Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan Supervisi Kepala Ruangan Dan Pengetahuan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Berdasarkan 3S (SDKI, SIKI, SLKI) Dengan Mutu Asuhan Keperawatan Di Ruangan Rawat Inap RSUD Jendral Ahmad Yani Metro Lampung Intan, Intan Priskila; Wulandari, Rizki Yeni; Elasari, Yunina; Nugroho, Tri Adi
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 3 (2024): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i3.15908

Abstract

Kemampuan Supervisi Kepala Ruangan yang baik berpengaruh terhadap meningkatnya kepatuhan dalam kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan, pengetahuan perawat tentang pendokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan 3S serta dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan dan kualitas pelayanan kesehatan. Sedangkan Di RSUD Jend Ahmad Yani Metro kepala ruangan perlu melakukan supervisi yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan dan beberapa perawat belum paham pendokumentasi asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan supervisi ruangan dan pengetahuan pendokumentasian asuhan keperawatan berdasarkan 3S (SDKI, SIKI, SLKI). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian deskriptif kolerasional menggunakan penedekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat rawat inap RSUD Jend Ahmad Yani Metro sebanyak 164 perawat. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 116 perawat dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan supervisi kepala ruangan dengan mutu asuhan keperawatan di ruangan rawat inap RSUD Jend Ahmad Yani Metro diperoleh P-value 0,000 (<0.05), dan pengetahuan pendokumentasi berdasarkan 3S dengan mutu asuhan keperawatan di ruangan rawat inap RSUD Jend Ahmad Yani Metro diperoleh P-value 0,000 (<0.05). Hasil penelitian diharapkan dapat menjadikan sebuah masukan bagi RSUD Jend Ahmad Yani Metro untuk memberikan kebijakan melakukan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi supervisi kepala ruangan serta perawat dalam melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan di setiap ruangan. 
Hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dan quality of nursing work life (QNWL) dengan kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan Herleni, Herleni; Wulandari, Rizki Yeni; Nugroho, Tri Adi; Nur, Sulistia
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.610

Abstract

Background: Inappropriate leadership style of the head of the room and low quality of nursing work life (QNWL) are the main causes of declining performance of health workers. Low QNWL, due to poor communication, authoritarian decisions, and inadequate work facilities, impacts the motivation and quality of nursing services. Purpose: To analyze the relationship between the leadership style of the ward head and QNWL on nurse performance. Method: Quantitative research with cross-sectional design. A sample of 96 respondents was selected using proportional stratified random sampling technique. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The study was conducted on November 21-27 at General Ahmad Yani Metro Hospital. Analysis using the Gamma test. Results: The leadership style of the head of the room is mostly democratic (56.3%), the quality of work life of nurses is mostly in the good category (68.8%), and the performance of nurses is also mostly in the good category (60.4%). Statistical analysis shows a sig. value of 0.005 <0.05 and a correlation strength of 0.504, in addition, QNWL and nurse performance have a sig. value of 0.005 <0.05 with a correlation strength of 0.615. Conclusion: There is a significant relationship between the leadership style of the head of the room and the quality of work life (QNWL) on nurse performance. Democratic leadership style and good QNWL contribute positively to nurse performance, which is reflected in the majority of nurses who have good performance. Suggestion: Hospitals are advised to conduct regular leadership training for ward heads to strengthen democratic leadership skills, and ensure that the quality of nurses' work life is maintained by providing adequate work facilities.   Keywords: Leadership style; Nurse performance; Nursing care; Quality of Nursing Work Life   Pendahuluan: Gaya kepemimpinan kepala ruangan yang tidak sesuai dan rendahnya kualitas kehidupan kerja (Quality of Nursing Work Life - QNWL) menjadi penyebab utama menurunnya kinerja tenaga kesehatan. QNWL yang rendah, akibat komunikasi buruk, keputusan otoriter, dan fasilitas kerja tidak memadai, berdampak pada motivasi dan kualitas pelayanan perawat. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dan QNWL terhadap kinerja perawat. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 96 responden dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian dilakukan pada tanggal 21-27 November di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Analisis menggunakan uji Gamma.  Hasil: Gaya kepemimpinan kepala ruangan mayoritas bersifat demokratis (56.3%), kualitas kehidupan kerja perawat mayoritas dalam kategori baik (68.8%), dan kinerja perawat juga mayoritas dalam kategori baik (60.4%). Analisis statistik menunjukkan nilai sig. 0.005<0.05 dan kekuatan korelasi sebesar 0.504, selain itu QNWL dan kinerja perawat memiliki nilai sig. sebesar 0.005<0.05 dengan kekuatan korelasi sebesar 0.615. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dan kualitas kehidupan kerja (QNWL) terhadap kinerja perawat. Gaya kepemimpinan yang demokratis dan QNWL yang baik berkontribusi positif terhadap kinerja perawat, yang tercermin dalam mayoritas perawat yang memiliki kinerja baik. Saran: Rumah sakit disarankan untuk melakukan pelatihan kepemimpinan berkala bagi kepala ruangan guna memperkuat kemampuan kepemimpinan demokratis, serta memastikan kualitas kehidupan kerja perawat tetap terjaga dengan menyediakan fasilitas kerja yang memadai.   Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Quality of Nursing Work Life, Kinerja perawat, Asuhan Keperawatan
Inovasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Digital melalui Pelatihan SIRS Versi 6.3 untuk Peningkatan Akurasi Data Medis Andriyanto, Sigit; Muharni, Sita; Nugroho, Tri Adi; Al Farisi, Muhammad Farhan; Dzaki, Muhammad Daffa; Irnanda, Intania
Journal of Digital Community Services Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v2i2.34

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sektor pelayanan kesehatan. Di tengah tantangan peningkatan mutu layanan dan kebutuhan efisiensi kerja di rumah sakit, adopsi teknologi digital menjadi salah satu solusi strategis yang tak terhindarkan. RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro, sebagai rumah sakit umum daerah yang menjadi rujukan utama di wilayahnya, juga tengah menghadapi tantangan serupa. Rumah sakit, ini memiliki peran vital dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Metro dan sekitarnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan institusi pelayanan kesehatan dalam upaya mendukung transformasi digital di bidang kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, yang menempatkan tenaga kesehatan sebagai subjek utama dalam proses pelatihan dan penguatan kapasitas. Fokus kegiatan adalah pada pelatihan penggunaan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS Versi 6.3) sebagai sarana untuk meningkatkan akurasi pencatatan dan pengelolaan data medis pasien di RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro. Pihak manajemen RSUD Jenderal Ahmad Yani menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen untuk mengintegrasikan pelatihan serupa dalam program peningkatan kapasitas internal. Dampak nyata dari pelatihan ini terlihat dari peningkatan akurasi pencatatan, efisiensi waktu kerja, serta penurunan tingkat kesalahan input data. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, rumah sakit daerah pun dapat bertransformasi menuju layanan berbasis digital yang lebih andal dan profesional.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Terhadap Pelaksanaan Identifikasi Patient Safety di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Rizki Yeni Wulandari; Tri Adi Nugroho; Celly Devita Febrianti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.696 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.789

Abstract

Patient safety is a basic principle of health care in health institutions that continues to require quality improvement. Nurses' knowledge and attitudes about patient safety are important because if nurses' knowledge about patient safety is lacking, it will affect the performance of nurses in implementing patient safety in hospitals. Reports of patient safety incidents in Indonesia by the Hospital Patient Safety Committee by the province in 2007 were 46% of incidents related to patient identification, and the results of a survey at Permata Hati Hospital found data from January up to December 2019 there were six incident case reports. January up to September 2020 there were ten incident case reports. The research objective was to determine the correlation between the level of nurses' knowledge and the patient safety identification in the Inpatient Room at Permata Hati Hospital in East Lampung 2021. This type of research was a quantitative, analytical research design with a cross-sectional approach. This research was carried out at Permata Hati Hospital in East Lampung from 15 up to 20 February 2021. The sample required in this research was 35 respondents who were taken from the total number of nurses at Permata Hati Hospital in East Lampung. The test used chi-square. The results showed that there was a correlation between the level of nurses’ knowledge and the patient safety identification, p-value 0.005. (p less than 0.05), there is a correlation between nurses' attitudes towards the patient safety identification p-value 0.002 (p less than 0.05) in the Inpatient Room at Permata Hati Hospital in East Lampung 2021. It is expected that the management can involve all hospital human resources in implementing standards and carry out patient safety implementation procedures.Keselamatan pasien merupakan prinsip dasar perawatan kesehatan di lembaga kesehatan yang terus membutuhkan peningkatan kualitas. Pengetahuan Dan Sikap perawat tentang patient safety merupakan hal yang penting, jika pengetahuan perawat tentang patient safety kurang maka akan berpengaruh terhadap kinerja perawat dalam penerapan patient safety di rumah sakit. Laporan insiden keselamatan pasien di Indonesia oleh Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS) berdasarkan provinsi pada tahun 2007 sebanyak 46 % insiden terkait identifikasi pasien, dengan hasil survey di RS Permata Hati ditemukan data Januari-Desember 2019 terbisa 6 laporan kasus insiden, Januari-September tahun 2020 terbisa 10 laporan kasus insiden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap identifikasi patient safety di ruang Rawat Inap Rumah Sakit Permata Hati Lampung Timur 2021. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di Rumah Sakit Permata Hati Lampung Timur pada tanggal 15-20 Februari 2021.  Sampel yang diperlukan dalam penelitian ini merupakan35 responden yang diambil dari total keseluruhan perawat di RS Permata Hati Lampung Timur. Uji yang digunakan chi square.Hasil penelitian menunjukkan hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap identifikasi  patient safety p-value 0,005. (p kurang dari 0,05), dengan juga menunjukkan hubungan yang bermakna antara sikap perawat terhadap identifikasi patient safety p-value 0,002 (p kurang dari 0,05) di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Permata Hati Lampung Timur 2021.Diharapkan pihak manajemen bisa melibatkan seluruh SDM Rumah Sakit dalam menerapkan standar dengan menjalankan prosedur pelaksanaan patient safety.
Hubungan Pelaksanaan Fungsi Manajemen Kepala Ruangan dengan Motivasi Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RS Detasemen Kesehatan Tentara Bandar Lampung Septi Rahmayani; Tri Adi Nugroho; Rizki Yeni Wulandari; Yunina Elasari
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v6i1.151

Abstract

The work motivation of implementing nurses is an important factor in determining the quality of nursing services in hospitals. However, problems are still found in the form of low work motivation characterized by a lack of discipline, work enthusiasm, appreciation, and unequal distribution of tasks. This condition is thought to be related to the suboptimal implementation of the ward head management function, including planning, organizing, directing, and controlling. This study aims to determine the relationship between the implementation of the ward head management function and the work motivation of implementing nurses in the Inpatient Ward of the Bandar Lampung Army Health Detachment Hospital. This study used a quantitative, correlative analytical design with a cross-sectional approach. The population and sample of the study amounted to 60 implementing nurses using a total sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire in September 2025, then analyzed univariately and bivariately. The results of the statistical test showed a p value = 0.007 (p 0.05), which indicates a significant relationship between the ward head management function and the work motivation of implementing nurses. Thus, it can be concluded that the effective implementation of ward head management functions is closely related to increased work motivation among nurses. Therefore, nurses are expected to continue to improve their work motivation through competency development, strengthening teamwork, and active participation in nursing activities
The Relationship Between Education and Family Support with Elderly Visits in Patients with Diabetes Mellitus in the Elderly Posyandu of the Puskesmas Working Area Bumidaya District Hospitalization South Lampung Ari Kurniawan; Tri Adi Nugroho; Rizki Yeni Wulandari; Riska Hediya Putri
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The International Diabetes Federation (IDF) in 2021 recorded 19.47 million people with diabetes mellitus in Indonesia with a prevalence of 10.6% and is predicted to increase to 28.57 million in 2045. The number of elderly people with diabetes at the Bumidaya Health Center has increased from 2022, namely 125 people to 146 people 2023. The risk factor for most diabetics is the elderly, one of the government's efforts to improve the health of the  with the elderly Posyandu program, but the activity rate of the elderly visit to the Bumidaya Puskesmas is still low, which is below 50%, which means that this figure is still below the Ministry of Health standard with a minimum of 8 attendances or 66% in one year. Education and family support are needed to improve the quality of life of the elderly. The purpose of the study was to determine the relationship between education and family support with visiting elderly diabetes mellitus at the Bumidaya Health Center. Type of quantitative research using cross sectional method. The study population was elderly with a history of diabetes mellitus. The number of research samples was 102 respondents taken by purposive sampling technique. Research time October 10-24, 2024. Collecting data on education and family support using a questionnaire, data on the activity of elderly visits with the elderly Posyandu register book. Bivariate analysis using Chi square and Mann whitney tests. Based on statistical tests obtained p-value 0.539> α (0.05) there is no relationship between education and elderly visits and p-value 0.025 < α (0.05) there is a relationship between family support and elderly visits. It is hoped that health workers will improve health services, the elderly family always provides support by accompanying and motivating the elderly to maintain health and routinely come to the Elderly Posyandu.
The Relationship of Knowledge and Role of Nurse in Management with Hypertension Patients Deni Kurniati; Tri Adi Nugroho; Rizki Yeni Wulandari; Moh Heri Kurniawan
An Idea Nursing Journal Vol. 3 No. 01 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/inj.v3i01.212

Abstract

Hypertension is a disease that is increasing every year. Dieting for the risk of hypertension sufferers is still not implemented because many hypertension sufferers still have poor dietary behavior. This research aims to analyze the influence of education level and family support on diet in people at risk of hypertension using the self-care theory approach. The design of this research is Observational Analytical with a Cross Sectional approach. The sample taken using the Purposive Sampling technique with criteria for inclusion and exclusion at the Rajal Clinic was 80 respondents. This study collected data on education level and family support using a questionnaire sheet. The statistical test used is the multiple linear regression analysis test. The multiple linear regression analysis test results showed that family support had the most influence on diet in people at risk of hypertension, with a value of (0.001) with a coefficient of -.420. Based on this, family support can influence the diet of people at risk of hypertension, so there is a need for family support for people at risk of hypertension to reduce the risk of hypertension in people at risk of hypertension.
Hubungan Caring Perawat dan Kinerja Perawat dengan Kepuasan Pasien di Ruangan Penyakit Dalam Rumah Sakit Wisma Rini Pringsewu: The Relationship of Nurse Caring and Nurse Performance with Patient Satisfaction in the Internal Medicine Room of Wisma Rini Pringsewu Hospital diah kartika sari; tri adi nugroho; Yunina Elasari; Yenny Marthalena
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.354

Abstract

Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh kualitas asuhan keperawatan, terutama perilaku caring dan kinerja perawat. Rendahnya caring dan kinerja perawat dapat berdampak pada menurunnya kepuasan pasien dan mutu pelayanan rumah sakit, sehingga kedua faktor ini memiliki urgensi untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan caring perawat dan kinerja perawat dengan kepuasan pasien di Ruangan Penyakit Dalam Rumah Sakit Wisma Rini Pringsewu. Metode: Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 59 pasien dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2025. Variabel independen dalam penelitian ini adalah caring perawat dan kinerja perawat, sedangkan variabel dependen adalah kepuasan pasien. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Caring Behaviors Inventory (CBI-24), kuesioner kinerja perawat, dan kuesioner kepuasan pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Gamma.    Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara caring perawat dengan kepuasan pasien (p = 0,005 < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,499. Ada hubungan yang signifikan antara kinerja perawat dengan kepuasan pasien (p = 0,001 < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,573. Kesimpulan: Pelayanan caring dan kinerja perawat menentukan kepuasan pasien sehingga rumah sakit disarankan untuk terus meningkatkan sistem pelayanan, dan  melakukan evaluasi kepuasan pasien secara berkala guna meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
Hubungan Work Life Balance Dan Stres Kerja Dengan Kualitas Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Dita Listiana; Yunina Elasari; Tri Adi Nugroho; Wisnu Probo Wijayanto
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.904

Abstract

Pendahuluan: Kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD Dr. A. Dadi Tjokrodipo masih kurang baik, yang disebabkan oleh ketimpangan work-life balance dan stres kerja. Perawat yang kurang mampu dalam melaksanakan kehidupan pribadi mereka dan jam kerja yang kurang optimal dari pihak rumah sakit dapat menyebabkan stres kerja fisik pada perawat terhadap kualitas asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan work life balance dan stres kerja dengan kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Tujuan: Mengetahui hubungan antara Work-Life Balance dan stres kerja dengan kualitas pelayanan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Tjokrodipo. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 55 perawat pelaksana yang ada di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Gamma. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 sampai 26 September 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas asuhan keperawatan diperoleh sebanyak 52,7%, work-life balance 47,3%, dan stres kerja 41,8%. Hasil data bivariat menunjukkan adanya hubungan antara work-life balance dan kualitas asuhan keperawatan dengan nilai p = 0,018 (< 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dan kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung dengan nilai (p=0,015) <0,05. Simpulan: Untuk meningkatkan kualitas perawatan keperawatan, pihak administrasi rumah sakit bermaksud memodifikasi jam kerja guna mengurangi stres yang dialami perawat di tempat kerja serta memberikan pelatihan pengawasan kepada mereka.
CORRELATION BETWEEN DISCHARGE PLANNING IMPLEMENTATION AND PATIENT RE-ADMISSION USING THE LACE INDEX IN THE ADULT INPATIENT ROOM AT THE HOSPITAL Yunina Elasari; Rizki Yeni Wulandari; Tri Adi Nugroho
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 11, No 1 (2026): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v11i1.661

Abstract

Background: Hospital readmission is a key indicator of the quality and continuity of patient care. In Indonesia, readmission rates have been reported at approximately 8.8%, contributing to increased healthcare costs ranging from 104% to 113% of initial treatment expenses. Effective discharge planning is essential to ensure continuity of care and reduce the likelihood of avoidable readmissions.Objective: This study aimed to examine the relationship between the implementation of discharge planning and hospital readmission risk, as measured using the LACE index.Methods: A correlational study with a cross-sectional design was conducted among 100 patients admitted to adult inpatient wards. Participants were selected using proportionate stratified random sampling. Inclusion criteria included patients who were conscious, had limb disorders, chronic illnesses, or long-term wound care needs, and required assistance with daily activities upon discharge. Data were collected using a validated discharge planning questionnaire and the LACE index to assess readmission risk. Statistical analysis was performed using the Gamma test to determine the association between variables, with significance set at p < 0.05.Results: The findings showed that 57% of respondents had a moderate risk of readmission based on the LACE index, while 48% experienced a high level of discharge planning implementation. A statistically significant relationship was found between discharge planning implementation and readmission risk (p = 0.001), indicating that better discharge planning is associated with lower risk of hospital readmission.Conclusions: The study highlights the critical role of comprehensive discharge planning in reducing hospital readmissions. Early and continuous implementation of discharge planning from admission through discharge can enhance continuity of care and improve the efficiency of nursing services. These findings provide important implications for hospital management in strengthening discharge planning practices as part of quality improvement strategies.