p-Index From 2021 - 2026
6.129
P-Index
This Author published in this journals
All Journal LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Dinamika ARABIYAT Jurnal Keolahragaan PREMISE: Journal of English Education and Applied Linguistics Ta´dib Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Studi Islam Jurnal MD Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Medina-Te : Jurnal Studi Islam Arabi : Journal of Arabic Studies Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning Transformatif Jurnal Ilmiah AL-Jauhari Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Jurnal Bahasa Lingua Scientia Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Al Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Al-Hikmah At-Tafkir El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan Al-Maslahah Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Prosiding Konfererensi Nasional Bahasa Arab Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Alibbaa': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Ulumuna Meyarsa:Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Mantiqu Tayr: Journal of Arabic Language An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Syi`ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam Jurnal PolGov el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies Fashohah : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Arab Muslim Politics Review RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Al-Tadris: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan EL TSAQAFAH
Claim Missing Document
Check
Articles

Dakwah Multikultural, Kiai Lokal Konstruksi Dakwah Multikultural Kiai Lokal Era Modern: (Studi Kasus Kiai Di Tuban) Shima Nahara; Ahmad Nurcholis
Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/meyarsa.v2i2.4896

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada pembahasan mengenai: bagaimana implementasi dakwah multikultural era modern kiai-kiai lokal di Tuban, apa peran dakwah multikultural era modern kiai-kiai lokal terhadap masyarakat Tuban. Tujuan penelitian ini adalah: mengetahui implementasi dakwah multikultural era modern kiai-kiai lokal di Tuban, mengetahui peran dakwah multikultural era modern kiai-kiai lokal terhadap masyarakat Tuban. Melalui pendekatan kepustakaan dan pendekatan lapangan yang sebagaimana penelitian kualitatif lainnya, kemudian dengan metode deskriptif penelitian ini akan dijabarkan secara lengkap. Hasil dari analisis ini memperlihatkan bahwa Indonesia merupakan negara multikultural, multikultural itu sendiri ialah keberagaman budaya, bahasa, suku, warna kulit, agama. Untuk dakwah multikultural itu merupakan upaya seorang da’I untuk menyampaikan pesan dakwah dalam masyarakat yang multikultural tanpa adanya perselisihan, agar terciptanya suatu kedamaian dan keharmonisan. Diantara beberapa kota yang ada di Indonesia yang telah menerapkan dakwah multikultural ialah kota Tuban. Kiai-kiai lokal yang ada di Tuban sangatlah berperan dalam berjalannya dakwah multikultural, apalagi di era modern ini. Banyak problem-problem yang muncul pada era ini. Oleh sebab itu kiai-kiai lokal di Tuban berdakwahnya harus mengikuti zaman yang telah maju untuk berhadapan dengan masyarakat multikultural era modern agar terciptanya dakwah yang efektif dan efisien. KATA KUNCI: Dakwah Multikultural, Kiai Lokal, Masyarakat Modern. ABSTRACT This research is entitled "Construction of Multicultural Da'wah of Modern Local Kiai (Case Study of Kiai In Tuban)". This research focuses on the discussion of: how to implement the modern era multicultural da'wah of local kiai in Tuban, what is the role of modern era multicultural da'wah of local kiai to the people of Tuban. The objectives of this study were: to determine the implementation of the modern era multicultural da'wah of local kiai in Tuban, to find out the role of modern era multicultural da'wah of local kiai to the Tuban community. Through a library approach and a field approach, as with other qualitative research, then with a descriptive method this research will be described in full. The results of this analysis show that Indonesia is a multicultural country, multicultural itself is the diversity of culture, language, ethnicity, skin color, religion. For multicultural da'wah, it is an attempt by a da'I to convey the message of da'wah in a multicultural society without any disputes, in order to create peace and harmony. Among several cities in Indonesia that have implemented multicultural da'wah is the city of Tuban. The local kiai in Tuban are very instrumental in the passage of multicultural da'wah, especially in this modern era. Many problems arise in this era. Therefore, local kiai in Tuban preaching must follow the times that have advanced to deal with multicultural society in the modern era in order to create effective and efficient da'wah. Keywords: Multicultural Da’wah, Local Kiai , Modern Society
Social Reality-Based Arabic Language Learning in Islamic Senior High School Ahmad Nurcholis; Muhamad Asngad Rudisunhaji; Timbul Timbul; Heri Efendi; Siti Marpuah
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban | Vol. 9 No. 1 June 2022
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.245 KB) | DOI: 10.15408/a.v9i1.25374

Abstract

Social reality is an interesting issue in Arabic learning in madrasas because students can connect the subject matter with the phenomenon in the community. The purpose of this study was to analyze the success of MA Sirojut Tholibin Bacem Sutojayan Blitar in implementing social reality-based Arabic learning. It is qualitative research with an exploratory approach and phenomenological analysis. This study used the theory of social reality initiated by Paul Ricoeur (in 1973). The principal of Paul Ricoeur said that human actions in social reality are symbols of language, while these symbols invite certain thoughts and interpretations. The results of this study indicated that MA Sirojut Tholibin had succeeded in implementing social reality-based Arabic learning. The students’ Arabic language competence is increasing through social reality approaches such as learning ethics, juvenile delinquency, and the influence of social media. The learning media used included news articles, newspapers, websites, and scientific articles.
FEMINISM ANALYSIS OF THE TRADITION OF THE JAMASAN PUSAKA TOMBAK KANJENG KYAI UPAS IN TULUNGAGUNG REGENCY Emi Nur Hidayatuz Zuhroh; Ahmad Nurcholis
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v9i1.6181

Abstract

ABSTRACT The Jamasan Heirloom tradition is an activity that is inherent in the community, namely an activity of purifying heirlooms or relics of previous ancestors. This study will review the Jamasan Heirloom tradition in Tulungagung district starting from how this tradition runs, how the procedure is carried out, and discusses why this procession can only be done and seen by men only. The role of patriarchy is very visible in this Jamasan Heirloom tradition compared to the role of women or feminists. Feminist theology will also be involved in research discussions and supported by several feminist warrior figures. A phenomenological approach is used in this work to examine social phenomena using critical analysis. Based on field observations, interviews with informants (including people who adhere to the Jamasan tradition and local community leaders), and documentation, this research uses a qualitative descriptive technique. The results of this study indicate that in the Jamasan Heirloom tradition there is injustice or inequality between the roles and status of men and women where women are placed as a second class under men. ABSTRAK Tradisi Jamasan Pusaka merupakan suatu kegiatan yang melekat pada masyarakat yaitu suatu kegiatan penyucian benda-benda pusaka atau peninggalan nenek moyang terdahulu. Penelitian ini akan mengulas tradisi Jamasan Pusaka yang ada di kabupaten tulungagung mulai dari bagaimana tradisi Jamasan Pusaka ini berjalan dan bagaimana tata cara prosesinya serta membahas mengapa prosesi ini hanya boleh dilakukan dan dilihat oleh laki-laki saja. Peran patriarki sangat terlihat dalam tradisi Jamasan Pusaka ini dibandingkan peran perempuan atau kaum feminis. Teologi Feminis juga akan disangkut pautkan dalam pembahasan yang didukung oleh beberapa tokoh-tokoh pejuang feminis. Pendekatan fenomenologis digunakan dalam karya ini untuk mengkaji fenomena-fenomena sosial dengan menggunakan analisis secara kritis. Berdasarkan observasi lapangan, wawancara dengan informan (termasuk masyarakat yang menganut tradisi jamasan dan tokoh masyarakat setempat), serta dokumentasi, penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam tradisi Jamasan Pusaka terdapat ketidak adilan atau ketidak setaraan antara peran dan status laki-laki dengan kaum perempuan di mana perempuan diletakkan sebagai second class di bawah laki-laki.
Politics of Race: Diskriminasi Rasial Etnis Tionghoa dalam Kebijakan Pertanahan di Daerah Istimewa Yogyakarta Felisitas Friska Dianing Puspa; Fira Salzabilla Puspita Sari; Finna Azarine Lathifah; Johanes Nadimjethro; Agus Wahyu Nugroho; Ahmad Nurcholis
Jurnal PolGov Vol 2 No 2 (2020): Jurnal PolGov Volume 2 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Departemen Politik dan Pemerintahan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.045 KB) | DOI: 10.22146/polgov.v2i2.2120

Abstract

Tulisan ini berusaha memberikan elaborasi mengenai faktor-faktor apa saja yang berperan dalam melanggengkan diskriminasi hak kepemilikan tanah terhadap penduduk etnis Tionghoa di wilayah Yogyakarta. Terdapat keunikan dalam implementasi Undang-Undang Pokok Agraria, di Kota Yogyakarta dengan Sultan sebagai pusat kekuasaannya. Dari penelusuran historis terdapat serangkaian tindakan diskriminatif terhadap penduduk etnis Tionghoa berkaitan dengan hak kepemilikan tanah. Mulai dari kesulitan mendapatkan pengakuan sebagai warga negara Indonesia, penetapan status yang didasarkan pada ciri-ciri rasial, hingga penolakan kepemilikan tanah dari aturan formal yang berlaku beserta birokrasi yang berkuasa. Berbeda dengan wilayah lainnya di Indonesia, Yogyakarta dengan segala tradisinya masih mempertahankan diskriminasi rasial tersebut. Dalam praktiknya di masa kini, diskriminasi tersebut, selain tercantum dalam aturan formal, juga terinstitusionalisasi pada pemahaman masyarakat Yogyakarta, sehingga menjadi sesuatu yang normal. Proses institusionalisasi tersebut dapat dikaitkan dengan pengaruh politik kekuasaan yang dimiliki oleh Sultan terhadap seluruh lapisan masyarakat Yogyakarta, berikut lembaga-lembaga formal terkait. Melalui studi lapangan serta sumber-sumber sekunder, tulisan ini menjelaskan apa yang menyebabkan diskriminasi tersebut dapat bertahan dari waktu ke waktu, baik dari sisi aturan formal, historis serta pemahaman sosiokultural yang memperkuatnya.
Manajemen Dakwah Transformatif KBIH Taawun Tulungagung Muhammad Adi Firmansyah; Ahmad Nurcholis
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 5 No. 1 (2021): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga ibadah haji merupakan lembaga yang berkategori sosial kemasyarakatan yang dinaungi oleh pemerintahan pusat, khususnya kementrian Agama. Sebelum menjalankan ibadah haji, lembaga haji wajib menjalankan yang namanya kegiatan manasik haji dengan melibatkan seluruh aspek keseluruhan, seperti adanya peserta, instruktur, materi, media, dan biaya. Banyaknya unsur yang dikategorikan dalam perjalanan ibadah haji, lembaga diwajibkan untuk mengunakan manajemen dalam mengemas seluruh aspek kegiatan perjalanan ibadah haji tersebut. Dalam tulisan ini, peneliti menjabarkan mengenai bagaimana lembaga haji dalam menggunakan manajemen dakwah transformatif. Seiring dengan perkembangan dan perebuhan setiap peraturan kelompok bimbingan ibadah haji, lembaga diwajibkan menerapkan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dan analisis untuk megembangkan dakwah. Hasil penelitian nantinya akan bisa menjadikan, bahwa dakwah melalui kelempok bimbingan ibadah haji bisa dilaksanakan secara efektif dan efisien. Dalam lembaga haji, diharuskan mempunyai metode yang berbeda dengan lembaga lain dalam menjalankan kegiatan dakwahnya untuk mewujudkan perubahan sosial yang signifikan. Tidak lain bertujuan agar lembaga tersebut mempunyai jati diri sendiri dalam menegakkan dan mensiarkan agama Islam di tengah-tengah kehidupan sosial, dan budaya masyarakat. The Hajj institution is an institution in the social category that is covered by the central government, especially the Ministry of Religion. Before carrying out the hajj pilgrimage, the hajj institution is obliged to carry out what is called the Hajj ritual activity involving all aspects of the whole, such as the presence of participants, instructors, materials, media, and costs. The number of elements categorized in the pilgrimage journey, the institution is obliged to use management in packaging all aspects of the pilgrimage journey activities. In this paper, the researcher describes how the hajj institution uses transformative da'wah management. Along with the development and perebuhan of any rules of the Hajj guidance group, the institution is required to implement planning, organizing, mobilizing, monitoring and analyzing to develop da'wah. The results of the research will later be able to make, that da'wah through the Hajj guidance group can be carried out effectively and efficiently. In the Hajj institution, it is required to have a different method from other institutions in carrying out its da'wah activities to bring about significant social change. None other than the aim of these institutions to have their own identity in upholding and broadcasting Islam in the midst of social life and community culture.
Anmaatul Manhaji Diraasil Lughatil Arabiyah Fil Madrasati Ats-Tsanawiyyah Al Islamiyah Al Hukumiyyah Al Ula Tulung Agung Ahmad Nurcholis; Anis Zunaidah
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 18 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.333 KB) | DOI: 10.20414/tsaqafah.v18i1.1000

Abstract

?????? ??????? ?? ??? ??????? ???? ???? ????? ???? ??????. ??????
KARAKTERISTIK DAN FUNGSI QIRA’AH DALAM ERA LITERASI DIGITAL Ahmad Nurcholis; Syaikhu Ihsan Hidayatullah; Muhamad Asngad Rudisunhaji
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 18 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.531 KB) | DOI: 10.20414/tsaqafah.v18i2.1853

Abstract

This article described and analyzed the characteristics of qira’ah and itsfunctions in this digital literacy era. The need toward learning qira’ah (reading)by using computers and social media is high. The Arabic learning then adjustwith Industrial Revolution 4.0 especially in learning qira’ah (reading). The use ofInternet of Things (IoT), big data, cloud databases, block chain, and others willchange the learning design of qira’ah from paper-based to paperless. The researchersuse qualitative approach to produce the descriptive data. The results showed that thecharacteristics of qira’ah emphasize on the aspects of analysis and understanding ofwhat is read, not on how to read. While the function of qira’ah in digital literacy erais the high quality of digital based literacy which is oriented not only on the religiousfield but also on academic, professional / practical, economic, and ideology
PERAN KANJENG JIMAT DALAM ISLAMISASI MASYARAKAT KABUPATEN NGANJUK (1829-1831 M) Nurin Nadzifah; Ahmad Nurcholis
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnalrisalah.v8i2.255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana dakwah Kanjeng Jimat dalam menyebarkan agama Islam hingga berhasil diterima oleh masyarakat Berbek dan mampu membaur dengan budaya setempat yakni Hindu-Budha, serta mengidentifikasikan bukti-bukti peninggalannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap, adapun empat tahapan tersebut adalah, yang pertama heuristik (pengumpulan sumber sejarah), yang kedua kritik sumber sejarah, yang ketiga interprestasi (penafsiran), dan yang keempat historiografi (penyusunan hasil penelitian). Masyarakat Berbek sebelum datangnya Islam kebanyakan adalah beragama Hindu-Budha, setelah kedatangan Kanjeng Jimat dan melakukan dakwah mengenalkan ajaran Islam, pelan-pelan masyarakat Berbek mulai membuka diri untuk menerima ajaran Islam. Hasil penelitian ini adalah mengindikasikan proses dakwah yang dilakukan Kanjeng Jimat di wilayah Berbek dan sekitarnya. Adapun bukti peninggalan dakwah Kanjeng Jimat yakni, masjid Yoni Al-Mubarok terletak di desa Kacangan, Berbek, Nganjuk, beduk, bencet berada di serambi masjid, dan makam Kanjeng Jimat terletak di barat masjid.
PENENTUAN HARI BAIK PERNIKAHAN DENGAN MENGGUNAKAN TATAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI Zulfa Miftahu Rohmah; Ahmad Nurcholis
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No.3, July 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1194.336 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i3.310

Abstract

Marriage is a sacred bond between a man and a woman, when it is said Ijab Qabul means the marriage is valid and ready to enter a new level of life (household). One of the Javanese customs that is carried out before the wedding is to determine or look for the lucky day of Weton or Neptu for the bride and groom based on Javanese Primbon. The determination of the wedding day is based on the traditions found in the Nglebeng Village community. In this study, we will discuss how the process of determining the wedding day is carried out in Nglebeng Village using Weton calculations and using Javanese Sholichin tatal. Javanese Tatal is a formula to find out what day, wuku and month it is permissible and appropriate to carry out a wedding celebration. Researchers used qualitative research methods and case study approaches. This study uses Max Weber's theory, namely rational action which is included in the type of traditional action. The results of this study are that the tradition of determining the lucky day in marriage carried out by Nglebeng Village residents is a habit carried out by the local community before the marriage contract.
Social Construction of Demangan Tomb Pilgrims at Blitar Syaikhu Maqronodin Shomad; Ahmad Nurcholis
Transformatif Vol 6, No 2 (2022): ISSUED IN OCTOBER 2022
Publisher : POSTGRADUATE OF PALANGKA RAYA STATE ISLAMIC INSTITUTION

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/tf.v6i2.4210

Abstract

The purpose of this study is to describe the social construction of the Dermojayan village community towards the Demangan tomb pilgrimage phenomenon which then becomes an understanding, perception, and religious emotion to form a predisposition in carrying out their religious traditions. In order to obtain accurate data, this research uses a descriptive qualitative case study using a phenomenological approach. The grand theory in this study adheres to the theory of social construction analysis from Peter L Berger and Thomas Luckman (1967) which says that individual knowledge forms predispositions as part of social action. The results of this study indicate that the social construction that grows on the perpetrators of the Demangan tomb pilgrimage arises because of the values inherited by their ancestors. The community carries out tomb pilgrimages with the aim of conveying gratitude to their ancestors, expressing respect for their ancestors, offering prayers to obtain blessings, and as an embodiment of preserving the relics of the ancestors of the Dermojayan village. The social values contained in the phenomenon of the Demojayan village tomb pilgrims are manifested in a series of processions and offerings at the time of the tomb pilgrimage as a manifestation of social life inherited by the village ancestors
Co-Authors Abu Hanifa Abu Hanifa Abu Hanifah ADI FIRMANSYAH, MUHAMMAD Agus Wahyu Nugroho Ahmad Briezy Baihaqi Aliffiani Ayu Nurrohmah Anis Zunaidah Anjas Anjas Arifuddin, Nur As'aril Muhajir Biqi Asshafah Zain Bobby Rachman Santoso Budi Harianto Budi Harianto Budi Harianto Dewi, Intan Dhea Syahzana Sahreebanu Efendi, Heri Ely Nur Khanifah Ely Nur Khanifah Emi Nur Hidayatuz Zuhroh Faizin, Muhammad Zaenal Fatmasari , Lutfi Felisitas Friska Dianing Puspa Finna Azarine Lathifah Fira Salzabilla Puspita Sari Hamid, Muhammad Abdul Hanifa, Abu Heri Efendi Heri Efendi Heri Efendi Heru Arif Pianto Hidayatullah, Syaikhu Ihsan Hikmah, Lailatul Hindy Rahma Mufida IHSAN, SYAIKHU Imam Junaris Imam Saerozi Intan Sari Dewi Intan Sari Dewi Intiha'iyah, Salimatul Izzatul Laila Izzatul Laila Izzatul Laila Johanes Nadimjethro Juan Acevedo Khusnul Khotimah Kojin LAILATUL HIKMAH Lutfi Fatmasari Maria Puspitasari Maria Zuraida Mochamad Chobir Sirad Moh. Arif Moumen El-Sayed Muhajir, As'aril Muhamad Asngad Rudisunhaji Muhamad Asngad Rudisunhaji Muhammad Adi Firmansyah Muhammad Ngizzul Muttaqin Muhammad Zaenal Faizin Muhammad Zaenal Faizin Nur Qomari Nurin Nadzifah Nurul Baiti Rohmah Nuryani Nuryani Rinta Dwi Anggraini Rois, Muhammad Nur Sahreebanu, Dhea Syahzana Salaeh, Basmah Sazanah, Nurul Fatin Shima Nahara Siti Marpuah Siti Marpuah, Siti Siti Muntoyibah Sokip SYAIKHU IHSAN Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Ihsan Hidayatullah Syaikhu Maqronodin Shomad Timbul Timbul Timbul Timbul, Timbul Umar Faruq Umi Machmudah Walen Carera Wiwik Sunarsih Zulfa Miftahu Rohmah Zumaida, Nila Ulinnuha