Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

TRADISI ZIARAH KUBUR MASYARAKAT SASAK (STUDI KASUS MAKAM LOANG BALOQ) Rosada Rosada; Wawansyah Wawansyah
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.947 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i1.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui: (1) Bagaimana persepsi masyarakat  terhadap ziarah kubur (2) motivasi yang mendorong masyarakat  melakukan ziarah   kubur (3) tata cara pelaksanaan ziarah kubur. penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis lapangan dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat tanjung karang yang diambil lewat sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis data adalah analisis tematik. Hasil penelitian persepsi orang melakukan ziarah kubur adalah (1) untuk mendapatkan keselamatan, (2) adanya tradisi yang ada di masyarakat dan (3) menjadi ajang bisnis. Adapun motivasi orang berziarah kubur adalah (1) untuk mengingat kematian, (2) mendo’akan si mayit, (3) adanya keyakinan bahwa ziarah kubur dapat mendatangkan ketenangan batin dan (4) sebagai ibadah kepada Allah. Sedangkan tata cara pelaksanaan ziarah kubur ialah (1) bertindak sopan di area perkuburan, (2) mendo’akan si mayit, (3) mengucapkan salam dan (4) menghadap kiblat. This study aims to determine: (1) How is the society's perception of the grave pilgrimage (2) the motivation that encourages the community to make the grave pilgrimage (3) the procedure of pilgrimage pilgrimage. qualitative research with descriptive-field analysis approach with case study research type. Sources of data in this study is the community of coral captured by samples. Data collection techniques are conducted through interviews, observation and documentation studies. While the data analysis is thematic analysis. The results of perceptions of people performing the pilgrimage of the grave are (1) to obtain salvation, (2) existing traditions in society and (3) become business arena. The motivation of the pilgrims is (1) to remember death, (2) mendo'akan the dead, (3) the belief that the pilgrimage of the grave can bring peace of mind and (4) as worship to God. While the procedure of pilgrimage pilgrimage is (1) acting decently in the area of burial, (2) mendo'akan the dead, (3) say greeting and (4) facing Qiblah.
KAJIAN HISTORIS MAKNA UPACARA ADAT ALA BALOE KAMPUNG BAMPALOLA ALOR Rosada Rosada; Nurmi Ali
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3734

Abstract

Abstrak: Upacara Ala Baloe merupakan identitas Desa Bampalola dan Kabupaten Alor secara umum sebagai proses pewarisan budaya yang harus dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat dan merupakan tradisi yang masih bertahan di tengah-tengah kemajuan zaman seperti ini. Belum ada penulisan-penulisan tentang upacara tersebut, sehingga penulis ingin menggali secara lebih dalam tentang upacara Ala Baloe supaya terdokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah upacara adat Ala Baloe (Makan Baru Padi) merupakan upacara adat tradisional suku Adang, suku yang mendiami kampung adat/tradisional Bampalola. Kampung Bampalola terletak di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Adapun nilai-nilai yang terkadung dalam upacara Ala Baloe (Makan Baru Padi) antara lain; nilai sosil budaya, nilai religius, nilai kebersamaan, nilai ketelitian, nilai gotong royong serta  nilai pendidikan.Abstract: Ala Baloe ceremony is the identity of Bampalola Village and Alor Regency in general as a process of cultural inheritance that must be maintained by the local community and is a tradition that still survives during the progress of this era. There have been no writings about the ceremony, so the author wants to dig deeper into the Baloe ceremony to be documented. The research method used is qualitative with ethnographic approach. The results showed that the history of traditional ceremonies Ala Baloe (Makan Baru Padi) is a traditional ceremony of the Adang tribe, a tribe that inhabits the traditional village of Bampalola. Kampung Bampalola is located in Alor Regency, East Nusa Tenggara Province. The values that are protected in ala Baloe (Makan Baru Padi) ceremony include; cultural values, religious values, values of togetherness, the value of thoroughness, the value of mutual assistance and the value of education.
MOTIF DAN CORAK KRE ALANG DALAM PERSPEKTIF NILAI BUDAYA Rosada Rosada; Sinta Purwati
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.797 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i1.1378

Abstract

Abstrak: Dalam penelitian ini rumusan masalah yang diajukan yakni bagaimana motif dan corak dalam tenunan Kre alang dan bagaimana perspektif nilai budaya yang terkandung dalam tenunan Kre alang?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif dan corak dalam tenunan Kre alang dan bagaimana perspektif nilai budaya yang terkandung dalam tenunan Kre alang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang bertujuan untuk mempelajari kebudayaan dari suku bangsa. Pendekatan etnografi sendiri mempelajari pola-pola kelakuan yang terdapat dalam struktur kehidupan masyarakat seperti adat istiadat, perkawinan, sistem mata pencaharian, sistem politik, agama, struktur kekerabatan, cerita rakyat, musik dan bagaimana perbedaan diantara pola-pola tersebut dalam masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kre alang merupakan kain tenun khas Sumbawa yang memiliki makna dalam setiap motif-motifnya. Motif-motif dalam Kre alang memiliki sebuah arti yang berkaitan dengan kehidupan agraris warga masyarakat, kemudian pengembangan kain tenun Kre alang dalam segi model, bentuk dan desain tidak ada perubahan hingga saat ini dikarenakan penenun masih mempertahankan cara pemakaian orang-orang terdahulu. Masyarakat Sumbawa menyadari kalau kain songket Kre alang dijadikan salah satu ikon kota Sumbawa dilihat dari nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kain songket Kre alang nilai dan panutan hidup orang-orang Sumbawa terdahulu yang disampaikan melalui hasil karya. Kre alang merupakan bentuk karya manusia yang bisa dirubah seiring berjalannya waktu, tergantung dari tuntutan zaman pada saat itu.Abstract: In this study formulated the problem that is how the motives and patterns in the woven Kre Alang and how the perspective of cultural value contained in the woven Kre Alang?. The purpose of this research is to know how the motives and patterns in the woven Kre Alang and how the perspective of cultural values contained in the woven Kre Alang. The study used qualitative research with an ethnographic approach, which aims to study the culture of the ethnic group. The ethnographic approach itself examines the patterns of behaviour contained in the structure of people's lives such as customs, marriages, livelihood systems, political systems, religions, kinship structures, folklore, music and how Differences between the patterns in the community. The results of this research show that Kre Alang is a typical weaving cloth of Sumbawa which has meaning in each of its motives. The motifs in Kre Alang has a meaning related to the life of agrarian community, then the development of woven cloth Kre Alang in terms of model, shape and design is no change until now because weavers still To maintain the way people use them. Sumbawa Community recognizes that the songket fabric of Kre Alang is used as one of Sumbawa's city icons as seen from the cultural values contained in the fabric of Songket Kre Alang value and the role of life of the previous Sumbawa people delivered through the results Works. Kre Alang is a form of human work that can be changed over time, depending on the demands of the times at that time.
PENINGKATAN MINTA BELAJAR SISWA DENGAN METODE SOSIODRAMA PADA PELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI MA Rosada Rosada; Dian Eka Mayasari; Juniatun Arni
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.891 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i2.1384

Abstract

Abstrak: Berdasarkan hasil observasi awal pada tanggal 23 Juni 2016 terhadap siswa Kelas XI MAN 2 Praya, bahwa hasil belajar mata pelajaran Penidikan Sejarah siswa masih rendah disebabkan karena metode pembelajaran yang kurang menarik. Dalam penelitian ini, permasalahan yang diangkat yakni Bagaimanakah peningkatan minat belajar siswa kelas XI dengan metode sosiodrama pada pelajaran sejarah di MA 2 Praya. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Clasroom Action Research). Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas XI A di MAN 2 Praya. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka diperoleh bahwa minat mengalami peningkatan, yaitudari siklus I dengan rata-rata 45% meningkat menjadi 83%. Sedangkan hasil belajar mengalami peningkatan dengan ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 7,20% menjadi 87,10% pada siklus II, hal ini dikarenakan adanya peningkatan minat minat belajar dan hasil belajar siswa, serta kegiatan mengajar yang dilakukan oleh guru, karena penerapan sosiodrama memiliki kelebihan dapat memberikan kesempatan kepada siswa  untuk lebih aktif dalam proses belajar mengajar dan dapat memberikan kesempatan pada para siswa untuk mengasah keterampilan berdikusi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan minat belajar siswa kelas XI dengan metode sosiodrama pada pelajaran sejarah di MAN 2 Praya.Abstract: Based on the results of the initial observation on 23 June 2016 against students of class XI MAN 2 Praya, that the results of learning subjects in the history of the students are still low because of the less interesting methods of learning. In this research, the problem raised is how is the increase in the learning interest of the class XI students with the Sociodrama method in the history lesson in MA 2 Praya. The research method used by researchers in this study is Clasroom Action research. In this study the subject of research was the class of XI A students in MAN 2 Praya. Based on the results of analysis and discussion, it was obtained that interests have increased, so that the cycle I with an average of 45% increased to 83%. While the learning results have improved with the classical submission in cycle I, which is 7.20% to 87.10% in cycle II, this is due to increased interest in learning and student outcomes, as well as teaching activities conducted by Teachers, because the application of Sociodrama has the advantage of providing opportunities to students to be more active in the learning process and can provide opportunities for students to hone the skills of the dictated. So it can be concluded that there is an increase in the learning interest of the class XI students with Sociodrama method on the history lesson in MAN 2 Praya.
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI SMU MUHAMMADYAH DI KOTA MATARAM Rosada Rosada
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2016): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.089 KB) | DOI: 10.31764/historis.v1i1.204

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan data terkait bagaimana integrasi pendidikan karakter pada pembelajaran sejarah yang dilakukan guru di kelas XI di SMA Muhammadiyah Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu Integrasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sejarah Kelas XI SMU Muhammadyah di Kota Mataram. Peneliti bertindak sebagai keyinstrument. Data dikumpulkan dari wawancara, observasi dan dokumntasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penilitian yaitu bahwa integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah yang dilakukan guru di kelas XI SMA Muhammadiyah Mataram dengan cara: menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, Memberikan pendidikan karakter secara eksplisit, sistematis dan berkesinambunga, Metode pengajaran yang memperhatikan keunikan masing-masing anak, Membangun hubungan yang suportive dan penuh perhatian di kelas dan seluruh sekolah harus berkarakteristik aman, Model (contoh) prilaku positif, Menciptakan peluang bagi siswa untuk menjadi aktif dan penuh makna termasuk dalam kehidupan di kelas dan sekolah, Mengajarkan keterampilan sosial dan emosional secara esensial, Melibatkan siswa dalam wacana moral, isu moral, dan membuat tugas pembelajaran yang penuh makna dan relevan untuk siswa. This study aims to find data related to how the integration of character education on learning history conducted by teachers in grade XI in SMA Muhammadiyah Mataram. This research is descriptive qualitative research. The subject of this research is the Integration of Character Education in Learning History of Class XI SMU Muhammadiyah in Mataram City. The researcher acts as a keyinstrument. Data were collected from interviews, observation and documentation. Data analysis techniques use interactive analysis. The result of research is that the integration of character education in teaching history done by teacher in grade XI SMA Muhammadiyah Mataram by: creating a conducive learning environment, Providing character education explicitly, systematically and sustainable, Teaching methods that pay attention to the uniqueness of each child, the suportive and attentive in the classroom and the whole school should be characterized as safe, Models (examples) of positive behaviors, Creating opportunities for students to be active and meaningful including in life in the classroom and school, Essentially taught social and emotional skills, Involving students in moral discourse, moral issues, and create meaningful and relevant learning tasks for students.
PENINGKATAN KUALITAS PUBLIKASI MAHASISWA DAN SITASI KARYA ILMIAH DOSEN MELALUI WORKSHOP MANAGEMEN SOFTWARE MENDELEY Syaharuddin Syaharuddin; Vera Mandailina; Dewi Pramita; Rima Rahmaniah; Rosada Rosada; Habib Ratu Perwira Negara
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i1.1367

Abstract

Salah satu upaya peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi di Indonesia adalah pemerintah mewajibkan setiap lulusan diploma, sarjana bahkan pascasarjana untuk melakukan publikasi ilmiah dari hasil risetnya baik di jurnal nasional maupun internasional. Namun fakta di lapangan kuantitas tidak serta merta diikuti oleh kualitas publikasi ilmiah yang baik. Oleh sebab itu, tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas publikasi ilmiah mahasiswa melalui workshop managemen referensi dengan software Mendeley serta proses submission hasil penelitian melalui template yang baik berbasis Open Journal System (OJS). Kegiatan ini telah diikuti oleh 83 mahasiswa bidang pendidikan dari delapan program studi. Workshop dilakukan selama tiga hari dengan metode penyampaian materi oleh instruktur disertai praktik langsung oleh mahasiswa, terakhir dilakukan evaluasi menggunakan teknik observasi dan teknik kuesioner terhadap peningkatan penguasaan materi dan keberhasilan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan mencapai rata-rata sebesar 88,2%. Beberapa kendala seperti lemahnya jaringan internet dan labtop yang tiba-tiba error harus menjadi perhatian lebih lanjut untuk diperbaiki pada kegiatan masa mendatang.
Peningkatan Kemampuan Menyusun Teks Fabel dengan Kata-Kata Sendiri dengan Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Otak (Brain Based Learning) pada Siswa Kelas VIIISMPN 5 Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah Arpan Islami Bilal; Baiq Desi Milandari; Zedi Muttaqin; Linda Ayu Darmurtika; Rosada Rosada
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 7, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v7i2.10746

Abstract

Abstrak:Sehubungan dengan kurang tercapainya pangajaran menyusun teks fabel dengan kata-kata sendiri,  maka salah satu cara yang dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah menggunakan pendekatan berbasisotak (Brain Based Learning). Dengan menggunakan pendekatan berbasis otak (Brain Based Learning)ini diharapkan siswa dapat mengalami suatu proses pembelajaran yang terarah, merangsang daya berpikir, dan menyenangkan dalam pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan latar belakan gtersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Peningkatan Kemampuan Menyusun Teks Fabel dengan Kata-kata Sendiri dengan Menerapkan Pendekatan Berbasis Otak (Brain Based Learning) Siswa Kelas VIII SMPN 5 Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah ?Metode penentuan subjek penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel secara bertujuan. Makadari itu, yang dijadikan sampel adalah kelas VIII. Untuk mendapatkan data dalam penelitian inidilakukan dengan metode dokumentasi dan metode tugas. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: pada prasiklus atau tanpa menggunakan pendekatan berbasis otak (BBL) menunjukkan dari 36 orang siswa, yang memperoleh  skor kategori tinggi hanya 5 orang (13,88%), kategori sedang 31 orang (86,11%), kategori rendah tidak ada dan IPK 63,18 dengan kategori rendah. Dan pada siklus 1 yang menggunakan pendekatan berbasis otak (Brain Based Learning) yang dapat skor kategori  tinggi 10 orang (33,33 %) yang dapat skor kategori sedang 23 orang (58,33) sedangkan yang dapat skor dalam kategori rendah 3 orang (25%)  dan  IPK 69,77 dengan kategori normal. Selanjutnya pada siklus 2 yang 37 orang siswa, yang memperoleh skor kategori tinggi sebanyak 36 orang (97,29%), kategori sedang 1 orang (2.70%) , kategori rendah tidak ada dan IPK 77,72 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan berbasis otak (Brain Based Learning) dalam menyusun teks fabel dengan kata-kata sendiri dapat meningkatkan kemampuan siswa kelasVIII SMPN 5 Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Abstract:In connection with the lack of learning to compile fabled texts in their own words, one way that can overcome this problem is to use a Brain Based Learning approach. By using this brain-based approach (Brain Based Learning) it is hoped that students can experience a directed learning process, stimulate thinking power, and be fun in the implementation of learning. Based on the background of the discussion, the formulation of the problem in this study is How to Improve the Ability to Compile Fabled Texts with Their Own Words by Applying a Brain-Based Learning Approach for Grade VIII Students of SMPN 5 Praya Timur, Central Lombok Regency? The method of determining the subject of this study uses the purposive sampling method, namely sampling purposefully. Therefore, what is being sampled is class VIII. To obtain data in this study, it is carried out by documentation methods and task methods. While the data analysis method used is a quantitative analysis method. Based on the results of data analysis in this study are as follows: in precyclical or without using a brain-based approach (BBL) it showed that out of 36 students, only 5 people obtained a high category score (13.88%), a medium category of 31 people (86.11%), a low category of none and a GPA of 63.18 with a low category. And in cycle 1 which uses a brain-based approach (Brain Based Learning) that can score in the high category of 10 people (33.33 %) who can score in the medium category of 23 people (58.33) while those who can score in the low category of 3 people (25%) and a GPA of 69.77 with the normal category. Furthermore, in cycle 2, 37 students, who obtained a high category score of 36 people (97.29%), a medium category of 1 person (2.70%) , a low category of non-existent and a GPA of 77.72 with a high category. Thus, based on the results of data analysis in this study, it can be concluded that the use of a brain-based approach (Brain Based Learning) in compiling fabled texts with their own words can improve the ability of classVIII students of SMPN 5 Praya Timur, Central Lombok Regency.
PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS ZRA (ZOOM ROOM APLIKASI) ERA COVID-19 DI SEKOLAH MENANGAH PERTAMA NEGERI 2 LINGSAR Dian Eka Mayasari Sri Wahyuni; Rosada Rosada; Novi Antika
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 5, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v5i2.10945

Abstract

Abstrak: Sekolah Menengah Pertama Negeri  2 Lingsar Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat merupakan lembaga pendidikan yang ikut menerapkan kegiatan pembelajaran online sebagai salah satu strategi yang tepat dalam mengaktifkan pembelajaran dikelas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pembelajaran online dalam masa pandemic covid-19 pada siswa kelas VIII SMPN 2 Lingsar dan untuk mengetahui strategi pembelajaran online dalam masa pandemic covid-19 pada SMPN 2 Lingsar Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif fenomenologi. Data yang dikumpulkan berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi, data ini dianalisis dengan menggunakan reduksi data dan verifikasi data. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif diperoleh hasil bahwa pembelajaran online tidak maksimal karena siswa tidak punya Handphone, sinyal tidak  ada karena tempat tinggal tidak terkoneksi internet.Abstract: State Junior High School 2 Lingsar Lingsar District, West Lombok Regency is an educational institution that participates in implementing online learning activities as one of the right strategies in activating classroom learning. The purpose of this study was to determine the online learning process during the covid-19 pandemic in class VIII students of SMPN 2 Lingsar and to find out online learning strategies during the covid-19 pandemic at SMPN 2 Lingsar, Lingsar District, West Lombok Regency. The approach used is descriptive qualitative phenomenology. The data collected is based on the results of observations, interviews, documentation, this data is analyzed using data reduction and data verification. With a qualitative descriptive approach, the results obtained that online learning is not optimal because students do not have cellphones, the signal is not available because the place where they live is not connected to the internet. 
Kearifan Lokal Pusat Pertanian Terintegrasi “Satnite” Sebagai Usaha Pemberdayaan Masyarakat Saribaye Lombok Barat Dian Eka Mayasari; Ilmiawan Ilmiawan; Ahmad Afandi; Rosada Rosada
Jurnal Artefak Vol 9, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.934 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i2.8797

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi implementasi pendidikan yang dilakukan oleh sekelompok komunitas petani milineal melalui Satnite “Pusat Pertanian Terintegrasi” di masyarakat yang diwujudkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Secara umum tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi dan pengembangan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui Satnite “Pusat Pertanian Terintegrasi”. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Teknik pengumpulan data diperoleh secara langsung dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.  Adapun hasil penelitian ini adalah; 1) Strategi pemberdayaan masyarakat melalui Satnite “Pusat Pertanian Terintegrasi” memiliki sasaran pemberdayaan yaitu masyarakat Saribaye Lombok Barat yang bertujuan mengajak masyarakat dalam pengembangan dan pemanfaatan potensi SDA Saribaye, menghasilkan produk kreatif yang bertujuan mengangkat produk-produk lokal unggulan Saribaye yang dikemas disektor bisnis, pengembangan dibidang pertanian, peternakan, perikanan, agrowisata dan wisata budaya. Strategi pemberdayaan dilakukan dengan meningkatkan kapasitas individu dan kelompok dalam partisipasi menciptakan produk dan nilai -nilai keanekaragaman serta lingkungan yang kondusif. 2) Pengembangan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat menumbuhkan jiwa kreatif dan inovatif oleh para penggiat UKM, mitra dan komunitas masyarakat dalam mengembangkan wirausaha kreatif berbasis kearifan lokal di Saribaye.
Peningkatan Pemahaman Uji Regresi dan Interpretasi Data Mahasiswa Melalui Pelatihan Software JASP Syaharuddin Syaharuddin; Vera Mandailina; Nursina Sari; Dian Eka Maya Sari; Rosada Rosada; Sri Rejeki
Jurnal Pengabdian Ahmad Yani Vol. 2 No. 2 (2022): December
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTI) Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.601 KB) | DOI: 10.53620/pay.v2i2.76

Abstract

The regression test is one of the hypothesis tests that must be understood by students when analyzing research data. Therefore, the purpose of this activity is to increase students' understanding of the regression test process to make it easier for students to analyze research data. Participants were a research class group of 29 students. The speaker delivered an introduction to the material, then followed by direct practice by students including how to install JASP software, understand every feature that exists, input data, and perform data analysis. Activities were evaluated using a Likert scale questionnaire. Evaluation of activities showed that 76.01% of students understood regression test analysis techniques and how to use JASP software. In the future, we hope that students can develop their skills in data analysis even more in-depth.