Harlina Nurtjahjanti
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 70 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA WORK-LIFE BALANCE DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA SOPIR TAKSI PT. EXPRESS TRANSINDO UTAMA TBK DI JAKARTA Danastri Cintantya; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.258 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20246

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mengetahui hubungan antara Work-Life Balance (WLB) dengan Subjective Well-Being (SWB) pada sopir taksi PT. Express Transindo Utama Tbk di Jakarta. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sopir taksi yang bekerja di Jakarta dengan rentang umur 20 – 40 Tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi sederhana dengan total sampling yang digunakan adalah 100 sopir taksi yang tersebar di Jakarta. Alat ukur yang digunakan adalah Skala WLB (29 item; α = 0,891) dan Skala SWB (28 item; α = 0,901). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara WLB dengan SWB pada sopir taksi PT. Express Transindo Utama Tbk di Jakarta dengan niai = 0,564 dan p = 0,000 (p<0,05). WLB memberikan sumbangan efektif sebesar 31,8% terhadap SWB. Sopir taksi PT. Express Transindo Utama Tbk di Jakarta memiliki mayoritas WLB dan SWB pada kategori sangat rendah sebesar 65% dan 66% dan sisanya berada pada kategori rendah. 
HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BAGIAN OHS PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA SEMARANG PLANT Siti Maesaroh; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.36 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7380

Abstract

Komitmen organisasi adalah kesediaan karyawan untuk mengidentifikasikan dirinya, menerima tujuan dan nilai-nilai organisasi serta bersedia untuk memberikan usaha dan kemampuan kepada organisasi demi tercapainya tujuan dan kelangsungan organisasi. Bersedianya karyawan dalam organisasi tersebut dapat ditumbuhkan dengan meningkatkan akan pentingnya sikap terhadap Alat Pelindung Diri (APD) untuk meminimalisir angka kecelakaan akibat kerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris korelasi antara sikap terhadap Alat Pelindung Diri (APD) dengan komitmen organisasi pada karyawan bagian OHS PT. Coca-cola Bottling Semarang Plant dan mengetahui besarnya sumbangan efektif sikap terhadap Alat Pelindung Diri (APD) pada komitmen organisasi. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan Bottle Washer bagian OHS PT. Coca-cola Bottling Semarang Plant. Jumlah subjek dalam Penelitian ini adalah 30 orang. Metode pengumpulan data dengan teknik sampling kuota. Alat pengumpulan data menggunakan skala psikologi, yaitu Skala Sikap Terhadap APD yang terdiri dari 24 aitem valid (α = 0,873), Skala Komitmen Organisasi yang terdiri dari 21 aitem valid (α = 0,856).Hasil analisis data dengan metode analisis regresi sedehana dengan bantuan program SPSS versi 17.0 diperoleh hasil rxy= 0,564 dengan p= 0,001 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara sikap terhadap APD dengan komitmen organisasi pada karyawan Bottle Washer bagian OHS PT. Coca-cola Bottling Semarang Plant. Semakin positif sikap terhadap APD maka akan semakin tinggi komitmen organisasi. Sebaliknya, semakin negatif sikap terhadap APD maka akan semakin rendah pula komitmen organisasi. Hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima. Efektifitas regresi sikap terhadap APD ditunjukan oleh angka 0,318. Hasil tersebut menunjukan bahwa dalam penelitian ini sikap terhadap APD mempengaruhi komitmen organisasi sebesar 31,8%. Jadi masih ada 68,2% faktor lain yang berpengaruh terhadap komitmen organisasi pada karyawan Bottle Washer bagian OHS PT. Coca-cola Bottling Semarang Plant.
HUBUNGAN ANTARA WORK-LIFE BALANCE DENGAN LOYALITAS KARYAWAN PADA PT. HANIL INDONESIA DI BOYOLALI Mollinda Aginza Hawa; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.966 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20260

Abstract

Loyalitas karyawan adalah kesetiaan karyawan terhadap pekerjaan maupun perusahaan yang ditunjukkan dengan tekad dan kesanggupan karyawan untuk taat pada peraturan yang telah ditentukan, dimana didalamnya terdapat rasa cinta dan tanggung jawab untuk berusaha memberikan pelayanan dan perlakuan yang terbaik  dengan penuh kesadaran. Work-life balance adalah kemampuan individu dalam menjalankan fungsi yang baik sehingga meminimalkan konflik antara peran individu tersebut di dalam pekerjaan dan keluarga, serta individu tersebut mendapatkan kepuasan dan keuntungan ketika menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance dengan loyalitas karyawan pada PT. Hanil Indonesia di Boyolali. Subjek penelitian ini adalah karyawan tetap PT. Hanil Indonesia di Boyolali. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling dengan jumlah 127 subjek. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala yaitu Skala Loyalitas Karyawan (26 aitem; α = 0,902) dan Skala Work-Life Balance (20 aitem; α = 0,885). Analisis data dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara work-life balance dengan loyalitas karyawan pada PT. Hanil Indonesia di Boyolali (rxy = 0,488; p < 0,001). Work-life balance memberikan sumbangan efektif sebesar 23,9% terhadap loyalitas karyawan. 
HUBUNGAN ANTARA SPIRITUALITAS KERJA DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT RAWAT INAP RSI SULTAN AGUNG KOTA SEMARANG Atina Kamila Pratiwi; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.316 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20195

Abstract

Burnout merupakan kondisi yang dirasakan individu yang ditandai dengan kelelahan emosional, depersonalisasi, dan ketidakefektifan dalam bekerja sebagai respon terhadap stres pekerjaan. Spiritualitas kerja merupakan individu yang memaknai pekerjannya dengan memahami tempat kerja sebagai sarana pemenuhan kehidupan batin, mencapai tujuan dalam bekerja, dan mengalami perasaan terhubung dengan individu lain di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara spiritualitas kerja dengan burnout pada perawat rawat inap RSI Sultan Agung Kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 270 perawat rawat inap RSI Sultan Agung. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan convenience sampling dengan jumlah 90 subjek. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala yaitu Skala Burnout (36 aitem α ; = 0,934) dan Skala Spiritualitas kerja (26 aitem α ; = 0,903). Uji korelasi Spearman menunjukkan rxy = -0,373 (p < 0,001), yang berarti ada hubungan negatif yang signifikan antara spiritualitas kerja dengan burnout. Semakin tinggi spiritualitas kerja maka semakin rendah burnout.
HUBUNGAN ANTARA TECHNOSTRESS DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA PERANGKAT DESA DI KECAMATAN KEDUNG, KABUPATEN JEPARA Anindya Dewi Hapsari; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.36825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara technostress dengan keterikatan kerja pada Perangkat Desa di Kecamatan Kedung. Keterikatan kerja merupakan sikap positif individu dalam bekerja yang dilakukan dengan semangat yang tinggi, berdedikasi penuh terhadap pekerjaan, sehingga menyebabkan individu sulit terlepas dari pekerjaan. Technostress merupakan ketidakmampuan individu dalam beradaptasi dengan tuntutan pekerjaan yang menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) karena merupakan hal yang baru dan belum terbiasa menggunakan TIK, sehingga mengalami kesulitan dalam pekerjaan, ketidakpuasan, kelelahan, kegelisahan dan produktivitas menurun. Adanya fenomena technostress dapat mempengaruhi keterikatan kerja yang ada pada seorang individu. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 219 perangkat desa di Kecamatan Kedung dengan sampel sebanyak 140 perangkat desa melalui convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Keterikatan Kerja (24 aitem: α = 0,907) dan Skala Technostress (23 aitem: α = 0,865. Analisis data dilakukan dengan analisis Spearman’s Rho yang diperoleh hasil koefisien korelasi (rxy) antara technostress dengan keterikatan kerja sebesar -0,413 dengan signifikansi p = 0,000 (p<0,05). Hasil koefisien korelasi tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara kedua variabel dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENJADI POLISI WANITA (POLWAN) PADA POLWAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG Avy Tiasa Febrina; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.806 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20111

Abstract

Pengambilan keputusan merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses mental atau kognitif yang membawa pada pilihan suatu tindakan diantara beberapa pilihan yang ada untuk mencapai hasil yang diinginkan individu. Dukungan sosial orangtua adalah persepsi individu terhadap perilaku orangtua dalam bentuk kenyamanan, semangat, pemberian informasi, pemberian bantuan yang nyata terhadap individu dan menganggap individu tersebut dicintai, dihargai, diperhatikan hingga timbul rasa percaya diri dalam diri individu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan pengambilan keputusan menjadi Polwan pada Polwan di Bandar Lampung. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 159 anggota Polwan di Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling dengan jumlah 80 subjek. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala yaitu Skala Pengambilan Keputusan (33 aitem α ; = .911) dan Skala Dukungan Sosial Orangtua (38 aitem α ; = .941). Analisis data dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan pengambilan keputusan menjadi Polwan pada Polwan di Bandar Lampung (rxy= .616), dukungan sosial orangtua memberikan sumbangan efektif sebesar 37,1%.  
HUBUNGAN ANTARA PERSON-ORGANIZATION FIT (P-O FIT) DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING (SWB) PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DINAS BINA MARGA DAN PENATAAN RUANG PROVINSI JAWA BARAT Intan Nurliawati; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.501 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20255

Abstract

Subjective well-being (SWB) adalah penilaian individu terhadap kehidupan yang dilakukannya secara kognitif dan afektif berdasarkan kepuasan hidup dan pegalaman emosi yang merujuk pada makna kesejahteraan bagi individu. Person-organization fit (P-O Fit) adalah kesesuaian antara nilai, tujuan, kebutuhan, dan kepribadian individu dengan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara P-O Fit dengan SWB pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Sampel penelitian ini adalah 78 pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus sebagai PNS dengan masa kerja minimal satu tahun dengan menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala SWB (40 aitem; α=0,924) dan skala P-O Fit (34 aitem; α=0,900) yang telah diujicobakan sebelumnya. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukan koefisien korelasi rxy = 0, 768 dan p = 0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan positif signifikan antara P-O Fit dengan SWB. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis peneliti dapat diterima dengan penjelasan bahwa semakin tinggi P-O Fit maka akan semakin tinggi juga SWB dan begitupun sebaliknya. P-O Fit memberikan sumbangan efektif sebesar 59% terhadap SWB dan sisanya sebesar 41% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN MATAHARI DEPARTMENT STORE JAVAMALL SEMARANG Annisa Aulia Rahmah; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.094 KB) | DOI: 10.14710/empati.2020.27703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan intensi turnover pada karyawan Matahari Department Store Java Mall Semarang. Psychological capital merupakan kondisi kapasitas dasar individu berupa sifat positif yang dapat membantu individu untuk dapat berkembang. Intensi turnover adalah niat atau keinginan individu untuk meninggalkan pekerjaannya. Penelitian ini dilakukan pada karyawan Matahari Department Store Java Mall wilayah Kota Semarang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Alat ukur dalam pengambilan data menggunakan skala psychological capital (34 aitem α=0,917) dan skala intensi turvover (27 aitem α=0,914) yang sudah dilakukan uji coba pada 40 orang karyawan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana menunjukkan hasil nilai korelasi anntara psychological capital dengan intensi turnover sebesar rxy=0,405, dengan nilai p=0,001 (p<0,05), r2= 0,164, F= 13,318, dan β= -0,405. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara psychological capital dengan intensi turnover. Hipotesis dalam penelitian ini diterimadengan sumbangan efektif psychological capital sebesar 16,4% pada intensi turnover, kemudian 83,6% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain-lain di luar penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA LEADER-MEMBER EXCHANGE DENGAN JOB CRAFTING PADA KARYAWAN BIRO ADMINISTRASI UMUM DAN KEUANGAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Athiyyah Nanda Gumai; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.36737

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara leader-member exchange dengan job crafting pada karyawan Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) Undip. Leader-member exchange merupakan sebuah persepsi yang muncul terhadap kualitas interaksi antara atasan dengan bawahan maupun sebaliknya yang terjalin di tempat kerja. Job crafting merupakan suatu perubahan yang dilakukan karyawan di tempat kerjanya baik secara fisik maupun kognitif dengan tujuan untuk memberikan pemaknaan baru bagi karyawan. Tiga dimensi pada job crafting ialah task crafting, relational crafting, dan cognitive crafting. Populasi penelitian ini berjumlah 92 orang karyawan BAUK dengan sampel sebanyak 60 orang dengan menggunakan teknik proportional sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan Skala Leader-Member Exchange (19 aitem: α = 0,753) dan Skala Job Crafting (31 aitem: α = 0,666). Analisis penelitian menggunakan regresi sederhana menghasilkan rxy = 0,557 dan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan positif antara leader-member exchange dengan job crafting pada karyawan BAUK Undip. Leader-member exchange memberikan sumbangan efektif sebesar 31,1% terhadap job crafting, sedangkan sisa 68,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA LEADER MEMBER EXCHANGE (LMX) DENGAN INTER FUNCTIONAL COORDINATION (IFC) PADA KARYAWAN DI PT X Gadhia Aufari; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.753 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20186

Abstract

Karyawan dalam perusahaan minyak dan gas bumi membutuhkan perilaku koordinasi yang tinggi dalam bekerja. Inter Functional Coordination adalah perilaku berkoordinasi yang ditunjukkan melalui information coordination, organization coordination, dan corporate culture. Interaksi positif antara atasan dan bawahan hasil dari penerapan gaya kepemimpinan Leader Member Exchange, memiliki pengaruh terhadap motivasi karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Leader Member Exchange dengan Inter Functional Coordination pada PT X. Sampel penelitian berjumlah 73 karyawan dengan pengumpulan data menggunakan dua buah skala Inter Functional Coordination (31 aitem valid, α = .918) dan Leader Member Exchange (31 aitem valid, α = .924) dengan metode proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi (rxy) =.441 dengan nilai p = .000 (p < .001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti terbukti, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel Leader Member Exchange dengan Inter Functional Coordination. Semakin positif Leader Member Exchange maka semakin tinggi Inter Functional Coordination. Sumbangan efektif yang diberikan pada penelitian ini sebesar 19.5% 
Co-Authors Amanda Intan Puspitasari Anggun Resdasari Prasetyo Anindya Dewi Hapsari Anjasmara Adiel Saputra Annisa Aulia Rahmah Annisa Irti Annisaa Tiara Dewi Arini Izzati Fatimah Arviana Fitri Kusumastuti Athiyyah Nanda Gumai Atina Kamila Pratiwi Avy Tiasa Febrina Azkia Fadhilah Bagas Ramadhiansyah Briananta Winda Kurniawan Candra Rakhma Alima Catur Wahyu Wijayanti Chanya Paripurastu Sasongko, Chanya Paripurastu Costrie Ganes Widayanti Danastri Cintantya Diah Ratna Sari Diana Rusmawati Dinda Karin Shaina Dwi Cheppy Dharmawan, Dwi Cheppy Dyra Sri Amini Egy Yolanda Putra EKI DWI PUTRA Erin Ratna Kustanti Erna Dyah Krisnaningrum Fardia Astiarini Ilyas Febrie Sani Ferina Nissa Fauzia Francisca Aully Adestyani Gadhia Aufari Hafidz Ibnu Ramadhan, Hafidz Ibnu Hasna Pratiwi Kuswardani Hilmun Zahrina I Gusti Ayu Agung Yesika Yuniar Ika Zenita Ratnaningsih Indri Murti Astuti Inggan Dwi Putri Desyani Intan Nurliawati Irfan Abdurrahman Jati Ariati Kafhaya Maryama Suraya Lusi Nur Ardhiani Mia Novitaloka Mohamad Rizal Rifai Mollinda Aginza Hawa Mukhammad Rangga Perdana Nailul Fauziah Nofiar Aldriandy Putra Nora Rizky Maulidina Pratidya Cantika Maharani Negara Putri Zahrah Adelia Rahadyan Sekar Gupita Negara Ratna Intifada Richa Bonita Rini Sulistyawati Rizka Augusta Rizky Meutia Ramadita Satri Purwito SEPTIANI, NURALINA Setianingrum, Anindhita Setyowati Wulandari Siti Maesaroh Suci Permatasari Syahrina Nurul Hidayah SYAIFULLAH, AKRAM SHIDDIQ Syarifuddin Syarifuddin Unika Prihatsanti Valentina Karina Dwiayuningtyas Pratiwi Yuli Agustiani Yusi Fitri Novianti