Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) di SMA Negeri 1 Watubangga Jasrudin; Dede Sopiandy; Suriaman; Nurrahman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5532

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan atau kondisi terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Watubangga yang masih kurang optimal, karena kualitas proses dan hasil pembelajaran PPKn yang dilaksanakan masih kurang dari kriteria ketuntasan minimum. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) di SMA Negeri 1 Watubangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas prasiklus, siklus I dan siklus II dengan menggunakan metode statistik deskriptif terhadap 35 siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Watubangga. Instrumen penelitian ini berupa tes. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada prasiklus di kelas X IPS SMA Negeri 1 Watubangga berada pada nilai rata-rata 66. Pada siklus I terjadi peningkatan hasil belajar dengan perolehan nilai rata-rata 72,34 dan ketuntasan secara klasikal sebesar 17%. Hasil tindakan siklus I, selanjutnya dilakukan perbaikan pada siklus II, sehingga nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 76,09 dan ketuntasan secara klasikal sebesar 81% dengan intensitas peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas X IPS SMA Negeri 1 Watubangga dari siklus I ke siklus II sebesar 3,85% dan peningkatan hasil belajar siswa dianggap telah berhasil dengan diterapkannya model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Kata Kunci: Numbered Head Together, hasil belajar, PPKn Abstract This research was motivated by the circumstances or conditions for the learning outcomes of class X IPS students at SMA Negeri 1 Watubangga which are still not optimal, because the quality of the process and learning outcomes of the PPKn carried out are still less than the minimum completeness criteria. The purpose of this study was to describe the increase in student learning outcomes through the Numbered Head Together (NHT) learning model at SMA Negeri 1 Watubangga. This type of research is classroom action research consisting of pre-cycle, cycle I and cycle II using descriptive statistical methods on 35 students of class X IPS SMA Negeri 1 Watubangga. The research instrument is in the form of a test. Data collection techniques are carried out by observation, tests, and documentation. The results showed that the pre-cycle in class X IPS SMA Negeri 1 Watubangga was at an average score of 66. In the first cycle there was an increase in learning outcomes with an average score of 72.34 and classical completeness of 17%. The results of the actions of cycle I, then carried out improvements in cycle II, so that the average value of students increased to 76.09 and classical completeness was 83% with the intensity of increasing student learning outcomes in PPKn subjects in class X IPS SMA Negeri 1 Watubangga from cycle I to cycle II of 3.85% and an increase in student learning outcomes is considered successful with the implementation of the Numbered Head Together (NHT) learning model. Keywords: Numbered Head Together, learning outcomes, PPKn
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila pada Siswa SMA Negeri 1 Lalolae Melin Melin; Sitti Nur Wahida; Natasha Rahmadani; Dede Sopiandy; Jasrudin Jasrudin; Zulfikar Putra
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i1.33682

Abstract

Students' understanding of Pancasila values ​​remains a persistent challenge in Indonesian education. In learning practices, Pancasila values ​​are often delivered textually and memorization-oriented, preventing students from fully internalizing their meaning and implementing them in their daily lives. This situation demands learning innovations that not only emphasize cognitive aspects but also engage students in an effective, contextual, and meaningful way. This study aims to analyze the effectiveness of the Project-Based Learning (PiBL) model combined with comics in improving high school students' understanding of Pancasila values. This study used a weak experimental method with a One Group Pre-test and Post-test design. The subjects were 25 10th-grade students of SMA Negeri 1 Lalolac. Data were collected through essay tests administered before and after the treatment. Data were analyzed using descriptive statistics and N-gain calculations to determine the level of improvement in students' understanding. The results of the study showed an increase in students' average scores from 77.20 in the pre-test to 89.00 in the post-test. The distribution of score categories shifted significantly from a predominance of low and medium scores to a predominance of high scores. The N gain value of 0.56 indicates that the implementation of project-based learning with comics was effective in the medium category. These findings indicate that integrating the PIBL model with comics significantly improved students' understanding of Pancasila values. Therefore, project-based learning with comics can be used as an alternative, innovative learning strategy in Pancasila and Citizenship Education. This model not only improves students' conceptual understanding but also encourages active involvement, creativity, and critical thinking skills in internalizing Pancasila values.
Sinergi Dosen–Mahasiswa PPKn dan Masyarakat: Pemberdayaan Ekonomi dalam Penanggulangan Kemiskinan di Desa Awa, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka Dede Sopiandy; Jasruddin; Sri Hariyadi; Farid Wajdi; Zulfikar Putra; Eko Bambang Murdiansyah; Nuraisyah; Salsa Yunita; Hajar Aswar; Nurul Walfadilah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4311

Abstract

Kemiskinan yang dialami sebagian keluarga di wilayah pedesaan tidak dapat diselesaikan hanya melalui bantuan sosial, melainkan memerlukan pendampingan yang berkelanjutan agar masyarakat mampu membangun kemandirian ekonomi. Perguruan tinggi, melalui dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), memiliki peran strategis untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat sebagai wujud nilai-nilai kewarganegaraan berupa kepedulian sosial dan gotong royong. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk sinergi antara dosen dan mahasiswa PPKn dengan masyarakat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi sebagai upaya penanggulangan kemiskinan keluarga rentan di Desa Awa, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan, melibatkan 10 kepala keluarga kategori rentan miskin sebagai informan utama yang dipilih melalui teknik purposive sampling, serta dosen dan mahasiswa PPKn sebagai fasilitator pendampingan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, sinergi dosen dan mahasiswa PPKn terwujud melalui pendampingan partisipatif yang menempatkan mahasiswa sebagai jembatan antara ilmu kewarganegaraan dan praktik pemberdayaan di lapangan. Kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat dilakukan melalui optimalisasi aset lokal, seperti pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik dan pemanfaatan pekarangan sempit untuk budidaya sayuran, sebagai sumber penghematan pengeluaran sekaligus pendapatan tambahan keluarga. Ketiga, kombinasi pendampingan tersebut dengan penguatan kapasitas produktif keluarga terbukti lebih efektif dalam menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan bantuan sosial dari luar. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pengabdian berbasis kolaborasi tridarma perguruan tinggi sebagai strategi jangka panjang pengentasan kemiskinan di tingkat desa.