Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Kandungan Hormon dan Pertumbuhan Tanaman pada Bioassay Bibit Kentang yang Diberi Fungi Mikoriza Arbuskula dan Mycorrhizal Helper Bacteria Nurbaity, Anne; Suminar, Erni; Istifadah, Noor
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.49851

Abstract

Produksi bibit tanaman kentang secara in vitro melalui kultur jaringan merupakan teknik yang sedang berkembang. Berbagai upaya peningkatan kualitas bibit tanaman kentang telah dilakukan dan salah satu alternatifnya adalah dengan aplikasi pupuk hayati fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan mycorrhizal helper bacteria (MHB). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons pertumbuhan serta hormon yang dihasilkan FMA dan MHB pada bibit tanaman kentang yang dikulturkan secara in vitro. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas empat jenis media tumbuh dan sepuluh replikasi. Media tumbuh meliputi Murashige & Skoog (MS) kontrol, dengan FMA, MHB, dan kombinasi FMA dan MHB. Untuk melakukan inokulasi, 10 spora FMA (Glomus sp.) yang telah disterilisasi ditransfer ke zona akar tanaman, dan MHB (Pseudomonas diminuta) ditambahkan ke dalam media. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan bibit, berat segar akar dan pupus, serta hormon auksin, giberelin dan sitokinin (2 MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FMA dan MHB menghasilkan hormon auksin, giberelin dan sitokinin. Efek pupuk hayati terhadap hormon tumbuh yang dihasilkan dan pertumbuhan bibit kentang berbeda secara signifikan. Selanjutnya, inokulasi FMA tunggal memiliki pengaruh yang sama dengan media MSR yang diinokulasi kombinasi FMA dan MHB terhadap pertumbuhan bibit tanaman kentang. Sintesis hormon sangat signifikan pada media yang diinokulasi MHB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati FMA bersama MHB mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman sebesar 9,01 cm atau 19,6% lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol dan meningkatkan bobot segar sebesar 12,72 g atau 60% lebih tinggi dibandingkan kontrol. Peningkatan pertumbuhan tanaman ini terkait dengan tingkat hormon tumbuh yang dihasilkan oleh FMA dan MHB yang juga lebih tinggi yaitu 4,06, 8,62 dan 5,77 µmol/mol NTP berturut-turut untuk auksin, giberelin dan sitokinin.
Pengaruh Pemberian Asam Humat, Asam Fulvat, dan Pupuk Hayati pada Media Tanam terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah, Hasil, dan Kualitas Buah Stroberi (Fragaria ananassa) Setiawati, Mieke Rochimi; Rachelita, Nadia; Fitriatin, Betty Natalie; Nurbaity, Anne; Yuniarti, Anni; Suryatmana, Pujawati; Hindersah, Reginawanti
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.46734

Abstract

Aplikasi senyawa organik yang mengandung asam humat dan pupuk hayati dilaporkan mampu meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologi media tanam, meningkatkan hasil tanaman, serta mengurangi dosis pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi senyawa organik yang mengandung asam humat, asam fulvat, dan pupuk hayati terhadap N-total dan P-total pada media tanam, serta hasil buah pada tanaman stroberi. Percobaan dilaksanakan di rumah kasa kebun stroberi di Cisarua, Kecamatan Lembang, Provinsi Jawa Barat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan. Perlakuan percobaan terdiri dari senyawa organik yang mengandung 2% asam humat dengan dosis 0,9 kg/ha, senyawa organik yang mengandung 1% asam fulvat 1 l/ha, pupuk hayati Bion Up 3 l/ha, berbagai kombinasi asam humat, asam fulvat dan pupuk hayati, pada masing-masing perlakuan ditambahkan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 125 kg/ha, serta perlakuan kontrol berupa pupuk NPK 125 kg/ha. Hasil percobaan menunjukkan kombinasi asam humat, asam fulvat, pupuk hayati, dan pupuk NPK memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan N-total (1,27%) dan P-total (5,88%) media tanam, serta bobot buah stroberi per tanaman (34,97 g) dibandingkan perlakuan lainnya.