Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL SPASIAL

SEBARAN DAERAH RAWAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN BERDASARKAN PENUTUP LAHAN KABUPATEN DHRMASRAYA Antomi, Yudi
Jurnal Spasial Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.35 KB) | DOI: 10.22202/js.v6i1.3278

Abstract

Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dikarenakan memiliki jumlah titik panas (Hotspot) yang banyak terdata di Provinsi Sumatera Barat. Bencana kebakaran hutan atau lahan yang terjadi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2014 tercatat seluas 40 Ha di 5 (lima) kecamatan Kabupaten Dharmasraya dan terdapat 76 titik api yang terdeteksi oleh Satelite NOOA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sebaran daerah rawan kebakaran hutan dan lahan pada setiap tutupan lahan di Kabupaten Dharmasraya. Analisis daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dalam penelitian ini menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis dengan tumpang tindih (overlay) peta dari data antara lain data penutupan lahan dan data Hostpot Kabupaten Dharmasraya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan potensi daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dengan kategori sangat rawan terjadi pada penutupan lahan seperti perkebunan dengan total mncapai 144 titik kejadian atau dengan rasio sebesar 36, 45 %, dan kategori tidak rawan terjadi pada penutupan lahan seperti rawa dengan dengan 2 titik kejadian atau dengan rasio 0,50 %.
KONSTRUKSI SPASIAL GENANGAN BANJIR MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL 1 SYNTHETIC APERTURE RADAR (SAR) DI PROPINSI KALIMANTAN SELATAN Fajrin, Fajrin; Armi, Ilham; Antomi, Yudi
Jurnal Spasial Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v8i2.4834

Abstract

Banjir merupakan fenomena bencana alam yang frekuensi terus meningkat. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan ketidaksempurnaan dalam perencanaan wilayah, seperti kurangnya pertimbangan faktor lingkungan dalam perencanaan. Data spasial distribusi genangan setelah kejadian banjir menjadi sumber data penting dalam evaluasi mitigasi banjir dan analisis bahaya serta penilaian risiko banjir. Dengan meningkatnya ketersediaan data SAR (Synthetic Aperture Radar) temporal dan spasial, memungkinkan untuk melakukan pemetaan wilayah genangan banjir secara cepat. Penelitian ini dilakukan pada salah satu kejadian banjir baru-baru ini yang berdampak luas terjadi di propinsi Kalimantan Selatan menggunakan data SAR Sentinel-1. Prosedur dan prosesing data Sentinel 1 dengan menggunakan ambang batas dari hamburan balik untuk membedakan tubuh air banjir dan bukan banjir. Hasilnya menunjukkan perkiraan luasan genangan banjir dapat di proses dengan cepat, meskipun tertutup awan tebal pada masa masa kejadian banjir yang tidak mungkin dilakukan oleh sensor optik. Hasil pemetaan seperti ini dapat membantu dalam proses layanan darurat dan manjemen resiko bencana banjir