Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

SATWALIAR BERKHASIAT OBAT BERDASARKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT SEKITAR EKOSISTEM GAMBUT TAHURA ORANG KAYO HITAM PROVINSI JAMBI Yoke Justitia; Novriyanti Novriyanti; Christine Wulandari; Dian Iswandaru
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.296 KB) | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14125

Abstract

Kerentanan yang terjadi di Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam (Tahura OKH) Provinsi Jambi memerlukan perhatian khusus dari berbagai lini kajian ilmiah, salah satunya dengan menggali kearifan lokal dan praktek tradisional masyarakat dalam memanifestasikan hubungannya dengan satwaliar. Kearifan lokal masyarakat adalah salah satu aspek sosial yang harus dipertimbangkan dalam melakukan restorasi hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis satwaliar yang berkhasiat obat berdasarkan pengetahuan masyarakat sekitar ekosistem gambut Tahura OKH. Penelitian ini dapat menjadi data dasar bagi pengelola dalam menerapkan berbagai strategi peningkatan pemulihan ekosistem Gambut. Sebanyak 2 desa yaitu Desa Seponjen dan Suak Kandis (lebih dikenal sebagai Kelurahan Tanjung) di Kecamatan Kumpeh Ilir Provinsi Jambi menjadi lokasi sampling pengumpulan data sepanjang September 2021. Data primer diperoleh dari 65 responden yang ditentukan secara purposive (yang bersedia menyediakan informasi berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya) melalui teknik wawancara terbuka. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian memverifikasi bahwa memang 48% masyarakat mengaku pernah dengan sengaja mengakses kawasan untuk mencari satwaliar. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan secara subsisten saja. Sementara berdasarkan pengetahuan masyarakat sekitar Tahura OKH ada 10 spesies satwaliar yang pernah dimanfaatkan sebagai obat secara turun temurun. Spesies satwa yang paling banyak dibicarakan berkhasiat oleh masyarakat ialah kalong (Pteropus sp.) sebagaimana juga sering ditemukan dalam berbagai hasil kajian etnozoologi lainnya.
POTENSI TEGAKAN DI KPHL BATU SERAMPOK, PROVINSI LAMPUNG Sobirin Sobirin; Irwan Sukri Banuwa; Indra Gumay Febryano; Christine Wulandari; Arif Darmawan; Dian Iswandaru
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.722 KB) | DOI: 10.20527/jht.v10i1.13092

Abstract

Data and information regarding the potential of forest stands is very important in the preparation of Long-Term Forest Management Plan at Forest Management Unit. The purpose of the study was to analyze the potential of stands in the Protected Forest Management Unit Batu Serampok. Data and information were collected using a stratified systematic sampling with random start inventory method, then vegetation was analyzed to obtain an index of importance. The results showed a diversity of potential stands. The species that predominate in the seedling phase are clove (Syzygium aromaticum), because the commodity is easily grown and liked by the community. The species that has the highest importance in the sapling phase is bayur (Pterospermum sp.), This is because the species is included in the semi-intolerant classification and its distribution is quite easy. In the pole phase, the dominant species are bayur and mango (Mangifera indica). The dominance of bayur has decreased in the pole phase due to changes in environmental conditions, adaptability and the presence of other plants developed by the community. Mango also have a fairly dominant number, as well as other types of Multi Purpose Tree Species (MPTS) plants. Then at the tree level, the dominant species include bayur, jengkol (Archidendron pauciflorum), teak (Tectona grandis), gondang (Ficus variegata), candlenut (Aleurites moluccana) and petai (Parkia speciosa). In this phase there has been a balance between species of wood forest and MPTS. This happened because of the intervention of the HKm group in determining the types of plants to be developed. The preparation of the RPHJP document in Forest Management Unit should pay attention to the types of plants that are dominant and preferred by the community, especially in the planning part of forest land reforestation program.
BURUNG-BURUNG YANG BERPOTENSI SEBAGAI INDIKATOR PEMULIHAN EKOSISTEM GAMBUT DI TAMAN HUTAN RAYA ORANG KAYO HITAM PROVINSI JAMBI Anindya Nurfitri; Dian Iswandaru; Christine Wulandari; Novriyanti Novriyanti
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14123

Abstract

Upaya rehabilitasi perlu dilakukan terhadap ekosistem gambut yang terdegradasi. Burung dapat dijadikan indikator lingkungan terhadap keberhasilan rehabilitasi yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis burung-burung potensial sebagai indikator perbaikan lingkungan di Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam (Tahura OKH). Penelitian dilakukan di Tahura OKH pada blok rehabilitas PLN. Metode yang digunakan yaitu point count dan transek. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan status konservasi dan kelompok pakan. Sebanyak 25 spesies burung dari 17 famili ditemukan pada blok rehabilitasi. Burung dengan perjumpaan tertinggi yaitu merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), perenjak rawa (Prinia flaviventris), punai gading (Treron vernans), dan walet sapi (Collocalia esculenta), sedangkan paling jarang salah satunya adalah elang tikus (Elanus caeruleus). Kajian terhadap guild type mengindikasikan bahwa area gambut yang sedang direhabilitasi juga menjadi feeding ground. Kehadiran berbagai jenis burung berdasarkan kelompok pakannya di ekosistem gambut Tahura OKH mengindikasikan keberhasilan dalam upaya rehabilitasi pasca kebakaran
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP KEGIATAN WISATA DI TAMAN KUPU-KUPU GITA PERSADA Putri Dwi Mei Kartini; Gunardi Djoko Winarno; Dian Iswandaru; Agus Setiawan
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i1.10469

Abstract

One of the tourist destinations in Wan Abdul Rachman Forest Park in Lampung, which has a variety of butterflies, namely the Gita Persada Butterfly Park. Research development needs to be done so that this park gives visitors satisfaction and the sustainability of butterflies. This study aims to study how visitors perceive tourism activities. The method used through direct observation and closed interviews containing questionnaires with aspects of assessment of facilities and shuttles, accommodation, infrastructure and tourist attractions. The data obtained were analyzed using One Score One Indicator and analyzed using a Likert Scale. The results of the study show that the facilitation and service aspects, as well as infrastructure, are classified as normal, while the tourist objects are classified as good. Visitors' perceptions stated that repairs should be made to the parking area, construction of counters, gift shops, information signs, tourgues, camping ground, homestays, tree houses and photo booths.
PENDUGAAN KARBON STOK DI ATAS PERMUKAAN TANAH PADA HUTAN MANGROVE DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Agung Tri Cahyo; Arief Darmawan; Dian Iswandaru; Agus Setiawan
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i3.14969

Abstract

Pendugaan karbon di atas permukaan tanah dari vegetasi mangrove di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur penting dilakukan karena memiliki kemampuan mengikat karbon jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hutan terestrial dan hutan hujan tropis. Penelitian ini bertujuan untuk menduga stok karbon di atas permukaan tanah dari ekosistem mangrove menggunakan inventarisasi hutan terestrial dan citra satelit resolusi tinggi. Jenis mangrove dipetakan menggunakan citra satelit resolusi tinggi SPOT 6/7 menggunakan metode Object-Oriented Classification (OOC), dan di dalam lokasi mangrove telah dibuat 33 sampel plot masing-masing seluas 400 . Dari hasil analisis citra satelit didapatkan akurasi peta tipe mangrove yang sangat baik (97,75% dari akurasi keseluruhan), sehingga dapat dipetakan sebanyak 486 hektar kawasan mangrove di lokasi penelitian. Kawasan mangrove terluas terletak di Desa Margasari dan Sriminosari. Dari inventarisasi hutan didapatkan rata-rata stok karbon di atas permukaan tanah hutan mangrove adalah 65 tC / ha, dengan total estimasi stok karbon di atas permukaan tanah adalah 25.796,39 tC.
ANALISIS KEANEKARAGAMAN JENIS DAN STATUS KONSERVASI BURUNG PADA AGROFORESTRI BERBASIS KOPI Annisa Annisa; Dian Iswandaru; Arief Darmawan; Yulia Rahma Fitriana
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i3.17630

Abstract

Tipe habitat utama pada jenis burung sangat berhubungan dengan kebutuhan hidup dan aktivitas hariannya. Agroforestri kopi yang ada di KPHL Batutegi adalah habitat berbagai satwa, khususnya burung. Keanekaragaman jenis burung di agroforestri kopi dapat dijadikan sebagai bioindikator karena kehidupan burung dipengaruhi kualitas lingkungan (faktor biotik dan abiotik). Penelitian bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis burung, status perlindungan, konservasi dan status perdagangan burung yang ada di agroforestri kopi pada Desa Penantian dan Desa Sinar Banten di KPHL Batutegi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode titik hitung (point count). Hasil-hasil yang diperoleh kemudian dianalisis keanekaragaman jenisnya menggunakan indeks Shannon-Wiener. Hasil yang diperoleh mengidentifikasi 80 individu dari 6 Famili di Desa Penantian dan 82 Individu dari 9 Famili di Desa Sinar Banten. Keanekaragaman spesies burung di Desa Penantian termasuk dalam kategori rendah, yaitu 1,437 dan Desa Sinar Banten dalam kategori sedang, yaitu 1,549.
PERSEPSI MASYARAKAT SEKITAR LAHAN GAMBUT TENTANG SIMPANAN KARBON DAN PERUBAHAN IKLIM Wahyu Edi Chandra Pratama; Christine Wulandari; Novriyanti Novriyanti; Dian Iswandaru; Hendra Prasetia
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i1.19031

Abstract

Salah satu fungsi lahan gambut adalah penyimpan karbon. Dengan adanya kegiatan konversi lahan gambut menjadi jenis penggunaan lahan tertentu akan melepas karbon ke atmosfer. Gas Rumah Kaca (GRK) yang tertimbun di atmosfer dapat meningkatkan suhu bumi dan berakibat pada perubahan iklim. Perubahan iklim yang terjadi ini menyebabkan kerugian terutama pada sektor pertanian. Adanya kerugian akibat perubahan iklim ini, petani perlu memiliki persepsi atau pemahaman. Persepsi yang positif akan memunculkan perilaku dan partisipasi yang positif dalam pemulihan ekosistem gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara karakteristik masyarakat dan persepsi masyarakat tentang pengetahuan lahan gambut, persepsi masyarakat tentang simpanan karbon dan persepsi masyarakat tentang perubahan iklim. Penelitian ini melibatkan 30 responden yang tinggal di Desa Jebus sebagai desa penyangga Tahura OKH. Data yang digunakan adalah persepsi masyarakat tentang manfaat lahan gambut, simpanan karbon dan perubahan iklim serta karakteristik responden. Data yang didapat kemudian dilakukan analisis. Hubungan antara persepsi masyarakat tentang lahan gambut, simpanan karbon, dan iklim terhadap karakteristik responden dianalisis menggunakan korelasi Rank Spearman. Masyarakat Desa Jebus memiliki persepsi yang tinggi tentang manfaat lahan gambut, simpanan karbon dan perubahan iklim. Selanjutnya melalui analisis rank spearman, didapatkan bahwa persepsi masyarakat tentang manfaat lahan gambut bernilai signifikan dengan karakteristik pekerjaan dan pendapatan serta persepsi masyarakat tentang perubahan iklim bernilai signifikan dengan karakteristik pekerjaan.