Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH JENIS SEDIAAN TOPIKAL EKSTRAK GONAD LANDAK LAUT (Diadema setosum) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Karmilah, Karmilah; Badia, Esti
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 2 No. 1 (Januari, 2019)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.613 KB) | DOI: 10.33368/woh.v0i0.129

Abstract

Burns is a form of tissue damage or loss caused by contact with heat sources such as fire, hot water, chemicals, electricity, and radiation. Sea urchin gonads contain high protein compounds, flavonoids, triterpenoids, steroids, saponins, and alkaloids that can prevent infection, anti-inflammatory, and help regenerate new cells. The purpose of this study was to determine whether the differences in the dosage form of topical preparations of sea urchin gonad 4% gave effect to the healing of burns based on wound healing up to 100%. The materials used in this study were ointments, creams, and gels containing 4% gonad sea urchin extract, ethyl chloride, alcohol. This study used an experimental method consisting of 8 treatment groups, namely 3 treatment groups prepared ointments, creams, and gels, 3 groups of preparations without extract (placebo), and 2 control groups. Each group is repeated three times (replication treatment). Descriptive results, preparations of ointments, creams, and gels provide healing effects of burns up to 100% for 27-30 days. The Kolmogorov-Smirnov statistical test results obtained p values> 0.05 (0.2) which means that data is normally distributed. The ANOVA test results p <0.05 (0.000) showed that all treatments gave significantly different effects. Based on the BNT test, it shows 4% of sea urchin gonad extract made in the form of ointment is more effective in healing burns.
FORMULASI KRIM ANTIJERAWAT EKSTRAK AMPAS TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) Karmilah Karmilah; Musdalipah Musdalipah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas teh hijau (Camellia sinensis L.) merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai terapi pengobatan jerawat karena mengandung flavonoid, tanin dan alkaloid. Untuk mempermudah penggunaannya ekstrak dibuat dalam bentuk sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan krim antijerawat ekstrak ampas teh hijau dan mengetahui konsentrasi terbaik dari ekstrak ampas teh hijau yang dibutuhkan untuk membuat sediaan krim. Ekstraksi ampas teh hijau dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian difraksinasi menggunakan pelarut air, n-heksan dan etil asetat. Fraksi etil asetat dipekatkan menggunakan rotary vacum evaporator. Evaluasi sediaan dilakukan pada 4 formula krim dengan variasi konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5% dan 1 formula sebagai blanko. Hasil uji organoleptik menunjukkan sediaan yang dibuat stabil, homogen, pH berkisar 6,39-6,91 dengan rata-rata nilai viskositas 150-220 dPa.S dan sediaan tidak menimbulkan iritasi. Hasil uji stabilitas (cycling test) menunjukkan ketiga formula tetap homogen, tidak mengalami inversi fase dengan tipe emulsi minyak dalam air, terjadi perubahan pH,  formula B dan C mengalami perubahan bentuk dari semi padat menjadi sedikit encer yang dipengaruhi oleh konsentrasi ekstrak yang lebih tinggi. Formula terbaik adalah formula A dengan menggunakan ekstrak 0,5%.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Cayratia trifolia L. Domin. Terhadap Bakteri Escherichia coli Muhammad Ilyas; Sri Susanti; Karmilah Karmilah; Indriyani Pratiwi Hapsari
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.328 KB) | DOI: 10.46496/medula.v6i1.5375

Abstract

ABSTRACTPlant Cayratia trifolia L. Domin is one of the plants that can be used as a traditional medicine. One of them is the treatment of infectious diseases. Infectious diseases are the most disease suffered by the population in developing countries, including Indonesia. Some infectious diseases that can be caused by the bacterium Escherichia coli is a urinary tract infection or urinary tractus infection, diarrhea, prevalence of diarrheal diseases in Southeast Sulawesi Province was 7,3% higher than the national prevalence of diarrhea is 3,5 % this study aims to determine the antibacterial activity of ethanol extract of leaves C. trifolia L. Domin against the bacteria E. coli. This type of research is experimental research design using cylinder cup consisting of 5 treatments. Each treatment consists of three repetitions. C. trifolia L. Domin leaves then C. trifolia L. Domin as test materials made concentration of 10%, 20% and 30%. The results showed that ethanol extracts of leaves C. trifolia L. Domin with a concentration of 10% has an average value of 7,67 mm zone of inhibition concentration of 20% has an average value of 10,33 mm zone of inhibition and concentration of 30% has an average value 14,00 mm zone of inhibition. Results of ANOVA showed ethanol extract of leaves C. trifolia L. Domin had a zone of inhibition against Escherichia coli with different concentrations. And on the LSD (Least Significant Difference) concentration that was 30% effective in inhibiting the growth of bacteria E. coli. Keywords: zone inhibition, leaves Cayratia trifolia L. Domin, Escherichia coli, Cylinder cup.
Efek Antidiabetik Ekstrak Etanol Daun Senggani (Malestoma polyanthum Bl.) Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan Yang Diinduksi Streptozotocin Karmilah Karmilah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v4i1.21

Abstract

Tanaman daun senggani mengandung senyawa flavonoid dimana flavonoid bekerja dengan cara menstimulasi sel-sel beta dari pulau Langerhans, sehingga sekresi insulin dapat ditingkatkan. Sedangkan senyawa tannin dapat menurunkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan transport glukosa dengan mengaktifasi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun senggani (Malestoma polyanthum BL.) memiliki efek antidiabetik pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dimana sebanyak 25 ekor mencit diinduksi dengan menggunakan Streptozotocin 0,11 g secara Intraperitonial. Kemudian dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu ekstrak 180 mg/kg BB, 360 mg/kg BB, 720 mg/kg BB, sebagai kontrol positif Glibenklamid 5 mg dan kontrol negatif Na-CMC 0,5%. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA dan BNT (Beda Nyata Terkecil). Berdasarkan hasil penelitiaan menunjukkan bahwa pada Uji Anova (Analisis Of Varians) didapat nilai yang signifikan yang dinyatakan dengan nilai 0,00<0.05 yang berarti perlakuan tiap kelompok ekstrak yang diuji memiliki efek yang signifikan, dan dilanjutkan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) menunjukkan pada konsentrasi 360 mg/kg BB memberikan efek yang optimum.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi GEMA CERMAT: Penggunaan Antibiotik Menggunakan Media Booklet dengan Metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif) Musdalipah Musdalipah; Nur Saadah Daud; Eny Nurhikma; Karmilah Karmilah; Nirwati Rusli; Reymon Reymon; Selfyana Austin Tee; Muhammad Azdar Setiawan; Yulianti Fauziah; Rifcha Selviana Puput; Muh. Ilyas Yusuf; Nurhikma Nurhikma
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i4.9431

Abstract

The high use of inappropriate antibiotics in the community is due to a lack of knowledge about antibiotics, thereby increasing the problem of antibiotic resistance. These problems can be overcome through community empowerment with Gema Cermat education through booklet media using the CBIA method. The Smart Society Using Drugs (Gema Cermat) is one of the educational efforts to increase public awareness, concern and understanding about how to use drugs properly and correctly. The purpose of the activity is to increase knowledge about the use of antibiotics using booklet media in the Punggolaka village, Puuwatu district, Kendari City. The method of activity is through Gema Cermat education with the CBIA method, pre and posttest questionnaires, booklets, pocket books, and power point presented by the pharmacist. The results show that an increase in knowledge in the good category of 100%. This is shown in the knowledge of the community at the pretest of 10.25% and increased by 100% after the posttest. Based on the results of the activity, it was concluded that Gema Cermat activities could increase public knowledge
TOKSISITAS AKUT DAN LETHAL DOSE (LD50) EKSTRAK BUAH WALAY (Meistera chinensis) ASAL SULAWESI TENGGARA TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Musdalipah Musdalipah; Agung Wibawa Mahatya Yodha; Karmilah; Selfyana Austin Tee; Reymon; Nur Saadah Daud; Muh. Azdar Setiawan; Esti Badia; Agustini
Pharmacoscript Vol. 5 No. 2 (2022): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v5i2.1039

Abstract

Buah walay (Meistera chinensis) mengandung senyawa fenolat, flavonoid, steroid, terpenoid, alkaloid, dan saponin. Beberapa metabolit sekunder, termasuk triterpenoid dan flavonoid, memiliki potensi sebagai antioksidan, antibakteri dan toksisitas. Berdasarkan penelitian sebelumnya dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test ekstrak buah Meistera chinensis memberikan efek sangat toksik dengan IC50 dari 5,02 ± 1,11 mg/mL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik yang ditimbulkan dari ekstrak buah walay ditinjau dari penentuan nilai LD50. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Penentuan kategori toksisitas berdasarkan Generally Recognized As Safe/GRAS dan perhitungan LD50 menggunakan Reed-Muench Penelitian menggunakan ekor mencit yang dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol diberi Na-CMC 0,5 % dan kelompok perlakuan diberi ekstrak buah dengan dosis 50 mg/KgBB; 500 mg/KgBB; 5000 mg/KgBB dan 15.000 mg/KgB Rute pemberian yang digunakan adalah secara oral. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah gejala toksik yang timbul dan nilai LD50 yang diperoleh berdasarkan perhitungan jumlah hewan uji yang mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah walay  memberikan gejala toksik berupa penurunan aktivitas gerak, laju nafas cepat serta tremor dan nilai LD50 adalah 865,765 mg/KgBB (Toksisitas ringan). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah walay (Meistera chinensis) memiliki efek toksik ringan.
Formulasi Krim Tabir Surya Ekstrak Daun Stroberi (Fragaria x ananassa A.N. Duch) Asal Malino, Sulawesi Selatan Nur Saadah Daud; Musdalipah Musdalipah; Karmilah Karmilah; Eny Nur Hikma; Selfyana Austin Tee; Nirwati Rusli; Yulianti Fauziah; Evi Nur Indah Sari
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v8i2.211

Abstract

Daun stroberi (Fragaria x anannasa A.N. Duch) adalah salah satu bagian tanaman stroberi yang dapat dimanfaatkan sebagai produk tabir surya. Kandungan senyawa fenolik daun stroberi memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat krim tabir surya yang memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan dan penentuan Sun Protecting Factor (SPF) krim. Daun stroberi diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun stroberi dibuat dalam tiga formula pada konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Uji evaluasi fisik terhadap sediaan dilakukan dengan beberapa parameter pengujian yaitu uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji tipe krim dan uji daya sebar. Penentuan aktivitas tabir surya menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada      panjang      gelombang      290 nm - 320 nm. Parameter yang digunakan berdasarkan transmisi eritema (Te), transmisi pigmentasi (Tp) dan Sun Protecting Factor (SPF) pada krim tabir surya. Hasil penelitian menujukkan krim tabir surya (F1, F2, F3) berbentuk krim, berwarna hijau kecoklatan, dan aroma khas ekstrak. Sediaan homogen, tipe krim berupa sediaan minyak dalam air, nilai pH 6,0. Nilai SPF pada konsentrasi ekstrak 5, 10 dan 15% secara berturut-turut 5,94, 10,58 dan 14,65. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, nilai SPF yang dihasilkan semakin besar. Formula 3 (15%) merupakan krim yang terbaik dengan nilai SPF tertinggi dengan kategori proteksi maksimal.
Efektivitas ekstrak daun cabai rawit (Capsicum frutescents L.) sebagai penumbuh rambut terhadap hewan uji kelinci (Oryctolagus cuniculus) Musdalipah Musdalipah; Karmilah Karmilah
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.324 KB) | DOI: 10.30644/rik.v7i1.137

Abstract

Latar Belakang : Cabai rawit (Capsicum frutescents L) adalah salah satu tanaman yang mengandung senyawa kimia diantaranya saponin, alkaloid, terpenoid, kuinon dan flavanoid. Senyawa saponin dan flavanoid pada daun cabai rawit memiliki peranan untuk memacu pertumbuhan rambut. Saponin merupakan senyawa yang mampu menstimulasi pertumbuhan rambut dengan meningkatkan sirkulasi darah perifer sehingga mampu memacu pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi optimum ekstrak daun cabai rawit terhadap pertumbuhan rambut pada kelinci (Oryctolagus cuniculus) Metode : Jenis penelitian ialah eksperimental dengan analisis data secara Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel diolah dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dibuat variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 20% . Nature ekstrak lidah buaya digunakan sebagai kontrol positif. Perlakuan diberikan terhadap hewan coba kelinci setiap hari dengan dosis 2 kali sehari selama 18 hari. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis ANOVA diperoleh F hitung (8,524799) > F tabel (2,76). Hasil ini menunjukkan ekstrak daun cabai rawit memberikan efek pertumbuhan rambut yang sangat signifikan pada konsentrasi 5%, 10% dan 20% dengan konsentrasi optimum pertumbuhan rambut adalah 20%. Kesimpulan : Ekstrak daun cabai rawit dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 20% mempunyai efek mempercepat proses pertumbuhan rambut dengan konsetrasi optimum yaitu 20%
Pemberdayaan Kader Posyandu Tentang Swamedikasi dengan Edukasi GEMA CERMAT Menggunakan Metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif) di Puskesmas Lepo-Lepo Kendari Musdalipah Musdalipah; Eny Nurhikma; Reymon Reymon; Randa Wulaisfan; Esti Badia; Nirwati Rusli; Karmilah Karmilah; Selfyana Austin Tee; Muhammad Syaiful Saehu; Anisa Arfan
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2023): NADIKAMI: Januari 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu pengobatan alternatif untuk mengatasi gejala penyakit tanpa resep dokter dan pertolongan dari tenaga kesehatan. Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Salah satu metode alternatif dalam melakukan swamedikasi melalui edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT). Dalam upaya memaksimalkan GEMA CERMAT, kader kesehatan berperan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait penggunaan obat. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader posyandu tentang swamedikasi dengan edukasi GEMA CERMAT menggunakan metode CBIA (cara belajar insan aktif) di wilayah kerja puskesmas Lepo-lepo, Kendari. Kader posyandu yang aktif yang diseleksi menggunakan metode Purposive Sampling sebanyak 30 orang. Alat yang digunakan berupa angket (kuesioner) dan paket obat sebagai alat peraga. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa pengetahuan kader posyandu pada saat pretest di Puskesmas Lepo-lepo sebesar 12,27 (61,3 %) dengan kategori cukup dan pada saat post test sebesar 17,03 (85,2 %) dengan kategori baik. Hasil analisis statistik menggunakan Paired samples test diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 bahwa ada perbedaan yang bermakna antara hasil pretest dengan posttest dalam edukasi GEMA CERMAT pada kader posyandu.
Swamedikasi “Dagusibu” Obat Bebas, Multivitamin Dan Jamu Pada Masyarakat Di Kecamatan Nambo Kota Kendari Karmilah Karmilah; Selfyana Austin Tee; Muhammad Azdar Setiawan; Esti Badia; Syaiful Saehu; Nur Saadah Daud; Yulianti Fauziah; Hasnawati Hasnawati; Inggit Suryaningsih; Musdalipah Musdalipah
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2023): NADIKAMI: Juli 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era new normal peningkatan imunitas tubuh sangat diperlukan untuk menunjang kesehatan yang optimal. Pemulihan Kesehatan Selama pandemi COVID-19 memerlukan situasi adaptasi kebiasaan baru untuk menjaga sistem imun tubuh. Upaya yang dapat dilakukan melalui penerapan protokol kesehatan, konsumsi makanan dan minuman yang sehat, multivitamin dan herbal (jamu). Swamedikasi merupakan upaya awal yang dilakukan diri sendiri untuk pencegahan dan pengobatan gejala penyakit ringan menggunakan obat-obatan golongan obat bebas, bebas terbatas dan multivitamin. Tujuan kegiatan edukasi ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan dan buang) obat dan jamu pada masyarakat di Kel. Tondonggeu, Kec. Nambo, Kota Kendari. Metode edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif disertai alat peraga obat dan jamu. Kegiatan edukasi terlaksana dengan baik dengan antusias masyarakat memberikan pertanyaan dan aktif membangun komunikasi yang efektif dua arah mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Kegiatan edukasi dirangkaikan dengan pembagian multivitamin, obat bebas, handsanitizer dan jamu (herbal).