Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PEMBAGIAN MASKER GRATIS SEBAGAI UPAYA PREVENTIF/ PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19 DI DESA TEROS KECAMATAN LABUHAN HAJI Widya Hartati; Ratna Yuniarti; Alpiana Alpiana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5724

Abstract

ABSTRAKVirus covid 19 merupakan kumpulan virus yang menyebabkan infeksi sistem saluran pernapasan. penyebaran virus covid 19 ini semakin meningkat setiap harinya, Melihat penomena yang terjadi di masyarakat  maka dirasa sangat perlu dilakukannya kegiatan Sosialisasi dan pembagian masker gratis untuk memutus rantai penyebaran virus covid 19. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran kepada warga masyarakat tentang perlunya sosialisasi physical distancing dan penggunaan masker untuk mencegah penyebarab virus covid-19 yang sudah meresahkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan cara sosialisasi dari rumah ke rumah kemudian membagikan masker gratis kepada warga yang ada di RT 02/RW.04. dengan dilaksanakannya pengabdian tersebut maka warga masyarakat di RT.02/RW.04 merasa lebih paham setelah dilakukannya sosialisasi dan merasa terbantu dengan pembagian masker gratis. Selain itu, hasil yang Diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya kesehatan dengan selau menerapkan phsicial distancing dan selalu menggunakan masker ketika berpergian serta menggunakan handsanitaizer ketika sudah melaksanakan kontak dengan warga masyarakat lainnya, sebagai salah satu proteksi atau perlindungan diri dari virus covid 19. Kata kunci: sosialisasi; Virus covid 19; preventif; masker. ABSTRACTThe COVID-19 virus is a group of viruses that cause infections of the respiratory system. the spread of the covid 19 virus is increasing every day, Seeing the phenomena that occur in the community, it is felt that it is very necessary to carry out socialization activities and the distribution of free masks to break the chain of spread of the covid 19 virus. The purpose of this community service activity is to provide knowledge, understanding and awareness to the community. community members about the need for social distancing and the use of masks to prevent the spread of the Covid-19 virus which is already troubling. The method used in this activity is by socializing from house to house and then distributing free masks to residents in RT 02/RW.04. With the implementation of this service, the community members in RT.02/RW.04 feel more understanding after the socialization and feel helped by the distribution of free masks. In addition, the expected result is that the public is more aware of the importance of health by always implementing physical distancing and always using a mask when traveling and using a hand sanitizer when in contact with other members of the community, as one of the protections or self-protection from the covid 19 virus. Keywords: socialization; covid 19 virus; prevention; masks. 
PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA GEMPA DI DESA DANGIANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Diah Rahmawati; Alpiana Alpiana; Ilham Zitri; Hidayati Hidayati; Rima Rahmaniah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.138 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3389

Abstract

ABSTRAKMinyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO), adalah modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan. Virgin coconut oil mengandung asam laurat CH3(CH2)10COOH 50% dan asam kaprilat CH3(CH2)6COOH 7%. Kedua asam ini merupakan asam lemak jenuh rantai sedang yang mudah dimetabolisir dan bersifat anti mikroba. Di dalam tubuh, asam laurat menjadi monolaurin, sedangkan asam kaprilat menjadi monokaprin (Sutarmi, 2006). Monolaurin adalah monogliserida antiviral, antibakteri dan antiprotozoal yang digunakan oleh sistem kekebalan manusia dan hewan untuk menghancurkan virus-virus pelindung lemak, seperti HIV, herves, influenza berbagai bakteri patogen. Asam kaprat yang juga berfungsi sebagai zat kekebalan tubuh ketika diubah menjadi monokaprin di dalam tubuh manusia atau hewan. Monokaprin memiliki efek antiviral terhadap HIV dan herpen simplex serta bakteri yang tertular melalui hubungan seks (Novarianto, 2007). Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa minyak ini memiliki banyak manfaat sehingga tim PKM memandang perlu mengadakan  pelatihan pembuatan minyak VCO yang diadakan di desa Danging Kabupaten Lombok Utara yang memiliki sumber daya alam yang besar yang merupakan desa terdampak bencana gempa tahun 2018 lalu. Metode observasi partisipatoris atau observasi partisipan dan praktik langsung telah dipergunakan dalam PKM ini dengan melibatkan pula Komunitas Relawan Mataram yang juga tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Nusa Tenggara Barat. Hasil capaian dan kesimpulan dalam kegiatan ini adalah a. dimilikinya pengetahuan dan pemahaman yang merupakan upaya pemberdayaan bagi para perempuan di desa ini agar memiliki ketrampilan dalam pengolahan kelapa khususnya pembuatan minyak VCO, dan b. memberikan ketrampilan yang lebih akan pemanfaatan sumber daya alam agar menjadi tambahan penghasilan atau mampu meningkatkan pendapatan (income) yang cukup potensial sebagai langkah awal membangun masyarakat yang berdayaguna. Kata kunci: kelapa; minyak VCO ABSTRACTPure coconut oil, otherwise known as Virgin Coconut Oil (VCO), is a modification of the making process which produces products with low moisture and fatty acid content that is clear, clear in color, smells good, and has a long shelf life of more than 12 months. Virgin coconut oil contains CH3(CH2)10COOH 50% lauric acid and CH3(CH2)6COOH 7% kaprilic acid. Both of these acids are medium-chain saturated fatty acids that are easily metabolized and anti-microbial. In the body, lauric acid becomes monolaurin, while kaprilic acid becomes monokaprin (Sutarmi, 2006). Monolaurin is an antiviral, antibacterial and antiprotozoal monoglyceride used by the human and animal immune systems to destroy fat-protective viruses, such as HIV, herves, influenza and various pathogenic bacteria. Kaprat acid also serves as an immune substance when converted into monokaprin in the human or animal body. Monokaprin has antiviral effects on HIV and herpen simplex as well as bacteria infected through sex (Novarianto, 2007). Based on this, it can be said that this oil has many benefits, so that the PKM team considers it necessary to hold vco oil manufacturing training which held in Danging village of North Lombok Regency which has a large natural resource that is a village affected earthquake by the 2018. Participatory observation methods or observations of participants and direct practice have been used in this PKM by involving mataram volunteer community which is also incorporated in Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) West Nusa Tenggara. The results of the achievements and conclusions in this activity are a. knowledge and understanding which is an empowerment effort for women in this village to have skills in coconut processing, especially making vco oil, and b. provide more skills for utilization of natural resources in order to be additional or able to increase income that is potential enough as the first step in building a empowered society. Keywords: coconut; VCO oil.
PENGEMBANGAN GEOPRODUK GEOPARK TAMBORA UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL BERBASIS INTERPRETASI GEOLOGI Alpiana Alpiana; Diah Rahmawati; Joni Safaat Adiansyah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.265 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v3i2.2194

Abstract

ABSTRAKGeopark atau taman Bumi merupakan sebuah kawasan yang di dalamnya memiliki keunikan geologi (outstanding geology), yaitu nilai arkeologi, ekologi dan budaya, dengan mengikut sertakan masyarakat setempat untuk berperan dalam melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam. Geopark Tambora merupakan salah satu Geopark Nasional diantara 9 (sembilan) Geopark nasional lainnya. Kawasan Geopark Tambora berada di Provinsi NTB. Geopark Tambora yang berada di Pulau Sumbawa melingkupi Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, meliputi Kecamatan Pekat, Kempo, Tambora, Sanggar dan sebagian wilayah Kecamatan Manggalewa. Dalam rangka melakukan upaya konservasi warisan geologi dan sekaligus memperoleh manfaat yang berkelanjutan dari Geopark Tambora diperlukan suatu perencanaan dan pemberdayaan kepada masyarakat. Pemberdayaan masyarakat lokal merupakan hal yang sangat perlu dilakukan, karena partisipasi masyarakat sangatlah penting. Geopark bertujuan untuk memberikan manfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat disekitarnya. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat dilakukan di kawasan Geopark Tambora yaitu di Desa Kempo, Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu. Metode pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat dengan tahapan : Melakukan pelatihan dalam pembuatannya kepada kelompok wanita di Desa Kempo, Melakukan pemberian nama sesuai dengan interpretasi geologi terhadap geokuliner yang dihasilkan dan Pelatihan pengemasan geokuliner dan bentuk promosi yang bisa dipasarkan melalui Geopark Corner. Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu pengembangan geoproduk berbasis masyarakat lokal dengan interpretasi geologi yaitu : Kegiatan pelatihan mendapatkan dukungan dari peserta pelatihan di Desa Kempo, Hasil pelatihan akan menjadi produk di Geopark Corner Geopark Tambora, dan Dengan adanya geokuliner diharapkan peran perempuan Desa Kempo akan mendapatkan keuntungan ekonomi. Kata kunci: geopark; pemberdayaan; masyarakat; geokuliner. ABSTRACTGeopark or park of the Earth is an area in which it has a unique geology, namely archeological, ecological and cultural values, by involving local people to play a role in protecting and enhancing the function of natural heritage. Tambora Geopark is one of the National Geopark among 9 (nine) other national Geoparks. Tambora Geopark region is in the NTB Province. Tambora Geopark located on Sumbawa Island covers Bima and Dompu Regencies, including Pekat, Kempo, Tambora, Sanggar Districts and parts of the Manggalewa District. In order to make efforts to conserve geological heritage and at the same time obtain sustainable benefits from Tambora Geopark, planning and empowerment of the community is needed. Empowerment of local communities is a very necessary thing to do, because community participation is very important. Geopark aims to provide benefits for improving the welfare of the surrounding community. Community Service Activities are carried out in the Tambora Geopark area, namely in the Village of Kempo, Kempo District, Dompu Regency. Community service implementation method with stages: Conduct training in making it to a group of women in Kempo Village, Give a name in accordance with the geological interpretation of the resulting geoculiner and geoculiner packaging training and promotional forms that can be marketed through Geopark Corner. The conclusion in this community service activity is the development of local community-based geoproducts with geological interpretation, namely: Training activities get support from training participants in Kempo Village, the results of the training will be a product at the Geopark Tambora Geopark, and with the presence of a geokuliner the role of women in Kempo Village will be get economic benefits. Keywords: geopark; empowerment; public; geoculiner.
Bantuan Teknis Pembuatan Peta Administrasi Untuk Desa Teros Lombok Timur Alpiana Alpiana; Diah Rahmawati; M.Fathin Firaz; Ariyanto Ariyanto; Bedy Fara Aga Matrani; Joni Safaat Adiansyah
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 2, No 2 (2022): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.996 KB) | DOI: 10.31764/transformasi.v2i2.10003

Abstract

Desa Teros terletak di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Namun, Desa Teros belum memiliki peta wilayah administrasi baik yang digital maupun yang bisa dipasang di lokasi yang strategis. Sehingga perlu diberikan pelatihan kepada perangkat Desa Teros dan Pemuda Karang Taruna tentang pembuatan peta. Pelatihan dilaksanakan di Aula Desa Teros Kecamatan Labuhan Haji. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan adalah ceramah, diskusi, dan praktek aplikasi pembuatan peta dengan SIG menggunakan software ArcGIS 10.8. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat dapat menghasilkan beberapa peta administrasi yang dibutuhkan oleh Desa terutama untuk pengembangan pembangunan di Desa Teros. Desa perlu memiliki basis data terkait peta administrasi sebagai rujukan untuk penentuan perencanaan pembangunan tahun berikutnya. Batas desa yang sudah jelas akan membantu Desa untuk menntukan jumlah pendapatan dari penarikan dan pengurusan adminitrasi terkait lahan
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PETA SEBARAN LOKASI PENAMBANGAN BATUAN KOMODITAS PASIR DI KECAMATAN LABUHAN HAJI KABUAPTEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Alpiana Alpiana; Diah Rahmawati; Ariyanto Ariyanto; M. Fathin Firaz; Husni Randa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15043

Abstract

ABSTRAK      Negara Indonesia merupakan negara dengan potensi sumberdaya alam yang tinggi, termasuk diantaranya sumberdaya pasir. Potensi sumberdaya pasir di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dominan adalah Kecamatan Labuhan Haji. Kegiatan pertambangan yang akan dilakukan merupakan kegiatan yang berwawasan lingkungan atau menerapkan good mining practice dengan memperhatikan segi teknis, ekonomis, dan efisiensi untuk menjaga kelestarian sumberdaya lingkungan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi terkait potensi bahan galian sirtu di Kecamatan Labuhan Haji dalam bentuk peta. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan data terkait jumlah lokasi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi yang ada di wilayah Kecamatan Labuhan Haji. Dalam melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang berlokasi di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan Kerjasama dengan berbagai komponen dianataranya mahasiswa program studi S1 Teknik Pertambangan UMMAT, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, dan Pemerintah Kecamatan Labuhan Haji. Hasil dan aplikasi yang digunakan dalam pengabdian pada masyarakat berbasis Sistem Infomasi Geografis (SIG) dengan menggunakan software ArcGIS 10.8. Berdasarkan hasil dari pengabdian pada masyarakat, di lokasi pengabdian pada masyarakat kondisi Geologi daerah Lombok dimulai dengan terbentuknya batuan gunung api Tersier yaitu Miosen Awal yang terdiri dari Formasi Kawangan dan Formasi Pengulung yang saling menjemari. Kondisi topografi di lokasi kegiatan pengabdian pada masyarakat yaitu berada pada daerah landau hingga topografi berbukit dengan elevasi lokasi berada pada 180 mdpl hingga 14 mdpl. Kata kunci: pasir; pertambangan; perizinan ABSTRACTIndonesia is a country with high natural resource potential, including sand resources. The dominant potential of sand resources in West Nusa Tenggara Province is Labuhan Haji District. Mining activities that will be carried out are activities that are environmentally sound or apply good mining practices with due regard to technical, economic and efficiency aspects to preserve environmental resources. The purpose of this community service activity is to provide information regarding the potential of mineral sirtu in Labuhan Haji District in the form of a map. The purpose of this community service activity is to provide data related to the number of Production Operation Mining Business Permit locations in the Labuhan Haji District area. In carrying out community service activities located in Labuhan Haji District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, it collaborates with various components including students of the UMMAT Mining Engineering Study Program, the Office of Energy and Mineral Resources of the Province of West Nusa Tenggara, the Office of the Provincial Environment and Forestry NTB, and Labuhan Haji District Government. Results and applications used in community service based on Geographic Information Systems (GIS) using ArcGIS 10.8 software. Based on the results of community service, the geological conditions of the Lombok region began with the formation of Tertiary volcanic rocks, namely the Early Miocene, which consists of the Kawangan Formation and the Pengulung Formation which intertwine. The topographical conditions at the location of community service activities are from sloping areas to hilly topography with elevations ranging from 180 to 14 meters above sea level. Keywords: sand; mining; licensing
Peningkatan literasi kimia lingkungan melalui edukasi paparan debu mineral pada pekerja tambang batuan Erni Yustissiani; Alpiana Alpiana; Hady Rasikhun; Bedy Fara Aga Matrani; Arif Wijaya; Ariyanto Ariyanto; Erwin Rangga Fitriawa; M Fathin Firaz; Nurul Hidayati; Anwar Efendy; Ringgi Puteri Samengasbumi; Rugaya Rugaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.40225

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kimia lingkungan pada pekerja tambang batuan terkait bahaya paparan debu mineral. Kegiatan dilaksanakan di Desa Perampuan dengan melibatkan 17 peserta yang dipilih secara purposive berdasarkan tingkat keterlibatan dalam aktivitas penambangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis edukasi kontekstual melalui tahapan persiapan, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif dan diskusi partisipatif yang disertai dengan arahan penggunaan masker sebagai upaya sederhana dalam mengurangi paparan debu. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pre-test post-test dan dianalisis menggunakan indeks N-Gain. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata peserta dari pre-test ke post-test dengan nilai N-Gain sebesar 0,65 yang termasuk kategori sedang. Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap bahaya debu mineral serta pentingnya penggunaan masker saat bekerja. Dengan demikian, kegiatan edukasi yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kimia lingkungan dan mendorong perubahan perilaku menuju praktik kerja yang lebih aman. Kata kunci: literasi kimia lingkungan; debu mineral; N-Gain; edukasi kontekstual. Abstract This community service activity aimed to improve environmental chemistry literacy among stone mining workers regarding the hazards of mineral dust exposure. The activity was conducted in Perampuan Village involving 17 participants selected purposively based on their involvement in mining activities. The method used was a participatory approach based on contextual education through preparation, implementation, and evaluation stages. Educational activities were carried out through interactive lectures and participatory discussions accompanied by guidance on mask usage as a simple measure to reduce dust exposure. Evaluation was conducted using a one-group pre-test post-test design and analyzed using the N-Gain index. The results showed an increase in participants’ average scores from pre-test to post-test with an N-Gain value of 0.65, categorized as moderate. Qualitatively, participants demonstrated improved understanding and awareness of mineral dust hazards and the importance of wearing masks during work. Therefore, the educational activity was effective in improving environmental chemistry literacy and encouraging safer work practices. Keywords: environmental chemistry literacy; mineral dust; N-Gain; contextual education. 
IDENTIFIKASI SEBARAN PENAMBANG RAKYAT DAN POTENSI RESIKO K3 DAN LINGKUNGAN DALAM PENYIAPAN PENGELOLAAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT Diah Rahmawati; Bedy Fara Aga Matrani; Alpiana Alpiana; Joni Safaat Adiansyah
Jurnal Planoearth Vol 9, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v9i2.10142

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pertambangan rakyat yang dilakukan di Kecamatan Sekotong telah menimbulkan dampak positif maupun negative. Sehingga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya untuk menertibkannya dengan menjadikan Kecamatan Sekotong sebagai salah satu Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Dalam hal untuk mendukung hal tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) Untuk mengidentifikasi sebaran pertambangan rakyat di Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong, 2) Untuk mengidentifikasi Tata kelola pertambangan rakyat dari aspek K3-KO dan lingkungan sesuai konsep kaidah pertambangan yang baik, 3) Untuk melakukan analisa kesesuaian kegiatan pertambangan rakyat dengan konsep kaidah pertambangan yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif (tabulasi) dan disajikan dalam bentuk grafik. Tata Kelola pertambangan yang dilakukan masyarakat Desa Pelangan dari aspek K3-KO dan lingkungan sebagai berikut: 41% tidak selalu menggunakan APD dalam melakukan penambangan, 50% disebakan karena masyarakat belum mengetahui fungsi dan manfaat penggunaan APD. Hal ini mengakibatkan masih terjadinya kecelakaan kerja (41%)dengan tingkatan cedera ringan 93%, cedera berat 7%. Penyebab kecelakaan kerja Sebagian besar disebabkan karena perilaku tidak hati-hati (55,55%) dan tidak menggunakan APD(27,8%). Sering terjadi ambrukan/longsor di lokasi tambang akibat tidak ada penyanggaan di lubang tambang, lubang tambang cenderung ditinggalkan begitu saja setelah tidak digunakan, dan limbah hasil pengolahan (tailing) belum dimanfaatkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan/rekomendasi saat Wilayah Pertambangan Rakyat dan Izin Pertambangan Rakyat telah diperoleh.Abstract: People's mining activities in Sekotong District have had both positive and negative impacts. So that the West Nusa Tenggara Provincial Government is trying to put it in order by making Sekotong District one of the People's Mining Areas (WPR). In order to support this, this research was conducted with the following objectives: 1) To identify the distribution of community mining in Pelangan Village,Sekotong District, 2) To identify community mining governance from the K3-KO and environmental aspects according to the concept of good mining practice, 3) To conduct analysis conformity of community mining activities with the concept of good mining practice, the research method used is a survey method with purposive sampling. Data analysis was done descriptively (tabulation) and presented in graphical form. Mining governance carried out by the people of Pelangan Village from the K3-KO and environmental aspects is as follows: 41% do not always use Personal Protective Equipment (PPE) in mining, 50% is caused because the community does not know the functions and benefits of using PPE. This resulted in the occurrence of work accidents (41%) with a light injury rate of 93%, and a serious injury 7%. The causes of work accidents are mostly caused by careless behavior (55.55%) and not using PPE (27.8%). There are frequent collapses/landslides at the mine site due to the absence of support in the mine pit, mining pits tend to be abandoned after not being used, and tailings has not been utilized. The results of this study are expected to provide input/recommendations when the People's Mining Area and People's Mining Permit have been obtained. 
Analisis Eksplorasi Potensi Estimasi sumber Daya dan Cadangan Batuan Andesit di Lombok Timur Menggunakan Metode Cross Section Erwin Rangga Fitriawan; Ariyanto Ariyanto; Bedy Fara Aga Matrani; Alpiana Alpiana; Fadli Fadli; Rugaya Rugaya; Muhammad Fathin Firaz
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 7, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v7i1.40826

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik geologi, mengidentifikasi sebaran endapan mineral, serta mengevaluasi potensi sumber daya sebagai dasar dalam perencanaan kegiatan penambangan. Tahapan penelitian meliputi pemetaan geologi, interpretasi data pemboran, korelasi lapisan mineral, pemodelan geologi tiga dimensi, dan estimasi sumber daya menggunakan metode cross section. Metode ini dipilih karena mampu merepresentasikan variasi geometri tubuh mineral berdasarkan penampang melintang sehingga menghasilkan estimasi volume dan tonase yang lebih representatif. Pemodelan geologi dilakukan untuk menggambarkan bentuk, ketebalan, kontinuitas, dan penyebaran endapan mineral, sedangkan perhitungan sumber daya dilakukan berdasarkan luas penampang, jarak antarpenampang, berat jenis material, serta parameter geologi yang diperoleh dari hasil eksplorasi. Hasil penelitian memberikan informasi mengenai karakteristik endapan, model geologi, estimasi volume dan tonase sumber daya, serta tingkat kelayakan awal untuk pengembangan kegiatan penambangan. Informasi tersebut menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan investasi, penyusunan desain tambang, perencanaan produksi, evaluasi keekonomian, serta pengembangan strategi operasional yang efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kepercayaan terhadap estimasi sumber daya dan mendukung perencanaan penambangan yang lebih optimal, efisien, dan sesuai dengan kondisi geologi daerah penelitian.
A Study of Pumice as a Geo-Paving Material Swahip Swahip; Ahmad Fathoni; Alpiana Alpiana
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 4 (2025): December
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v8i4.36563

Abstract

This study aims to evaluate the characteristics of pumice as a substitute aggregate material for producing lighter, more economical, and environmentally friendly geo-paving. The research method includes literature review and laboratory testing focused on bulk density and mechanical performance of pumice-based paving blocks with three composition variations: 20%, 40%, and 60%. The results indicate that pumice from Pemepek Village has an average density of 0.72 g/cm³ and can reduce paving weight by 15–45% compared to conventional paving, although compressive strength decreases as pumice content increases. Overall, compositions containing 20–40% pumice are considered the most optimal in delivering well-performing paving blocks with higher ecological and economic value.