Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : PENDIPA Journal of Science Education

Analisis Upaya Mitigasi Pemerintah Kota Semarang Untuk Mengurangi Risiko Bencana Banjir Guna Mendukung Keamanan Nasional Putra, Dimas Raka Kurniawan; Pratama, Alif Hanugrah Insan Nanda; Syamsunasir, Syamsunasir; Widana, I Dewa Ketut Kerta; Wilopo, Wilopo
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.422-427

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis upaya mitigasi dalam penanganan banjir di Kota Semarang untuk mendukung keamanan nasional. Bencana merupakan salah satu bentuk ancaman non-militer dalam keamanan nasional. Dalam keamanan nasional, bencana sebagai salah satu tolak ukur bahwa negara tersebut aman atau tidak. Bencana sangat mengancam kehidupan sosial masyarakat yang berlaku yang pada akhirnya mengancam keamanan nasional suatu negara. Ancaman yang dirasakan penduduk Indonesia adalah semakin marak terjadinya kejadian bencana yang terjadi di hampir seluruh Indonesia. Kota Semarang yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah memiliki ancaman berupa banjir. Banjir di Kota Semarang pada tahun 2017 - 2021. Mitigasi bencana adalah salah satu bentuk usaha pemerintah Kota Semarang guna mengurangi risiko bencana banjir. Salah satu bentuk mitigasi yang dilakukan pemerintah Kota Semarang adalah pembangunan sungai Banjir Kanal Barat dan juga sungai Banjir Kanal Timur. Dengan dibangunnya kedua sungai Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat diharapkan dapat mengurangi bencana banjir yang terjadi di Kota Semarang. Pemerintah juga harus memperbaiki rencana kontinjensi terhadap bencana banjir supaya pemerintah tahu apa yang seharusnya dilakukan untuk menghadapi bencana banjir kedepannya melalui mitigasi.
LAFIAL: Pandemi COVID-19 Sebagai Momentum Kemandirian Industri Farmasi Menuju Ketahanan Kesehatan Nasional Dandung Ruskar; Septianita Hastuti; Heri Wahyudi; I Dewa Ketut Kerta Widana; Rio Khoirudin Apriyadi
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 3 (2021): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.3.300-308

Abstract

[LAFIAL: COVID-19 Pandemic As The Pharmaceutical Industry's Independence Momentum Towards National Health Resilience] Ninety percent of the distribution of medicinal raw materials and medical devices of the domestic pharmaceutical industry is sourced from imports from other countries. One of the exporter countries is China which still feels it has sovereignty over part of the North Natuna Sea (LNU) in the South China Sea conflict (LCS). In the conflict, Indonesia vehemently denies any unilateral claims from China. This has the potential to stop import access to Indonesia which ultimately has an impact on the development of the domestic pharmaceutical industry. In Presidential Instruction No. 6 of 2016, the government wants the realization of the resilience of the domestic pharmaceutical industry. Industrial resilience in the pharmaceutical sector has multi-benefits including accelerating national economic growth, meeting the scarcity of pharmaceutical products and medical devices as a result of COVID-19, and at the same time reducing import dependence on medicinal raw materials and medical devices. Navy Pharmaceutical Institute (LAFIAL) as the military pharmaceutical industry has a strategic capacity and role against both military and nonmilitary threats that can harm the health of the people of Indonesia. The involvement of LAFIAL is expected to further encourage and strengthen the independence of the pharmaceutical industry. This article is qualitative research through a descriptive approach with an analysis of studies from several references to describe the current pharmaceutical industry profile and the COVID-19 pandemic impact affecting the pharmaceutical industry independence, coupled with interviews from several sources. The interview results provide an overview of how the  LAFIAL benefits as a military pharmaceutical industry to support health defense, especially during the COVID-19 pandemic.
Upaya Mitigasi Bencana Banjir di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh untuk Mendukung Keamanan Nasional Islamia Kharimah; Dewi Wahyuni; Aprilyanto Aprilyanto; I Dewa Ketut Kerta Widana
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 1 (2022): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.1.57-63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya mitigasi dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya untuk mendukung keamanan nasional.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui wawancara yang diperoleh secara online menggunakan aplikasi zoom meeting pada tanggal 22-25 Maret 2021 dengan melibatkan beberapa instansi di Kabupaten Pidie Jaya yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Dinas Pekerjaan Umum. Data sekunder didapatkan melalui dokumen yang dimiliki oleh instansi terkait dengan bencana banjir. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah melakukan upaya-upaya mitigasi untuk bencana banjir seperti, melakukan koordinasi dengan lintas sektor terkait, melakukan identifikasi kawasan rawan bencana, melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi tentang penanggulangan bencana, serta memperkuat struktural di kawasan tebing Krueng Meureudu, Krueng Putu, dan Krueng Jeulanga. Namun, upaya tersebut tidak berjalan maksimal karena salah satu faktor penyebab banjir masih belum dihilangkan. Solusi yang dapat ditawarkan oleh penulis adalah perlu dilakukan pembuatan rencana kontinjensi dan dokumen kawasan rawan bencana, perlu adanya early warning system untuk bencana banjir, serta penguatan hukum bagi pelaku pembalakan liar di kawasan hulu sungai yang menjadi salah satu faktor penyebab banjir.
Lesson Learned Dari Kecelakaan Reaktor Nuklir Fukushima Daiichi Untuk Meningkatkan Mitigasi Reaktor Serba Guna Gerrit Augustinus Siwabessy (RSG-GAS) Dewi Prima Meiliasari; Berton Suar Panjaitan; I Dewa Ketut Kerta Widana; Rio Khoirudin Apriadi; Dwi Cahyadi
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.493-500

Abstract

Indonesia dengan wilayah geografi yang relatif sama dengan Jepang dan sangat dipengaruhi oleh pergerakan lempeng tektonik menyebabkan Indonesia rawan terhadap gempa tektonik, terlebih Serpong Kota Tangerang Selatan lokasi Reaktor Serba Guna - G.A. Siwabessy (RSG-GAS) berada tercatat dalam buku Katalog Gempabumi Signifikan dan Merusak Tahun 1821-2018, sebagai wilayah berisiko terdampak gempa. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis upaya mitigasi yang dilakukan untuk mengurangi risiko ancaman bencana akibat kegagalan teknologi di RSG-GAS. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif eksploratif, mengeksplorasi fenomena baru dan mendeskripsikan sesuai pengamatan langsung dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan narasumber, dan data sekunder melalui studi dokumen milik narasumber dan studi pustaka. Validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi dengan melakukan investigasi data dari berbagai sumber yang di analisis sesuai dengan kerangka penelitian. Tindakan mitigasi sudah dilakukan sebelum desain disusun, tepatnya pada penentuan calon tapak sampai pada saat ini tahap operasi. Pemutakhiran evaluasi tapak reaktor dilakukan pada aspek kejadian eksternal (aspek kegempaan, kegunungapian, geoteknik, meteorologi dan hidrologi, ulah manusia, serta dispersi zat radioaktif). Pemutakhiran evaluasi tapak dari aspek kejadian eksternal menjadi pertimbangan dalam desain RSG-GAS berbasis mitigasi, termasuk simulasi station balckout yang telah dilakukan di RSG-GAS, untuk mengetahui kapasitas dan kerentanan RSG-GAS terhadap bahaya eksternal yang terjadi seperti di Fukushima Daiichi. Peraturan Perundang-undangan terkait desain mempertimbangkan bahaya eksternal seperti gempabumi dan bahaya lainnya juga sudah diundangkan. Untuk memperkuat kapasitas pemerintah dan pemangku kepentingan perlu dilakukan revisi Peraturan Pemerintah untuk mengatur tanggung jawab dan kewenangannya dalam penanggulangan kedaruratan nuklir untuk menjamin keselamatan masyarakat guna tercipta keamanan nasional.
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Komunitas Perkotaan Aprilyanto Aprilyanto; Rio Khoirudin Apriyadi; Tri Winugroho; I Dewa Ketut Kerta Widana; Wilopo Wilopo
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 3 (2021): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.3.284-291

Abstract

[Urban Community-based Disaster Preparedness] Geographical, hydrological, demographic, and sociological conditions of Indonesia make Indonesia's territory prone to disasters (natural, non-natural, and social). The history of disasters shows a trend of increasing the number of victims and types of disasters. Various efforts are needed in anticipating the possibility of a disaster that will occur, so that preventing risks, reducing risks or even eliminating disaster risks by reducing vulnerability and or increasing the limited capacity of the community is the simplest solution to the complexity of the disaster problem. Disaster risk is the probability of a potential disaster with the consequent damage being a key element. A threat (danger) only becomes a disaster if it affects vulnerable communities. The community is a key element in dealing with disasters, besides being the first to know about a disaster incident, the community is not only an object but also a subject that must be empowered in disaster management. This means that whatever efforts in disaster management must lead to the community. Strategies are needed to increase community resilience to an increasing number of disaster risks. Pre-disaster mitigation and preparedness activities are needed to reduce the vulnerability of a community and to protect the community whenever a disaster occurs. This research contributes to the current knowledge of the urban community preparedness index in terms of disaster preparedness. This descriptive quantitative research uses univariate analysis as the blade of analysis with a sample of 204 respondents who live in the DKI Jakarta area, and were selected randomly. This study uses primary data. Data collection was carried out through an online google form questionnaire directly to residents of DKI Jakarta Province. The results showed that the population of DKI Jakarta Province has various socio-economic characteristics, 77.94% of respondents have had disaster experience, 46.67% of the Material Preparedness Index, 82.52% of the Knowledge and Awareness Index for Preparedness, and 52.94% of the Preparedness Index. Act. Therefore, disaster risk reduction requires the efforts of all stakeholders such as the community (individuals and communities), government agencies, non-governmental organizations (NGOs), and even the business world.
Kajian Risiko Bencana Berdasarkan Jumlah Kejadian dan Dampak Bencana di Indonesia Periode Tahun 2010 – 2020 Mir'atul Azizah; Rio Khoirudin Apriadi; Riskina Tri Januarti; Tri Winugroho; Sugeng Yulianto; Wahyu Kurniawan; I Dewa Ketut Kerta Widana
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 1 (2022): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.1.35-40

Abstract

“Ring of fire” yang mengelilingi wilayah Indonesia, bonus demografi dan beberapa faktor lainnya membuat Indonesia menjadi wilayah yang rawan terhadap bencana. Hal tersebut seperti yang terekam pada DIBI pada periode tahun 2010 – 2020 terdapat 24.969 kejadian bencana. Penelitian ini merupakan kajian  risiko bahaya bencana berdasarkan jumlah kejadian dan dampak bencana di Indonesia pada periode tersebut. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk menilai risiko bahaya akibat bencana yang terjadi dan kedepannya bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran serta acuan dalam mitigasi, pencegahan, kesiagaan, kesiapsiagaan bencana di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuantitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bencana yang paling berisiko tinggi adalah banjir. Hal tersebut sesuai dengan data yang terekam oleh Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) frekuensi kejadian banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Dan wilayah Indonesia yang mempunyai risiko bahaya paling tinggi terhadap bencana adalah Provinsi Jawa Barat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semua Provinsi di Indonesia mempunyai risiko bahaya terhadap bencana. Sehingga perlu adanya perhatian lebih terhadap mitigasi, pencegahan, kesiagaan dan kesiapsiagaan sesuai dengan tingkat risiko khususnya bencana banjir dan Jawa Barat. Bencana banjir merupakan bencana yang mempunyai risiko paling tinggi dan Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah yang mempunyai risiko bahaya paling tinggi terhadap bencana. 
Karakteristik Histori Bencana Indonesia Periode 1815 – 2019 Berdasarkan Jumlah Bencana, Kematian, Keterpaparan dan Kerusakan Rumah Akibat Bencana Jihan Fitriyani; Rio Khoirudin Apriyadi; Tri Winugroho; Dedy Hartono; I Dewa Ketut Kerta Widana; Wilopo Wilopo
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 3 (2021): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.3.322-327

Abstract

[Historical Characteristics of Disasters in Indonesia for the Period 1815 - 2019 Based on the Number of Disasters, Deaths, Exposure and Damage to Houses Due to Disasters] Indonesia is a country with high potential for disasters in the world. Natural, non-natural and social disasters in Indonesia must be able to be used as laboratories and disaster experts as a form of state protection for its people. This paper aims to describe the historical characteristics of disasters based on indicators of the number of disaster events, deaths, exposure, and damage to houses due to disasters. We found that the characteristics differed in each of the indicators studied. Meanwhile, the increasing graph is shown by each indicator in this study. Analysis of the historical characteristics of disasters is an important tool needed to support sustainable disaster management programs. 
Estimasi Ancaman Gempabumi dan Tsunami di Kabupaten Pidie Jaya Aceh untuk Mendukung Keamanan Nasional Rio Khoirudin Apriyadi; Wahyu Kurniawan; Sugeng Yulianto; Syamsunasir Syamsunasir; I Dewa Ketut Kerta Widana; Adi Subiyanto; Fauzi Bahar; Djati Cipto Kuncoro
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 1 (2022): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.1.1-7

Abstract

[Estimation of The Threat of Earthquake and Tsunami in Pidie Jaya Regency to Support National Security]. Bencana merupakan suatu ancaman non-militer dan nyata yang dihadapi dunia saat ini. Bencana mengancam keselamatan masyarakat yang pada akhirnya mengancam keamanan nasional suatu negara, termasuk Indonesia. Ancaman nyata yang saat ini dirasakan oleh masyarakat Indonesia adalah peningkatan kejadian bencana yang dirasakan hampir diseluruh wilayah Indonesia. Kabupaten Pidie Jaya yang merupakan bagian dari Provinsi Aceh juga memiliki ancaman multi bencana seperti gempabumi dan tsunami. Gempabumi yang terjadi di Pidie Jaya disebabkan oleh aktivitas Sesar Pidie dengan arah bidang patahan mendatar atau strike-slipe. Selain itu, terdapat Zona Megathrust Sumatera dan Sesar Besar Sumatera yang berada di Provinsi Aceh dengan aktivitas kegempaan yang dapat berpotensi tsunami. Dalam penelitian ini dilakukan suatu simulasi tsunami dengan output wilayah-wilayah yang berpotensi tsunami berserta run up atau ketinggian air tsunami akibat gempa di Zona Megathrust Aceh-Andaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (deskriptif analisis) sebagai desain penelitian. Penelitian dilakukan pada 18 Maret 2021 di ruang operasional InaTEWS (Indonesia Tsunami Warning System) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggunakan bantuan software TOAST (Tsunami Observation and Simulation Terminal).  Dari seluruh rangkaian pengolahan dan analisis data didapatkan hasil bahwa Zona Megathrust Aceh-Andaman berpotensi tsunami dengan run up (ketinggian air tsunami) yang paling tertinggi sebesar 10,5 meter di Meulaboh, Kab. Aceh Barat, 5,5 meter di Kota Sabang, dan 3 meter di Kabupaten Pidie Jaya dengan waktu tiba tsunami (golden time) sekitar 24 menit 55 detik. Kajian atas estimasi gempabumi dan tsunami ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam penentuan kebijakan BPBD Pidie Jaya dalam upaya mitigasi bencana untuk melindungi masyarakat Pidie Jaya dan mewujudkan keamanan nasional.
Dampak Multidimensi: Degradasi Lingkungan di Nigeria Remir Joseph Eklou; I Dewa Ketut Kerta Widana; Suwito
PendIPA Journal of Science Education Vol 7 No 1 (2023): February
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.7.1.1-5

Abstract

Over the years, the Nigerian government has not given the necessary attention to environmental problems. As a result, environmental resources have suffered the consequences for decades and this remains one of the most complex problems in Nigeria. This study aims to describe the multidimensional impact of environmental degradation in Nigeria. This research was conducted qualitatively using a descriptive research design. The data analysed in this study were obtained from secondary sources in the form of books and scientific journals that were published and were relevant to the topic discussed. This study shows that environmental degradation is a major problem that must be addressed by all levels of Nigerian society. This study presents several recommendations that can be implemented to improve environmental management in Nigeria.
Co-Authors A Ahmad Aam Amirudin Achmed Sukendro Admiral Musa Julius Admiral Musa Julius Admiral Musa Julius Admiral Musa Julius Admiral Musa Julius Admiral Musa Julius Agnes Manuella Agung Mulyo Utomo Aida Rahma Savitri Aida Rahma Savitri Andi Ahmad Aminullah Andi Windra Sandi Aprialiani, Dewi Aprilyanto Aprilyanto Aprilyanto Aprilyanto Aprilyanto, A ARDIANTO, YUNUS Arief Budiarto Bandaso, Rahmat Masri Bangun, Ernalem Bayu Anggi Nugraha Berton Suar Panjaitan Berton Suar Panjaitan Bondan Prakoso Bondan Prakoso, Bondan Cahyo Nugroho D Daryono Dandung Ruskar Dedy Hartono Dewi Prima Meiliasari Dewi Prima Meiliasari Dewi Wahyuni Diane Tanti Poli Djati Cipto Kuncoro Dwi Cahyadi Ermita Sari Fadhiil Ali Hakim Fadhiil Ali Hakim Fadhiil Ali Hakim Fauzi Bahar FIKRI, AHMAD FATKUL Hani Syarifah Hayatul Khairul Rahmat Hendrik Leopatty Heri Wahyudi Heridadi, Heridadi Herlina Risma Juni Saragih Hilmawan, Abimanyu Ifad Fadlurrahman Islami, Hafizh Surya Islamia Kharimah Jihan Fitriyani Joshua Banjarhanor Joshua Banjarnahor Khansa Nur Fathiya M. Syamsul Maarif Mariska Natalia Rande MARSA, JAYARDI MAULANA Maryanti Miftah Ali Mir'atul Azizah Muhammad Sarip Kodar N Nurkhasanah Nrangwesthi Widyaningrum Nurbaiti Ma'rufah Nurbaiti Marufah Pratama, Alif Hanugrah Insan Nanda Pujo Widodo Putra, Dimas Raka Kurniawan Putri Anggraeni Rahmah, Nadiva Awalia Ratna Alam Remir Joseph Eklou Rio Khoirudin Apriadi Rio Khoirudin Apriadi Rio khoirudin Apriyadi Rio Khoirudin Apriyadi Riskina Tri Januarti Risma Suryani Purwanto Rohmat Hidayat Rohmat Hidayat Rudy Teguh Imananta Ruswandi, Dody Sandi, Andi Windra Sari Mardatillah Septianita Hastuti Sri Kartika Sakti Sri Kartika Sakti Subiyanto, Adi Suci Dewi Anugrah Suci Dewi Anugrah Sugeng Yulianto SUNGKONO SANUSI Suwito Syamsul Maarif Syamsunasir Syamsunasir Syamsunasir, Syamsunasir Tatok Yatimantoro Tego Suroso Tri Susilo Tri Winugroho Tri Winugroho Tyas, Titisari Haruming Wahyu Kurniawan Wilopo - Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo, Wilopo