Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI SASTRA ANAK MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN APRESIASI SASTRA DI SDN PODOSUGIH 01 KOTA PEKALONGAN Dina Nurmalisa; Ariesma Setyarum; Desyarini Puspita Dewi; Afrinar Pramitasari; Ika Arifianti; Dewi Azizah; Agung Aditya
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5458

Abstract

Abstract: This community service activity aimed to strengthen children’s literary literacy among elementary school students through reading children’s stories, storytelling, and story discussion activities. The program was conducted at SDN Podosugih 01 Pekalongan and involved 30 third-grade students. The activities were carried out in two meetings on October 17 and 21, 2025, by a community service team consisting of lecturers and students. The implementation method was designed to be participatory and interactive, positioning students as active subjects in children’s literary literacy activities. Data were collected through observation, documentation, and reflective notes during the activities. The results showed that students demonstrated high enthusiasm in listening to stories, actively participated in discussions, and were able to retell the main ideas of the stories using their own words. In addition, the classroom teacher responded positively and stated that the activities helped foster students’ interest in children’s literary works. Overall, the program had a positive impact on improving students’ focus while listening to stories and increasing their enthusiasm for reading, indicating that children’s literary literacy activities can serve as an effective and enjoyable strategy to strengthen literacy in elementary schools. Keyword: children’s literature; community service; elementary school; literary literacy Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi sastra anak pada siswa sekolah dasar melalui kegiatan membaca cerita anak, mendongeng, dan diskusi isi cerita. Kegiatan dilaksanakan di SDN Podosugih 01 Kota Pekalongan dengan sasaran siswa kelas III yang berjumlah 30 orang dan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal 17 dan 21 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif dan interaktif dengan menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam kegiatan literasi sastra anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan reflektif selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi dalam menyimak cerita, aktif dalam sesi diskusi, serta mampu mengungkapkan kembali inti cerita menggunakan bahasa mereka sendiri. Selain itu, guru kelas memberikan respons positif dan menilai bahwa kegiatan ini membantu menumbuhkan minat literasi siswa terhadap karya sastra anak. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif berupa peningkatan fokus siswa dalam mendengarkan cerita serta meningkatnya antusiasme siswa terhadap kegiatan membaca, sehingga kegiatan literasi sastra anak melalui membaca cerita, mendongeng, dan diskusi dapat menjadi alternatif strategi penguatan literasi yang efektif dan menyenangkan di sekolah dasar. Kata kunci: literasi sastra; pengabdian masyarakat; sastra anak; sekolah dasar
Inovasi Pembelajaran Teks Deskripsi Menggunakan Media Wordwall pada Era Teknologi Digital Diva Ayu Riskinasih; Dina Nurmalisa
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13707

Abstract

Pembelajaran teks deskripsi di sekolah masih sering menggunakan metode konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif dan tidak sesuai dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21. Untuk menjawab tantangan tersebut, media digital Wordwall hadir sebagai alternatif yang memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif, menyenangkan, dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media Wordwall dalam pembelajaran teks deskripsi serta mengembangkan inovasi berupa Buku Panduan Penggunaan Wordwall dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya materi teks deskripsi, bagi guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan konseptual, melalui studi pustaka terhadap berbagai referensi teoritis dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wordwall dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami struktur dan unsur kebahasaan teks deskripsi secara lebih efektif. Produk akhir dari penelitian ini adalah buku panduan praktis yang memuat strategi penerapan Wordwall dalam pembelajaran serta contoh aktivitas edukatif yang siap digunakan di kelas. Buku panduan ini diharapkan dapat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih adaptif dan menarik sesuai tuntutan era digital.
REPRESENTASI BUDAYA LOKAL DALAM SERIAL KELUARGA SOMAT Budhi Satyo Aji; Dina Nurmalisa
Lateralisasi Vol. 13 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i2.8676

Abstract

Film merupakan media komunikasi visual dan auditori yang mampu menyampaikan berbagai pesan moral, sosial, dan budaya, serta memiliki pengaruh terhadap pembentukan karakter masyarakat, termasuk peserta didik. Salah satu bentuk film yang semakin populer di kalangan anak-anak dan remaja adalah animasi. Di tengah maraknya animasi asing yang kurang edukatif, kehadiran animasi lokal seperti Keluarga Somat menjadi alternatif tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat akan nilai-nilai moral dan budaya Indonesia. Serial Keluarga Somat menyajikan kisah kehidupan sehari-hari keluarga sederhana dengan sentuhan budaya lokal, serta menyampaikan pesan-pesan positif seperti gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, dan cinta keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Pendekatan deskriptif kualitatif dipilih karena bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami fenomena budaya lokal yang terdapat dalam serial animasi Keluarga Somat secara naratif dan mendalam. Peneliti menyimpulkan bahwa serial Keluarga Somat merepresentasikan budaya lokal Indonesia melalui simbol-simbol visual. Secara denotatif, serial ini menampilkan kehidupan keluarga dengan latar perdesaan yang khas Indonesia. Simbol-simbol budaya lokal seperti pakaian adat, bahasa sehari-hari (dialek Jawa), serta perilaku tokoh-tokohnya menghadirkan makna konotasi yang berfungsi membangun kesan keakraban, kesederhanaan dan nilai-nilai kekeluargaan yang kuat. Serial Keluarga Somat mengonstruksi ideologi "ke-Indonesiaan" yang harus dipertahankan sebagai nilai inti di tengah arus globalisasi. Kata Kunci : Representasi budaya lokal, Animasi, Keluarga Somat.
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI PENGUATAN LITERASI DAN NUMERASI DI SDN 02 MAYANGAN Dewi Azizah; Amalia Fitri; Dina Nurmalisa; Fathi Risqullah; Rini Utami; Susanto Susanto; Ariesma Setyarum; Anggun Lestianingsih
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.2001

Abstract

Abstract: Literacy and numeracy are two important skills that every individual must have, especially in the current digital era. However, SDN 02 Mayangan is classified as a school with low literacy and numeracy skills. This can be seen from students in high classes still not being able to complete multiplication operations, students' literacy levels are relatively low, and students feel bored in class learning. Appropriate learning media and integration of local wisdom in learning can help improve student literacy and numeracy. However, most teachers have not been able to create learning media that suits students' needs and is based on local wisdom. Thus, there is a need for training and assistance in creating local wisdom-based learning media for teachers. The method for implementing this community partnership program uses Service Learning (SL). The SL method consists of four steps, namely investigation, preparation, action, and reflection. With this community service activity, teachers can improve their abilities in compiling and applying digital media, snakes and ladders media, and storybooks based on local wisdom to optimize students' literacy and numeracy skills. In this activity, 82% of participants felt very satisfied with the material presented and 80% of participants felt very satisfied with the method used. Keyword: learning media; local wisdom; literacy; numeracy Abstrak: Literasi dan numerasi merupakan dua keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu, terutama di era digital saat ini. Namun, SDN 02 Mayangan tergolong sekolah dengan kemampuan literasi dan numerasi yang rendah. Hal ini dapat dilihat dari siswa pada kelas tinggi masih belum bisa meyelesaikan operasi perkalian, tingkat literasi siswa tergolong rendah, dan siswa merasa jenuh dalam pembelajaran di kelas. Media pembelajaran yang tepat dan integrasi kearifan local dalam pembelajaran dapat membantu meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Namun demikian sebagian besar guru pun belum mampu membuat media pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa dan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian diperlukan adanya pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk guru. Metode pelaksanaan program kemitraan masyarakat ini menggunakan Service Learning (SL). Metode SL terdiri dari empat langkah, yaitu investigasi, persiapan, tindakan, dan refleksi. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, guru dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyusun dan menerapkan media digital, media ular tangga, dan buku cerita   berbasis kearifan local untuk mengoptimalkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Pada kegiatan ini, 82% peserta merasa sangat puas terhadap materi yang disampaikan dan 80% peserta merasa sangat puas terhadap metode yang digunakan. Kata kunci: media pembelajaran; kearifan lokal; literasi; numerasi. Â