Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of Health Insurance System in Independent Practice Midwives (Bpm) in the Framework of Maternal and Child Health According to Law Number 40 Year 2004 (Study in Surabaya City) Diana Rahima; Mas Anienda Tien Fitria
YUSTISIA MERDEKA : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL YUSTISIA MERDEKA
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/yume.v10i2.270

Abstract

Abstract Introduction to the Problem: Health is a basic right guaranteed by the Indonesian constitution. The government, through BPJS Kesehatan, seeks to provide access to health services for all, including mothers and children. However, Independent Practitioner Midwives (BPM) often face obstacles in cooperation with BPJS. Purpose/Study Objectives: This study examines the implementation and constraints of the BPM health insurance system according to Law No. 40 of 2004. Design/Methodology/Approach: Primary data was obtained through observation and interviews with independent practicing midwives (BPM) in Surabaya. Secondary data came from legislation and legal literature. The analysis is done qualitatively by integrating empirical data and literature study to get a systematic conclusion. Findings: The health insurance system in independent midwives (BPM) provides access to maternal and child health in accordance with Law No. 40 Year 2004. BPMs are obliged to cooperate with BPJS Health to ensure affordable and quality health services. However, BPMs often face administrative and technical obstacles in establishing cooperation with BPJS, affecting the effectiveness of services.The implementation of the health insurance system in Independent Practitioner Midwives (BPM) in accordance with Law No. 40/2004 has improved access to maternal and child health in Indonesia. BPMs that cooperate with BPJS Health help reduce maternal and infant mortality rates. However, administrative, technical and financial constraints remain. Solutions include simplifying administration, improving facilities, and improving the claims payment system. Paper Type: Research Article
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DI KOTA SURABAYA Nada Nabila Fauzi; Mas Anienda Tien F.
HUKMY : Jurnal Hukum Vol. 5 No. 1 (2025): HUKMY : Jurnal Hukum
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/hukmy.2025.v5i1.814-826

Abstract

This study was investigates the implementation of Law No. 3 of 1982 on Mandatory Company Registration in Surabaya, focusing on the corporate sector. Through comprehensive analysis, the research aims to evaluate company compliance with registration regulations, identify implementation issues, and formulate strategic recommendations for improvement. The methods include secondary data analysis and field surveys with company owners and managers. Findings reveal variations in compliance levels, with some companies adhering well to the regulations, while others face challenges such as lack of understanding of registration procedures. Recommendations include enhancing company owners understanding of Law No. 3 of 1982, providing procedural guidance, and strengthening collaboration between companies and authorities. This research is expected to contribute to improving corporate compliance and regulatory effectiveness in Surabaya.
KEABSAHAN PERJANJIAN KREDIT ONLINE DENGAN SISTEM CHATBOT Abdiel Dikma Wicaksono; Mas Anienda Tien Fitriyah
Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/eksekusi.v1i3.442

Abstract

Perjanjian yang terjadi dalam pinjaman online pun harus didasarkan dengan undang-undang yang berlaku dalam segala aspek yang dilakukannya. Syarat sah suatu perjanjian yang dilakukan dalam transaksi tersebut haruslah sesuai dengan Pasal 1320 KUHPerdata. Sedangkan terkait pinjam meminjam sendiri harus sesuai dengan yang telah diatur oleh Pasal 19 ayat (1) POJK No. 77/POJK.01/2016. Maraknya masyarakat yang menggunakan pinjaman online membuat banyaknya perusahaan-perusahaan pinjaman online yang tersebar di masyarakat menjadikan penyebab dari banyaknya kasus penyalahgunaan kewenangan yang dimiliki oleh perusahaan pinjaman online. Kasus yang marak terjadi akibat pinjaman online illegal ini yaitu adalah ancaman dan juga penyebaran data pribadi. Perlindungan data pribadi itu sendiri telah diatur dalam Pasal 26 UU No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi.
PANDEMI COVID-19 DAN PENINGKATAN PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA SURABAYA Dita Ayu Alisya; Mas Anienda Tien F
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 3 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i3.1095-1105

Abstract

Penelitian bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis peningkatan permohonan cerai di Pengadilan Agama Surabaya selama masa pandemi COVID-19, serta memahami alasan perceraian dan faktor-faktor yang menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan permohonan cerai terdampak pandemi. Jenis penelitian empiris dengan metode analisis kualitatif yang memisahkan data dari analisis deskriptif, dengan memperoleh data melalui studi kepustakaan, wawancara, dan observasi. Karena pandemi ini, telah mempengaruhi setiap aspek kehidupan, tidak terkecuali berpengaruh pada permohonan perceraian yang terjadi di Pengadilan Agama Surabaya. Maraknya perceraian ditengarai sebagai dampak dari pandemi ini. Hasil Penelitian ditemukan bahwa selama pandemi Covid kasus perceraian di Pengadilan Agama Surabya terjadi lonjakan dan permintaan perceraian di kala pandemi ditengarai dari sebagian aspek yang paling banyak dari ekonomi dan faktor tidak ada keharmonisan, serta keputusan hakim dalam menyelesaikan kasus perceraian terdampak Covid-19 di Pengadilan Agama Surabaya dengan Ketentuan Perundang-Undangan yang berlaku.
AKIBAT HUKUM DEBITOR YANG TIDAK MENEMPUH UPAYA HUKUM REHABILITASI SETELAH KEPAILITAN BERAKHIR Norna Haniaden; Mas Anienda Tien Fitriyah
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 2 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i2.661-674

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai tidak ditempuhnya rehabilitasi kepailitan yang merupakan upaya hukum untuk memperbaiki nama baik Debitor, serta merupakan upaya hukum yang bertujuan agar Debitor pailit dapat lagi cakap dalam melakukan perbuatan hukum atas hartanya, yang semula kecakapan hukum tersebut hilang akibat putusan kepailitan. Dalam menyusun tulisan ini, digunakan metode penelitian hukum normatif dengan jenis pendekatan perundang-undangan, konseptual, analitism dan pendekatan kasus.  Hasil dari penelitian ini antara lain menjelaskan hal-hal yang mempengaruhi tidak ditempuhnya upaya rehabilitasi oleh Debitor pailit dan akibat hukum tidak ditempuhnya upaya rehabilitasi oleh Debitor pailit.
Legal Advocacy For Catfish Cultivation Groups As An Effort To Improve The Economy In Facing The Covid 19 Pandemic In Mojorang Agung Wondayu Village, Sidoarjo, East Java, Indonesia Sutrisno; Mas Anienda Tien F; Rohmatul Faizah; Hervina Puspitosari
International Journal Of Community Service Vol. 1 No. 2 (2021): August 2021 (Indonesia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v1i2.31

Abstract

Empowerment of catfish advertising cultivation for the community can increase the income source of rural communities and also as an effort to expand employment opportunities for rural communities through the provision of existing land and water in the village of Mojorangagung Wondayu Sidoarjo, East Java, Indonesia. Fish farming business groups in running their business require a business license as a form of legality. Assistance and roles and cooperation with various related agencies are needed in the progress of fish farming business groups, for example,Cooperation with the Department of Agriculture and Food, Cooperation with Universities, one of which is with the National Development University "Veteran" East Java so that assistance can be carried out in managing its legality and can be carried out assistance in cultivation and marketing as well as various other collaborations with related agencies are also needed. The management of legal entities for fish farming groups is very important, apart from being an obligation some rights can be obtained by fish farming groups that have legal entities including being able to receive assistance from the government in the hope that fish farming business actors in the future can be independent and carry out sustainable fisheries business.