Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberdayaan Siswa melalui Kampanye Anti-Bullying berbasis Nilai Sportivitas dalam Pendidikan Jasmani haryo mukti; Septyaningrum Putri Purwoto; Ihwan Firmansyah; Asroful Anam; Alfi Raudatul Fadillah
JA (Jurnal Abdiku) : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Abdiku
Publisher : Penerbit LPPM- STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has made it easier for students to access information and communicate; however, it has also presented challenges in the form of increasing risks of bullying and cyberbullying in school environments. Low levels of digital literacy and a lack of understanding of social media ethics are among the factors that may trigger bullying among adolescents. This community service activity aimed to improve students’ understanding of bullying prevention through the use of digital media integrated with the values of physical education. The activity was conducted on May 12, 2026, from 09:00 to 12:00 WIB at the Hall of SMP Negeri 5 Bangkalan. The implementation method employed a socialization approach through the delivery of educational materials, the screening of educational videos, interactive discussions, and an evaluation of participants’ understanding. The materials covered the concepts of bullying and cyberbullying, the negative impacts of bullying behavior, ethical digital media use, and the reinforcement of sportsmanship, empathy, cooperation, and mutual respect in school life. The results showed that participants demonstrated good enthusiasm throughout the socialization process and experienced an improvement in their understanding of various forms of bullying, the negative impacts of bullying, and the importance of using digital media positively and responsibly. The integration of physical education and digital literacy represents a relevant approach to developing students’ social character and supporting the creation of a safe and inclusive school environment. This activity is expected to serve as an initial step for schools in developing sustainable educational programs related to bullying prevention and character development through the use of digital technology.
Penguatan Kapasitas Pelatih Petanque melalui Kerja Sama Unesa dan National Olympic Committee of Timor-Leste Bayu Budi Prakoso; Afifan Yulfadinata; Rahmawati Al Adha Nikmah; Hamdani; Diva Ristie Valentina; Dwi Lorry Juniarisca; Priya Yoga Pradana; Defriga Yanuarta; Alda Livia Nathania; Iqbal Arifin; Septyaningrum Putri Purwoto; Fatih Hazar
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Beru'-Beru': Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v5i1.6942

Abstract

Pelatih petanque di Timor-Leste menghadapi keterbatasan kompetensi teknis, taktis, dan manajerial dalam pembinaan atlet berprestasi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelatih petanque yang bernaung di bawah National Olympic Committee of Timor-Leste (NOC-TL) melalui pendekatan edukatif aplikatif. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap mulai November 2025 hingga Februari 2026 dengan melibatkan 25 pelatih sebagai peserta. Metode pelaksanaan mencakup workshop teori kepelatihan, coaching clinic teknik dan taktik, simulasi pertandingan, serta evaluasi kompetensi berbasis pre-test dan post-test. Hasil evaluasi kualitas pelaksanaan menunjukkan capaian rata-rata 81,6% (kategori Baik Sekali) pada seluruh aspek yang meliputi materi pelatihan (82,2%), penyelenggaraan (81,6%), sarana dan prasarana (82,4%), serta kemampuan pemateri (80,1%). Kompetensi pelatih meningkat secara signifikan dari rata-rata skor 66,60 (pre-test) menjadi 83,84 (post-test), dengan peningkatan tertinggi pada aspek sport science (32,6%) dan teknik dasar (32,7%). Seluruh 25 peserta dinyatakan lulus dan menerima sertifikat kompetensi pelatih petanque tingkat dasar. Kerja sama ini juga menghasilkan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unesa dan NOC Timor-Leste yang ditandatangani pada 2 Februari 2026, sebagai landasan keberlanjutan program.
Pelatihan pada Guru Pjok dalam Upaya Penguatan Pengembangan Keterampilan Gerak Dasar Peserta Didik melalui Permainan Kecil Sasminta Christina Yuli Hartati; Bayu Budi Prakoso; Dony Andrijanto; Advendi Kristiyandaru; Sri Wicahyani; Diva Ristie Valentina; Heni Yuli Handayani; Septyaningrum Putri Purwoto
Pijar Nusantara Vol 1 No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Pijar Nusantara : July 2026
Publisher : Arunika Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan partisipasi siswa dalam gerak dirasa perlu diatasi dengan pengembangan materi permainan kecil yang sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan belajar siswa. Untuk itu, pelatihan pengembangan permainan kecil sebagai materi ajar dalam PJOK penting dilakukan kepada guru PJOK. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pelaksanaan pelatihan, kualitas, dan efektivitas pelaksanaan pelatihan. Penelitian lemah ini menggunakan protokol one shot case study design. Sebanyak 14 guru PJOK SMP terdiri atas 13 laki-laki dan 1 perempuan, rata-rata usia 40 tahun (25-59 tahun). Pengukuran dilakukan mengunakan angket tertutup dan terbuka. Jawaban angket terbuka dianalisis menggunakan analisis tematik memanfaatkan aplikasi NVivo dan jawaban angket tertutup dianalisis menggunakan deskriptif statistik. Hasil menunjukkan bahwa kualitas pelaksanaan masuk dalam kategori baik sekali (97%) dengan rincian kualitas materi baik sekali (98%), penyelenggara baik sekali (97%), sarana baik sekali (94%), dan kemampuan pemateri baik sekali (99%). Efektivitas pelatihan berdasarkan kesan guru terhadap pelaksanaan pelatihan masuk dalam kategori baik sekali (98%), pengalaman baru guru PJOK masuk dalam kategori baik sekali (98%), dan pemahaman guru terhadap topik yang dilatihkan masuk dalam kategori baik sekali (95%). Berdasarkan persepsi guru, bahwa berbagai permainan kecil yang menjadi materi pelatihan sesuai untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar (non-lokomotor, lokomotor, dan manipulatif).