Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Keanekaragaman Genus Larva Nyamuk dan Karakteristik tempat Perkembangbiakannya di Sepanjang Selokan Jalan Bandar Raya Kota Bengkulu Singkam, Abdul Rahman; Dayana, Mustika Elmi; Miftahussalimah, Pingkan Luthfiyyah; Kurniawati, Meina Elsa Putri; Latifah, Dina Utfatul; Apriansyah, Dendy
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 4 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.4.10168

Abstract

Kawasan Bandar Raya Kota Bengkulu merupakan daerah pemukiman padat warga yang memiliki selokan sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga. Hal tersebut menyebabkan banyaknya genangan air pada tempat tersebut yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam genus nyamuk dan karakteristik tempat perkembangbiakan untuk setiap genus yang ditemukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2022 dengan lokasi pengambilan sampel pada tujuh lokasi berbeda di sepanjang Jalan Bandar Raya, Kota Bengkulu. Pengamatan sampel dilakukan di Laboratorium Pembelajaran Biologi Universitas Bengkulu. Penelitian dilakukan secara observasial dengan metode deskriptif. Larva nyamuk yang ditemukan di kawasan Jalan Bandar Raya Kota Bengkulu berasal dari 4 genus yang berbeda, yakni, Aedes, Anopheles, Culex, dan Chironomus. Larva terbanyak yang ditemukan berasal dari genus Culex, sedangkan genus Anopheles merupakan larva yang paling sedikit ditemukan. Selokan bengkel dengan karakteristik berupa selokan yang tidak terlalu dalam, air pada selokan tidak mengalir, warna air tempat perindukan gelap, dan adanya limbah bengkel yang dibuang ke selokan menjadi tempat terbanyak ditemukan genus larva nyamuk, yakni genus Culex, Aedes dan Anopheles. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi karakteristik tempat perkembangbiakan jentik nyamuk guna mencegah penyebarannya.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN CANGKANG TELUR DAN AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Utami, Khofifah Dwi; Rahman Singkam , Abdul
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i1.4577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan cangkang telur dan ampas tebu terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian ini dilakukan di Desa Giri Kencana, Bengkulu Utara pada bulan Maret hingga April 2021. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi POC, dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Empat pelakuan yang digunakan adalah 0% (P0), 25% (P1), 50% (P2), dan 75% (P3). Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar, yang diukur pada hari ke-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar antar kelompok perlakuan. Perlakuan dengan dosis 25% (P1) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman dan panjang akar. Penambahan dosis tidak berbanding lurus dengan pertambahan tinggi tanaman (F1,2= 1.69, p= 0.32) dan panjang akar (F1,2= 0,002, p= 0.96), sedangkan pertambahan jumlah daun berbanding lurus dengan peningkatan dosis POC (F1,2= 31.30, p= 0.03). Tanaman tertinggi ditemukan pada P1 yaitu 16.3 cm ± SE 0,12, sedangkan terendah pada P3 yaitu 9.8 cm ± SE 0,12. Jumlah daun terbanyak ditemukan pada P3 yaitu 30 helai ± SE 0.15, sedangkan paling sedikit pada P0 (kontrol) yait 11 helai ± SE 0.58. Akar terpanjang ditemukan pada P1 yaitu 13.6 cm ± SE 0.70, sedangkan terpendek pada P0 (kontrol) yaitu 10.4 cm ± SE 0.44. Pemberian pupuk dengan dosis 25% (P1) menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan paling optimal.
Pengembangan Media Belajar Kartu UNO Pada Materi Sistem Pencernaan Makanan Kelas XI SMA Rusma Lingga
Pedagogi Hayati Vol 7 No 1 (2023): Vol. 7 No. 1 (2023): Pedagogi Hayati: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v7i1.5706

Abstract

Media pembelajaran dapat membantu kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan kartu UNO sebagai media pembelajaran sistem pencernaan (UNO SISCER). UNO SISCER dikembangkan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini adalah tiga orang validator dan beberapa siswa yang sudah mempelajari sistem pencernaan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar wawancara, lembar validasi, dan angket respon siswa. Data dianalisis secara deskriptif. Desain UNO SISCER berjumlah 108 kartu, yang terdiri dari 29 kartu materi, 21 kartu master, 21 kartu pertanyaan, 21 kartu jawaban, dan 16 kartu simbol. Setiap kartu UNO memiliki UNO memiliki 4 warna yang berbeda sesuai dengan sub topik sistem pencernaan. Desain UNO SISCER dinilai sangat layak oleh ahli, dengan skor 98%, 89%, dan 75%. Respon siswa sangat dengan persentase rata-rata mencapai 92.21%. Oleh karena itu, UNO SISCER sangat cocok untuk diujicobakan dalam skala besar untuk digunakan seebagai media pembelajaran pada materi sistem pencernaan.
Pengembangan Booklet Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X SLTA Berdasarkan Keragaman Pterygota di Taman Sains Air Sempiang Bengkulu : (Development of Biodiversity Material Booklet for Class X SLTA Based on The Diversity of Pterygota in Science Park Air Sempiang Bengkulu) Singkam, Abdul Rahman; Wardhani, Febrina Kusuma
BIODIK Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v10i3.28860

Abstract

This research aims to know the result of the feasibility and readability of the booklet on biodiversity material for class X SLTA based on the diversity of pterygota in Science Park Desa Air Sempiang Bengkulu. This research is research and development (R&D) with 4D Thiagarajan (1974) model that is limited to third stage. The research subjects were material expert, media expert, practitioner and students. Data collection techniques in this research were observation, quisioners and literature review. The results of the validation of material expert obtain a percentage of 100% with very feasible criteria, 91,6% from media expert with very feasible criteria and 94,2% from expert practicioner with very feasible criteria. The result of students readability test obtained a score of 85% with very good criteria. Based on these result, the booklet can be used as a teaching material of biodiversity for class X SLTA. Key words: booklet, pteygota, biodiversity
Keanekaragaman Makroinvertebrata di Sungai Kampai, Bengkulu Abdul Rahman Singkam; Moh Aziz Pathori; Irwandi Ansori; Talib Chitheer
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i1.27892

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman makroinvertebrata di Sungai Kampai, Bengkulu. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun, yaitu Muara Simpur, Pagar Agung, dan Lubuk Gio dengan dua kali periode sampling setiap stasiun, yaitu April 2019 mengikuti puncak musim hujan dan September 2019 mengikuti puncak musim kemarau. Pengambilan sampel makroinvertebrata menggunakan metode three minutes sampling. Hasil penelitian ditemukan 501 individu makroinvertebrata yang terdiri dari 25 spesies (24 genus; 22 famili; 5 kelas; 4 filum). Epeourus aculeatus merupakan spesies dengan kelimpahan relatif tertinggi secara keseluruhan, yaitu sebesar 62,08%. Indeks keanekaragaman (H’) berturut-turut adalah 1,72; 1,13; 1,80 mengindikasikan bahwa Sungai Kampai mengalami degradasi ringan. Jumlah individu Ephemeroptera, Plecoptera, dan Trichoptera (EPT)  per stasiun dari hulu ke hilir adalah 128; 196; dan 20 dengan Indeks Biotik Famili (IBF) adalah 3,34; 4; dan 4. Berdasarkan gabungan dari beberapa indeks ini menunjukkan bahwa kondisi Sungai Kampai masih tergolong sangat baik.AbstractThis research aims to analyze macroinvertebrate diversity in the Kampai River, Bengkulu. Sampling was carried out at three stations, namely Muara Simpur, Pagar Agung, and Lubuk Gio with two sampling periods for each station, namely April 2019 following the peak of the rainy season and September 2019 following the peak of the dry season. Macroinvertebrate sampling used the three minutes sampling method. The research results found 501 macroinvertebrate individuals consisting of 25 species (24 genera; 22 families; 5 classes; 4 phyla). Epeourus aculeatus is the species with the highest relative abundance overall, namely 62.08%. The diversity index (H') is 1.72; 1.13; 1.80 indicates that the Kampai River is experiencing mild degradation. The number of Ephemeroptera, Plecoptera and Trichoptera (EPT) individuals per station from upstream to downstream is 128; 196; and 20 with a Biotic Family Index (IBF) of 3.34; 4; and 4. Based on a combination of several indices, it shows that the condition of the Kampai River is still considered very good.