Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM EATAD (Enhanched Autogenous Thermopilic Aerobic Digestion) Humairoh S; Daryati Sr; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.435 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v2i2.7883

Abstract

Sistem EATAD merupakan sistem pengolahan sampah yang dapat mengolahbahan baku sampah organik sebesar 300 m3/hari dicampur dengan material kertassebanyak 75 m3/hari yang dilumat, lalu dicerna dan diurai menjadi produk pupuk IBRSolid dan IBR Liquid oleh bakteri Lactobacillus Bulgaricus dan StreptococcusThermophyllus. Pengolahan selama 5 hari, dengan dimensi pengolahan terdiri dari : bakpenampung (16,5 m x 5,5 m x 4 m), Hummer Mill, Electromagnetic Shearator, AirShearator, bak penampung II (16,5 m x 5,5 m x 3 m), 25 buah Digester Tank kapasitas27,21 m3, Filter Press, oven, mesin penggiling, bak pengendap (12 m x 4 m x 3 m),tangki pemurnian (12 m x 4 m x 3 m), dan mesin pengemas produk.Selama ini pupuk hasil pengolahan lain tidak memiliki standar mutu, sedangkan sistemEATAD ini menghasilkan produk pupuk yang memiliki standard mutu, sehinggaperencanaan menyimpulkan bahwa pengolahan sampah dengan sistem EATAD dapatdilaksanakan
KUAT LENTUR LEMBARAN SERAT SEMEN YANG MENGGUNAKAN JERAMI PADI Cut Farida Hanum; Erna Septiandini; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.364 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v3i2.7899

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serat jerami terhadapkekuatan lentur dari lembaran serat semen. Metode penelitian inimerupakan metode eksperimen dengan empat jenis perlakuan yaitu, kelompok A 9% denganpenambahan serat jerami, kelompok B dengan penambahan 10% serat jerami, kelompok C dengan 11%penambahan serat jerami dan grup D dengan penambahan serat jerami 12%. Ada 15lembaran serat semen untuk setiap perawatan; 5 untuk kekuatan lenturpercobaan, 5 untuk percobaan penyerapan air dan 5 lembar serat semenuntuk percobaan berat volume.Dari kelompok Reseach A menunjukkan rata-rata kekuatan lentur81,82 kg / cm2, daya serap air 9,66% dan berat volume 2,07gr / cm3, Grup B menunjukkan rata-rata kekuatan lentur memiliki 83,72 kg / cm2,penyerapan air 10,95% dan berat volume 2,02 gr / cm3, Grup Cmenunjukkan rata-rata kekuatan lentur memiliki 77,24 kg/cm2, penyerapan air11,86% dan berat volume 1,96 gr / cm3, Grup D menunjukkan rata-ratakekuatan lentur memiliki 71,95 kg / cm2, daya serap air 12,25% danberat volume memiliki 1,45 gr / cm3. Analisis Varians satu ekor dengan  = 0,01menunjukkan Fhitung = 0,0042 lebih rendah dari Ftabel = 6,99. Jadi tidak adaperbedaan signifikan dalam kekuatan lentur lembar serat semen karenapenambahan serat jerami 9%, 10%, 11% dan 12%.
PEMANFAATAN SERAT IJUK PADA GENTENG BETON DENGAN MENGGUNAKAN BATU APUNG SEBAGAI BAHAN TAMBAH TERHADAP MUTU GENTENG BETON Novi Susiawati; Irza Ahmad; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.597 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v3i2.7900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan nilai optimum dan perbedaan kualitas genteng beton menggunakan serat pohon kelapa sebagai bahan tambahan. Tempat penelitian ini di Balai Penelitian Substansi Laboratorium Dinas Perindustrian DKIJakarta. Metode penelitian adalah metode eksperimen. Ada lima jenis perawatan, yaitu: 0%; 1%; 1,5%; 2% dan 2,5% Fibred dari pohon palem dari berat semen. Jumlah. uji objek keseluruhan / seluruh 50 uji objek dengan masing-masing perlakuan 10 uji objek.Data memiliki Distribusi yang homogen dan normal ke. Pemeriksaan oleh ANAVA diperoleh dengan salah satu cara F hitung> F tabel sehingga H0 menolak, untuk beban lentur 30,35> 2,58 dan serapan air 120> 2,58.Sedangkan uji t untuk mendapat beban limber dari thitung> ttabel atau 28,66> 2,82 makaH0 menolak. Penyerapan sedang mengairi t hitung <t tabel atau - 0,324> 2,82 maka H0 diterima. Diperoleh. dari hasil penelitian t di sini adalah perbedaan kualitas genteng beton dengan menggunakan variasi dari berbagai pohon kelapa yang berbeda pada nilai optimum dan kualitas genteng beton dari genteng beton dengan variasi serat pohon kelapa yang berbeda lebih besar dari SNI.Hasil penelitian genteng beton dengan menggunakan palm tree fibred dengan variasi yang berbeda, dapat menghasilkan nilai rata-rata beban lentur memenuhi StandarSNI Nasional Indonesia dengan hasil yang meningkat. Untuk penyerapanmengairi, semakin meningkatkan persentase serat pohon kelapa yang digunakan maka semakin tinggi nilai absorpsi pengairan ubin beton. menggunakan serat pohon kelapa sebagai tambahan pada ubin beton dapat digunakan sampai persentase 1% serat pohon kelapa dari berat semen, dengan nilai beban lentur 152,3 kgf dan absorpsi air 9,98% memenuhi Standar Nasional Indonesia sesuai dengan SNI 03 -0096-1999.
ANALISIS RUANG JALAN DI PERUMAHAN TAMAN KEDAUNG WILAYAH CIPUTAT JAKARTA SELATAN Jaelani S; Amos Neolaka; Henita Rahmayanti
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.778 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v3i2.7901

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pola menggunakan ruang jalan sebagai tempatmelakukan aktivitas keluarga. Penelitian ini termasuk penelitian survei. ItuPopulasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga Perumahan Taman KedaungWilayah Ciputat yang berjumlah 858 kk. Padahal banyak metode sampeladalah 86 kk 10% yang diambil dengan metode sampel acak.Proses file dilakukan setelah file dikumpulkan untuk melewati respondenjawaban, analisis selanjutnya dengan menggunakan statistik sederhana adalah tabel frekuensi, matrikdan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipenya menggunakan space street sebagaitempat untuk aktivitas keluarga adalah: 1. Sebagai tempat untuk berjemur di bawah sinar matahari adalah 30% keluarga yang pernah dilakukan2. Sebagai tempat bermain anak-anak adalah 49% 3. Karena parkir adalah 22% dan 4.Seperti tempat mencuci mobil adalah 22%.Motivasi importan yang mendorong penghuni perumahan untuk melakukanaktivitas tidak ada yang susah di lingkungan perumahan.
PERBANDINGAN WAKTU PELAKSANAAN ANTARA BEKISTING SISTEM (TABLE FORMWORK) DENGAN BEKISTING SETENGAH SISTEM (SCAFFOLDING) PADA PELAT STRUKTUR GEDUNG Ahmad Raby; Irika Widiasanti; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.268 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v4i2.7909

Abstract

Dalam proyek pembangunan, waktu pelaksanaan proyek menjadi salah sa- tu aspekpenting untuk diperhitungkan. Hal tersebut menjadi penting dalam upaya untukmendapatkan kesesuaian waktu pelaksanaan tersebut dengan waktu kegia- tan proyekyang telah direncanakan. Sehingga waktu pelaksanaan proyek akan selesai sesuai denganyang telah direncanakan.Waktu pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan waktu yang telah di- rencanakanakan berdampak buruk terhadap stabilitas proyek tersebut, yang pada akhirnya akanmenimbulkankan kerugian-kerugian khususnya di dalam hal pem- biayaan proyek.
KUAT LENTUR LEMBARAN SERAT SEMEN YANG MENGGUNAKAN JERAMI PADI Cut Farida Hanum; Erna Septiandini; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.439 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v5i2.7927

Abstract

Perkembangan pembangunan di bidang perumahan, perkantoran, sekolahan, sarana kesehatandan lain-lain akan menuntut pula perkembangan industri bahan bangunan.Berdasarkan biropusat statistik tahun 2003 jumlah penduduk Indonesia, sampai pertengahan tahum 2003mencapai 214,593 juta jiwa.(BPS) Meningkatnya jumlah penduduk membawa dampak positif bagi perkembangan konstruksi diIndonesia, sehingga tuntutan terhadap kebutuhan bahan bangunan pun akan semakin meningkatseiring bertambahnya jumlah penduduk pada masa akan datang. Terutama bangunan untuktempat tinggal yang merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang utama, makakebutuhan tersebut perlu dipenuhi dengan menyediakan bahan bangunan yang cukup baik darisegi kualitas maupun dari segi kuantitas serta harganya terjangkau oleh daya beli masyarakat
STUDI KUAT LENTUR DINDING ANYAMAN BAMBU HITAM (Gigantochloa atroviolacea) PLASTER SEBAGAI ALTERNATIF DINDING BANGUNAN Dewi Arin Pustakasari; Gina Bachtiar; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.093 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v6i1.7936

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan rumah selalu meningkat dari tahun ke tahun, maka dari itukebutuhan bahan bangunan seperti batu bata dan batako sebagai dinding meningkat.Penggunaan tanah persawahan untuk membuat batu bata secara terus menerus, menyebabkankerusakan lingkungan areal persawahan, maka perlu di cari alternatif bahan lain untuk dinding,salah satunya yakni dinding anyaman bambu hitam plaster.Dengan memperhatikan kekuatan bambu yang tinggi dan didukung suatu kenyataan bahwabambu dengan kualitas tinggi dapat diperoleh pada umur 3 sampai 5 tahun, dalam kurun waktuyang relatif singkat, serta dengan mengingat bahwa bambu mudah ditanam dan tidakmemerlukan suatu perawatan yang khusus, maka bambu mempunyai peluang besar untukmengantikan kayu. Melihat dari ketersediaan bahan baku bambu yang melimpah terutamadidaerah pedesaan
Kesadaran Lingkungan Masyarakat Jakarta Timur dalam Mengantisipasi Bencana Banjir Besar Setiap Tahun se-JABODETABEK Eka Sartika; Amos Neolaka; Gina Bachtiar
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.337 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v6i1.7937

Abstract

Menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap upaya pelestarian lingkungan memang perludilakukan secara intensif. Pada beberapa kesempatan, kita pasti pernah menyaksikan hal-halyang membuat miris, terkait perilaku masyarakat yang tidak ramah lingkungan. Ketika dalamperjalanan hendak ke kampus, tiba-tiba dari jendela mobil yang ada di depan saya terlontarkemasan air minum mineral yang mengotori badan jalan. Beberapa hari kemudian kejadiannyaagak berbeda, dari jendela sebuah mobil truk terlontar sobekan-sobekan kertas yang melayanglayangdan akhirnya mengotori jalanan. Kejadian lain cukup memalukan juga, dari jendelasebuah mobil yang tergolong mewah dibuang kemasan kue yang berceceran di jalan. Kejadiankejadianini merupakan contoh perilaku masyarakat yang tidak peduli pada kebersihanlingkungan. Perilaku manusia yang tidak sadar lingkungan inilah yang menjadi salah satupenyebab terjadinya banjir.
KESADARAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DALAM PEMELIHARAAN TAMAN LINGKUNGAN DI JAKARTA PUSAT Achmad Afandi; Amos Neolaka; Rosmawita Saleh
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.319 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat kesadaran lingkungan masyarakat di Jakarta Pusat dalampemeliharaan taman lingkungan. Tempat penelitian dilakukan di Kelurahan Galur pada taman lingkungan RT 012/RW 04 dan tamanlingkungan RT 03/RW 07. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan November 2010 s.d Maret 2011Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif survei. Sampel sebanyak 50 orang responden (50 KK) yang terdiri dari 25orang responden dari RT 012/RW 04 dan 25 orang responden dari RT 03/RW 07. Instrumen uji coba 20 butir pernyataan diperoleh 16 butirpernyataan yang valid dan reliabel. Hasil penelitian ini diperoleh Kesadaran lingkungan masyarakat di Jakarta Pusat dalam pemeliharaan taman lingkungan. pada RT 012/04, menunjukkan tingkat pengetahuan yang sangat baik denganpersentase 88,67 % atau kesadaran lingkungan sangat baik Pada sikap/perilaku dengan persentase 74,55 % ini menunjukkan kesadaranlingkungan baik, sedangkan pada gaya hidup menunjukkan persentase 82,33 % yang berarti kesadaran lingkungan sangat baik.Sedangkan pada RT 03/07, menunjukkan tingkat pengetahuan yang sangat baik dengan persentase 80,67 % atau kesadaranlingkungan sangat baik. Pada sikap/perilaku dengan persentase 68,33 % ini menunjukkan kesadaran lingkungan cukup, sedangkan padagaya hidup menunjukkan persentase 55 % yang berarti kesadaran lingkungan kurang.Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai indikator pengetahuan, sikap/perilaku dan gaya hidup dalam pemeliharaan taman lingkungandi pada RT 012/04 adalah baik. pada RT 03/07 untuk indikator pengetahuan adalah baik, Sedangkan sikap/perilaku dan gaya hiduptidak mencerminkan kesadaran lingkungan sesungguhnya.
KESADARAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN SUMUR RESAPAN AIR HUJAN (Studi pada RW.02 Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat) James Daniel; Amos Neolaka; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.603 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7948

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakatdalam pembuatan Sumur Resapan Air Hujan (SRAH) pada RW.02Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dalam studi ini dilakukan surveiterhadap 42 responden warga yang belum membuat SRAH denganluas tanah yang disurvei minimal 225 m2. Kuesioner tersebut meliputiidentitas responden, butir–butir pernyataan dalam bentuk daftarcentang (Check List). Data lalu dianalisis dengan rumus statistikasederhana.Dalam penelitian ini, pengukuran validitas menggunakan teknikkorelasi product moment dari Karl Pearson. Untuk menghitungreliabilitas instrumen, digunakan rumus Alpha Croncbach. Metodepenelitian yang digunakan adalah deskriptif survei. Sampel sebanyak42 rumah (42 KK) yang tersebar di RW.02. Instrumen uji cobasebanyak 20 butir pernyataan kepada 20 responden diperoleh 15 butirpernyataan dengan hasil valid dan reliabel.Hasil penelitian kuesioner didapatkan bahwa nilai indikatorpengetahuan sebesar 3,43 dengan interpretasi “baik”. Untuk indikatorsikap sebesar 2,63 dengan interpretasi “cukup”. Kemudian pada nilaiindikator perilaku sebesar 2,44 dengan interpretasi “kurang”. Nilaikeseluruhan indikator kesadaran sebesar 2,83 dengan interpretasi“cukup”.Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan masyarakatbaik namun sikap dan perilaku untuk membuat SRAH tidak sesuaidengan kenyataan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwapengetahuan masyarakat tidak didukung dengan sikap maupunperilakunya.