Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penggunaan Tiktok Ads Manager Sebagai Sarana Promosi Untuk UMKM Khas Aceh (Rumah Cut Nyak Dhien, Aceh Besar) Saputra, Imam; Waruwu, Fince Tinus; Azlan, Azlan; Siregar, Saidi Ramadan
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEK Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : STMIK Triguna Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/abdi.v4i1.9602

Abstract

Di Kabupaten Aceh Besar, khususnya Kecamatan Peukan Bada terdapat 126 UMKM yang terdata pada Dinas Koperasi dan UMKM Aceh. Yang terdiri dari 100 usaha Mikro, 25 usaha Kecil dan 1 usaha kecil (Aceh, t.thn.). Dari 126 UMKM yang ada sebagian besar membuat produk khas Aceh, seperti membuat kue tradisional, membuat kerajinan tangan dari rotan, dan lain sebagainya. Ada berbagai cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan volume penjualan produk hasil dari UMKM tersebut selain dari meningkatkan kualitas produk yang dijual. Cara yang cukup praktis untuk di tempuh adalah dengan promosi produk agar produk tersebut dapat di kenal oleh masyarakat secara luas sehingga masyarakat mengetahui kelebihan-kelebihan dari produk tersebut dan tertarik untuk membelinya. promosi menggunakan media sosial memiliki pengaruh positif terhadap minat beli konsumen. Sebagian besar UMKM di kabupaten Aceh Besar khususnya di kecamatan Peukan Bada belum melakukan promosi produk melalui media sosial. Karena jumlah pengguna yang sangat banyak maka platform TikTok sangat cocok dijadikan platform media sosial sebagai sarana promosi produk-produk UMKM di kecamatan Peukan Bada. TikTok memiliki fitur yang bernama TikTok Ads Manager yang berfungsi untuk mengatur iklan promosi produk sehingga iklan tersebut sampai kepada responden yang memiliki peluang besar untuk membeli produk yang di iklankan. Penggunaan TikTok juga karena TikTok merupakan platform yang ideal untuk bisnis berskala kecil.
ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA LEMPEL ZIV WELCH DAN TABOO CODES DALAM KOMPRESI FILE MKV Ridho, Faisal; Pristiwanto; Siregar, Saidi Ramadan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.18046

Abstract

When selecting the most efficient compression method, it is crucial to compare the available algorithms. The methods used for file compression vary, including algorithms such as LZW (Lempel Ziv Welch) and Taboo Codes. Large file sizes can cause various issues, such as increased storage requirements and longer transmission times, leading to higher costs. Compression is essential as it reduces file size, and different compression algorithms, like LZW and Taboo Codes, offer various benefits. Both algorithms are lossless compression techniques. The criteria used to determine which algorithm is more efficient for compressing MKV files include Compression Ratio, Ratio Compression, Redundancy, and Space Saving. The Exponential Method is used to analyze and compare these algorithms to understand their effectiveness, highlighting their respective strengths and weaknesses. After weighting each criterion using the exponential method, Lempel Ziv Welch achieved a score of 8.7926, while Taboo Codes achieved a score of 9.48313. Based on these results, it can be concluded that Lempel Ziv Welch requires less effort compared to Taboo Codes.
ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA ARITHMETIC CODING DAN LEMPEL ZIV WELCH (LZW) DALAM MENGKOMPRESI FILE AUDIO MP3 Arief, Mhd. Abrar; Pristiwanto; Siregar, Saidi Ramadan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.18048

Abstract

MP3 audio files are a common format for storing and transmitting audio data, but file size can impact delivery time and memory capacity requirements. Compressing MP3 files is crucial for efficient transfer and storage space savings. Two popular lossless compression algorithms, namely arithmetic coding and Lempel-Ziv-Welch (LZW), play a significant role in determining how well MP3 audio files can be compressed without significant loss of quality. A comparative analysis between these two algorithms using criteria such as Compression Ratio, Ratio Compression, Redundancy, and Space Saving with the help of exponential methods indicates that arithmetic coding and LZW have total values of 10.1127 and 9.6047, respectively. This suggests that while arithmetic coding may be more efficient in terms of compression, LZW requires less effort. This comparison provides insights into the advantages and disadvantages of each algorithm, aiding in the selection of the most effective compression method for MP3 audio files.
ANALISA PERBANDINGAN ALGORITMA ELIAS OMEGA CODE DAN ALGORITMA TABOO CODES PADA KOMPRESI FILE TEKS Aldo, Aldo Grace Marsyanto Fau; Siregar, Saidi Ramadan; Siregar, Annisa Fadillah
Jurnal Multimedia dan Teknologi Informasi (Jatilima) Vol. 7 No. 04 (2025): Jatilima : Jurnal Multimedia Dan Teknologi Informasi
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jatilima.v7i04.1625

Abstract

File teks merupakan dokumen elektronik yang berisi kumpulan data danmemberikan kemudahan bagi pengguna dalam membuat, membaca danmenyebarkan informasi secara cepat, fleksibel, serta ramah lingkungan karenatidak memerlukan media fisik seperti kertas. Namun, seiring penggunaannyamuncul permasalahan terkait ukuran file. Semakin kompleks atau panjang isifile, ukuran file cenderung membesar. Untuk mengatasi permasalahantersebut, perlu diterapkan metode kompresi data (Data Compression) yangbertujuan mengurangi ukuran file agar lebih efisien dalam penyimpanan danpengiriman. Terdapat berbagai algoritma kompresi data, dan dalam konteks inidifokuskan pada dua jenis algoritma, yaitu Elias Omega Code dan Taboo Codes.Penelitian ini bertujuan untuk meyelaraskan efektivitas kedua algoritmatersebut dalam kompresi file teks. Hasil yang diperoleh dari persamaanalgoritma Elias Omega Code dan Taboo Codes pada kompresi file teks sangatmembantu dalam melakukan pengecilan ukuran sebuah file. Berdasarkanproses perhitungan metode Exponential, menunjukkan bahwa algoritma TabooCodes lebih unggul dengan nilai 9,709 yang membuat algoritma ini lebih efisiendibandingkan dengan algoritma Elias Omega Code.
Workshop Penerapan VLAN Menggunakan Routerboard Mikrotik dan Ruijie Reyee RG-ES208GC Siregar, Saidi Ramadan; Muhammad Sayuti; Hery Sunandar; Pristiwanto
ORAHUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 02 (2026): Januari
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/orahua.v3i02.637

Abstract

Akibat lahan yang tidak cukup pada daerah perkotaan maka banyak bangunan dibangun secara bertingkat. khususnya pada bangunan yang menunjang keberlangsungan sistem informasi demi melancarkan aktivitas instansi-instansi atau perusahaan-perusahan misalnya gedung sekolah, gedung perkuliahan, gedung perbankan, gedung badan usaha milik negara dan sebagainya. Tentunya memiliki dampak dalam pemasangan kabel jaringan komputer serta pemborosan anggaran jika perencanaan dan tata kelola tidak tepat guna. Solusi yang paling efektif dan efisien meski menerapkan virtual local area network (vlan) pada bangunan bertingkat. Banyak keuntungan yang didapatkan salah satunya adalah estetika jalur kabel jaringan yang rapih yakni menghindari bundelan kabel yang banyak. Selain dari pada itu memudahkan dalam mengelola jaringan komputer dan memiliki batasan hingga ribuan nomor vlan tentu ini adalah suatu keuntungan yang besar jika dibandingkan dengan membeli fisik kabel yang sangat banyak. Hasil yang diharapkan pada kegiatan workshop adalah menambah pengetahuan siswa-siswi tingkat kejuruan yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tentang jaringan komputer serta dapat melakukan konfigurasi routerboard mikrotik. Kemudian para siswa-siswi yang mengikuti kegiatan diharapkan juga mempunyai kompentensi pada pasar industri sesuai dengan kebutuhan perusahaan-perusahaan dan instansi-instansi yang berkaitan dengan jaringan komputer dan sistem teknologi informasi hingga berlangsungnya sistem informasi yang diinginkan yakni input data, proses hingga hasil output yang dihasilkan dari system yang digunakan.
Implementasi Algoritma K-Means Clustering untuk Pengelompokan Produk E-Commerce Berdasarkan Harga, Diskon, dan Total Revenue Rinaldi Pasaribu; Saidi Ramadan Siregar
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6 No 12 (2026): May 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v6i12.9872

Abstract

The rapid growth of e-commerce has generated a large volume of transactional data; however, this data has not been fully utilized to support strategic decision-making, particularly in product segmentation. The main problem addressed in this study is the absence of a systematic product grouping approach based on key attributes such as price, discount, and revenue, which leads to less effective pricing and promotional strategies. Therefore, this study aims to analyze product sales patterns and cluster e-commerce products based on the characteristics of price, discount_percent, and total_revenue. The dataset used is an Amazon-style e-commerce dataset consisting of 50,000 transaction records and 13 attributes, with the analysis focusing on the three main attributes as the basis for clustering. The method applied in this research is K-Means Clustering, which involves data preprocessing, normalization using Min-Max Scaling, and determining the optimal number of clusters using the Elbow Method and Silhouette Score. The results indicate that the optimal number of clusters is three clusters, supported by the highest Silhouette Score of 0.354 and a clear elbow pattern in the Elbow graph. Additional evaluation using the Davies-Bouldin Index of 0.9335 indicates that the clustering quality is fairly good, although not yet optimal. The clustering results produce three main groups: premium product cluster (high price, low discount, high revenue), discount product cluster (moderate price, high discount, moderate revenue), and low-performance product cluster (low price, low discount, low revenue). In conclusion, the K-Means algorithm is capable of effectively clustering e-commerce products based on relevant numerical attributes and generating insights that can support business strategies such as pricing and promotional decisions.
Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gangguan Tidur (Insomia Kronis) pada Lansia Menggunakan Metode Naïve Bayes Berbasis Website Rio Riadi; Saidi Ramadan Siregar; Soeb Aripin
KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Vol. 9 No. 1 (2025): AI dan Teknologi Cerdas: Pilar Ekosistem Digital Berkelanjutan dalam Meningkatk
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/komik.v9i1.9568

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah memberikan peluang besar dalam dunia kesehatan, termasuk dalam membantu proses diagnosis penyakit. Salah satu inovasi yang semakin banyak dimanfaatkan adalah sistem pakar berbasis web, yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meniru kemampuan seorang ahli dalam menganalisis gejala dan memberikan diagnosis. Metode Naive Bayes sebagai teknik klasifikasi probabilistik dinilai efektif dalam mengolah data gejala untuk menghasilkan prediksi diagnosis yang akurat. Dengan dukungan platform website, sistem ini dapat diakses dengan mudah oleh tenaga medis maupun masyarakat, sehingga meningkatkan efisiensi dan jangkauan layanan kesehatan. Permasalahan yang dihadapi di lapangan, khususnya di Puskesmas Deli Tua, adalah banyaknya lansia yang mengalami insomnia kronis namun belum mendapatkan diagnosis yang cepat dan tepat. Keterbatasan sumber daya manusia, lamanya proses diagnosis manual, serta minimnya pemanfaatan teknologi menjadi hambatan dalam penanganan kasus tersebut. Selain itu, penelitian terdahulu umumnya hanya membahas gangguan tidur secara umum dan belum fokus pada insomnia kronis pada lansia, sehingga solusi yang ada belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan spesifik kelompok ini. Solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah merancang dan membangun sistem pakar berbasis website menggunakan metode Naive Bayes untuk mendiagnosis insomnia kronis pada lansia. Sistem ini dirancang untuk mengolah data gejala yang relevan, baik primer maupun sekunder, dan memberikan hasil diagnosis secara cepat dan akurat. Dengan adanya sistem ini, tenaga medis di Puskesmas Deli Tua dapat terbantu dalam proses pengambilan keputusan, menghemat waktu, serta meningkatkan kualitas layanan. Diharapkan, sistem ini tidak hanya berperan dalam diagnosis, tetapi juga mendukung upaya promotif dan preventif terhadap gangguan tidur pada lansia.
Workshop Pembuatan Layanan Chatbot Telegram Kampus Berbasis Kecerdasan Buatan Pada Siswa Prakerin SMK Saidi Ramadan Siregar; Matias Julyus Fika Sirait; Hery Sunandar
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v5i01.414

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menuntut institusi pendidikan untuk menyediakan layanan informasi yang cepat, interaktif, dan dapat diakses kapan saja. Salah satu solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah pemanfaatan chatbot cerdas. Kegiatan pengabdian masyarakat/workshop ini bertujuan untuk membekali siswa Praktik Kerja Industri (Prakerin) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan keterampilan praktis dalam merancang dan membangun layanan Chatbot Telegram berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk pusat informasi kampus. Metode pelaksanaan dibagi menjadi tiga tahapan utama: pemaparan teori, sesi praktik langsung (hands-on), dan evaluasi fungsionalitas. Pendekatan Low-Code/No-Code (LCNC) menggunakan platform n8n yang dijalankan di atas ekosistem Docker diterapkan agar siswa dapat fokus pada algoritma logika tanpa terkendala sintaks pemrograman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis yang signifikan; siswa berhasil mengonfigurasi terowongan jaringan (tunneling) via Ngrok, meregistrasi webhook via BotFather, dan mengintegrasikan agen Kecerdasan Buatan (OpenRouter API) ke dalam alur kerja sistem. Uji coba menunjukkan chatbot mampu melakukan Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing) untuk menjawab kueri informasi secara dinamis dan akurat. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan prototipe layanan digital kampus, tetapi juga secara efektif meningkatkan daya saing siswa SMK dalam menghadapi era industri 4.0.