Harlina Nurtjahjanti
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 70 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

The role of resilience and readiness to change on students’ learning interest: E-learning implementation during Covid-19 Harlina Nurtjahjanti; Anggun Resdasari Prasetyo; Lusi Nur Ardhiani
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 40, No 3 (2021): Cakrawala Pendidikan (October 2021)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v40i3.39080

Abstract

COVID-19 affects the learning system at university. This study aims to determine the relationship between resilience and readiness for changes in students’ interest to learn in the Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro, Indonesia, under the implementation of an e-learning system during the COVID-19 pandemic. The subjects in this study were 190 Students (M = 37, F = 153). The sampling technique used was cluster random sampling. The instruments used were the CD-RISC (16 items; α = .886), readiness for change questionnare (28 items; α = .919), and interest in leaning questionnare (14 items; α = .882). The multiple regression analysis show that there was a positive and significant correlation between resilience and interest in learning (r = .555; p .001), and a positive and significant correlation between readiness for change and interest in learning (r = .580; p .001). Furthermore, resilience and readiness for change together can predict students’ interest in learning during e-learning implementation (r = .675, p .001), R2 = .456, F = 78,294; p .001). Resilience and readiness for change effectively contributed 45.6% to predicting students’ interest in learning. These results suggest that students have resilience and readiness for change so that their interest in learning remains high despite having to face uncertain situation.
KOMITMEN AFEKTIF ORGANISASI DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL PADA PEKERJA PELAKSANA DI PERUSAHAAN UMUM (PERUM) X SEMARANG Arviana Fitri Kusumastuti; Harlina Nurtjahjanti
JURNAL STUDI MANAJEMEN ORGANISASI Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Economics and Business Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.014 KB) | DOI: 10.14710/jsmo.v10i1.5573

Abstract

Affective organizational commitment is a psychological attachment to the organization that is characterized by a strong desire of individuals to survive in an organization and there is emotional involvement of the organization, the identification of values and goals of the organization. The purpose of this study to determine the relationship between perceptions of transactional leadership style with affective organizational commitment in managing workers Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Semarang. The population in this study are workers implementing the Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Semarang. Study sample totaled 138 people, which is obtained through simple random sampling technique. Means of collecting data in this study is the scale. Affective and the scale of organizational commitment scale (32 valid aitem, α = 0.933) and perceptions of transactional leadership style (30 valid aitem α = 0.954), which has been tested on 38 workers implementing the Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Semarang. Data obtained by simple regression analysis demonstrated a correlation coefficient of 0.42 and p = (p <0.05). That is, there is a positive and significant relationship between two variables, if the more positive perceptions of transactional leadership style, the higher the affective commitment to the organizations, and conversely the more negative perceptions of transactional leadership style, the lower the affective organizational commitment in managing workers. These results indicate that the hypothesis is accepted. Perceptions of transactional leadership style contributed by 17.7% effective against affective organizational commitment, while 82.3% were influenced by other factors that are not revealed in the study. Keywords : Perception, Transactional leadership style, Affective organizational commitment
HUBUNGAN ANTARA DIMENSI KEPRIBADIAN HONESTY-HUMILITY DENGAN CYBERLOAFING PADA KARYAWAN OTORITAS JASA KEUANGAN REGIONAL 3 JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Bagas Ramadhiansyah; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.33218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dimensi kepribadian honesty-humility dengan cyberloafing pada karyawan Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Cyberloafing merupakan perilaku individu secara aktif dalam menggunakan gadget milik pribadi maupun fasilitas kantor saat jam kerja untuk kepentingan pribadi. Dimensi kepribadian honesty-humility merupakan dimensi yang mencakup sifat-sifat tulus, menghindari kecurangan, menghindari ketamakan dan sifat rendah hati. Populasi penelitian ini berjumlah 155 karyawan OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY dengan sampel sebanyak 82 karyawan melalui convenience sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah modifikasi aitem Skala Honesty-Humility dalam The IPIP HEXACO-PI (26 aitem: α = 0,851) dan Skala Cyberloafing (21 aitem: α = 0,868). Analisis data menggunakan regresi sederhana menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dimensi kepribadian honesty-humility dengan cyberloafing pada karyawan OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY dengan hasil rxy = -0,239 dan p = 0,015 (p<0,05). Dimensi kepribadian honesty-humility memberikan sumbangan efektif sebesar 5,7% kepada cyberloafing, sisanya sebesar 94,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN CYBERLOAFING PADA PEGAWAI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO Egy Yolanda Putra; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.53 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.24414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dengan cyberloafing pada pegawai Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Komitmen organisasi merupakan keadaan psikologis seseorang individu yang mengidentifikasi dirinya sebagai anggota organisasi dan bersedia untuk bertindak atas nama organisasi. Cyberloafing adalah perilaku menggunakan internet untuk kepentingan pribadi disaat jam kerja untuk keperluan yang tidak berhubungan dengan kegiatan kerja. Penelitian ini lebih lanjut bertujuan ingin mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dengan cyberloafing pada pegawai negeri sipil dan pegawai kontrak. Subjek dalam penelitian ini adalah 92 pegawai Fakultas Teknik Universitas Diponegoro termasuk PNS dan kontrak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Komitmen Organisasi (22 aitem, α = 0,899) dan Skala Cyberloafing (19 aitem, α = 0,903). Hasil analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,237 dan p = 0,011 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan cyberloafing. Semakin tinggi komitmen organisasi, maka semakin rendah cyberloafing dan sebaliknya. 
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOSOCIAL SAFETY CLIMATE DENGAN LOYALITAS KARYAWAN PT. TELKOM INDONESIA DIVISI REGIONAL IV (JATENG & DIY) Rizka Augusta; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.968 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychosocial safety climate dengan loyalitas karyawan PT. Telkom Indonesia Divisi Regional IV (Jateng & DIY). Subjek dalam penelitian ini sebanyak 85 orang karyawan PT. Telkom Indonesia Divisi Regional IV (Jateng & DIY) dengan teknik pengambilan sampel yaitu convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Psychosocial Safety Climate (30 aitem, α = 0,91) dan Skala Loyalitas Karyawan (43 aitem, α =0,96) yang telah diuji cobakan pada 32 karyawan PT. Telkom Indonesia Divisi Regional IV (Jateng & DIY). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = 0,642 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu adanya hubungan positif antara psychosocial safety climate dengan loyalitas karyawan PT. Telkom Indonesia Divisi Regional IV (Jateng & DIY) dengan sumbangan efektif 41,3%. Semakin positif psychosocial safety climate, maka loyalitas karyawan akan semakin tinggi dan sebaliknya.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN MOTIVASI KERJA PADA KARYAWAN PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TENGAH WILAYAH KUDUS Anjasmara Adiel Saputra; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.028 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan motivasi kerja pada karyawan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah wilayah Kudus. Motivasi kerja adalah Sebuah intensitas yang menggerakkan perilaku karyawan, yang diungkap berdasarkan aspek intensitas, arah dan ketekunan. Motivasi kerja dipengaruhi oleh iklim organisasi, yaitu sebagai suatu persepsi penilaian individu mengenai lingkungan internal organisasi yang diukur melalui fleksibilitas, inovasi, fokus keluar, dan refleksivitas. Sampel penelitian berjumlah 70 dengan karakteristik subjek adalah karyawan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah wilayah Kudus yang telah bekerja minimal 1 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik quota sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala Iklim Organisasi (29 aitem, α= 0,906) dan Motivasi Kerja (33 aitem, α= 0,935). Analisis regresi sederhana  menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara iklim organisasi dan motivasi kerja (rxy= 0,707 dengan p = 0,000) yang berarti bahwa semankin tinggi iklim organisasi semakin tinggi pula motivasi kerja. iklim organisasi memiliki sumbangan efektif sebesar 50% terhadap motivasi kerja.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN PT. DUA KELINCI PATI Setyowati Wulandari; Harlina Nurtjahjanti; Nofiar Aldriandy Putra
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.339 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7376

Abstract

Pada era pasar bebas perusahaan dituntut untuk meningkatkan antusias ketika bekerja, mengatasi masalah dan tantangan sekalipun berat, aktif dalam meningkatkan diri serta bersikap positif dan optimis dalam bekerja, atau yang sering disebut work engagement. Salah satu aspek karyawan yang work engagement disebakan oleh dukungan, inspirasi dan perhatian individual dari pemimpin. Pendekatan gaya kepemimpinan transformasional yang diterapkan dipersepsikan positif dapat mengindikasikan lingkungan organisasi yang kondusif, sehingga memunculkan keinginan karyawan untuk semakin produktif dengan menampilkan work engagement yang tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional dengan work engagement. Jumlah populasi penelitian ini adalah 173 karyawan, sampel penelitian 115 karyawan dengan menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala psikologi dengan model likert, yaitu skala work engagement (21 aitem, a = 0,876) dan skala persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional (33 aitem, a = 0,935).Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi sederhana yang dibantu dengan program komputer SPSS ver.17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan transfor-masional dengan work engagement pada karyawan PT. Dua Kelinci Pati dengan koefisien korelasi 0,586 dengan p = 0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin positif persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi work engagement. Persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional sebesar 34,3% terhadap work engagement.
CITRA TUBUH DAN INTENSI MEMBELI PRODUK ALAS KAKI MEREK “X” PADA MAHASISWI ANGKATAN 2012 UNIVERSITAS DIPONEGORO Erna Dyah Krisnaningrum; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.468 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15073

Abstract

Keyakinan mahasiswi mengenai citra tubuh memberikan pengaruh terhadap rasa puas atau ketidakpuasan ke diri individu. Citra tubuh merupakan persepsi dan sikap terhadap tubuh individu. Intensi membeli produk alas kaki merek “X” merupakan niat konsumen untuk melakukan pengambilan keputusan membeli produk alas kaki merek “X” sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan intensi membeli produk alas kaki merek “X” di UNDIP. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswi angkatan 2012 di UNDIP. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling dengan sampel berjumlah 154 mahasiswi. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi model Likert, yaitu skala citra tubuh (25 aitem valid dengan rix sebesar 0,920) dan skala intensi membeli produk alas kaki (29 aitem valid dengan rix sebesar 0,903). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi antara citra tubuh dengan intensi membeli (rxy) sebesar 0,163 dengan p sebesar 0,043 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang dipaparkan peneliti ditolak. Pada penelitian ini citra tubuh memberikan sumbangan efektif sebesar 2,70% pada intensi membeli produk alas kaki merek “X”.
HUBUNGAN ANTARA WORK-FAMILY CONFLICT DENGAN RESILIENSI PADA TENAGA KEPERAWATAN WANITA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. R. SOETRASNO Hasna Pratiwi Kuswardani; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.516 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-family conflict dengan resiliensi pada tenaga keperawatan wanita. Populasi penelitian berjumlah 137 orang dengan sampel penelitian 82 tenaga keperawatan wanita yang terdiri dari perawat dan bidan yang telah menikah dengan menggunakan sampling kuota. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologi model Likert yang terdiri dari dua skala, yaitu Skala Resiliensi (34 aitem, α = 0,911) dan skala Work-family Conflict (33 aitem, α = 0,923).Analisis data yang digunakan menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 22.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara work-family conflict dengan resiliensi pada tenaga keperawatan wanita Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R. Soetrasno Rembang dengan koefisien korelasi -0.704 dengan p = 0,000 (p<0,001). Berdasarkan penelitian tersebut disimpulkan bahwa semakin rendah work-family conflict maka akan semakin tinggi resiliensi. Work-family conflict memberikan sumbangan efektif sebesar 49,6% terhadap resiliensi.
THE RELATIONSHIP BETWEEN WORK EFFICACY WITHJOB INSECURITY ON PRODUCTION EMPLOYEESPT “X” SEMARANG Rini Sulistyawati; Harlina Nurtjahjanti; Unika Prihatsanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.013 KB) | DOI: 10.14710/empati.2012.467

Abstract

Post ACFTA, ASEAN harmonization program as an effort towards the ASEAN Economic Community (AEC) will be implemented in 2015. Integration will impact on various sectors include traditional herb medicine industry. The inability of the organization to face these conditions can lead to the threat of layoffs and made employees experience job insecurity. Therefore work efficacy to minimize the perceived job insecurity is needed by employees.The purpose of this research is to find out the relationship between work efficacy with job insecurity production employees of PT "X" Semarang. Study uses 56 production employees on PT "X" Semarang as a research subject. Determination of sample using incidental sampling technique. Methods of data collection using job insecurity scale consists of 32 aitem valid (α= 0.900) and Work Efficacy Scale consists of 28 aitem valid (α= 0.931).The results of the analysis with the simple regression analysis method get rxy = -0.644 with p = 0.000 (p <0.05), meaning that the research hypothesis is accepted and that there is a negative and significant correlation between work efficacy and job insecurity. Negative relationship between the two variables means the higher work efficacy, perceiving job insecurity on production employees will be low and vice versa. Work efficacy providing 41.5% effective contribution against job insecurity. These results indicate that there is 58.5% of another factor, which also contributed to job insecurity that are not disclosed in this study.
Co-Authors Amanda Intan Puspitasari Anggun Resdasari Prasetyo Anindya Dewi Hapsari Anjasmara Adiel Saputra Annisa Aulia Rahmah Annisa Irti Annisaa Tiara Dewi Arini Izzati Fatimah Arviana Fitri Kusumastuti Athiyyah Nanda Gumai Atina Kamila Pratiwi Avy Tiasa Febrina Azkia Fadhilah Bagas Ramadhiansyah Briananta Winda Kurniawan Candra Rakhma Alima Catur Wahyu Wijayanti Chanya Paripurastu Sasongko, Chanya Paripurastu Costrie Ganes Widayanti Danastri Cintantya Diah Ratna Sari Diana Rusmawati Dinda Karin Shaina Dwi Cheppy Dharmawan, Dwi Cheppy Dyra Sri Amini Egy Yolanda Putra EKI DWI PUTRA Erin Ratna Kustanti Erna Dyah Krisnaningrum Fardia Astiarini Ilyas Febrie Sani Ferina Nissa Fauzia Francisca Aully Adestyani Gadhia Aufari Hafidz Ibnu Ramadhan, Hafidz Ibnu Hasna Pratiwi Kuswardani Hilmun Zahrina I Gusti Ayu Agung Yesika Yuniar Ika Zenita Ratnaningsih Indri Murti Astuti Inggan Dwi Putri Desyani Intan Nurliawati Irfan Abdurrahman Jati Ariati Kafhaya Maryama Suraya Lusi Nur Ardhiani Mia Novitaloka Mohamad Rizal Rifai Mollinda Aginza Hawa Mukhammad Rangga Perdana Nailul Fauziah Nofiar Aldriandy Putra Nora Rizky Maulidina Pratidya Cantika Maharani Negara Putri Zahrah Adelia Rahadyan Sekar Gupita Negara Ratna Intifada Richa Bonita Rini Sulistyawati Rizka Augusta Rizky Meutia Ramadita Satri Purwito SEPTIANI, NURALINA Setianingrum, Anindhita Setyowati Wulandari Siti Maesaroh Suci Permatasari Syahrina Nurul Hidayah SYAIFULLAH, AKRAM SHIDDIQ Syarifuddin Syarifuddin Unika Prihatsanti Valentina Karina Dwiayuningtyas Pratiwi Yuli Agustiani Yusi Fitri Novianti