Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Intervensi Keperawatan Kombinasi ROM Aktif dan Squishy pada Pasien Post Stroke dengan Hambatan Mobilitas Fisik Nugroho, Fajar Agung
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 1 (2024): JUPIN Februari 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.260

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang berdampak pada hilangnya kemampuan motorik pada salah satu ekstremitas atau keduanya. Penderita stroke non hemoragik seringkali mengalami gangguan mobilitas fisik sehingga memerlukan terapi untuk mencegah penurunan kekuatan otot. Sebuah intervensi keperawatan, seperti latihan rentang gerak aktif atau Range of Motion (ROM) dan squishy dapat diimplementasikan pada pasien pasca stroke. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan asuhan keperawatan dan intervensi keperawatan melalui latihan ROM aktif dan terapi squishy pada pasien stroke non hemoragik yang sedang mengalami kehilangan kekuatan otot. Penelitian ini merupakan case report atau laporan kasus yang berfokus pada pasien stroke non hemoragik sebagai responden. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa kombinasi latihan ROM aktif dan terapi squishy, intervensi diterapkan pada hari ke-3 pasca stroke dan dilakukan setiap hari selama 3 hari. Pasien melakukan intervensi ini selama dua kali sehari (pagi dan sore). Setelah 3 hari dilakukan ROM aktif yang dikombinasikan dengan intervensi squishy terjadi peningkatan kekuatan otot pada ekstremitas kanan atas (tangan kanan). Kekuatan otot pasien di hari ketiga meningkat pada tangan kanan dari 3 menjadi 4. Untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik diperlukan sebuah latihan ROM aktif dan terapi squishy sebagai terapi non farmakologi. Intervensi ini dapat dipraktikkan setiap hari, 2-3 kali selama pasien mengalami gangguan mobilitas fisik agar dapat meningkatkan otot yang mengalami penurunan.
PENCEGAHAN PENYAKIT KRONIS MELALUI KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA REMAJA DI DESA KALIBEJI SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH. Marsito, Marsito; Nugroho, Fajar Agung; Purwaningsih, Eny Retno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v19i2.1257

Abstract

Penyakit kronis Tuberculosis di tanah air tahun 2020 mencapai 51.936 kasus, Jumlah tertinggi Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kejadian tuberculosis tiga Propinsi mencapai setengah dari jumlah kasus di Indonesia (46%). Pada usia remaja umur 15 sampai 19 tahun berjumlah 16,7% tahun 2020. Harus diselamatkan karena potensial penyimpangan perilaku kurang sehat agar terbiasa berperilaku sehat dapat meningkatkan derajat kesehatan. Kebiasaan remaja tidak merokok, aktif di karang taruna dan mematuhi aturan keluarga dan masyarakat dapat mencegah penyakit agar beradaptasi dengan lingkungan sehat. Penelitian ini menggunakan disain Deskriptif dari variable yang mengasuh remaja, keatifan remaja, mengisi waktu luang, bimbingan keluarga serta dukungan masyarakat. Sampelnya remaja yang berumur 12 sampai 20 tahun tinggal di Desa Kalibeji berjumlah 441 orang. Selanjutnya peneliti melakukan persetujuan dengan Puskesmas Sempor 1 dan Desa Kalibeji. Dari 441 orang dijelaskan maksud tujuan penelitian informasi itu akan dijaga kerahasiaan, nantinya akan dijadikan untuk kemajuan perbaikan layanan remaja. Hasilnya remaja yang mengasuh orang tua 420 orang (95.2%), keaktifan remaja dikarang taruna tidak aktif 204 orang (46.3%), mengisi waktu luang tidak merokok 399 orang (90.5%), keluarga selalu membimbing 417 orang (94.65) dan dukungan masyarakat selalu 391 orang (88.7%). Hubungan pola asuh remaja dengan keaftifan ada hubungan ᵖ =0.004, hubungan pola asuh remaja dengan mengisi waktu luang merokok tidak ada hubungan ᵖ =0.316, hubungan pola asuh remaja dengan bimbingan keluarga ada hubungan ᵖ =0.012, dan tidak ada hubungan pola asuh dengan dukungan masyarakat ᵖ =0.858. Pendekatan keperawatan komunitas teori adaptasi Roy dapat digunakan untuk mencegah penyakit kronis remaja. Kata kunci : penyakit kronis keperawatan komunitas remaja The chronic disease Tuberculosis in Indonesia in 2020 reached 51,936 cases, the highest number in West Java, East Java and Central Java. The incidence of tuberculosis in three provinces reaches half of the number of cases in Indonesia (46%). Adolescents aged 15 to 19 years amounted to 16.7% in 2020. It must be saved because of the potential for unhealthy behavioral deviations so that getting used to healthy behavior can improve health status. Teenagers' habits of not smoking, being active in youth organizations and obeying family and community rules can prevent disease so they can adapt to a healthy environment. This research uses a descriptive design of variables caring for teenagers, youth activeness, filling free time, family guidance and community support. The sample was 441 teenagers aged 12 to 20 years living in Kalibeji Village. Next, the researchers agreed with the Sempor 1 Community Health Center and Kalibeji Village. Of the 441 people, it was explained that the purpose of the research was that the information would be kept confidential and would later be used to advance the improvement of youth services. The result is that 420 teenagers are taking care of their parents (95.2%), 204 people (46.3%) are active teenagers who are not active, 399 people (90.5%) spend their free time without smoking, 399 people (90.5%) are always guided by the family, 417 people (94.65) are always supported by the community. 391 people (88.7%). There is a relationship between parenting patterns of teenagers and activeness ᵖ =0.004, there is a relationship between parenting patterns of teenagers and spending their free time smoking, there is no relationship ᵖ =0.316, there is a relationship between parenting patterns of teenagers and family guidance there is a relationship ᵖ =0.012, and there is no relationship between parenting patterns and community support ᵖ =0.858. Roy's adaptation theory community nursing approach can be used to prevent adolescent chronic diseases. Keywords:
Implementasi QR Code Menggunakan Google Api dalam Membangun Sistem Informasi E-Bansos Menggunakan Metode Extreme Programming (Studi Kasus: Kelurahan Batujaya) Irawan, Irawan; Nugroho, Fajar Agung
Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social assistance is a form of concern for the government or social organizations that are legal entities in overcoming poverty, natural disasters, or as currently all countries are being affected by the Covid 19 virus which has resulted in the economy in Indonesia itself weakening which makes people lack food. From these problems, social assistance is very much needed for people affected by the Covid 19 Virus, the social assistance needed is such as money, clothing, food, and medicine. From these problems can be solved with a web-based social assistance application built with the Extreme Programming Method. This Extreme Programming method with stages of planning, design, coding, and testing can make it easier for researchers to solve these problems. then a social assistance web application was built that can be accessed by the public to register and login to view the QR Code when receiving social assistance, while the admin is to manage social assistance and transactions.
Perancangan Aplikasi Human Resource Information System (HRIS) Berbasis Website (Studi Kasus: PT. Bintang Mitra Pratama) Abimanyu, Yuliansyah; Nugroho, Fajar Agung
Jurnal Ilmu Komputer Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Komputer (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A company's human resources (HR) department is a crucial component. Data administration in organizations with a big number of people, like PT. Bintang Mitra Pratama, is manual (using Microsoft Excel) and appears disorganized, which results in a variety of issues, including: Because the files are not arranged effectively, it is challenging to access personnel information (employee name, division, position, and work status). Payroll results then accumulate and become obscure. A Human Resources Information System (HRIS) application was developed to address these issues. which, via the stages of planning, modeling, implementation (construction), and testing, may assist the persons / HRD and staff in producing reports and data collecting that is neater and more accurate. The Waterfall method has multiple active stages as it develops: requirements.
Peningkatan Pengetahuan dan Pencegahan Text Neck Syndrome Pada Mahasiswa Tingkat Awal Sebagai Upaya Pencegahan Nyeri Leher Nugroho, Fajar Agung; Marsito, Marsito; Muhar, Diska Ikhsan Nur; Lestari, Dewi
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2025): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v3i6.1307

Abstract

Tingginya penggunaan gadget di kalangan mahasiswa meningkatkan risiko terjadinya text neck syndrome dan nyeri leher sebagai dampak dari postur tubuh yang tidak ergonomis. Mahasiswa tahun pertama di Universitas Muhammadiyah Gombong merupakan kelompok dengan intensitas penggunaan gadget yang tinggi, sehingga diperlukan upaya preventif melalui edukasi kesehatan yang terstruktur. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam pencegahan text neck syndrome melalui edukasi kesehatan, demonstrasi pemeriksaan fisik keperawatan, serta pelatihan senam peregangan otot leher dan bahu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 100 mahasiswa tingkat satu yang aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada November 2025 dengan tahapan: pretest, penyuluhan tentang penggunaan gadget secara ergonomis dan text neck syndrome, demonstrasi pemeriksaan fisik head to toe, demonstrasi senam peregangan leher, latihan peregangan otot leher dan bahu, serta posttest. Pendekatan ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi praktik digunakan sebagai strategi edukasi utama. Terjadi peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dari 75% kategori kurang pada pretest menjadi 85% kategori baik pada posttest. Peserta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memahami konsep text neck syndrome, penggunaan gadget secara ergonomis, serta keterampilan melakukan peregangan leher dan bahu. Temuan ini selaras dengan teori pendidikan kesehatan yang menyatakan bahwa metode edukasi disertai praktik langsung efektif memperkuat domain kognitif dan psikomotor peserta. Media pembelajaran berupa poster edukatif turut meningkatkan pemahaman visual dan keterlibatan peserta. Edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan demonstrasi pemeriksaan fisik dan senam peregangan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa terkait pencegahan text neck syndrome. Mahasiswa berpotensi menjadi agen perubahan dalam mempromosikan kesehatan muskuloskeletal di lingkungan kampus maupun masyarakat.