Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Karakter Budaya Sains Asli dan Karakter Budaya Sains Modern pada Pelajar Sekolah Menengah Atas di Sumatera Barat, Indonesia Har, Erman
SOSIOHUMANIKA Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESUME: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap KBSA (Karakter Budaya Sains Asli) dan KBSM (Karakter Budaya Sains Modern), membandingkan KBSA dan KBSM berdasarkan jenis kelamin dan lokasi sekolah pelajar SMA (Sekolah Menengah Atas), serta melihat sumbangan KBSM terhadap KBSA pada para pelajar SMA di Sumatera Barat, Indonesia. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara random, sebanyak 324 orang telah dapat memberikan respons sebagai sampel penelitian yang berasal dari empat zona dengan jumlah sampel ditentukan secara “proporsional sampling”. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis inferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBSA pelajar SMA, baik di kota maupun di pinggir kota, berada pada tahap yang sederhana. Manakala KBSM pelajar SMA, baik di kota maupun di pinggir kota, berada pada tahap yang tinggi. Uji-t terhadap KBSM antara pelajar lelaki dengan pelajar perempuan yang berada di kota tidak terdapat perbedaan yang signifikan; sedangkan KBSM antara pelajar lelaki dengan  pelajar perempuan yang berada di pinggir kota terdapat perbedaan yang signifikan. KBSA antara pelajar lelaki dengan pelajar perempuan yang berada di kota terdapat perbedaan yang signifikan. Manakala KBSA antara pelajar lelaki dengan pelajar perempuan yang berada di pinggir kota juga terdapat perbedaan yang signifikan. Analisis regresi berganda menunjukkan terdapat sumbangan yang signifikan KBSM terhadap KBSA. Oleh sebab itu, perlu penekanan terhadap KBSM dalam muatan kurikulum sains di SMA.KATA KUNCI: Karakter budaya sains asli, karakter budaya sains modern, pelajar SMA, Sumatera Barat, dan kurikulum sains. ABSTRACT: This article entitled “Cultural Characters of Original Science and Modern Science at the Senior High School’s Students in West Sumatera, Indonesia”. The aims of study are to determine the stage of CCOS (Cultural Character of Original Science) and CCMS (Cultural Character of Modern Science), to compare them based on gender and location of SHS (Senior High School)’s students, as well as to see the contribution of CCMS towards CCOS at the students in West Sumatera, Indonesia. Method used by taking random sample, a total of 324 people have been able to respond as the study sample came from four zone determined by the number of samples in proportional. Data analysis is descriptive and inferential. Research findings showed that CCOS of SHS students in the city as well as in the outskirts are at a moderate level. While CCMS of SHS students in the city as well as in the outskirts are at a high level. The CCMS t-test between male students with female students residing in the city, there is no significant difference; while CCMS among male students with female students in the suburban, there is a significant difference. The CCOS among male students with female students residing in the city, there is a significant difference. While CCOS between male students with female students in the suburbs, there is a significant difference. Multiple regression analysis showed that there is a significant contribution of CCMS towards CCOS. Therefore, it is necessary to emphasis CCMS in the science curriculum at the SHS.KEY WORD: Cultural character of original science, cultural character of modern science, senior high school’s student, West Sumatera, and science curriculum.About the Author: Dr. Erman Har adalah Dosen Senior di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UBH (Universitas Bung Hatta) di Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Alamat emel: mr.ermanhar@yahoo.comHow to cite this article? Har, Erman. (2013). “Karakter Budaya Sains Asli dan Karakter Budaya Sains Modern pada Pelajar Sekolah Menengah Atas di Sumatera Barat, Indonesia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.6, No.1 [Mei], pp.13-26. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (March 3, 2013); Revised (April 5, 2013); and Published (May 20, 2013).    
PENGGUNAAN PENDEKATANINKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA Har, Erman
Jurnal Ipteks Terapan Vol 8, No 3 (2014): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.827 KB) | DOI: 10.22216/jit.2014.v8i3.5

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikanpeningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran IPA siswa kelas V SDN 11Lima Kaum Batusangkar.Penelitian ini adalah kolaborasi antara pelaksana penelitian dengan guru kelas dengan menggunakan instrumen lembar observasi aktivitas siswa,lembar observasi aktivitas guru dan lembar tes hasil belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan aktivitas siswa pada siklus I diperoleh rata-rataperhatian siswa terhadap pelajaran adalah 43,3 persen, siswa mendengarkan percakapan dari kelompok lain 43,1 persen,  kemampuan siswa dalam berkomunikasi 46,5 persen, kemauan siswa dalam mengemukakan pendapat adalah 44,8 persen, siswa terampil membaca materi adalah 44,8 persen, siswa aktif dalam kelompok adalah 49,9 persenm, siswa mampu bekerjasama dalam kelompok adalah 44,6 persen. Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh rata-rata 86,2, pada siklus II perhatian siswa terhadap pelajaran adalah 86,7persen, siswa mendengarkan percakapan dari kelompok lain adalah 86,6persen, kemampuan siswa dalam berkomunikasi adalah 88,3%, kemauan siswa dalam mengemukakan pendapat adalah 85,0persen, siswa terampil membaca materi adalah 83,3persen, siswa aktif dalam kelompok adalah 90,1persen, siswa mampu bekerjasama dalam kelompok adalah 91,6persen. Hasil belajar siswa pada siklus II diperoleh rata-rata 89,5. Ini berarti proses pelaksanaan pembelajaran IPA melalui pendekatan inkuiri berlangsung dengan baik.Oleh sebab itu pendekatan inkuiri dapat meningkatkan aktivitasdan hasil belajar IPA siswa. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri sebagai salah satu penedekatan dalam pembelajaran.Doi: 10.22216/jit.2014.v8i3.5
PENGGUNAAN PENDEKATANINKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA Erman Har
Jurnal Ipteks Terapan Vol 8, No 3 (2014): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2014.v8i3.5

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikanpeningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran IPA siswa kelas V SDN 11Lima Kaum Batusangkar.Penelitian ini adalah kolaborasi antara pelaksana penelitian dengan guru kelas dengan menggunakan instrumen lembar observasi aktivitas siswa,lembar observasi aktivitas guru dan lembar tes hasil belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan aktivitas siswa pada siklus I diperoleh rata-rataperhatian siswa terhadap pelajaran adalah 43,3 persen, siswa mendengarkan percakapan dari kelompok lain 43,1 persen,  kemampuan siswa dalam berkomunikasi 46,5 persen, kemauan siswa dalam mengemukakan pendapat adalah 44,8 persen, siswa terampil membaca materi adalah 44,8 persen, siswa aktif dalam kelompok adalah 49,9 persenm, siswa mampu bekerjasama dalam kelompok adalah 44,6 persen. Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh rata-rata 86,2, pada siklus II perhatian siswa terhadap pelajaran adalah 86,7persen, siswa mendengarkan percakapan dari kelompok lain adalah 86,6persen, kemampuan siswa dalam berkomunikasi adalah 88,3%, kemauan siswa dalam mengemukakan pendapat adalah 85,0persen, siswa terampil membaca materi adalah 83,3persen, siswa aktif dalam kelompok adalah 90,1persen, siswa mampu bekerjasama dalam kelompok adalah 91,6persen. Hasil belajar siswa pada siklus II diperoleh rata-rata 89,5. Ini berarti proses pelaksanaan pembelajaran IPA melalui pendekatan inkuiri berlangsung dengan baik.Oleh sebab itu pendekatan inkuiri dapat meningkatkan aktivitasdan hasil belajar IPA siswa. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri sebagai salah satu penedekatan dalam pembelajaran.Doi: 10.22216/jit.2014.v8i3.5
PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK DAN ANORGANIK SEBAGAI TRANSMODE UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS MASYARAKAT PANTAI GONDARIA PARIAMAN Wince Hendri; Rona Taula Sari; Erman Har; Gusmaweti Gusmaweti; Azrita Azrita; Lisa Deswati; Nawir Muhar; Retti Yuselmi; Nuriadilla Nuriadilla; Khoirirafika Khoirirafika
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.127 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1638

Abstract

Abstrak: Upaya pelestarian dan pemeliharaan lingkungan agar terbebas dari limbah yaitu dengan cara pengolahan limbah dengan pola 3R. Konsep 3R mendorong masyarakat melakukan penanganan limbah dari sumbernya seperti pemilahan limbah dan pengemasan limbah dengan benar, mendorong penerapan konsep pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema ”Berkarya Tanpa Batas” merupakan kegiatan pengolahan limbah organik dan limbah anorganik yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreatifitas masyarakat dalam penanganan limbah sehingga menambah wawasan masyarakat terhadap limbah yang dibuat dapat dijadikan kerajinan yang mempunyai nilai seni atau trash mode. Produk olahan sampah organik dan anorganik masyarakat terdiri dari tas dan bunga yang terbuat dari plastik. Sementara itu, kulit daun bawang putih diolah menjadi bunga. Pengolahan batok kelapa menjadi celengan, gelas, gantungan kunci, sendok, dan souvenir lainnya. Abstract: Efforts to preserve and preserve the environment so that it is free from waste is by way of waste treatment with the 3R pattern. The concept of 3R encourages people to handle waste from its source such as waste segregation and packaging of waste properly, encouraging the application of the concept of using waste that has economic value. Community Service with the theme "Working Without Borders" is an organic waste and inorganic waste treatment activity that aims to improve the skills and creativity of the community in handling waste so as to increase people's insight into the waste that can be made into handicrafts that have artistic value or trash mode. The processed organic and inorganic waste products of the community consist of bags and flowers made of plastic. Meanwhile, the skin of garlic leaves is processed into flowers. Processing coconut shells into piggy banks, cups, key chains, spoons, and other souvenirs.
PENINGKATAN KOMPENTENSI GURU IPA BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PELATIHAN DAN PEMBEKALAN MATERI DI LABORATORIUM KABUPATEN PESISIR SELATAN Erman Har; Rona Taula Sari; Gusmaweti Gusmaweti; Wince Hendri; Azrita Azrita; Lisa Deswati; Nawir Muhar; Reza Putra Perdana; Doni Seftriawan; Setriadi Setriadi; Vanya Mulyani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.247 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i1.1637

Abstract

Abstrak: Tujuan pengabdian pada masayarakat ini untuk meningkatkan pemahaman guru Biologi tentang materi dan konsep IPA, dan meningkatkan kreatifitas serta menemukan cara-cara pendekatan pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga materi mudah dimengerti oleh siswa, membantu guru mendiskusikan topik-topik yang kurang dipahami siswa sehingga guru bisa secara bersama-sama merencanakan pembelajaran yang lebih baik. Pendekatan yang dilakukan dengan memberikan pelatihan/penyuluhan berupa penguatan materi terutama di laboratorium, memberikan stimulasi kepada guru bagaimana mengembangkan ide dan pendekatan-pendekatan kreatif yang dapat membantu siswa memahami konsep yang diajarkan guru, membantu guru yang akan mengikuti ujian kompetensi guru agar lebih siap dan dan lebih memahami materi yang mungkin diujikan sebagai persiapan sertifikasi. Kegiatan PPM yang sudah dilakukan yaitu persiapan dengan mengadakan pertemuan dengan pihak Diknas Kabupaten Pesisir Selatan untuk memantapkan proses pelaksanaan dengan mendatangkan guru-guru IPA SMP sebanyak 20 Orang yang berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Hasil analisis angket kompetensi guru-guru IPA didapat informasi pada aspek perencanaan memperoleh 68,74% dengan criteria cukup, hal yang sama terjadi pada evaluasi dengan nilai 65,65%. Sementara itu pada aspek pelaksanaan memperoleh 85,93% dengan criteria Baik sekali. Abstract: The purpose of this community service is to increase the understanding of Biology teachers about the material and concepts of science, and increase creativity and find ways of learning approaches that are creative and innovative so that the material is easily understood by students, helping teachers discuss topics that are less understood by students so that teachers can together plan better learning. Approach is done by providing training / counseling in the form of strengthening the material, especially in the laboratory, stimulating the teacher how to develop ideas and creative approaches that can help students understand the concepts taught by the teacher, help the teacher to be take the teacher competency test to be better prepared and understand better the material that might be tested in preparation for certification. PPM activities that have been carried out are preparations by holding a meeting with the Department of Education in the South Coastal District to strengthen the implementation process by bringing in 20 junior high school science teachers from various sub-districts in the South Coastal District. The results of the questionnaire analysis of the competence of natural science teachers obtained information on the planning aspects obtained 68.74% with sufficient criteria, the same thing happened in the evaluation with a value of 65.65%. Meanwhile in the aspect of implementation gained 85.93% with the criteria Very Good.
Kecenderungan Arah Penelitian Pada Tugas Akhir Mahasiswa Fkip Universitas Bung Hatta Erman Har
Jurnal Gama Societa Vol 2, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.914 KB) | DOI: 10.22146/jgs.48857

Abstract

Penelitian ini mempelajari kecenderungan arah penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa fkip  Universitas Bung Hatta pada pelaksanaan tugas akhir. Sasarannya 10 orang mahasiswa dari  tujuh program studi dengan jumlah responden sebanyak 70 orang. Analisis data secara deskriptif, t-test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa pada tugas akhir memperlihatkan kecenderungan mengarah pada penelitian eksperimen, diikuti dengan penelitian survei, dan penelitian pengembangan. Uji t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan  antara penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan terutama arah penelitian eksperimen lebih tinggi dilakukan oleh mahasiswa perempuan di banding dengan mahasiswa laki-laki. Implikasi penelitian ini adalah mahasiswa lebih memahami penelitian eksperimen dibanding dengan penelitian yang lain. Oleh sebab itu para dosen yang mengajar metode penelitian pada berbagai program studi dapat memberikan materi yang seimbang untuk berbagai jenis penelitian. 
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SISWA MENGENAI SISTEM ORGAN PADA KELAS XI IPA DI SMA PERTIWI 1 PADANG Jasum, Sri Hartiningsih; Har, Erman; Gusmaweti, Gusmaweti
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v3i1.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep siswa tentang sistem organ pencernaan, mendeskripsikan pemahaman konsep siswa berdasarkan jenis kelamin dan hubungan pemahaman konsep siswa tentang sistem organ pencernaan dengan fasilitas pembelajaran serta motivasi orang tua dalam kelas XI IPA SMA Pertiwi 1 Padang. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode sampling menurut Morgan & Krejcie, jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket melalui uji validasi dengan 12 item pernyataan kemudian dihitung dengan mencari rerata dari masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pemahaman konsep pada indikator makanan rata-rata 3,33, organ penyusun sistem pencernaan rata-rata 3,95, dan indikator gangguan dan gangguan sistem pencernaan rata-rata 3,61. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep siswa tentang sistem organ pencernaan, mendeskripsikan pemahaman konsep siswa berdasarkan jenis kelamin dan hubungan pemahaman konsep siswa tentang sistem organ pencernaan dengan fasilitas pembelajaran serta motivasi orang tua dalam kelas XI IPA SMA Pertiwi 1 Padang. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode sampling menurut Morgan & Krejcie, jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket melalui uji validasi dengan 12 item pernyataan kemudian dihitung dengan mencari rerata dari masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pemahaman konsep pada indikator makanan rata-rata 3,33, organ penyusun sistem pencernaan rata-rata 3,95, dan indikator gangguan dan gangguan sistem pencernaan rata-rata 3,61. Secara keseluruhan indikatornya adalah 3,63 dengan kategori pemahaman siswa tentang sistem organ sistem pencernaan tergolong. Pada analisis pemahaman konsep siswa berdasarkan jenis kelamin tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep siswa tentang sistem pencernaan organ pada pria dan wanita. Analisis korelasi menggunakan SPSS 16.00 Product Moment, diperoleh r = 0,01 (? = 0,05) untuk korelasi pemahaman konsep siswa dengan fasilitas belajar sedangkan analisis korelasi pemahaman konsep siswa dengan motivasi belajar diperoleh r = 0,008 (? = 0,05 ) menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pemahaman konsep siswa tentang sistem organ pencernaan dengan fasilitas belajar serta motivasi orang tua.
The Relationship of Learning Motivation With The Biology Learning Outcomes in Senior High School Rezita, Nora; Sari , Rona Taula; Har, Erman; Deswati , Lisa
Journal of Biology Learning Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jbl.v5i1.2799

Abstract

This study aims to determine the relationship between motivation and learning outcomes of biology in class XI MIPA SMAN 1 Luhak Nan Duo, West Pasaman Regency. In the learning process, motivation plays an important role, especially student learning outcomes. This type of research is descriptive with quantitative research methods. The research was conducted at SMAN 1 Luhak Nan Duo, West Pasaman Regency with a population of 126 students of class XI MIPA enrolled in the odd semester of the academic year 2021/2022, with a sample of 94 students. The sampling technique was simple random sampling which was carried out randomly, using a significance of = 5%. The data collection in this study used a questionnaire containing statements of student learning motivation using a Likert scale, odd mid-semester exam scores for the 2021/2022 academic year. The results of the Pearson product moment correlation test are 0.611 (61.1%) on extrinsic motivation (X1) and intrinsic motivation (X2) of 0.505 (50.5)%, meaning that there is a fairly strong relationship between extrinsic motivation (X1) and intrinsic motivation. (X2) with the results of learning biology in class XI MIPA SMAN 1 Luhak Nan Duo, West Pasaman Regency. The results of the t-test showed that the t-count of extrinsic motivation (X1) was 7.410 and the t-count of intrinsic motivation (X2) was 5.618 indicating that there was a significant relationship. The coefficient of determination of extrinsic motivation (X1) is 37.4% and intrinsic motivation (X2) is 25.5%, this means that extrinsic motivation (X1) and intrinsic motivation (X2) contribute to student biology learning outcomes (Y).
PENERAPAN METODE KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI MODEL BOUNDED INQUIRY LABORATORY SISWA SMAN 1 ULAKAN TAPAKIS Har, Erman; Purnama Sari, Reski; Indra, Ristapawa; Ahmad, Aprizal; Roza, Welya
Cerdas Proklamator Vol 10 No 2 (2022): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Study program PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/cerdas.v10i2.168

Abstract

The purpose of this study was to determine whether the use of the Listening Team type of cooperative learning model could improve student learning outcomes. This research was conducted in two cycles, each cycle consisting of three meetings. The subjects of this study were the fourth grade students of SD Negeri 16 Surau Gadang, Nanggalo Padang District, totaling 32 people.The research instruments used in this study were student learning process observation sheets, teacher learning process observation sheets and student learning outcomes. 68.7 percent and the average score at the end of the second cycle is 80.47 with a learning completeness percentage of 87.5 percent. Analysis of the student process observation sheet obtained the average percentage in the first cycle was 66.9 percent while in the second cycle the average percentage obtained was 83 percent. This means that the implementation of science learning through the Listening Team type cooperative learning model is going well. The results obtained can be concluded that learning science through cooperative learning model type Listening Team can improve the process and learning outcomes of fourth grade students of SD Negeri 16 Surau Gadang, Nanggalo Padang District.
Analysis of Study Habits and Their Relationship with Biology Learning Outcomes of Class XI MIPA Students at SMA N 8 Padang Putri, Mifta Hayati; Hendri, Wince; Har, Erman; Gusmaweti, Gusmaweti
International Journal of Education and Teaching Zone Vol. 1 No. 2 (2022): October 2022 Edition
Publisher : Yayasan Nurul Yakin Bunga Tanjung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.286 KB) | DOI: 10.57092/ijetz.v1i2.47

Abstract

This study aims to analyze study habits and their relationship with biology learning outcomes for students of class XI MIPA at SMA Negeri 8 Padang. This type of research is descriptive, with a total sample of 45 students in the odd semester of the 2021/2022 academic year. The sampling technique was simple random sampling using a questionnaire. The results showed that the highest average study habits were habits in student preparation (28.82 ± 3.36), reading textbooks (23.84 ± 3.05) making notes and summaries (24.15 ± 3.14 ) repeating lessons (17.06 ± 3.04) facing e xa ms (23.60 ± 2.94) and completing assignments (16.35 ± 2.02). Study habits contribute to students' biology learning outcomes with a t count of 2,794. The relationship between study habits and learning outcomes in general shows a low relationship (r = 0.161). Furthermore, the relationship between variable habits showed a low relationship between taking notes and summaries (r = 0.216), with study preparation (r = 0.174), reading habits of textbooks (r = 0.128), repeating lessons (r = 0.103), in facing exams ( r = 0.102) and the relationship between habits in completing tasks with learning outcomes (r = 0.000) is in the very low category. From this research, it can be concluded that the relationship between study habits and learning outcomes in taking notes and summaries with learning outcomes is in the low category, while the relationship between learning preparation habits, reading textbooks, repeating lessons, facing exa ms and the relationship between habits in completing assignments is in the very low category.