Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Avatara

PARTISIPASI POLITIK MUSLIMAT NU DALAM PEMILU TAHUN 1955 DAN 1971 ILMAN, ZIDNY; NUGROHO AJI, THOMAS
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahirnya Muslimat NU merupakan salah satu bentuk konkrit tumbuhnya kesadaran gerakan perempuan dan reformasi di tubuh NU meskipun menuai konflik di tubuh internal NU serta para kyai. Sebagai organisasi perempuan yang beranggotakan kaum ibu, Muslimat NU telah mengalami modernisasi pemikiran dimana tidak lagi berpandangan bahwa wujud emansipasi adalah persamaan hak dan kewajiban saja melainkan peranan perempuan harus di berikan tingkatan lebih lanjut dan ruang gerak yang cukup untuk mengakomodir perempuan Islam Ahlussunnah Waljamaah. Sehingga Muslimat NU turut serta dalam gelanggang Pemilu tahun 1955 dan 1971 untuk menguatkan nota politik NU dan berusaha untuk memilih dan dipilih oleh masyarakat sebagai anggota DPR dan KONSTITUANTE. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang (1) Bagaimana partisipasi politik Muslimat NU dalam pemilu pada tahun 1955 dan 1971; (2) Bagaimana pandangan pengurus organisasi NU terhadap keterlibatan kader Muslimat NU dalam memperebutkan kursi partai. Metode dalam penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Heuristik (pengumpulan sumber) didapatkan peneliti di Perpustakaan Nasional RI, ANRI, Perpustakaan PBNU. Sumber berupa hasil wawancara dilakukan kepada Narasumber yang berkaitan dengan partisipasi politik Muslimat NU dalam pemilu. Kritik sumber dilakukan peneliti agar sumber yang didapatkan oleh peneliti dapat dijadikan sebagai sumber interpretasi data. Interpretasi data yang dilakukan berupa analisis sumber yang dikaitkan dengan kondisi pada saat itu, agar penulisan sejarah dapat dilaksanakan dengan baik. Historiografi merupakan metode akhir dalam penelitian, yakni dengan menuliskan hasil dari penelitian dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian ini adalah tentang bagaimana bentuk dan tingkat partisipasi politik Muslimat NU dalam Pemilu tahun 1955 dan 1971 serta pandangan pengurus organisasi NU terhadap keterlibatan Muslimat NU dalam memperebutkan kusi partai. Peneliti juga menjabarkan bagaimana faktor-faktor yang mendorong partisipasi politik Muslimat NU dalam pemilu. Kata Kunci: Partisipasi Politik, Muslimat NU
BOM BALI 2002 SYAIFUL IBAD, MUHAMMAD; NUGROHO AJI, THOMAS
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa Bom Bali 2002 telah menjadi sebuah peristiwa nasional, bahkan internasional, hal ini dikarenakan korban dari Bom Bali tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi berasal dari beberapa negara, Seperi Australia, dan Inggris. Dengan data korban yang mencapai 202 korban jiwa menjadikan peristiwa Bom Bali menjadi peristiwa terorisme terburuk sepanjang sejarah terjadinya aksi terorisme di Indonesia. Dengan sebelum terjadinya di dahului dengan peristiwa terorisme di Amerika, tepatnya di WTC (World Trade Center) padah tahun 2001 yang sangat menggemparkan dunia, karena 4 buah pesawat komersil telah dibajak oleh 19 orang teroris yang kemudian menabrakkan ke gedung WTC dan menelan korban 2.996 orang meninggal dunia. Penelitian ini memfokuskan untuk mencari tahu paham yang dianut oleh para pelaku Bom Bali, karena peneliti berasumsi paham yang dianut oleh para pelaku pengeboman juga berperan besar dalam pelaksanaan pengeboman di Bali. Selain itu latar belakang, tujuan, kronologis pengeboman, hingga dampak dari sebuah peristiwa yang tergolong kejadian besar tentu akan menjadi hal yang menarik untuk di teliti. Dengan asumsi tersebut peneliti dapat merumuskan masalah, (1) Apakah latar belakang dan tujuan dari peristiwa bom Bali, (2) Bagaimana jalannya proses dan bagaimana dampak dari peristiwa pengeboman, (3) Apa paham yang di anut oleh para pelaku Bom Bali 2002 dan bagaimana asal muasal paham tersebut. Peneliti menggunakan metode wawancara kepada orang yang terlibat dalam pengeboman yakni Umar Patek dan Ali Fauzi, serta dengan metode studi pustaka dari beberapa sumber, utamanya buku yang dituliskan oleh para pelaku Bom Bali, seperti buku Ali Imron dengan judul ?Ali Imron Sang Pengebom? Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa keteguhan prinsip yang dipegang oleh para pelaku pengeboman menjadikan para pelaku Bom Bali berani melaksanakan aksi melukai orang lain, dengan latar belakang pernah mendapatkan pelatihan di Akademi Militer Mujahidiin Afghanistan membuat para pelaku sangat berempati apabila mendengar kabar tentang masyarakat muslim yang tertindas, dan akan berusaha untuk membalas apa yang telah diterima oleh masyarakat muslim yang di tindas.. Pengeboman ini memberikan dampak yang utamanya di sektor pariwisata di Indonesia, terutama di Bali. Paham yang dianut oleh para pelaku pengeboman adalah paham Takfiri yang dimunculkan oleh kelompok Khawarij, hal ini didasarkan dari beberapa studi pustaka seperti yang berasal dari buku ?Ali Imron Sang Pengebom? yang di tulis oleh Ali Imron, buku ?Mengurai Benang Kusut Takfiri? dari penelitian tim BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan buku ?Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya? yang ditulis oleh Hasibullah Sastrawi.
BOM BALI 2002 SYAIFUL IBAD, MUHAMMAD; NUGROHO AJI, THOMAS
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa Bom Bali 2002 telah menjadi sebuah peristiwa nasional, bahkan internasional, hal ini dikarenakan korban dari Bom Bali tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi berasal dari beberapa negara, Seperi Australia, dan Inggris. Dengan data korban yang mencapai 202 korban jiwa menjadikan peristiwa Bom Bali menjadi peristiwa terorisme terburuk sepanjang sejarah terjadinya aksi terorisme di Indonesia. Dengan sebelum terjadinya di dahului dengan peristiwa terorisme di Amerika, tepatnya di WTC (World Trade Center) padah tahun 2001 yang sangat menggemparkan dunia, karena 4 buah pesawat komersil telah dibajak oleh 19 orang teroris yang kemudian menabrakkan ke gedung WTC dan menelan korban 2.996 orang meninggal dunia. Penelitian ini memfokuskan untuk mencari tahu paham yang dianut oleh para pelaku Bom Bali, karena peneliti berasumsi paham yang dianut oleh para pelaku pengeboman juga berperan besar dalam pelaksanaan pengeboman di Bali. Selain itu latar belakang, tujuan, kronologis pengeboman, hingga dampak dari sebuah peristiwa yang tergolong kejadian besar tentu akan menjadi hal yang menarik untuk di teliti. Dengan asumsi tersebut peneliti dapat merumuskan masalah, (1) Apakah latar belakang dan tujuan dari peristiwa bom Bali, (2) Bagaimana jalannya proses dan bagaimana dampak dari peristiwa pengeboman, (3) Apa paham yang di anut oleh para pelaku Bom Bali 2002 dan bagaimana asal muasal paham tersebut. Peneliti menggunakan metode wawancara kepada orang yang terlibat dalam pengeboman yakni Umar Patek dan Ali Fauzi, serta dengan metode studi pustaka dari beberapa sumber, utamanya buku yang dituliskan oleh para pelaku Bom Bali, seperti buku Ali Imron dengan judul ?Ali Imron Sang Pengebom? Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa keteguhan prinsip yang dipegang oleh para pelaku pengeboman menjadikan para pelaku Bom Bali berani melaksanakan aksi melukai orang lain, dengan latar belakang pernah mendapatkan pelatihan di Akademi Militer Mujahidiin Afghanistan membuat para pelaku sangat berempati apabila mendengar kabar tentang masyarakat muslim yang tertindas, dan akan berusaha untuk membalas apa yang telah diterima oleh masyarakat muslim yang di tindas.. Pengeboman ini memberikan dampak yang utamanya di sektor pariwisata di Indonesia, terutama di Bali. Paham yang dianut oleh para pelaku pengeboman adalah paham Takfiri yang dimunculkan oleh kelompok Khawarij, hal ini didasarkan dari beberapa studi pustaka seperti yang berasal dari buku ?Ali Imron Sang Pengebom? yang di tulis oleh Ali Imron, buku ?Mengurai Benang Kusut Takfiri? dari penelitian tim BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan buku ?Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya? yang ditulis oleh Hasibullah Sastrawi.