Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PEMETAAN POTENSI EKONOMI LOKAL DESA SEGALA ANYAR Siti Atika Rahmi; Ferry Ferry; Sebtiara Syahrani Krosby; Mustamin Mustamin; Mintasrihardi Mintasrihardi; Selva Selva; Rosada Rosada
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14490

Abstract

ABSTRAKDesa Segala Anyar merupakan desa yang terletak di kawasan administratif Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Segala Anyar memiliki luas 400 Ha dan terdapat 12 dusun didalamnya yakni Dusun Segale, Dusun Penaok, Dusun Penupi, Dusun Lamben, Dusun Dasan Duah, Dusun Kadek I, Dusun Kadek II, Dusun Anak Anjan, Dusun Karang Baru, Dusun Tenang, Dusun Tenang Baru dan Dusun Bolok. Potensi ekonomi yang dimiliki oleh Desa Segala Anyar berpusat pada komoditas pertanian, peternakan, perdagangan dan berbagai usaha lainnya untuk menunjang ekonomi masyarakat desa. Potensi ekonomi yang dimiliki desa biasanya digambarkan dalam sebuah peta potensi ekonomi. Peta potensi ekonomi adalah alat yang digunakan untuk memetakan potensi ekonomi yang tersedia di desa. Sebelumnya Desa Segala Anyar telah memiliki peta batas desa dan peta sosial tetapi belum terdapat peta potensi ekonomi. Tujuan dari pengabdian adalah supaya Desa Segala Anyar dapat terbantu dalam menentukan kebijakan pembangunan melalui adanya pemetaan potensi ekonomi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian terdiri dari persiapan, survey atau pengumpulan data, penyusunan peta potensi ekonomi, verifikasi peta, pencetakan peta dan serah terima peta kepada pemerintah desa. Melalui kegiatan pengabdian ini Desa Segala Anyar dapat mengetahui fokus tujuan dalam menentukan prioritas untuk pengembangan potensi ekonomi agar dapat berkembang pesat. Kata kunci: pemetaan; potensi ekonomi; desa segala anyar; pengabdian. ABSTRACTSegala Anyar Village is a village located in the administrative area of Pujut District, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. Segala Anyar village has an area of 400 hectares and there are 12 hamlets in it, namely Segale hamlet, Penaok hamlet, Penupi hamlet, Lamben hamlet, Dasan Duah hamlet, Kadek I hamlet, Kadek II hamlet, Anak Anjan hamlet, Karang Baru hamlet, Tenang hamlet, Tenang Baru and Bolok hamlet. The economic potential possessed by the village is centered on agricultural commodities, animal husbandry, trade and various other businesses to support the economy of the village community in it. The economic potential of the village is usually depicted in a map of economic potential. The economic potential map is a tool used to map the economic potential available in the village. Previously, Segala Anyar Village already had a village boundary map and social map, but there was no map of economic potential. The purpose of the service is so that the village can be helped in determining development policies through mapping economic potential. The methods used in service activities consist of preparation, survey or data collection, preparation of economic potential maps, map verification, map printing and map handover to the village government. Through this service activity, Segala Anyar village can find out the focus of goals in determining priorities for the development of economic potential so that it can develop rapidly. Keywords: mapping; economic potential; segala anyar village; dedication.
Pengembangan Ekonomi Kreatif Di Desa Melalui Sosialisasi Penataan Destinasi Desa Teniga Lombok Utara Siti Atika Rahmi; Mintasrihardi Mintasrihardi; Rosada Rosada
JURNAL ABDI MASYARAKAT ILMU PEMERINTAHAN (JAMIN) Vol 1, No 2 (2022): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jamin.v1i3.9429

Abstract

Pengembangan ekonomi kreatif saat ini mulai berkembang melalui tataran pemerintah desa. Pengembangan ekonomi kreatif diharapkan mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa terutama pemulihan pasca covid 19 yang telah memberikan dampak terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi serta pendapatan masyarakat. Dalam hal ini pemerintah desa harus mampu mengembangkan potensi yang ada di desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa pentingnya pengelolaan potensi desa terutama sektor pariwisata dalam pengembangan ekonomi kreatif. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah pemerintah desa Teniga dan masyarakatnya. Metode kegiatan sosialisasi ini adalah ceramah mengenai materi tentang pariwisata dan pengembangannya dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab peserta bersama pemateri. Kegoatan ini di harapkan dapat meningkatkan pemahaman akan pengembangan sektor pariwisata dan pengembangan sekonomi kreatif.    
Upaya Menurunkan Pernikahan Anak Melalui Sosialisasi Peraturan Daerah Nusa Teggara Barat No 5 Tahun 2021 Siti Atika Rahmi; Lelisari Lelisari; Selva Selva; Rohana Rohana; Rosada Rosada
JURNAL ABDI MASYARAKAT ILMU PEMERINTAHAN (JAMIN) Vol 1, No 1 (2022): Februari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jamin.v1i2.7870

Abstract

Artikel ini merupakan hasil pengabdian masyarakat dalam kegiatan sosialisasi Perda Nusa Tenggara Barat No. 5 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Perkawinan Anak. Masa pandemic Covid 19 berdampak pada meningkatnya permintaan dispensasi pernikahan anak serta baru diberlakukannya perda yang mengatur tentang pencegahan pernikahan anak di Nusa Tenggara Barat. Hal ini yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat adalah memberikan pengetahuan tentang peraturan daerah nusa tenggara barat terkait pencegahan pernikahan anak. Mitra dalam kegiatan ini adalah kepala desa dan perangkat desa Bagiq Polak Kecamatan Labuapi Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah peningkatan pemahaman masyarakat tentang perda yang mengatur pencegahan pernikahan anak dan segera merumuskan peraturan desa tentang pencegahan pernikahan anak sesuai dengan yang diamanatkan oleh undang-undang yang berlaku.
Sosialisasi manajemen berbasis sekolah dan supervisi pendidikan pondok pesantren Assohwah Al-Islamiyah Gerung Lombok Barat Rosada Rosada; Muaini Muaini; Ahmad Afandi; Putri Maya Masyitah; Dian Eka Mayasari; Ilmiawan Ilmiawan; Sukuriady Sukuriady
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26029

Abstract

Abstrak Sosialisasi Manajemen Berbasis Sekolah dan Supervisi Pendidikan dilaksanakan bertujuan untuk membantu pimpinan yayasan, kepala sekolah, guru, dan mahasiswa  pendidikan sejarah dalam mengembangkan pengelolaan sekolah dan Pondok Pesantren. Mempersiapkan dan pelaksanaan kegiatan untuk mewujudkan solusi yang ditawarkan dilaksanakan secara bersama anggota tim pengusul dengan mitra. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Sekolah MTs- IT Pondok Pesantren Assohwah Al-Islamiyah Gerung Lombok Barat. Pelaksanaan kegiatan diadakan  pada tanggal 09 Juli 2024,  selama 1 hari yang dihadiri oleh 25 orang yang dihadiri oleh pimpinan yayasan, kepala sekolah, guru dan mahasiswa pendidikan sejarah. Pembahasan materi yang disampaikan bermanfaat untuk mengingkatkan kembali menajemen berbasis sekolah dan pengelolaan sekolah yang lebih baik.  Kegiatan dapat peningkatan mutu pelayanan pendidikan di sekolah dan pimpinan yayasan dan kepala sekolah perlu memperhatikan unsur pengelola pendidikan untuk menentukan kemajuan sekolah. Kata Kunci:  sosialisasi manajemen; supervisi pendidikan; Assohwah Al-Islamiyah AbstractThe Socialization of School-Based Management and Educational Supervision was a resounding success. It helped foundation leaders, principals, teachers, and history education students develop school management and Islamic boarding schools.The proposing team and partners collaboratively prepared and implemented activities to realize the offered solutions. These activities were implemented at the MTs-IT School of Assohwah Al-Islamiyah Islamic Boarding School in Gerung, West Lombok. The event took place on July 9, 2024, spanning a single day, and was attended by 25 individuals, including foundation leaders, principals, teachers, and history education students.The discussion of the material presented proved to be invaluable in enhancing school-based management and improving the quality of education services in schools. It is imperative for foundation leaders and school principals to prioritize the elements of education management to effectively assess school progress. Keywords: management socialization; education supervision; Assohwah Al-Islamiyah
Penyuluhan pendidikan lingkungan hidup kawasan ekonomi khusus mandalika Lombok Tengah Muaini Muaini; Rosada Rosada; Ahmad Afandi; Putri Maya Masyitah; Dian Eka Mayasari; Ilmiawan Mubin; Syukuriadi Syukuriadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26147

Abstract

AbstractEnvironmental education consulting to the community aims to help the community in the tourist area by educating the importance of protecting the surrounding environment. Each individual must have a sense of responsibility for the environment and a caring attitude to protect the environment. The purpose of this activity is to increase the community's knowledge and insight in clean and healthy environmental awareness education. The level of awareness and community participation in the field of environmental protection is quite high, but the level of awareness still needs to be increased so that it can continuously influence knowledge and behavior and encourage widespread activity or real action in an effort to keep the environment clean. The method used to achieve the goals and objectives that have been set is by conducting training and counseling activities that are expected to be useful for the community and tourism managers. The results of the consultation activities can provide insights into science, understanding how to maintain the surrounding environment in the tourist area and preserve the surrounding natural environment from the impact of tourism development. The community enthusiastically participated in the extension activities in Sade Rembitan Village, Pujut District, Central Lombok Regency.  Keywords: environmental education; special economic zones.   AbstrakPenyuluhan pendidikan lingkungan hidup kepada masyarakat bertujuan untuk membantu masyarakat dikawasan wisata dengan mengidukasi pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Setiap individu harus memiliki rasa tanggung jawab  terhadap lingkungan dan sikap peduli untuk menjaga  lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk  meningkatkan  pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai pendidikan penyadaran lingkungan bersih da sehat. Tingkat kependulian dan peran serta masyarakat dalam bidang pelestarian lingkungan sudah cukup tinggi, tetapi tingkat kependulian  tersebut masih perlu ditingkatkan sehingga dapat mempengaruhi pengetahuan  dan perilaku secara terus menerus serta mendorong aktivitas atau tindakan nayata secara meluas dalam usaha menjaga kebersihan lingkungan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dan targetyang telah ditetapkan adalah dengan cara melaksanakan pelatihan dan penyuluhan yang diharapkan berguna bagi masyarakat dan pengelola wisata. Hasil dari kegiatan penyuluhan dapat memberikan wawasan ilmu pengetahuan, pemahaman cara menjaga lingkungan sekitar yang berada di kawasan wisata  dan menjaga lingkungan alam sekitar dari dampak perkembangan pariwisata. Masyarakat antusias mengikuti  kegiatan penyuluhan di Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.  Kata kunci: pendidikan lingkungan hidup; kawasan ekonomi khusus.  
Edukasi pengenalan sejarah lokal rumah adat langgar tua Karang Bayan dan pura lingsar di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Ilmiawan Ilmiawan; Muaini Muaini; Rosada Rosada; Ahmad Afandi; Putri Maya Masyitah; Dian Eka Mayasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27735

Abstract

AbstrakEdukasi Pengenalan Sejarah Lokal Rumah Adat Langgar Tua Karang Bayan dan Pura Lingsar kepada mahasiswa pendidikan sejarah bertujuan  untuk  membantu masyarakat mempromosikan keberadaan peninggalan atau warisan sejarah sejarah lokal dan mengkaji secara mendalam bentuk struktur, fungsi dan makna yang terkandung di dalam nilai-nilai filosofis.  Setiap masyarakat harus memiliki rasa tanggung jawab  terhadap warisan budaya dan sikap peduli untuk melestarikan cakar budaya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk  meningkatkan  pengetahuan dan wawasan mahasiswa dan masyarakat mengenai pelestarian cakar budaya. Tingkat kependulian dan peran serta masyarakat dalam bidang pelestarian cakar budaya sudah cukup tinggi, tetapi tingkat kependulian  tersebut masih perlu ditingkatkan sehingga dapat mempengaruhi pengetahuan  dan perilaku secara terus menerus serta mendorong aktivitas atau tindakan nayata secara meluas dalam usaha melindungi  cakar budaya. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dan targetyang telah ditetapkan adalah dengan cara melaksanakan observasi ketempat warisan budaya  budaya  dan mempelajari sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya Hasil dari kegiatan edukasi pengenalan tempat sejarah lokal sebagai cakar budaya dapat memberikan wawasan ilmu pengetahuan, memahami sejarah, fungsi dan makna warisan budaya. Masyarakat dan mahasiswa sejarah antusias mengikuti  kegiatan pengenalan sejarah lokal Rumah Adat Langgar tua desa Karang Bayan dan Pura Linsar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.  Kata kunci: Pengenalan sejarah lokal; rumah adat langgar tua; pura lingsar.    AbstractLocal History Introduction Education of the Old Langgar Karang Bayan Customary House and Lingsar Temple to history education students aims to help the community promote the existence of local historical heritage or historical heritage and examine in depth the form of structure, function and meaning contained in philosophical values.  Every community must have a sense of responsibility for cultural heritage and a caring attitude to preserve cultural claws. The purpose of this activity is to increase the knowledge and understanding of students and the community regarding the preservation of cultural heritage. The level of concern and community participation in the field of cultural claw preservation is quite high, but the level of concern still needs to be increased so that it can influence knowledge and behavior continuously and encourage activities or nayata actions widely in an effort to protect cultural claws. The method used to achieve the goals and objectives that have been set is by conducting observations to the place of cultural heritage and studying the history and meaning contained in it. The results of the educational activities of introducing local historical places as cultural claws can provide insights into science, understanding the history, function and meaning of cultural heritage. The community and history students enthusiastically participated in the introduction of local history of the old Langgar traditional house in Karang Bayan village and Linsar Temple, Lingsar district, West Lombok Regency.  Keywords: introduction to local history; old langgar traditional house; lingsar temple.   
Edukasi masyarakat dan pelestarian peninggalan sejarah Masjid Bayan Beleq di Desa Bayan Kecamatan Bayan Lombok Utara Muaini Muaini; Rosada Rosada; Nurul Aini; Muhammad Anggani Zaenudin; Hidayat Rahman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.36449

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Kuno Bayan Beleq, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya lokal serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pelestarian warisan budaya. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman generasi muda mengenai sejarah dan makna filosofis Masjid Bayan Beleq. Hasil observasi awal dan angket pre-test menunjukkan bahwa hanya 30% peserta yang memahami nilai sejarah dan simbolisme masjid secara memadai. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat adat, pengurus masjid, pemerintah desa, pemuda, dan mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan pendampingan, pelatihan dokumentasi dan digitalisasi budaya, serta evaluasi melalui angket pre-test dan post-test, wawancara, dan observasi partisipatif. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas pemuda, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan mahasiswa pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 30% menjadi 86,7% setelah mengikuti program. Selain itu, terbentuk Kelompok Sadar Budaya Bayan Beleq yang beranggotakan 12 orang sebagai wadah pelestarian berbasis masyarakat. Pelatihan digitalisasi juga menghasilkan 50 foto dokumentasi, tiga video edukasi, dan satu naskah narasi sejarah lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan kesadaran sejarah, memperkuat identitas budaya, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian warisan budaya secara berkelanjutan. Kata kunci: edukasi masyarakat; pelestarian budaya; Masjid Bayan Beleq. AbstractThis community service program was conducted at the Bayan Beleq Ancient Mosque in Bayan Village, Bayan District, North Lombok Regency, aiming to enhance community understanding of local historical and cultural values and strengthen public participation in cultural heritage preservation. The main problem identified was the limited understanding among younger generations regarding the historical significance and philosophical meanings of the mosque. Initial observations and pre-test results indicated that only 30% of participants possessed adequate knowledge of the mosque’s history and symbolic values. The program employed a participatory approach involving traditional leaders, mosque administrators, village authorities, youth groups, and university students. The implementation stages included preparation, socialization and mentoring activities, cultural documentation and digitalization training, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires, interviews, and participatory observation. A total of 30 participants took part in the activities. The results demonstrated a significant improvement in participants’ understanding, increasing from 30% to 86.7% after the program. In addition, a Cultural Awareness Group consisting of 12 members was established to support community-based heritage preservation. The digitalization training also produced 50 documentary photographs, three educational videos, and one local historical narrative manuscript. These findings indicate that a participatory approach effectively enhances historical awareness, strengthens cultural identity, and promotes sustainable community engagement in preserving cultural heritage. Keywords: community education; cultural preservation; Bayan Beleq Mosque.
PELATIHAN PENULISAN DIKSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI SASTRA DI MA PLUS ASSOWAH AL-ISLAMIYAH GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT Linda Ayu Darmurtika; Yuni Mariyati; I Made Suyasa; Akhmad Akhmad; M Aris Akbar; Siti Lamusiah; Baiq Yuliatin Ihsani; Roby Mandalika Waluyan; Rosada Rosada
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32361

Abstract

ABSTRAK                                                                            Perkembangan literasi sastra di kalangan peserta didik masih terbilang rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain minimnya akses terhadap bahan bacaan sastra yang berkualitas, kurangnya pelatihan keterampilan menulis kreatif, serta belum optimalnya pendekatan pembelajaran sastra di kelas. Dalam konteks ini, pembelajaran sastra seringkali bersifat normatif dan tekstual, sehingga kurang menyentuh aspek apresiasi dan kreativitas yang dapat menggugah minat serta keterlibatan siswa secara aktif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pelatihan penulisan diksi sebagai upaya peningkatan literasi sastra di MA Plus Assowah Al-Islamiyah Gerung dengan melibatkan 40 orang sebagai peserta pelatihani. Kegiatan pengabdian terdiri dari lima tahap, yaitu persiapan, penyampaian materi, praktik, presentasi dan diskusi, serta refleksi. Kegiatan dilaksanakan melalui metode partisipatif dan interaktif. Kegiatan ini dinyatakan berhasil dengan indikator sebagai berikut: Aspek partisipasi: Peserta mengikuti kegiatan secara penuh dari awal hingga akhir. Aspek capaian pembelajaran: Berdasarkan penilaian terhadap hasil tugas menulis, sebagian besar peserta mampu menerapkan diksi konotatif dan denotatif dengan baik, serta menunjukkan peningkatan dalam variasi kosakata melalui penggunaan sinonim dan antonim. Aspek keberlanjutan: Pihak sekolah berkomitmen untuk memasukkan materi diksi ini dalam program ekstrakurikuler sastra dan meminta tindak lanjut berupa pendampingan literasi secara berkala. Aspek evaluatif: Refleksi peserta menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya pilihan kata dalam menulis sastra yang ekspresif dan bermakna. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap keterampilan menulis siswa, tetapi juga memperkuat kemitraan antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah dalam membangun budaya literasi sastra yang berkelanjutan.[A1] Kata kunci: Penulisan Diksi; Peningkatan Literasi Sastra; Lingkungan Sekolah. ABSTRACTThe development of literary literacy among students is still relatively low. This is due to several factors, including minimal access to quality literary reading materials, lack of creative writing skills training, and the suboptimal approach to literary learning in the classroom. In this context, literary learning is often normative and textual, so that it does not touch on aspects of appreciation and creativity that can arouse students' interest and active involvement. This community service aims to conduct diction writing training as an effort to improve literary literacy at MA Plus Assowah Al-Islamiyah Gerung by involving 40 people as training participants. The community service activity consists of five stages, namely preparation, delivery of materials, practice, presentation and discussion, and reflection. The activity was carried out through participatory and interactive methods. This activity was declared successful with the following indicators: Participation aspect: Participants participated in the activity fully from start to finish. Learning achievement aspect: Based on the assessment of the results of the writing assignment, most participants were able to apply connotative and denotative diction well, and showed an increase in vocabulary variation through the use of synonyms and antonyms. Sustainability aspect: The school is committed to including this diction material in the literature extracurricular program and requests follow-up in the form of regular literacy assistance. Evaluative aspect: Participant reflections show an increased awareness of the importance of word choice in writing expressive and meaningful literature. Overall, this community service activity not only has a positive impact on students' writing skills but also strengthens the partnership between higher education institutions and secondary schools in building a sustainable literary literacy culture.Keywords: Diction Writing; Increasing Literary Literacy; School Environment