Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kemampuan Pemahaman Matematika Siswa SMP melalui Pembelajaran Connected Mathematics Herdi Agustiar; Wahyu Widada; Dewi Herawaty; Kurniawan Kurniawan
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 5, No 2 (2020): Math and learning
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.082 KB) | DOI: 10.33369/jpmr.v5i2.11530

Abstract

IMPLEMENTASI METODE PEMBIASAAN PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Reri Berlianti; Kurniawan Kurniawan; Cikdin Cikdin
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 12 No 2 (2020): Volume 12 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v12i2.384

Abstract

Penelitian ini berusaha mengungkap gambaran implementasi metode pembiasaan dalam pembalajaran PAI pada siswa kelas 2 Sekolah Dasar Muhammadiyah 1A Ujung Tanjung, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpul data yaitu wawancara virtual dan menggunakan media Whatsapp, karena mengingat bahwa kondisi saat penelitian masih dalam menjaga jarak sosial di masa pamdemi Covid-19. Setelah data terkumpul, tahapan selanjutnya adalah tahap analisis data yaitu pemilihan data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan simpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru PAI SD Muhammadiyah 1A dengan menggunakan metode pembiasaan terdapat beberapa tahapan antara lain: memilih materi yang tepat ketika akan menerapkan metode pembiasaan; menjelaskan materi yang cara memberikan contoh praktis yang mudah di pahami dan diikuti oleh siswa; mengajak siswa untuk bersama mempraktekkan setelah materi diberikan;dan memerintahkan siswa untuk membiasakan materi yang telah diberikan secara mandiri baik di sekolah maupun di rumah
The Development of Learning Materials for Multicultural-Based Civic Education to Improve Students’ Learning Achievements Kurniawan Kurniawan; Wachidi Wachidi; Turdjai Turdjai; Wasidi Wasidi
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2021): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v17i1.982

Abstract

The research objective is to produce learning materials for multicultural-based Civic Education to improve students’ learning achievements. The development of this learning material applies the ADDIE model. The subjects of this study were four experts as validators, and at the evaluation stage, a quasi-experiment was carried out with a sample of 90 students. The population of quasi-experiment is students of Teacher Education of Elementary School Study Program of State Islamic Institute of (IAIN) Curup. The sample was selected through a purposive technique. The research instruments are validation sheets, practicality sheets, and achievement tests. The achievement test data were analyzed using covariate analysis (ANCOVA). The data analysis results state that multicultural-based Civic Education learning materials have met a high level of validity based on expert reviews and empirical tests. It has also met a high level of practicality. The multicultural-based Civic Education learning materials have met a high level of effectiveness, and the learning achievements of students who are taught with these learning materials are better than the learning achievements of students who are taught conventionally.
Artificial Intelligence: Opportunities and Threats in Islamic Higher Education Alhajj, Irfan Qowwiyul Aziz; Budiman , Budiman; Karolina , Asri; Apriani , Eka; Warlizasusi, Jumira; Kurniawan, Kurniawan
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): January : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v6i1.972

Abstract

AI, or Artificial Intelligence, is a technology developed to perform tasks that typically require human intelligence. The use of AI remains a hot topic in both developed and developing countries as the technology continues to advance. AI is considered to have significant potential in revolutionizing the education sector due to its ability to provide more personalized learning experiences. However, the emergence of AI also raises various concerns about the potential threats it poses to the education system. This research aims to further discuss the opportunities and threats of using AI in learning within Islamic higher education. This study employs a qualitative research method as it seeks to understand and describe the phenomena related to its research subjects. A phenomenological approach is used, focusing on the essence of the data, which is factual and based on the experiences of the research subjects, or the invariant structure, which pertains to how the subjects interpret their experiences. The research was conducted at the State Islamic Institute of Curup, and the subjects included students, lecturers, and administrative staff at the institute. Data were collected through interviews and observations and were processed and analyzed using data triangulation techniques. The results of this study indicate that AI holds great potential for Islamic higher education in both the educational and administrative fields. In education, AI can enhance the efficiency of learning, while in administration, AI can simplify tasks and boost the productivity of educational staff. Alongside these significant opportunities, AI also brings threats. The emergence of laziness, the tendency to take tasks lightly, and dependence on AI are major concerns in its usage. Additionally, automation in administration poses a threat to the need for administrative staff, as their roles may be replaced by AI.
Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam: Kajian pada Madrasah Aliyah Negeri 2 Lebong Zulkarnain; Alhajj, Irfan Qowwiyul Aziz; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Kurniawan, Kurniawan
Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/akademika.v6i1.2211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana MAN 2 Lebong telah mengembangkan sistem manajemen mutunya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode triangulasi dalam bentuk meninjau sumber primer dan sekunder yang relevan. Penelitian ini menjelaskan bahwa manajemen mutu madrasah dimulai dengan memiliki kerja tim yang berkualitas dengan peran dan tanggung jawab yang terstruktur untuk meningkatkan mutunya dalam menghadapi persaingan global. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengembangan manajemen mutu pendidikan dapat dilakukan melalui siklus penjaminan mutu PPEPP, yaitu: 1). Perencanaan program yang dirumuskan dengan pemangku kepentingan. 2). Pelaksanaan rencana kerja oleh kepala madrasah yang bertanggung jawab, 3). Pengawasan, evaluasi dan pengendalian dilakukan secara objektif dan terus-menerus berdasarkan standar nasional, dan 4). Proses perbaikan manajemen perubahan mutu. Madrasah yang unggul dan berkualitas adalah madrasah yang mampu bersaing dengan siswa di luar madrasah dan memiliki karakter serta nilai moral yang baik. Dengan menciptakan sistem penjaminan mutu berdasarkan ISO 9001: 2008, MAN 2 Lebong, secara teori, telah menerapkan model manajemen mutu, menurut temuan penelitian sementara ini. Namun, sistem tersebut hanya berfungsi sebagai pedoman dan persyaratan untuk sertifikasi, dan belum sepenuhnya berkembang menjadi dasar pelaksanaan proses pendidikan yang tepat yang akan menjadikannya faktor yang relevan dan titik acuan untuk meningkatkan hasil pendidikan yang berkualitas. Sebaliknya, sistem ini terutama berfungsi sebagai sarana menarik perhatian pengguna jasa pendidikan.
Strategi Peningkatan Kualitas Lulusan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dalam Kerangka MBKM-OBE di IAIN Curup Kurniawan, Kurniawan; Hakim, Ihsan Nul; Aziz Al Hajj, Irfan Qowwiyul
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i2.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas lulusan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Curup. Dengan menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), data dikumpulkan melalui angket (skala Likert), wawancara dengan pimpinan prodi dan dosen, Focus Group Discussion (FGD) dengan alumni dan mahasiswa, serta dokumentasi kegiatan akademik dan hasil tracer study. Analisis data kuantitatif dilakukan melalui statistik deskriptif, crosstab, dan analisis SWOT, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, koding tematik, triangulasi, dan pemetaan SWOT integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lulusan PGMI memiliki kompetensi kognitif yang cukup kuat (75%), kompetensi afektif sedang (68%), dan kompetensi psikomotorik masih lemah (60%). Data kualitatif mengungkapkan keterbatasan praktik lapangan, keterampilan TIK, dan implementasi kurikulum. Joint display analysis mengintegrasikan temuan kuantitatif–kualitatif dan menegaskan kelemahan pada praktik mengajar serta pedagogi digital. Analisis SWOT menghasilkan strategi seperti penguatan pembelajaran berbasis proyek, intensifikasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), pelaksanaan tracer study rutin, dan penyesuaian kurikulum dengan Kurikulum Merdeka. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model integratif peningkatan kualitas lulusan berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam konteks pendidikan tinggi Islam.
Analisis Tantangan Pengembangan Bahan Ajar Buku PAI Kurikulum Merdeka pada Kelas 5 SD M. Febri Murdani A; Intan Alvionita; Devi Purnama Sari HS; Ella Sari Rahmawati; Berti Endah Setywati; Kurniawan Kurniawan; Karliana Indrawari
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 3 No. 1 (2025): November - Februari
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v3i1.349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tingkat sekolah dasar, khususnya di daerah yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggali secara mendalam faktor-faktor teknis, pedagogis, dan sosial-budaya yang memengaruhi proses pengembangan bahan ajar. Subjek penelitian melibatkan guru PAI kelas 5 di SD N 60 Rejang Lebong sebagai representasi daerah dengan keterbatasan akses dan sumber daya. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan studi dokumentasi bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan teknis yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur teknologi, minimnya anggaran, dan kurangnya pelatihan teknis untuk guru. Tantangan pedagogis melibatkan keterbatasan guru dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif dan variatif, yang masih didominasi oleh pendekatan ceramah. Sementara itu, tantangan sosial-budaya meliputi kurangnya relevansi bahan ajar dengan nilai-nilai lokal dan minimnya partisipasi masyarakat dalam proses pengembangan bahan ajar. Tantangan-tantangan ini berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, motivasi siswa, dan keterlibatan orang tua serta masyarakat. Bahan ajar yang kurang relevan dan menarik menyebabkan rendahnya partisipasi siswa dan minimnya dukungan orang tua. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk perbaikan kualitas bahan ajar PAI dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.
Artificial Intelligence Dalam Manajemen Berbasis Risiko Pada Pendidikan Tinggi: Tinjauan Bibliometrik Melalui Siklus Iso 31000 Irfan Qowwiyul Aziz Alhajj; Ona Yulita; Dody Putra; Khairul Anwar; Kurniawan Kurniawan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2240

Abstract

Penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam manajemen risiko telah dipetakan secara sistematis pada sektor konstruksi, rantai pasok, dan keuangan. Sebaliknya, kajian literatur yang secara khusus mengintegrasikan AI, manajemen risiko, dan pendidikan tinggi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur intelektual dan lintasan perkembangan pada bidang kajian tersebut, memetakan klaster tematiknya berdasarkan standar manajemen risiko ISO 31000, serta mengevaluasi cakupannya terhadap tahapan inti dari standar tersebut, yakni penilaian risiko (identifikasi, analisis, dan evaluasi), perlakuan, serta pemantauan dan tinjauan. Pencarian dokumen pada pangkalan data Scopus (tanpa batasan rentang tahun) dilakukan pada 1 Juni 2026, menghasilkan 486 rekaman. Setelah dilakukan pembatasan pada artikel jurnal berbahasa Inggris dan penyaringan relevansi oleh dua penilai independen (Cohen's κ = 0,91), diperoleh 73 artikel terbitan tahun 2022–2026. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan VOSviewer melalui pemetaan co-occurrence kata kunci penulis, bibliographic coupling, co-authorship antar-negara, dan co-citation, yang dilengkapi dengan pengodean tematik atas seluruh dokumen ke dalam lima kegiatan ISO 31000. Temuan menunjukkan bahwa 89% artikel terbit dalam tiga tahun terakhir dan tersebar pada 48 jurnal (33 di antaranya hanya memuat satu artikel) yang mengindikasikan sebuah bidang ilmu yang tumbuh pesat namun belum terkonsolidasi. Fokus riset terpusat pada analisis risiko (72,6%) dan identifikasi risiko (63,0%), sementara tahapan evaluasi risiko (23,3%) serta pemantauan dan tinjauan (12,3%) masih minim dieksplorasi. Dengan demikian, siklus manajemen risiko dalam literatur ini terputus pada dua titik kritis: terabaikannya tahap evaluasi tempat hasil analisis seharusnya diukur dengan kriteria penerimaan risiko untuk menentukan tindakan, serta gagalnya siklus ini menutup putarannya pada tahap pemantauan dan tinjauan. Celah utama dari bidang kajian ini adalah diskoneksi antara literatur yang memandang risiko sebatas pada probabilitas kegagalan studi mahasiswa dengan literatur yang memandangnya sebagai ranah tata kelola kelembagaan.