Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EVALUASI MENGENAI KUANTITAS DAN KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU DI WILAYAH DKI JAKARTA Rizka Novianty; Amos Neolaka; Henita Rahmayanti
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.897 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ruang terbuka hijau (RTH)di wilayah DKI Jakarta, evaluasi yang dilakukan adalah dari segikuantitas dan kualitas. Kuantitas yaitu jumlah ruang terbuka hijau(RTH) dan kualitas yaitu sejauh mana pemanfaatan dan kondisi ruangterbuka hijau (RTH) di wilayah DKI Jakarta.Penelitian ini dilakukan di seluruh wilayah Kotamadya di DKIJakarta pada bulan Februari hingga Juni 2011. Pada penilitian inidigunakan populasi berupa seluruh wilayah DKI Jakarta dan sampleberupa beberapa wilayah ruang terbuka hijau yang ada di setiapwilayah Kotamadya di DKI Jakarta tergantung dengan bentuk yangdikembangkan di setiap wilayah administratif. Pada penelitian ini akanmengkaji kesesuaian data yang ada pada Dinas Tata Ruang DKIdengan kebenaran data langsung di lapangan.. Pada penelitian ini jugaakan dikaji seberapa besar pemanfaatan ruang terbuka hijau danbagaimana kondisi ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah DKI Jakarta.Dari penelitian, pendataan dan survey langsung di lapangandidapat jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah DKI Jakartasebesar 9,12%. Jumlah tersebut masih jauh dari target Pemda DKIJakarta itu sendiri yakni 13,84%. Dari pengamatan secara kualitas,didapatkan pemanfaatan dan kondisi yang berbeda- beda dari setiapRTH di setiap wilayah. Bentuk RTH yang dikembangkan di setiapwilayah adminstratif di DKI Jakarta juga berbeda- beda tergantungdengan tujuan pemanfaatannya. Beberapa RTH yang disurvei terlihatdalam kondisi memprihatinkan terutama pada RTH pemukiman dankondisi yang cukup baik terlihat pada Taman, baik taman bangunanumum, taman interaksi, maupun taman rekreasi.
PENGGUNAAN SERAT BATANG POHON PISANG SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN PAPAN SERAT TERHADAP MUTU PAPAN SERAT Dini Akbar Juniardi; Gina Bachtiar; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.738 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i2.7952

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan keberadaan pisang serat batang mempengaruhi kualitas papan serat dan memenuhi persyaratan kadar air, kepadatan, pengembangan tebal, daya serap air, kekuatan tarikan sekrup, penentuan modulus lentur elastisitas, modulus lentur dan fraktur penetapan berdasarkan SNI 01 -4449-2006 fiberboard. Bahan yang digunakan adalah pisangserat batang kepok dan urea formaldehida 13%. Menguji hipotesis air konten yang diperoleh thitung <TTable sehingga H0 diterima, dengan air rata-rata isi 12,33% turun di bawah standar pada kadar air 13%. Pengujianhipotesis berasal densitas thitung ≥ TTable sehingga H0 ditolak, dengan rata-rata densitas 0,61 gr / cm3 di atas kepadatan standar 0,4-0,84 gr / cm3. Pengujianhipotesis berasal pengembangan berat thitung ≥ TTable sehingga H0 ditolak, dengan sebuah perkembangan ketebalan rata-rata 76,51% melebihi standar pengembangan yang 12% lebih tebal. Pengujian hipotesis penyerapan air diperoleh thitung ≥ Ttabel sehingga H0 ditolak, dengan rata-rata penyerapan air sebesar 156,97% daya serap air standar adalah 35%. Pengujian hipotesis constancy screw pull diperoleh thitung ≤ TTable bahwa H0 diterima, dengan ketegasan sekrup tarik 0,51 kg / cm3 an Rata-rata jatuh di bawah penetapan standar 20 kg / cm3 menghapussekrup. Pengujian hipotesis Constancy flexural modulus fraktur diperoleh thitung ≥ Sehingga TTabel H0 ditolak, penentuan modulus lentur modulus 82,22 kg / cm3 penentuan lentur modulus rata-rata melebihi standar pada 51 kg / cm3 rusak. Pengujian hipotesis konstanta flexural modulus elastisitas diperoleh thitung ≥ Ttabel sehingga H0 ditolak, modulus lentur kekenyalan elastisitas rata-rata9704,3 kg / cm3 melebihi standar penentuan modulus lentur elastisitas 8200 kg / cm3. Menguji sifat fisik dan mekanis papan serat denganbahan dasar serat batang pisang kepok mengacu pada standar SNI 01-4449- Papan serat tahun 2006. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pohon pisang berbahan fiberboard celana pendek cocok untuk digunakan di tempat-tempat yang tidak rentan terhadap air. Karena tidak semuasifat fisik dan mekanik memenuhi persyaratan SNI 01-4449-2006.
MUTU BLOK BETON RINGAN AERASI TERHADAP SNI 03-2156-1991 TENTANG BLOK BETON RINGAN BERGELEMBUNG UDARA DENGAN PROSES OTOKLAF (KASUS PADA KECAMATAN BEKASI TIMUR) Aries Tri Hendrawan; Gina Bachtiar; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2013): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.781 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v8i1.8129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas beton ringan aerasiblok yang ada di Distrik Jakarta Timur berdasarkan SNI 03-2156-1991.Semakin banyak pabrikan yang produknya beredar di bidangKabupaten Jakarta Timur memungkinkan beton ringan memiliki blok beton akualitas yang berbeda. Acuan dalam penelitian ini adalah SNI 03-2156-1991 yangtermasuk toleransi ukuran, kandungan berat dan tekankekuatan. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental, populasinya adalahbalok beton aerasi ringan yang dipasarkan di kecamatanJakarta Timur, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 10 ringanblok beton aerasi yang akan diambil dari empat produsenmerupakan blok beton aerasi ringan yang tersebar didistrik Jakarta timur. Tes dilakukan pada material laboratotium FTUNJTeknik Sipil.Hasil uji toleransi ukuran beton aerasi ringanhanya blok grup B, C, dan D yang memenuhi ukuran yang dimintapanjang 590 mm, lebar 190 mm dan tebal 100 mm. Tes menunjukkan bahwaberat isi seluruh kelompok memenuhi kualitaspersyaratan SNI 03-2156-1991. Pada uji kuat tekanhanya Kelompok A yang memenuhi persyaratan mutu SNI 03-2156-1991yang merupakan kekuatan tekan rata-rata minimal 3,6 N / mm2.Peneliti juga membandingkan dengan kuat tekan SNI 03-0349-1989, dalam kelompok A dan C memenuhi persyaratan kualitas, sementara kelompok Bdan D tidak memenuhi persyaratan mutu SNI 03-0349-1989 yang manaadalah kekuatan tekan rata-rata minimal 25 kg / cm2.Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas aerasi ringanbalok beton yang beredar di Kabupaten Jakarta Timur tidak adakualitas yang berkualitas. SNI 03-2156-1991.
PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN MODIFIKASI SANITARY LANDFILL Usman A Khuzzaman; Henita Rahmayanti; Amos Neolaka
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2013): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.476 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v8i1.8131

Abstract

Metode Sanitary landfill (Piled Sanitary Land), adalah pembuangan limbahsistem yang dilakukan oleh timbunan sampah dan dipadatkan, kemudian ditutupdengan tanah sebagai penutup. Pekerjaan lapisan penutup tanah dilakukan setiap haripada akhir jam operasi, proses dilakukan secara bertahap hingga 4 inhal teknik operasional proses pengelolaan limbah.Hasil penelitian ini menggunakan sampel perencanaan limbah dariwarga dan penduduk setempat hanya dibatasi, dan di masing-masingindividu (satu orang) menghasilkan limbah 1-11 / 2kg / hari dirata-ratakan1 kg / hari sampah organik 0,7kg, 0,3 kg sampah organikpenduduk dari 55 rumah tangga (133 orang) x (1 kg sampah)133kg / 0,133 ton / hari.Hasil yang diperoleh setelah pengolahan limbah berdasarkan jenis dan manfaatselama minggu pertama hingga minggu ke-3 memperoleh jumlah yang bermanfaattotal limbah 331kg, dan limbah yang tidak berguna 96kg. Lalu sampahnyadiurutkan sebelum diproses berdasarkan pada jenis sampah organik diminggu pertama mencapai 142kg, 133kg di minggu kedua, minggu ketiga152kg. Dapat disimpulkan berdasarkan perhitungan di atas bahwa amodifikasi dari pengolahan limbah Sanitary Landfill telah mengurangijumlah sampah ke TPA, seperti pada minggu pertama 22,53%, pada minggu ke-216,54% dan di minggu terakhir 17,76%. Sampah plastik anorganikmanifold diperoleh selama minggu pertama 23 kg, di minggu keduanaik 33,7 kg, dan minggu lalu naik 28kg setelah jumlah 84,7 kg.Berat sampah yang masuk dalam waktu tiga minggu setelah 427 kgmengolah berat sampah 331kg atau turun menjadi 77,51% danjumlah sampah yang keluar beratnya 96 kg atau 22,48% darijumlah pengurangan limbah dalam satu RT, dalam jangka waktu 3 minggu