Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perlindungan Hukum Bagi Pekerja di Home Industry Pakaian Sidoarjo Lisa Oktaviani; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Revolusi Indonesia Vol 1 No 9 (2021): Jurnal Revolusi Indonesia
Publisher : Fenery Library

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1235/jri.v1i9.178

Abstract

Di Home Industry pakaian Sidoarjo perlindungan hukumnya masih lemah dan tidak ada kejelasan yang pasti kepada pekerjanya seperti perlindungan dan keselamatan kerja yang seharusnya didapatkan pekerja, melihat banyak resiko atau kecelakaan kerja yang dialami pekerja di Home Industry pakaian Sidaorjo serta kurangnya pengetahuan pekerja akan hak-hak yang seharusnya diperoleh. Pada penelitian penulis ini mempunyai tujuan untuk mengetahui: Hak-hak pekerja di Home Industry pakaian Sidoarjo menurut Undang[1]Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan serta Perlindungan hukum pekerja di Home Industry Pakaian Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris yaitu penelitian di langsung ke lapangan di Home Industry pakaian Sidoarjo.. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara dengan pekerja dan pengusaha, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa di Home Industry Pakaian Sidoarjo mempunyai hak non dikriminasi, hak waktu kerja yang sesuai, hak dalam pengupahan yang layak dari pengusaha, hak perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, hak khusus wanita yaitu hak cuti wanita haid, hak cuti wanita hamil atau melahirkan, hak cuti wanita menyusui, hak cuti wanita keguguran. Akan tetapi di dalam implementasinya di Home Industry Pakaian Sidoarjo tidak semua hak-hak yang seharusnya diperoleh pekerja dapat dipenuhi oleh pengusaha
Perlindungan Hukum Bagi Debitur Terkait Eksekusi Jaminan Fidusia yang Menggunakan Pihak Ketiga Robby Christian; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Revolusi Indonesia Vol 1 No 9 (2021): Jurnal Revolusi Indonesia
Publisher : Fenery Library

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1235/jri.v1i9.182

Abstract

melihat banyaknya jaminan Fidusia yaitu kendaraan bermotor yang di eksekusi menggunakan pihak ketiga atau Debt Collector apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan sektor perekonomian melemah membuat pihak bank/leasing selaku kreditur semakin gencar untuk menagih hutang-hutang nasabah selaku Debitur. Banyaknya angka PHK dan pailit juga merupakan faktor pendukung yang membuat debitur lalai dalam membayar cicilan kendaraan bermotor yang dijaminkan jaminan fidusia sehingga kelalaian tersebut menyebabkan kesalahpahaman antara pihak kreditur dan debitur karena kreditur menganggap bahwa debitur yang telat membayar cicilan dikatakan kredit macet. Tak terkecuali juga mengeksekusi kendaraan bermotor milik nasabah yang dijadikan Objek jaminan Fidusia. Dalam pelaksanaan eksekusi objek jaminan fidusia tersebut tak sedikit pihak bank/leasing yang menggunakan jasa pihak ketiga atau Debt Collector yang dimana hal tersebut masih dipertanyakan keabsahannya. maka dari itu penelitian ini akan mengungkapkan mengenai keabsahan Debt Collector sebagai pihak ketiga yang mengeksekusi objek jaminan fidusia serta penulis juga meneliti tentang perlindungan hukum bagi debitur yang kendaraan jaminan fidusia nya di eksekusi oleh bank/leasing selaku kreditur yang menggunakan jasa pihak ketiga. Penelitian memiliki tujuan yaitu untuk Untuk mengetahui tindakan eksekusi jaminan fidusia dengan menggunakan pihak ketiga memiliki keabsahan atau tidak serta Untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum bagi Debitur apabila objek jaminan fidusia di eksekusi oleh pihak ketiga. Penelitian ini menggunakan metode Yuridis Normatif, lalu untuk sumber data dalam penelitian ini menggunakan kepustakaan dan wawancara.
Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap terhadap Perubahan Surat Tanah dari Petok D ke Sertifikat Hak Milik Berdasarkan Peraturan Mentri Agraria dan Tata Ruang Nomor 6 Tahun 2018 Iqbal Riza Muharam; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Revolusi Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Revolusi Indonesia
Publisher : Fenery Library

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1235/jri.v2i1.223

Abstract

Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau yang setingkat dengan itu. Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat. Kegiatan PTSL yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional Lamongan selama tahun 2019 di Kabupaten Lamongan, Kecamatan Kedungpring terdapat 14.655 bidang tanah yang mengikuti program PTSL. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dengan teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memecahkan rumusan-rumusan masalah yaitu dokumen-dokumen resmi, Peraturan Perundang-Undangan, literatur-literatur, atau buku-buku resmi, kusioner dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis secara kualitatif, yaitu semua data yang diperoleh disusun secara sistematis lalu ditafsirkan untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang ada.
Analisa Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara No. 197/G/2018/PTUN. SBY Tentang Pengelolaan Situs Budaya Asta Wirokromo Blingi Sumenep Muhammad Rizky Baihaqi; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Revolusi Indonesia Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Revolusi Indonesia
Publisher : Fenery Library

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1235/jri.v2i2.236

Abstract

Sengketa Tata Usaha Negara yang terjadi antara H. Ahmadi selaku pihak Penggugat dengan Bupati Sumenep dan Yayasan Sunan Wirokromo Gendang Timur selaku pihak Tergugat dan pihak Tergugat II Intervensi , gugatan atas Surat Keputusan Nomor 188/570/KEP/435.012/2018 yang dikeluarkan oleh Bupati Sumenep dalam Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara No.197/G/2018/PTUN.SBY Tentang Pengelolaan Situs Budaya Asta Wirokromo Blingi Sumenep. Merupakan penelitian yang bersifat normatif atau yuridis normatif. yang pada dasarnya menggunakan pendekatan hukum normatif Penelitian normatif terapan mengenai implementasi ketentuan hukum normatif (undang-undang) dalam aksinya pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam suatu masyarakat.
STRENGTHENING THE AGENCY CONSULTATION, MEDIATION AND LEGAL ASSISTANCE THROUGH DIRECT AND VIRTUAL CONSULTATION IN HIGHER EDUCATION IN THE EFFORT TO HELP PEOPLE CAN NOT AFFORD THE PERSPECTIVE OF DIGNIFIED JUSTICE Sutrisno Sutrisno; Fauzul Aliwarman; Hervina Puspitosari; Anajeng Edhi Mahanani Esri
Surakarta Law and Society Journal VOL. 2 NO. 2 FEBRUARY 2020
Publisher : Surakarta Law and Society Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Legal issues in the community are quite haunting, especially for specters. ordinary people who have no or less knowledge related to legal provisions. This ignorance is not without impact. Ignorance of legal provisions and readiness to deal with legal issues can reduce people's readiness in dealing with the law, or even create new legal problems, if because of ignorance it makes people who do not understand the law violate the law. This is what then drives the number of legal aid institutions ready to serve and provide legal assistance. Higher education legal aid institutions become laboratories that can, in real terms, utilize expertise in the field of law to disadvantaged communities in the realization of dignified justice. Besides that students can also practice becoming paralegals, and also can develop themselves in the field of legal assistance. The process of providing legal aid services can be done by assisting both litigation and non-litigation. So the need for strengthening the role of universities in providing legal assistance through legal aid agencies or institutions to help poor people. Keywords: Mediation and Legal Aid Consultation Board, Direct, Virtual.
Determination of Optimal Process Parameters In The Process Of Making Ceramics To Maximize Flexural Strength Using the Taguchi Method (Case Study at the Kasongan Ceramics UKM Center, Bantul, DIY) Sutrisno Sutrisno Sutrisno; Dyah Rachmawati Lucitasari
OPSI Vol 14, No 1 (2021): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v14i1.4498

Abstract

Kasongan Ceramic UKM Center is an association of UKM which makes goods made from clay. Kasongan Ceramic UKM Center, located in Bantul Regency, DIY. The problem that is often experienced by Kasongan Ceramics Center is that products that are often cracked, warped, and easily brittle. The total production of Kasongan UKM Center from September 2019 to February 2020 was 32,256 units, with the number of defective products amounting to 3,873 or 12% of the total production. Based on the studies that have been done, it can be concluded that the defects of cracks, curling, and brittleness that occur are one of them caused by the less than optimal flexural strength of the ceramic products produced. To maximize the flexural strength of the ceramic products produced, the optimal ceramic manufacturing process parameters will be determined using the Taguchi method. To maximize the flexural strength in the process of making ceramics using the Taguchi method, it is necessary to do an experimental design. The first thing to do is to determine the controlled factors and levels in the ceramic manufacturing process that affect the flexural strength. After that determine a suitable orthogonal array and perform experiments based on the specified orthogonal array. The experimental results will be tested for its flexural strength in the laboratory. The resulting flexural strength data will be processed to determine the optimal ceramic manufacturing process parameters that maximize the bending strength of ceramics. Based on the data processing carried out, it is found that the optimal ceramic-making process parameters at the Kasongan Ceramics UKM Center that maximize flexural strength are the composition of 3 parts Godean clay, 3 parts Kasongan clay composition, 1 part sand composition, and burning using an open tub. 
Selection of Alternative Suppliers Using Analytical Hierarchy Process dan Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution Melani Magdalena Hutabarat; Agus Ristono; Sutrisno Sutrisno
OPSI Vol 14, No 2 (2021): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v14i2.5411

Abstract

Garment industry is an industry that focuses on manufacture of clothing. Along with the times, development model and function clothing is increasingly varied. Company’s effort is  determine best supplier. Based on observations in Central Java garment industry, it was found problems related to continuity of fabric supply from major suppliers. When demand soars, demand for cloth supply also increases. However, the availability of fabric supplies owned by main suppliers is not able to meet the needs of garment industry. Therefore, garment industry requires alternative backup suppliers who are able to meet the supply of fabric when the main supplier is inadequate. Supplier selection will be carried out using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method in weighting and Technique for Others Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method in ranking priority order of suppliers. This supplier priority will be used as an alternative supplier that will meet the availability of fabric supply.
PEMANFAATAN RUMPUT LAUT COKLAT SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PEMBUAATAN PELET PAKAN IKAN Sutrisno Sutrisno
OPSI Vol 9, No 2 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.081 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v9i2.2326

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kelompok Ternak Ikan Mina Tirto Dusun Tirto Desa Triharjo Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul. Pengabdian dilakukan dengan memberi pelatihan pada kelompok ternak ikan tentang cara membuat pelet pakan ikan alternatif secara fermentasi menggunakan bioaktivator buatan sendiri dengan bahan tambahan rumput laut coklat. Rumput laut coklat tersebut dapat berfungsi sebagai bender (bahan perekat) dalam pembuatan pelet ikan. Bender atau bahan perekat adalah bahan tambahan yang digunakan untuk menyatukan semua bahan baku dalam pembuatan pelet pakan ikan. Bahan tambahan yang digunakan sebagai perekat sangat menentukan stabilitas pakan dalam air (Meyer dan Eldin, 1972). Stabilitas pelet dalam air akan menyebabkan pelet menjadi mengambang lebih lama di air. Selain berfungsi sebagai bahan perekat sehingga dapat menyebabkan pelet mengambang di air, rumput laut coklat juga mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan dalam pertumbuhannya. Setelah dilakukan pelatihan dan diujicobakan sebagai pakan ikan maka pelet pakan ikan alternatif yang dihasilkan dengan tambahan rumput laut coklat didalamnya  dapat mengambang di air dan lebih mempercepat pertumbuhan ikan.
Development Of Multi-Criteria Decision Making Model In Packed Beverage Industry Using Global Criterion Method Sutrisno Sutrisno; Puryani Puryani
OPSI Vol 14, No 2 (2021): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v14i2.5365

Abstract

The packaged beverage industry with various brands has appeared on the market. The number of competitors in the market requires the packaged beverage industry to implement the right strategy to win the competition. One strategy that can be applied is to make savings and maximize the use of company resources. One of the savings that can be done is to minimize production costs, while maximizing the use of resources can be done by maximizing the utility of the machine owned by the company. Efforts to minimize production costs can be contradictory to efforts to maximize machine utility, this is because maximizing machine utility will certainly require additional production costs, even though the company also wants to minimize production costs. This is included in the category of multi-criteria decision-making problems. To facilitate the company's management in achieving these contradictory company goals, this study will develop a multi-criteria decision-making model to assist companies in making optimal decisions regarding these contradictory company goals. The multi-criteria decision-making model developed is a mathematical model consisting of two mutually contradictory objective functions, namely minimizing production costs and maximizing machine utility, as well as problem constraints which are limitations that are owned by the company in optimizing the achievement of these contradictory company goals. To optimize the multi-criteria decision-making model that has been developed, it will use the global criterion method. The global criterion method will produce a compromise solution that has a minimum deviation from the ideal value of each objective function. Using the global criterion method, a production plan that minimizes production costs and maximizes machine utility is obtained. The multi-criteria decision-making model developed will cause the production plan to have a small deviation from the actual demand, because the model development involves forecasting product demand. The developed model will also produce a production plan that will not exceed the warehouse capacity, so that product storage costs can be minimized, this is because the developed model includes warehouse capacity as a barrier.
PENGEMBANGAN MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN MULTI KRITERIA PADA INDUSTRI MENGGUNAKAN INTERACTIVE APPROACH Dyah Rachmawati L; Sutrisno Sutrisno
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu industri  mempunyai banyak tujuan yang ingin dicapai, dimana tujuan-tujuan tersebut kadang kala satu sama lain saling kontradiktif, dengan kata lain jika suatu tujuan dinaikkan pencapaiannya dapat menurunkan tingkat pencapaian dari tujuan yang lainnya. Optimasi terhadap tujuan-tujuan yang saling bertentangan tersebut perlu untuk dilakukan. Optimasi ini termasuk dalam kategori permasalahan pengambilan keputusan multi kriteria. Untuk itu perlu dibuat suatu model pengambilan keputusan  yang dapat membantu manajemen suatu industri dalam melakukan optimasi terhadap tujuan –tujuan yang telah ditetapkan. Model pengambilan keputusan multi criteria yang dibangun merupakan pemodelan system terhadap permasalahan yang terdapat di industry. Model pengambilan keputusan multi criteria yang dibangun terdiri dari dua tujuan perusahaan yang saling berkontradiksi yang diwujudkan dengan dua fungsi tujuan dan pembatas-pembatas yang merupakan keterbatasan sumberdaya untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. Untuk mencari solusi kompromi atau trade off antara dua fungsi tujuan yang saling bertentangan tersebut digunakan Interactive Approach dengan metode yang digunakan adalah Game Theoritic Technique. Kelebihan dari Interactive Approach adalah terjadi interaksi antara manajemen sebagai pengambil keputusan dengan pelaksana di lantai produksi, sehingga manajemen dapat berkomunikasi  kepada pelaksana di lantai produksi untuk melakukan optimasi lanjutan jika hasil optimasi tahap sebelumnya kurang memuaskan manajemen sebagai pengambil keputusan. Model pengambilan keputusan multi criteria ini  akan mensinkronisasi antara manajemen perusahaan sebagai pengambil keputusan dengan pelaksana optimasi di lantai produksi.