Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Formulation of Snail Slime (Achatina Fulica) Anti-Acne Emulgel using Tween 80-Span 80 as Emulsifying and HPMC as Gelling Agent Nur Saadah Daud; Achnis Jum Akbar; Eny Nurhikma; Karmilah Karmilah
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2018): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v1i2.369

Abstract

Acne is the condition of abnormal skin which is indicated by inflammation caused by the bacterial infection of Propionibacterium acnes. The natural one which can be used for the medical treatment of acne is the snail mucus (Achatina fulica). The achasin protein of it has antibacterial activity. That snail mucus was made to the emulgel form. This research has used an experimental method and the emulgel formulation used the various concentration of emulsifying agents and the gelling agent. They were Tween 80 1.76%, 2.44%, 3.12%, Span 80 2.24%, 4.06%, 5.88% and HPMC 3.5%, 4.5%, 5.5%. Other additives were propylene glycol, Methylparaben, Propylparaben, paraffin liquid, menthol, and aquadest. Those formulations were tested in physical evaluation during 4 weeks of storage in room temperature, irritation test, hedonic test, and cycling test. The organoleptic test showed that the emulgel were the milk-white color with a distinctive smell. All emulgel were homogenous, non-irritant, with emulsion type oil in water (o/w). This emulgel also met the normal skin of pH value and spread ability’s range. The emulgel viscosity shift was < 10%, with the viscosity value inversely proportional to spreadability. Formula C with 3.12% of Tween 80, 5.88% of Span 80 and 5.5% of HPMC was claimed as the most stable formula both in room temperature and after cycling test. It was also the most preferred by the panelist.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN WALAY (MEISTERA CHINENSIS) ASAL SULAWESI TENGGARA Eny Nurhikma; Randa Wulaisfan; Musdalipah; Yulianti Fauziah; Nirwati Rusli; Nur Saadah Daud
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i2.339

Abstract

Masker gel peel off merupakan salah satu jenis masker praktis yang bermanfaat untuk merawat kulit wajah, melembabkan kulit serta membersihkan, dan memberi nutrisi sehingga kulit menjadi lebih bersih. Daun walay (Meistera chinensis) merupakan salah satu tumbuhan termaksud dalam famili Zingiberacea yang memiliki kandungan kimia yaitu senyawa alkaloid, terpenoid, flavonoid, fenol, tanin, steroid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun Walay dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan masker gel peel off yang memenuhi syarat evaluasi fisik dan uji stabilitas sediaan. Ekstraksi daun Walay dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol ekstrak daun Walay diformulasi ke dalam tiga formula yaitu formula F1 konsentrasi 1%, F2 konsentrasi 3%, dan F3 konsentrasi 5%. Uji evaluasi fisik terhadap sediaan dilakukan dengan beberapa parameter pengujian yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, uji iritasi dan uji cycling test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Walay pada konsentrasi 1%, 3% dan 5% dapat dibuat dalam bentuk sediaan masker gel peel off dan memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan, namun tidak stabil pada pengujian cycling test uji organoleptik bentuk sediaan dan uji daya sebar.
Standarisasi Ekstrak Rimpang Wundu Watu (Alpinia monopleura) dan Aktivitasnya sebagai Antiinflamasi Secara In Vitro Musdalipah Musdalipah; Agung Wibawa Mahatva Yodha; Muh. Azdar Setiawan; Selfyana Austin Tee; Reymon Reymon; Randa Wulaisfan; Muh. Arnas; Lisa Wulansari Siregar; Eny Nurhikma; Yulianti Fauziah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.414

Abstract

Tanaman Alpinia, khususnya Alpinia monopleura, merupakan tanaman endemik yang dapat ditemukan dengan mudah di Sulawesi Tenggara, sebarannya luas dan melimpah. Tanaman ini merupakan tanaman endemik dan dikenal dengan nama wundu watu. Secara empiris, rimpang wundu watu digunakan untuk mengurangi pegal-pegal dan sebagai bumbu masakan. Studi pendahuluan pada minyak atsiri daun dan buah wundu watu menunjukkan sifat antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Komposisi dan studi farmakologi tanaman ini belum diketahui sepenuhnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan standarisasi untuk menjamin mutu dan keamanan esktrak dan khasiatnya sebagai antiinflamasi. Tujuan penelitian ialah melakukan standarisasi ekstrak wundu watu (Alpinia monopleura) dengan parameter spesifik dan non spesifik sesuai persyaratan Farmakope Indonesia serta aktivitas antiinflamasinya terhadap penghambatan denaturasi protein. Jenis penelitian ialah eksperimen. Rimpang wundu watu di ekstraksi dengan pelarut metanol menggunakan metode maserasi. Hasil penelitian menunjukkan standarisasi dengan parameter spesifik diperoleh yaitu berbentuk ekstrak kental, berwarna coklat, dan berbau khas, senyawa larut air yaitu 6,7%, senyawa larut metanol yaitu 10,35%. Kandungan metabolit sekunder positif mengandung senyawa alkaloid, flavanoid, saponin, tanin dan steroid. Pada parameter non spesifik diperoleh susut pengeringan 68,30%, kadar air 23%, kadar abu  total 11,94%, kadar abu tidak larut asam 0,327% dan cemaran logam Pb 0,00076 mg/L, logam Cd 0,00052 mg/L, dan logam Hg 0,00062 mg/L. Ekstrak etanol rimpang Alpinia menopleura memiliki aktivitas antiinflamasi dengan nilai IC50 sebesar 8.47 mg/L dan natrium diklofenak (kontrol) dengan nilai IC50 sebesar 8,46 mg/L. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan standarisasi ekstrak rimpang wundu watu secara spesifik dan non spesifik memenuhi persyaratan sesuai Farmakope Herbal Indonesia serta memiliki khasiat sebagai antiinflamasi.
EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DAN PENANGANANNYA PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TB) DI PUSKESMAS PERUMNAS KOTA KENDARI Musdalipah Musdalipah; Eny Nurhikma; Karmilah Karmilah; Muh. Fakhrurazi
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v4i1.144

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which mostly (80%) attacks the lungs. Tuberculosis is one of the diseases that attacks people with the relatively high percentage and can effect in death. This study aims to determine how the use of anti-tuberculosis drugs in TB patients cause bad side effects and how the treatment of the side effect.The method of this research is descriptive with cross sectional study design. The sampling techniques are Retrospective and Prospective research. The data tabulation taken by distributed questionnaires and interviews to the TB patients and health worker. The data was collected at the Perumnas public health center of Kendari, which was 21 patients who were undergoing treatment stage and also had fulfilled the inclusion criteria that have been determined. The results showed that 21 tuberculosis patients at the Perumnas public health center of Kendari experienced the side-effects such as nausea and vomiting, hematuria, loss of appetite, fever, joint, itch, and skin redness. The most common side effects were queasy and hematuria with the same percentage of 71,5%. The treatment of side effects done by giving the drugs information and providing the drug therapy in agree with the complaints. Keywords : Tuberculosis, Side-effects, Anti-Tuberculosis
UJI EFEKTIVITAS EMULGEL ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL DAUN JERUJU (Acanthus ilicifolius) TERHADAP Staphylococcus aureus rusli, Nirwati; Muh Azdar Setiawan; Yulianti Fauziah; Eny Nurhikmah; Esti Badia; Bonni Rubak; Riswanti Ruslan; Reymon; Isna Dwi Wulandari
Jurnal Analis Kesehatan Kendari Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Analis Kesehatan Kendari (JAKK) : Vol. 7 (2) Juni 2025)
Publisher : Program Study of Medical Laboratory Technology , Politeknik Bina Husada Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46356/jakk.v7i2.350

Abstract

ABSTRACT The Jeruju plant is one of the true mangrove species that typically grows in coastal areas, rivers, swamps, and brackish water regions, and is used for medicinal purposes. Scientific data on Jeruju leaf (Achantus ilicifolious) extract indicate the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, steroids, and saponins, all of which can be utilized for their antibacterial properties, particularly against the acne-causing bacterium Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus is known to cause skin blockages, which in turn trigger inflammation and the appearance of acne. The aim of this research was to determine whether an ethanol leaf extract emulgel of Jeruju (Achantus ilicifolious) could inhibit Staphylococcus aureus bacteria. The results of the study indicated that at a concentration of 10%, a inhibition zone of 3.8 mm was obtained, at 15% concentration it was 4.7 mm, and at 20% concentration it was 4.8 mm, categorizing the inhibition zones as weak (<5 mm).
Formulasi dan Evaluasi Produk Gigi Mouthwash Ekstrak Rimpang Walay (Zingiberaceae) untuk Pengobatan Plak dan Karies Gigi Jumain, Muhammad Asman Setiawan; Sofyan, Suhikma; Daud, Nur Saadah; Setiawan, Muhammad Azdar; Tee, Selfyana Austin; Nurhikmah, Eny; Fauziah, Yulianti; Musdalipah, Musdalipah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.693

Abstract

Zingiberaceae merupakan salah satu family tumbuhan terbesar yang diyakini memiliki potensi aktivitas biologis yang tinggi untuk mengatasi berbagai penyakit. Beberapa generasi Zingiberaceae, seperti Cinnamomum, Meistera, dan Wurfbainia, telah diidentifikasi. Tumbuhan walay (Zingiberaceae) merupakan salah satu tanaman endemik Sulawesi Tenggara yang memiliki khasiat sebagai pengobatan. Skrining fitokimia rimpang walay menunjukkan kandungan senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid dan terpenoid dan memiliki aktivitas sebagai antibakteri pada Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans dan Bacillus subtilis. Formulasi produk gigi menggunakan bahan dasar herbal sedang menjadi sorotan utama dalam upaya mengurangi peradangan gusi. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan perawatan gigi dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan gigi, termasuk dalam pemilihan bentuk produk gigi yang sesuai. Salah satu produk yang digunakan ialah mouthwash. Penelitian ini bertujuan untuk formulasi mouthwash berbasis herbal rimpang walay dan efektivitasnya sebagai antibakteri penyebab plak dan karies gigi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Ekstrak rimpang walay dibuat dalam bentuk Mouthwash dengan tiga formula konsentrasi A(10%), B(20%) dan C(30%). Pengujian evaluasi sediaan dilakukan dengan parameter pengujian yaitu uji organoleptik, homogenitas, pH, dan kejernihan. Selanjutnya sediaan dilakukan pengujian antibakteri pada Streptococcus mutans ATCC 25175. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak rimpang walay pada formula A, B, C dapat dibuat sediaan mouthwash dan memenuhi persyaratan evaluasi sediaan, yaitu sediaan memiliki aroma mentol, berwarna bening kecoklatan, tekstur cair, homogen, pH berkisar 6-7. Aktivitas antibakteri pada bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175 memiliki daya hambat dengan diameter zona bening secara berturut-turut pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% sebesar 6,47 mm, 9,3 mm dan 12,57 mm serta kontrol positif (moutwash herbal x) sebesar 1,49 mm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan sediaan mouthwash dapat digunakan sebagai produk gigi untuk pengobatan plak dan karies gigi.
PENGEMBANGAN FORMULASI SERBUK GIGI HERBAL DAN EFEKTIVITASNYA SEBAGAI PENGOBATAN PLAK DAN KARIES GIGI Zainal, Nur Awalia Putri; Nurhikma, Eny; Reymon, Reymon; Afdilla, Nia; Musdalipah, Musdalipah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.839

Abstract

Saat ini, perawatan gigi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan gigi, salah satunya adalah pemilihan bentuk sediaan produk gigi. Serbuk gigi memiliki keunggulan seperti membersihkan plak, sisa makanan, mencegah pembentukan karang gigi, dan memberikan nafas segar. Salah satu bahan herbal yang digunakan dalam obat-obatan oral adalah biji pinang (Areca catechu L.). Biji pinang mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol sebagai senyawa antibakteri. Beberapa studi menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji pinang dapat menghambat bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi serbuk gigi berbasis herbal bubuk pinang, cengkeh, dan kayu manis serta dan kemampuannya untuk menghambat bakteri penyebab plak dan karies gigi. Metode penelitian ialah eksperimental yang dibuat dalam 3 konsentrasi (F1, F2, dan F3). Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, kadar air, dan cycling test. Aktivitas antibakteri menggunakan metode sumur agar pada bakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubuk pinang, cengkeh, dan kayu manis dapat dibuat menjadi formula pasta gigi herbal. Hasil evaluasi sediaan menunjukkan pada formula F1, F2, F3 berwarna coklat, rasa agak manis, aroma khas mint dan homogen. Pengujian pH sebesar 6,5 – 6,8. Pengujian kadar air dengan kisaran 4,9 % - 6,1%. Pada uji cycling test menunjukkan formula F1, F2 dan F3 tidak mengalami perubahan selama penyimpanan 6 siklus. Hasil uji antibakteri menunjukkan hanya formula F3 yang memiliki daya hambat yaitu sebesar 3,6 mm sedangkan kontrol positif serbuk gigi “x” sebesar 0 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa serbuk gigi herbal dapat dijadikan alternatif untuk pengobatan plak dan karis gigi