Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Persepsi Petani Terhadap Risiko Usahatani Kacang Tanah di Desa Entak Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen Mokhamad Rizan Fauzi; Didik Widiyantono; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui macam risiko usahatani kacang tanah di Desa Entak Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen dan tingkat risikonya, (2) Mengetahui persepsi petani kacang tanah terhadap risiko usahatani kacang tanah di Desa Entak Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen, dan (3) Mengetahui manajemen risiko usahatani kacang tanah oleh petani kacang tanah di Desa Entak Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen. Populasi penelitian ini yaitu petani kacang tanah di desa Entak kecamatan Ambal kabupaten Kebumen dengan jumlah sampel sebanyak 34 petani responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Proportional Random Sampling. Metode analisis penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian diketahui bahwa macam-macam risiko yang paling dihadapi petani kacang tanah di desa Entak adalah adalah risiko produksi terutama pada indikator gangguan iklim/cuaca. Selain itu risiko manusia juga dianggap sebagai risiko yang paling mengganggu terutama pada indikator berkurangnya minat petani karena terdapat komoditas lain yang lebih menguntungkan yaitu tanaman jagung hibrida. Persepsi petani terhadap risiko produksi dan manusia adalah buruk karena petani menganggap risiko tersebut sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usahatani kacang tanah terutama pada indikator banjir, dan usia petani nonproduktif, sedangkan persepsi petani terhadap risiko penjualan, institusi, dan keuangan adalah netral karena petani menganggap risiko tersebut tidak terlalu berpengaruh dan petani mengganggap risiko tersebut masih bisa diatasi. Secara umum persepsi petani terhadap risiko usahatani kacang tanah di Desa Entak adalah netral karena petani menganggap risiko secara keseluruhan masih dapat diatasi. Manajemen risiko yang dilakukan oleh kacang tanah di Desa Entak yaitu dengan tiga cara : Strategi ex-ante (sebelum terjadi risiko), Strategi interactive (saat terjadi risiko), Strategi ex-post (setelah terjadi risiko). Kata Kunci : Persepsi Petani, Risiko Usahatani, Kacang Tanah
Strategi Pemberdayaan Petani Disabilitas di Era Disrupsi Didik Widiyantono; Hanifatus Sa’diyah Widihasaniputri
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.506

Abstract

Pemberdayaan merupakan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk individu-individu yang rentan terhadap masalah kemiskinan. Penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan terhadap masalah kemiskinan. Oleh karena itu kelompok masyarakat penyandang disabilitas tersebut perlu diberdayakan, dengan tujuan agar lebih berdaya, memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidup yang lebih baik secara fisik, ekonomi, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik masyarakat difabel di kelurahan Argosari Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul; dan (2) merumuskan strategi pemberdayaan disabilitas di era disrupsi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi yang didukung studi kepustakaan. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa warga penyandang disabilitas berjumlah 145 orang dengan karakteristik yang beragam. Kondisi lingkungan pedesaan menyebabkan penyandang disabilitas tersebut memiliki ketertarikan untuk melakukan beberapa usaha agribisnis. Meskipun termasuk kelompok masyarakat rentan kemiskinan namun ditemukan beberapa penyandang disabilitas memiliki sarana komunikasi berupa handphone. Kepemilikan sarana komunikasi berupa handphone dapat dimanfaatkan dalam platform utama pemasaran digital melalui Facebook, Instagram, marketplace, whatsapp dan website. Dengan adanya platform digital tersebut, produk usaha petani disabilitas dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan pasar global dengan tenaga dan biaya yang efisien.
Penerapan Digital Marketing terhadap Penjualan Kopi Robusta Merek Seplawan (Studi Kasus di CV. Gunungkelir Cipta Mandiri Kabupaten Purworejo) Dimas Wahyu Diantama; Dyah Panuntun Utami; Didik Widiyantono
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Penerapan digital marketing CV. Gunungkelir Cipta Mandiri dalam memasarkan kopi robusta merek Seplawan. 2) Dampak digital marketing terhadap penjualan kopi robusta merek Seplawan. 3) Berapa penjualan kopi robusta merek Seplawan sebelum dan setelah menerapkan digital marketing. 4) Perbedaan penjualan kopi robusta merek Seplawan sebelum dan setelah menerapkan digital marketing. Sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu informan terdiri dari 3 responden, yaitu 2 informan kunci (direktur perusahaan dan kepala bagian pemasaran) dan 1 informan biasa (IT support). Penentuan informan dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling). Analisis data menggunakan uji t data berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 1) Penerapan digital marketing yang dilakukan CV. Gunungkelir Cipta Mandiri adalah dengan memfokuskan pada kegiatan promosi kopi Seplawan kepada khalayak luas dengan memanfaatkan berbagai macam platform media digital seperti, Instagram, Youtube, Tokopedia dan Whatsapp serta artikel-artikel online yang memuat tentang kopi Seplawan. Promosi tersebut berupa unggahan foto atau video produk, informasi produk, harga poduk dan testimoni produk. 2) Penerapan digital marketing oleh CV. Gunungkelir Cipta Mandiri sangat berdampak terhadap penjualan kopi robusta merek Seplawan. Dengan memanfaatkan media digital untuk memasarkan kopi robusta merek Seplawan, maka jangkauan pemasaran akan lebih luas, sehingga potensi untuk “menjaring” konsumen akan meningkat ketika menerapkan digital marketing. 3) Penjualan kopi robusta merek Seplawan sebelum menerapkan digital marketing, yaitu sebanyak 961 kemasan. Setelah menerapkan digital marketing meningkat menjadi 1.515 kemasan atau meningkat sebanyak 554 kemasan. 4) Terdapat perbedaan penjualan kopi robusta merek Seplawan sebelum dan setelah menerapkan digital marketing. Peningkatan penjualan pada tahun 2019-2020, yaitu sebesar 34,13%, tahun 2020-2021 mengalami peningkatan sebesar 3,69% serta pada tahun 2019 dan 2021 mengalami peningkatan sebesar 36,56%. Kata Kunci: kopi seplawan, penjualan, digital marketing
Strategi Pengambangan Usaha Pengolahan Kopi Robusta (Studi Kasus di Kelompok Tani Maju Mukti Desa Tembelang Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo) Zaenul Abidin; Istiko Agus Wicaksono; Didik Widiyantono
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dari kelompok tani Maju Mukti untuk mengembangkan usaha pengolahan kopi robusta, 2) faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang berasal dari luar kelompok tani Maju Mukti untuk mengembangkan usaha pengolahan kopi robusta, 3) strategi yang dapat dilakukan kelompok tani Maju Mukti dalam mengembangkan usaha pengolahan kopi robusta, 4) prioritas strategi yang dapat diterapkan kelompok tani Maju Mukti dalam pengembangan usaha pengolahan kopi robusta. Metode dasar yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang menggunakan metode studi kasus. Pengambilan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan purposive sampling. Sampel yang diambil terdiri dari 4 informan kunci dan 4 informan pendukung. Hasil penilitian menunjukkan perumusan prioritas strategi yang dapat diterapkan kelompok tani Maju Mukti 1) pembuatan akun media sosial, market place dan website sebagai sarana promosi untuk mengoptimalkan kelompok tani dalam pemasaran, 2) memaksimalkann produktivitas kopi dengan meningkatkan quality control sehingga mempertahankan cita rasa yang khas, 3) mengedukasi generasi muda untuk menumbuhkan minat terhadap pertanian dan budidaya kopi. Kata Kunci: kopi robusta, strategi swot, qspm
PEMBERDAYAAN RUMAH TANGGA MISKIN MELALUI WIRAUSAHA PENGOLAHAN LIMBAH PASAR MENJADI PUPUK KASCING DI DESA TEGALSARI, BRUNO, PURWOREJO Budi Setiawan; Didik Widiyantono
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v17i1.9789

Abstract

Kemiskinan yang terjadi pada tingkat rumah tangga merupakan masalah kompleks yang harus ditangani secara berkelanjutan. Program pengentasan kemiskinan harus direncanakan dan dilakukan berdasarkan potensi sumber daya yang ada di wilayah setempat. Kegiatan pemberdayaan rumah tangga miskin dalam bidang teknik produksi pupuk organik kascing berbasis kewirausahaan dengan memanfaatkan limbah pasar ini adalah bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan rumah tangga miskin dibidang produksi pupuk organik kascing berbasis kewirausahaan yang dilaksanakan pada bulan Januari 2012 - May 2012 yang diikuti oleh 30 peserta yang merupakan kepala rumah tangga dari rumah tangga miskin di desa Tegalsari, kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Pelatihan ini berisi materi tentang materi konsep dan pengembangan pertanian terpadu, teknik produksi pupuk organik kascing, teknik pengolahan limbah pasar, teknik berwirausaha dan teknik pemasaran.