Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Inventarisasi Jenis Serangga Pada Budidaya Edamame (Glycine max L. Merr.) Musyarrofah, Musyarrofah; Nurlaila, Nurlaila; Ellya, Hikma
Agroekotek View Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agtview.v8i1.13777

Abstract

Edamame (Glycine max L.) is a type of plant that is included in the vegetable category. Edamame soybeans have a relatively high nutritional content, where every 100 grams of seeds contain protein, carbohydrates, fat, vitamin A or carotene, vitamin B3, vitamin B2, vitamin B1, vitamin C, as well as minerals such as phosphorus, calcium, iron and potassium. Edamame plants are one of the plants that can be attacked by pests from the time they start growing until just before harvest. In Indonesia, more than 111 arthropod species are recorded as pests, 53 species are non-target, 61 species are predators and 41 species are parasitoids. There are 17 types of pests recorded that can cause damage and loss to soybean plants. Some of the main pests that are often found are bean flies (Spodoptera litura), (Ophiomyia phaseoli), armyworms tuber leaf beetles (Phaedonia inclusa), pod suckers (Riptortus linearis), pod borers (Etiella zinckenella), and green ladybugs (Nezara viridula) . Fertilizer is an additional material given to the soil with the aim of enriching or improving the chemical, physical and biological conditions of soil fertility This research aims to determine the diversity of insect pests in edamame cultivation given different doses of livestock manure bokashi fertilizer. This research was carried out from July 2023 to November 2023, located in the Khalid Waste Bank Area RT 5/ RW 5, Guntung Paikat Village, Banjarbaru. This research used a Randomized Block Design method to identify the types of insects found in edamame cultivation where bokashi fertilizer was applied.
PENDAMPINGAN FERMENTASI PAKAN ITIK DENGAN TRICHODERMA DI DESA RANTAU KARAU HILIR DALAM UPAYA REDUKSI CEMARAN AFLATOKSIN Rila Rahma Apriani; Ika Sumantri; Hikma Ellya; Nukhak Nufita Sari; Ronny Mulyawan; Nurlaila
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i3.23717

Abstract

The quality of duck feed is a main factor that determines the safety of food derived from duck products for humans, considering that the people in South Kalimantan widely consume duck products. Duck farming is the main commodity in the farming system of Bangun Bersama Farmer Group, Rantau Karau Hilir Village. The main problem faced by this farmer group is the lack of knowledge about the impact of aflatoxin contamination in duck feed on the duck performance and product safety. This community service is carried out to increase the knowledge and skills of farmer group members to produce duck ratio formulated from local feedstuffs and to prevent aflatoxin contamination through fermentation using Trichoderma.  The Focus Group Discussion (FGD), training, and mentoring were carried out properly according to the purpose of service and received high enthusiasm from partners. Awareness about the dangers of aflatoxins in duck and human health is well established, so the potential for sustainability of service results is high. In addition, farmer group members gain the ability to produce low-cost duck ration by using local feedstuff.  ---  Kualitas pakan itik merupakan faktor utama yang menentukan keamanan pangan manusia yang berasal dari produk itik, mengingat itik banyak dikonsumsi oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Beternak itik menjadi komoditas utama pertanian bagi Kelompok Tani Bangun Bersama, Desa Rantau Karau Hilir. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan tentang dampak cemaran aflatoksin dalam pakan itik pada performa itik dan keamanan produk. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani untuk menghasilkan formulasi rasio pakan itik dari bahan pakan lokal dan untuk mencegah kontaminasi aflatoksin melalui fermentasi menggunakan Trichoderma. Metode pengabdian yang dilakukan  adalah Focus Group Discussion (FGD), pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan mitra sekitar 91%. Selain itu, mitra dapat terampil membuat pakan itik fermentasi menggunakan Trichoderma dengan memanfaatkan bahan lokal sebanyak satu kali.
Kepadatan dan Keragaman Acari dan Collembola pada Budidaya Ubi Alabio (Dioscorea alata L.) di Rawa Lebak Mulyawan, Ronny; Nurlaila, Nurlaila; Sabil, Muhammad Adma; Ellya, Hikma; Apriani, Rila Rahma; Sari, Nukhak Nufita; Ismuhajaroh, Bhakti Nur; Abduh, Andin Muhammad
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.20954

Abstract

Mesofauna seperti Acari dan Collembola memiliki peranan yang sangat penting di dalam tanah, yaitu sebagai organisme dekomposer bahan organik di dalam tanah. Oleh karena itu, mesofauna di dalam tanah dapat digunakan sebagai indikator kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan populasi dan keragaman jenis fauna tanah Acari dan Collembola pada budidaya ubi Alabio di lahan rawa lebak. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi deskriptif. Faktor yang diteliti adalah kepadatan populasi fauna tanah Acari dan Collembola  dan keragaman jenis fauna tanah Acari dan Collembola. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa genus Acari yang paling banyak ditemukan adalah Diapterobates sedangkan genus Collembola adalah Acrocyrtus. Nilai keragaman jenis Famili Acari paling tinggi yaitu Sarcoptiformes dan Famili Collembola adalah Isotomidae.
Pemanfaatan Limbah Organik Sebagai Subtitusi Nutrisi Pada Sistem Budidaya Hidroponik Di Pondok Pesantren Saidy, Akhmad R.; Ifansyah, Hairil; Abduh, Andin M.; Sari, Nukhak Nufitas; Ellya, Hikma; Rizqiana, Sista; Mulyawan, Ronny; Apriani, Rila R.; Nurlaila, Nurlaila
Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jalujur.v4i1.14978

Abstract

Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putri merupakan tipe pondok modern, yang selain mengajarkan pelajaran agama juga mengajarkan pelajaran umum, dan sekaligus sebagai tempat proses hidup itu sendiri dalam bentuk umum. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putri adalah pemanfaatan limbah yang belum optimal di lingkungan mitra sebagai nutrisi pada budidaya sayuran sistem hidroponik. Pengenalan terhadap berbagai pemanfaatan limbah dan budidaya sayuran hidroponik perlu dilakukan. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra mengenai pemanfaatan limbah pada budidaya sayuran sistem hidroponik. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu berupa penyuluhan, praktek, pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukan respon positif dari mitra terutama dalam pengelolaan limbah organik menjadi POC yang kaya akan nutrisi. Selain itu, partisipasi mitra pada kegiatan praktek dan pendampingan sangat berperan aktif. Oleh karena itu, ketersediaan sayur di pondok pesantren dapat meningkatkan konsumsi sayuran dan juga meningkatkan pengetahuan mitra terhadap sistem hidroponik. Melalui pemanfaatan limbah sebagai pupuk organik cair yang dapat digunakan sebagai subtitusi hara pada hidroponik.
Karakter Morfologi dan Fisiologi Daun Ubi Alabio (Diosocorea alata L.) pada Perbedaan Aplikasi Pupuk Hijau di Lahan Rawa Lebak Apriani, Rila Rahma; Ellya, Hikma; Mulyawan, Ronny; Nurkhalishah, Atika; Nurlaila, Nurlaila; Sari, Nukhak Nufita
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 1 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i1.1810

Abstract

Ubi Alabio (Dioscorea alata L.) memiliki potensi sebagai pangan fungsional di Kalimantan Selatan namun belum optimal dari segi budidaya. Aplikasi pupuk hijau dari gulma air menjadi altenatif pemupukan ramah lingkungan. Pendekatan karakter morfologi dan fisiologi kaitannya dengan fotosintesis dapat dilakukan untuk melihat efektivitas pemupukan. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakter morfologi dan fisiologi daun ubi alabio perbedaan aplikasi pupuk hijau di lahan rawa lebak. Pemberian berbagai jenis pupuk hijau tidak berpengaruh terhadap karakter morfologi daun ubi alabio yang meliputi panjang, lebar dan luas daun. Karakter fisiologi daun yaitu berat kering daun dan kandungan klorofil b serta klorofil total juga tidak menunjukkan perbedaan pada aplikasi berbagai jenis pupuk hijau, akan tetapi  tren data menunjukkan pupuk hijau kayu apu memebrikan karakter cukup baik dibanding pupuk lain. Aplikasi pupuk kayu apu 35 ton ha-1 menghasilkan kandungan klorofil a paling tinggi pada daun ubi alabio yaitu berkisar antara 4,556-6,900
PENDAMPINGAN KONSERVASI TANAH PEKARANGAN DI PONDOK PESANTREN IBNU MAS’UD PUTRI DENGAN PENERAPAN BIOPORI Ahmad Kurnain; Hikma Ellya; Nurlaila Nurlaila; Nukhak Nufita Sari; Rila Rahma Apriani; Ronny Mulyawan; Eka Susanti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.162-168

Abstract

Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putri merupakan salah satu pondok pesantren modern yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan. Pembakaran sampah organik masih sering dilakukan mitra saat ini dengan alasan efisiensi waktu, tenaga, dan biaya. Kebiasaan tersebut akan memberikan dampak negative bagi lingkungan. selain meningkatkan gas rumah kaca, pembakaran dapat merugikan tanaman di sekitar lingkungan mitra karena tidak mendapatkan pengembalian bahan organik pada media tumbuh yang memang memiliki status kesuburan tanah rendah. Permasalahan mitra terdiri dari pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan masih belum optimal, terbatasnya tenaga dan waktu mitra dalam pengelolaan sampah karena kegiatan harian yang sangat padat, serta konservasi tanah di sekitar lingkungan mitra yang belum optimal. Solusi permasalahan yang dilakukan pada kegiatan pengabdian adalah sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan serta penerapan sistem biopori di sekitar area ponpes mitra. Kegiatan dilakukan selama kurang lebih delapan bulan. Kegiatan pengabdian terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi mengenai pengelolaan sampah dan sistem biopori, pelatihan pengolahan sampah organik dengan menggunakan biodekomposer, pelatihan dalam penerapan sistem biopori, pendampingan pengembangan sistem biopori, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sosialisasi yang dilakukan tentang pengelolaan sampah organik dan system biopori di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Puteri dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat pondok. Pendampingan penerapan system biopori mendapat respon positif dari mitra sehingga santriwati dan pengelola pondok terlibat aktif dalam pembuatan sistem biopori.
Evaluation of Land Suitability for Cempedak (Artocarpus campeden Spreng) in Batu Mandi and South Paringin Districts, Balangan Regency, South Kalimantan Muhammad Rayhan Ghiffari; Nurlaila Nurlaila; Nukhak Nufita Sari; Andin Muhammad Abduh; Ronny Mulyawan; Hikma Ellya; Rila Rahma Apriani
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 15 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v15i2.871-881

Abstract

Land quality is a key determinant of fruit production, supporting nutrient supply, food security, and sustainable agriculture. This study evaluates potential changes to land suitability classes to improve land-use planning and spatial rearrangement, notably to support the development of cempedak cultivation in Batu Mandi and South Paringin Districts, Balangan Regency, South Kalimantan Province. The research was conducted from May to August 2025 using a matching method to link land characteristics   to suitability criteria for cempedak, and the results were presented as ArcGIS maps. Results show both districts have considerable potential for cempedak development, although current conditions fall within unsuitable (N) and marginally suitable (S3) classes. In Batu Mandi District, actual suitability is S3 covering 11,238.48 ha, and N covering 1,541.61 ha. In South Paringin District, cempedak suitability is also S3, covering 6,953.21 ha. The main limiting factors include unsuitable soil texture, low base saturation, acidic soil pH, and low nutrient availability of P₂O₅ and K₂O. Improvement efforts involving adding pelleted compost and liming with high cultivation, and fertilising with moderate cultivation of triple superphosphate and KCl potentially increase suitability from S3 to S2 or even S1. Therefore, the land has the potential to become a cempedak planting area and produce maximum productivity.
Growth Performance of Two Cowpea Varieties with Application of Water Hyacinth Root Extract as Seed Priming Hikma Ellya; Mimie Rafida; Ronny Mulyawan; Raihani Wahdah; Gani Jawak
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/seas.8.2.10723.110-119

Abstract

Nagara cowpea seeds are susceptible to deterioration during storage, thus seed viability performance must be improved with various techniques including seed invigoration. Organic priming is an invigoration technique that can be obtained from several plants that contain growth regulators. Water hyacinth is an aquatic plant in swampy areas that can be used as a raw material for organic priming. This study aims to determine the response and the best concentration of water hyacinth root extract on the growth of two cowpea varieties. This study used a completely randomized design (CRD) split plot with the main factor being cowpea varieties (G) consisting of 2 levels, G1 (Nagara cowpea) and G2 (KT9 cowpea). The subplot factor is water hyacinth root concentration (C) consisting of 4 levels C0 (without priming), C1 2.5%, C2 5.0%, C3 7.5%. The results showed that the application of water hyacinth root extract affected the growth of two cowpea varieties on plant height, number of branches and number of leaves. The highest plant height was in KT9 cowpea soaked with 5% concentration of root extract. The highest number of branches in Nagara cowpea soaked in water hyacinth root extract at concentration 2.5%. The highest number of leaves in cowpea KT9 soaked in water hyacinth root extract at concentration 7.5%.
A Circular Bioresource Approach: Converting Water Hyacinth into Compost for Improved Soil Fertility and Yam Production in Tropical Wetlands Sari, Nukhak Nufita; Abduh, Andin Muhammad; Mulyawan, Ronny; Ellya, Hikma; Apriani, Rila Rahma; Nurlaila, Nurlaila; Masganti, Masganti; Yusran, Fadly Hairannoor
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.67916

Abstract

Tropical wetland ecosystems face challenges due to acidic soils, poor drainage, and fluctuating water levels, limiting soil fertility and agricultural productivity. However, the abundant biomass of water hyacinth (Eichhornia crassipes) offers a potential in-situ organic resource that can be recycled through composting, supporting a circular nutrient approach by returning nutrients from aquatic environments to agricultural soils. The objective of this research was to evaluate the effects of composted water hyacinth on soil chemical properties and crop performance of the Alabio water yam (Dioscorea alata L.) grown in tropical freshwater swamps. Water hyacinth compost with a C/N ratio of 15.55 and enriched with essential nutrients was applied at three rates: 30, 35, and 40 ton/ha, using a randomized block design. Soil chemical properties and tuber yield were analyzed by ANOVA and LSD tests, and regression analysis was performed to identify the key factors influencing yield.  The compost significantly improved soil total-N, total-P, and available-P, while increasing soil organic-C and cation-exchange capacity. The highest tuber yield, 7.4 kg/m², was obtained at the 40 ton/ha compost rate, representing a 21% increase compared with the lowest rate. Regression analysis (R² = 0.904) confirmed that soil available phosphorus was the primary determinant of yield improvement. This research provides empirical evidence that water hyacinth compost amendment can simultaneously enhance soil fertility and yam yield in tropical wetland systems.