Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : sari pediatri

Analisis Pengaruh Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif Terhadap Angka Kejadian Perawakan Pendek pada Anak di Indonesia Ramadhany, Nurul Fajar; Nugroho, Hari Wahyu; Kawuryan, Diah Lintang
Sari Pediatri Vol 27, No 4 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.4.2025.253-8

Abstract

Latar belakang. Perawakan pendek merupakan suatu kondisi dimana panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB)anak lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Ukuran ini diukur berdasarkan PB atau TB menurut usia lebih rendah dari minus dua standar deviasi (< -2SD) kurva pertumbuhan. Pemberian ASI eksklusif dapat melindungi anak dari kondisi perawakan pendek dan mencegah dampak jangka pendek maupun jangka panjang.Tujuan. Mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap insidensi perawakan pendek pada anak di Indonesia.Metode. Studi potong lintang (cross sectional) dengan mengambil data dari Indonesian Family Life Survey 5.0 terhadap anak usia 1-5 tahun yang mendapatkan ASI eksklusif dan tidak mendapat ASI eksklusif, serta memiliki perawakan pendek pada bulan Desember 2022 hingga Maret 2023. Hasil analisis dideskripsikan dengan Odds Ratio dan dinyatakan signifikan jika nilai p<0,05.Hasil. ASI eksklusif berhubungan dengan kejadian perawakan pendek (OR 0,60; p=0,854; IK95% 0,51-0,72). Faktor lain yang memengaruhi perawakan pendek adalah usia (OR 0,80; p=0,047; IK95% 0,56-1,13), status gizi (OR 0,65; p=0,036; IK95% 0,32-1,30), dan jenis kelamin (OR 0,63; p=0,490; IK95% 0,52-0,76).Kesimpulan. ASI eksklusif berhubungan tidak langsung terhadap kejadian perawakan pendek sebab ASI eksklusif berperan sebagai faktor proteksi terhadap perawakan pendek. Subyek yang tidak mendapat ASI eksklusif memiliki risiko lebih besar untuk memiliki perawakan pendek dibandingkan subyek dengan pemberian ASI eksklusif.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Aktivitas Penyakit Systemic Lupus Erythematosus pada Anak: Studi Potong Lintang Shanti, Anita Dwi; Harsono, Ganung; Nugroho, Hari Wahyu
Sari Pediatri Vol 27, No 6 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.6.2026.377-82

Abstract

Latar belakang. Systemic Lupus Erythematosus (SLE) pada anak merupakan penyakit autoimun kronis yang memerlukan terapi jangka panjang. Kepatuhan minum obat mejadi faktor kunci dalam mengontrol aktivitas penyakitTujuan. Menganalisis hubungan antara kepatuhan minum obat dengan derajat aktivitas SLE pada anakMetode. Penelitian potong lintang dilakukan pada 30 anak berusia 5-18 tahun dengan diagnosis SLE di poliklinik anak Rumah Sakit Dr. Moewardi pada bulan Juli-November 2024. Analisis menggunakan SPSS 25. Nilai p<0,05 dianggap signifikan secara statistik.Hasil. Sebagian besar pasien adalah perempuan (93,3%) dengan usia median 15 tahun. Skor median MMAS adalah 6 (kepatuhan sedang), dan skor median SLEDAI adalah 3 (aktivitas penyakit rendah). Analisis bivariat menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan aktivitas penyakit (r=- 0.706; p<0,001). Analisis multivariat mengonfirnasi setiap peningkatan skor MMAS sebesar 1 poin mengurangi skor SLEDAI rata-rata sebesar 0.681 (p<0,001). Indeks Massa Tubuh (IMT) menunjukkan korelasi positif signifikan dalam analisis bivariat (r=0,454; p=0,012), tetapi tidak signifikan dalam analisis multivariat (p=0,087) Kesimpulan. Kepatuhan minum obat memiliki hubungan negatif yang kuat dengan derajat aktivitas SLE pada anak. Intervensi untuk meningkatkan kepatuhan minum obat dapat menjadi strategi penting dalam mengontrol aktivitas penyakit SLE pada anak.