-being score was 67.0, with a minimum score of 50 and a maximum score of 76.0, indicating a high level of psychological well-being, as the scores were close to the maximum possible value. The study revealed a significant correlation between religious coping and psychological well-being in elderly empty nesters (p = 0.0001), with a moderate correlation for the positive religious coping subscale (r = 0.484) and a negative correlation for the negative religious coping subscale (r = -0.382).  Discussion: The psychological well-being of most elderly empty nesters was found to be high, particularly in the dimensions of environmental mastery and self-acceptance. The religious coping strategies used by the elderly predominantly reflected positive religious coping.  Conclusion: There is a significant correlation between religious coping and psychological well-being in elderly empty nesters, with a positive correlation for positive religious coping and a negative correlation for negative religious coping. Older adults need to be prepared in terms of environmental mastery, self-acceptance, and the application of religious coping strategies to enhance their psychological well-being in later life.Keywords: Psychological well-being, religious coping, empty nester elderly
Parental Knowledge Influenced The Effectiveness of Role Play on Food Safety Behavior in School-Age Children Kusumawardani, Lita Heni; Kartikasari, Aprilia; Pratama, Koernia Nanda
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 5 No. 2 (2022): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v5i2.563

Abstract

Introduction: Health problems due to unsafe food in Indonesia often occur, especially amongst school-aged children. School-aged children need to be given health education related to food safety to prevent food poisoning. Parents have an essential role in health among school-aged children. Objectives: This study aimed to determine the most influential factors of role-play on food safety behavior among school-aged children (6–12 years). Method: The study design was quasi-experimental with pre-and post-test designs. It involved 101 school-age children equally divided into intervention and control groups. Multistage random sampling was used to determine the research area and school where the research was conducted, while the research subject was selected using a simple random sample. The intervention group was treated in the form of a group process with the implementation of a role play for four weeks, which was carried out four times a month and lasted for 40 minutes per session. The analysis of data was performed using the ANOVA test. Results: The results showed that parental knowledge had a significant effect on the influence of therapeutic role-play on students’ learning (p = 0.004), attitudes (p = 0.007), and prevention skills (p = 0.009). Parental knowledge is the most influential factor in effective therapeutic role-play on food safety behaviors among school-aged children (6–12 years). Conclusion: The role-play method can improve the food safety behavior of school-aged children. The role-play method should be an effective and interactive health education intervention for elementary school-aged children. Role-play can involve the food safety behavior of parents and teachers in further study. 
Tingkat Kecemasan Keluarga Komorbid Saat Pandemi COVID-19 di Kelurahan Grendeng Purwokerto Utara Pratama, Koernia Nanda; Triyanto, Endang; Kartikasari, Aprilia
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 3 (2021): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.821 KB)

Abstract

Background: The current condition, namely the New Normal Era during the COVID-19 pandemic, requirespeople to follow the COVID-19 protocol according to the appeal from the government. The externalities ofCOVID-19 greatly impact psychological problems (anxiety) in vulnerable communities. Therefore, thefamily has the duty of Health in maintaining the health of comorbid family members. Efforts that can bedone are to make preventive efforts in families with comorbid diseases as a risk factor for death due toCOVID-19. Purpose: This study was to describe the level of anxiety of the comorbid family in GrendengVillage, North Purwokerto. Methods: This research is an observational study with a cross sectionalapproach. The sample of this study was 200 heads of families with comorbid diseases in Grendeng Village,North Purwokerto which were selected by total sampling. The implementation of health tasks is measuredusing an instrument. Anxiety was measured using the modified HARS (Hamilton Anxiety Rating Scales).Data analysis using non-parametric Spearman. Results: the survey results showed that the variable level ofmild anxiety was 50%, 39.5% of comorbid families had no anxiety, and 10.5% of families with moderateanxiety level, and none had severe or very severe anxiety. Conclusion: comorbid families in the GrendengVillage area need to apply the Covid19 protocol well even though they are able to control the anxiety rate.
The Relationship Between Self Concept, Social Support, and Psychological Well-being of Empty-nest Elderly Mar’atussolikha, Ardina Mispa Uji; Kusumawardani, Lita Heni; Pratama, Koernia Nanda
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 20 No 1 (2025): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v20i1.398

Abstract

Introduction: The aging process in the elderly includes changes in physical appearance, health conditions, cognitive function, social-emotional function, and interpersonal relationships. On elderly who live alone or are called empty-nest elderly this can encourage changes in an individual's views and attitudes towards themselves, as well as support from other people received by the elderly, which can give rise to psychological phenomena in the form of feelings of sadness, loss, and loneliness which are often not realized. Objectives: This study aims to determine the relationship between self-concept and social support on the psychological well-being of empty-nest elderly. Methods: This research is a quantitative study with a cross-sectional design using a purposive random sampling technique with a total of 108 empty-nest elderly as respondents. The data were analyzed using the Sommers'd Gamma test. Results: The results of the research show that there is a significant relationship between self-concept and psychological well-being (memengaruhi=0.048, p<0.05) with a moderate degree of correlation (coefficient r=0.362) and a significant relationship to social support (memengaruhi=0.003, p<0.05) with a strong degree of correlation (coefficient r=0.548). Conclusions: Self-concept and social support have a significant influence on the psychological well-being of elderly empty nesters, therefore it is hoped that society can facilitate elderly people to have a good self-concept and provide strong social support to increase the level of psychological well-being of empty-nest elderly.
Pengaruh Pelatihan Promosi Koping Pada Kader Kesehatan di Desa Karangsalam Lor Baturraden Pratama, Koernia Nanda; Pramono, Wisnu Budi; Alivian, Galih Noor; Vitasari, Imaniar
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 1 (2025): Vol 6 No 1 (2025): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.1.13180

Abstract

Latar belakang: Masalah kesehatan hypertensi masih terus dicari cara untuk mencegah terjadinnya komplikasi yang dapat terjadi. Upaya promotive dan preventif melalui pelatihan kader mengenai upaya promosi koping. Tujuan: menerapkan IPTEKS teknik promosi koping pada kader kesehatan di desa guna mendukung peningkatan derajat kesehatan penderita hypertensi dan program penanggulangan penyakit tidak menular hypertensi di Masyarakat. Metode: Pengabdian kepada masyarakat berbasis riset dilakukan dengan metode pendidikan kesehatan dengan topik pelatihan promosi koping pada kader dalam rangka mencegah komplikasi hipertensi pada penderitanya. Peserta yang hadir sebanyak 40 orang. Hasil : Tingkat pengetahun kader tentang bagaiman cara melakukan praktik promosi koping untuk penderita hipertensi berada pada tingkat baik yaitu sebanyak 31 kader (82%) dan tingkat pengetahuan tentang hipertensi sudah mencapai 96% tingkat pengetahuan yang tinggi. Kesimpulan: pelatihan promosi koping untuk pencegahan komplikasi penderita hipertensi pada kader sangat penting dilakukan guna membekali pengetahuan dan ketrampilan kader sehingga mampu menerapkan promosi koping pada saat kunjungan ke penderita hipertensi. Dengan kader memiliki ketrampilan yang baik maka akan mampu mengaplikasikan promosi koping
Peningkatan Kapasitas Karangtaruna Melalui Pelatihan Orienteering untuk Pengoptimalan Wisata Outbound kusuma, indra jati; Wahono, Bayu Suko; Nuryanto, Agung Benta Febria; Purwanti, Tuti; Pratama, Koernia Nanda; Heza, Fuad Noor
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 1 (2025): Vol 6 No 1 (2025): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.1.13661

Abstract

Generasi muda Desa Salamaerta Kecamatan Mandiraja Banjarnegara, yang tergabung dalam anggota Karangtaruna dan Pokdarwis, dibentuk dengan salah satu tujuannya sebagai unsur penggerak wisata olahraga. Permasalahan yang dihadapi; 1) Generasi muda belum banyak pelatihan untuk bisa membangun kerjasama tim, 2) Banyak pengunjung yang menginginkan adanya paket outbound dengan jelajah pandu arah dengan navigasi (Orienteering) sebagai daya tarik kegiatan outbound agar bisa menikmati objek wisata lebih lama. Kegiatan pengabdian ini tujuannya adalah agar anggota karangtaruna pengetahuan dan keterampilannya meningkat, dalam optimalisasi peran dan jelajah pandu arah dengan navigasi (Orienteering). Pelaksanaan kegiatan, dengan metode ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini diikuti oleh 24 pemuda, terdiri 20 anggota kelompok karangtaruna ditambah 4 pemuda kelompok sadar wisata. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan karagtaruna tentang peran dan latihan jelajah pandu arah dengan navigasi (Orienteering). Ada peningkatan berdasarakan data hasil pre test dan post tes. Dengan Uji Paired Sampel T-Test, didapatkan nilai Sig.(2-tailed) <0.05. Kesimpulannya adalah untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pengunjung, pemuda karangtaruna di Desa Salamerta, Kecamatan Mandiraja, perlu melanjutkan kegiatan, dengan meningkatkan peran, memperbarui kemampuan dan pengetahuan terkait orienteering.