Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Influence Combination of Dragon Fruit Juice (Hylocereus Polyrhizus) and Foot Exercise Therapy on Elderly with Diabetes Melitus in Kemutug Kidul Village Baturraden: Case Study Tri Melinia; Asep Iskandar; Koernia Nanda Pratama
International Journal of Biomedical Nursing Review Vol 2 No 2 (2023): International Journal of Biomedical Nursing Review (IJBNR)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ijbnr.2023.2.1.9603

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease characterized by blood glucose (blood sugar) levels exceeding normal, namely blood sugar levels at or above 200 mg/dl and fasting blood sugar levels of 126 mg/dl. The treatment needed to manage diabetes mellitus patients is by implementing healthy living behaviors such as maintaining a diet and running a treatment program. The effects of pharmacological therapy treatment such as flatulence, nausea and dizziness. Therefore, it is necessary to introduce other alternative therapies to overcome diabetes mellitus in the elderly, namely by using dragon fruit juice therapy and diabetic foot exercise therapy. Purpose: Knowing the effect of giving dragon fruit juice combined with diabetic foot exercise therapy to overcome diabetes mellitus in the elderly. Methods: Case study by applying implementation in accordance with evidenced based practice in nursing care. After intervening by giving dragon fruit juice and diabetic foot exercise therapy for a week to two managed clients. Discussion: The results obtained for one client decreased along with being able to regulate dietary patterns while the other did not experience a decrease due to not being able to maintain dietary patterns and regulate a good diet. Conclusion: Strategies to treat diabetes mellitus using dragon fruit juice and diabetic foot exercise therapy succeeded in reducing blood glucose levels by regulating dietary patterns.
A Differences in the Effectiveness of Relaxation Therapy, Warm Foot Soat With a Mixture of Salt and Legram and Finger Relaxation Therapy for Hypertension Sufferers: Case Study Dewi Hajar Khansa Amirah; Asep Iskandar; Koernia Nanda Pratama
International Journal of Biomedical Nursing Review Vol 2 No 2 (2023): International Journal of Biomedical Nursing Review (IJBNR)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ijbnr.2023.2.1.9605

Abstract

Introduction: Hypertension is a disease characterized by an increase in systolic where the results of blood pressure measurements reach more than 140 mmHg and in diastolic reach more than 90 mmHg. The incidence of hypertension in the elderly has increased in line with the increase in age group. Overall, the incidence of hypertension among the elderly in Indonesia is 26.5%. Hypertension can cause various complications if not controlled. Not wanting to take drugs and stress are the causes of uncontrolled hypertension in the elderly. Therefore, an alternative therapy is needed to control blood pressure in the elderly, namely by soaking feet in warm water with a mixture of salt and lemongrass and finger-holding therapy. Purpose: To determine the difference in the effect of warm water foot soak therapy with a mixture of salt and lemongrass and finger grip therapy in controlling blood pressure in the elderly. Methods: The method used in this research is a case study based on evidence based practice. Discussion: Based on the results of the study showed that there was a decrease in blood pressure at systole by 37 mmHg and by 12 mmHg at diastole on Mrs. W who has been given therapeutic intervention by soaking feet in warm water with a mixture of salt and lemon grass. Meanwhile, there was a decrease in blood pressure at systole by 45 mmHg and by 13 mmHg at diastole on Mrs. P who has been given finger-held relaxation therapy. In addition, there was a decrease in Mrs.'s stress level. W, which was originally 16, became 14 (down 2 levels) and at Mrs. P which was originally 19 to 15 (down 4 levels). These results indicate that finger-hold relaxation therapy is more effective in controlling blood pressure and stress levels compared to warm water foot soak therapy with a mixture of salt and lemongrass. No negative side effects were felt by both clients during the intervention. Conclusion: Intervention finger hold relaxation therapy was more effective in controlling blood pressure and stress than warm water foot soak therapy with a mixture of salt and lemongrass.
PEMBERDAYAAN KELUARGA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF REMAJA SEBAGAI PENCEGAHAN PERILAKU BERISIKO SEKSUAL: PEMBERDAYAAN KELUARGA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF REMAJA Endang Triyanto; Lita Heni Kusumawardani; Koernia Nanda Pratama
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Terapan (e-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v8i1.2913

Abstract

Abstrak: Perilaku berisiko seksual remaja masih belum menunjukkan penurunan. Dampak perilaku ini berupa kehamilan remaja yang meningkat di Banyumas dalam 3 tahun terakhir. Peer counselor akan dapat berperan secara optimal jika didukung oleh peran orangtua. Orangtua masih terbatas dalam menasehati, komunikasi efektif dan dukungan yang diperlukan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberdayaan keluarga (orang tua) untuk meningkatkan perilaku asertif remaja sebagai pencegahan perilaku berisiko seksual. Metode penelitian menggunakan desain pra-experiment pre-post test without control group. Jumlah sampel penelitian sebanyak 16 orang tua yang memiliki anak remaja dengan kategori high risk. Kelompok intervensi diberi perlakuan berupa Focus Group Discussions (FGD), konseling, dan praktik komunikasi selama 8 minggu sebanyak 4 kali selama 60 menit. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Wilcoxon. Hasil pengukuran pengetahuan menunjukkan terdapat kenaikan nilai perolehan setiap responden setelah diberikan pelatihan dari rerata nilai 59 menjadi 68. Terdapat pengaruh yang siginifikan antara perlakuan orang tua berupa komunikasi dan dukungan terhadap peningkatan perilaku asertif anak remaja (p sebesar 0,001). Remaja mampu berperilaku asertif jika didukung oleh pola asuh orangtua, dukungan dan peran keluarga. Komunikasi efektif, dua arah dan terbuka antara orang tua dengan remaja akan memperdekat jarak orang tua dan remaja.
OPTIMALISASI KAPASITAS POKDARWIS WAYANG SAKTI DENGAN PELATIHAN SURVIVAL PROGRAM FOR ACTION, RESILIENCE AND KNOWLEDGE (SPARK) UNTUK WISATA OUTBOUND indra jati kusuma; Bayu Suko Wahono; Agung Benta Febria Nuryanto; Rifqi Festiawan; Septiana Dwi Rakhmawati; Koernia Nanda Pratama
Jurnal of Community Health Development Vol 7 No 1 (2026): Vol 7 No 1 (2026): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2026.7.1.19221

Abstract

Bentang alam Desa Salamerta yang didominasi persawahan, perkebunan, hutan pinus dan area perbukitan di Mandiraja menawarkan infrastruktur alami bagi aktivitas outdoor. Keunggulan geografis ini, apabila diintegrasikan dengan identitas olaraga rekreasi, seni budaya dan kuliner khas Banjarnegara, memberikan nilai tawar daya tarik wisata yang komprehensif bagi para pelancong. Pokdarwis Wayang Sakti berperan dalam memajukan bukit rumpit sebagai pariwisata lokal dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Infrastruktur dan aksesibilitas yang terbatas, serta risiko bencana alam menjadi tantangan, selain itu diperlukan promosi dan perbaikan fasilitas untuk menarik lebih banyak wisatawan. Permasalahan: a) Kurangnya pemahaman Pokdarwis tentang pentingnya pengembangan kapasitas untuk mendukung wisata outbound, b) Kurangnya pengetahuan, pemahaman dan keterampilan pokdarwis terkait pengelolaan wisata outbound dipadukan dengan olahraga permainan, c) Kurangmya pengetahuan dan keterampilan mengadaptasi dan mengoptimalkan teknologi untuk meningkatkan daya tarik dan promosi wisata. Oleh sebab itu diperlukan pelatihan Penguatan Kapasitas Pokdarwis Dengan Survival Program for Action, Resilience and Knowledge (SPARK) untuk Peningkatan Daya Tarik Wisata Outbound. Metode: 1) Sosialisasi: Program Survival Program for Action, Resilience, and Knowledge (SPARK), Konsep survival dan ketahanan (resilience), mengelola wisata outbound secara efektif, 2) Pelatihan: Survival Games and Sport, Simulasi Wisata Outbound. 3) Penerapan Teknologi: Pembuatan akun di media sosial dengan konten edukasi. Kegiatan pengabdian ini tujuannya adalah agar anggota pokdarwis pengetahuan dan keterampilannya meningkat, dalam optimalisasi peran pengelolaan kegiatan wisata petualangan dan survival berbasis olahraga permainan. Pelaksanaan kegiatan: dengan metode ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini diikuti oleh 22 pemuda. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan pokdarwis tentang peran pengelolaan kegiatan wisata petualangan dan survival berbasis olahraga permainan. Berdasarkan hasil analisis Uji-t Berpasangan: Nilai Signifikansi (p-value) yang diperoleh adalah <0.001. Terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai rata-rata pre-test (58.07) dan nilai post-test (80.89). Kesimpulan: program ini dapat dilanjutkan dan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta.