Claim Missing Document
Check
Articles

BAHAYA MENGONSUMSI MAKANAN INSTAN DAN PENTINGNYA GIZI SEIMBANG PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 BOARDING SCHOOL KOTA BENGKULU Juli Andri; Muhammad Bagus Andrianto; Padila; Andry Sartika; afifah; Meza Tri Marini Nasution
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v8i3.9626

Abstract

Gizi merupakan salah satu indikator penting yang berperan dalam tubuh manusia. Gizi memengaruhi fungsi dari organ-organ tubuh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia melalui berbagai proses dalam sistem pencernaan seperti proses digestif atau mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh, absorpsi yaitu penyerapan kembali zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh, dan metabolisme atau pengeluaran zat-zat sisa dari makanan yanng sudah dicerna oleh sistem pencernaan. Menimbang akan pentingnya gizi dalam tubuh, keseimbangan dalam pemenuhan gizi menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Namun, seiring berkembangnya zaman dan teknologi yang semakin pesat,  banyak inovasi baru di bidang pangan yang tidak lagi memperhatikan kesesuaian kandungan gizi yang ada di dalamnya. Salah satu contohnya yaitu makanan instan atau makanan cepat saji. Makanan instan yang menyajikan makanan lezat dengan waktu singkat dan praktis menjadi ketertarikan sendiri bagi masyarakat, terutama generasi muda atau remaja yang gemar akan sesuatu yang bersifat efisien. Kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh menjadi salah satu faktor pendukung yang mengakibatkan penjualan makanan instan semakin melesat. Dampak buruk pada kesehatan dalam jangka panjang banyak diabaikan karena kurangnya pengetahuan dalam masyarakat.
EDUKASI IMUNISASI SEHAT, ANAK HEBAT: CEGAH CAMPAK & HPV Raldi Tri Putra; David William Carlos; Muhammad Bagus Andrianto; Juli Andri; Andry Sartika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v8i3.9631

Abstract

Imunisasi merupakan upaya preventif yang efektif dalam melindungi anak dari penyakit menular seperti campak serta penyakit degeneratif seperti kanker serviks akibat infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Namun, cakupan imunisasi di beberapa wilayah masih belum mencapai target nasional, salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa sekolah dasar terhadap imunisasi campak dan HPV melalui edukasi kesehatan dan pendampingan imunisasi. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Islam Sumber Jaya, Kota Bengkulu, dengan sasaran 40 siswa kelas 1 hingga kelas 6. Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, penyuluhan kesehatan, dan pendampingan imunisasi yang dilaksanakan secara langsung oleh tim pelaksana bekerja sama dengan Puskesmas Padang Serai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai pentingnya imunisasi, yang tercermin dari antusiasme dalam diskusi serta kesiapan menerima vaksin. Seluruh siswa sasaran (100%) berhasil mendapatkan imunisasi sesuai program tanpa dilaporkan kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis sekolah yang dikombinasikan dengan pendampingan imunisasi efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan serta mendukung peningkatan cakupan imunisasi. Dengan demikian, kolaborasi antara tim pelaksana, sekolah, dan tenaga kesehatan dapat menjadi strategi yang berkelanjutan dalam mendukung program imunisasi nasional serta pencegahan penyakit sejak usia dini.
The Effect of Moringa Leaf Brewing on Blood Pressure in Hypertension Sufferers Juli Andri; Bella Juwita; Andry Sartika; Padila Padila; Muhammad Bagus Andrianto
JOSING: Journal of Nursing and Health Vol. 6 No. 2 (2026): JOSING: Journal of Nursing and Health
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/env47m76

Abstract

This study aimed to determine the effect of Moringa leaf decoction on lowering blood pressure in hypertensive patients in the Kandang Community Health Center (Puskesmas) area, Bengkulu City. This study was quantitative, using a quasi-experimental approach with a single-group pre-test and post-test design. The statistical analysis of Moringa leaf decoction showed a p-value of 0.000 ≤ 0.005. In conclusion, there was an effect after administering Moringa leaf decoction to hypertensive patients in the Kandang Community Health Center area, Bengkulu City. Keywords: Moringa Leaves, Hypertension, Blood Pressure
The Relationship between Stress Levels and The Incidence of Primary Dysmenorrhea in Grade 10 Female Students Muhammad Bagus Andrianto; Melly Herawati; Bintang Agustina Pratiwi
JOSING: Journal of Nursing and Health Vol. 6 No. 2 (2026): JOSING: Journal of Nursing and Health
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/x14xk738

Abstract

This study aim was to determine the relationship between stress levels and the incidence of primary dysmenorrhea in tenth-grade female high school students. The research method used an observational analytic approach with a cross-sectional approach. A sample of 129 female students was drawn using a total sampling technique. The results showed that 50 (38.8%) female students had severe stress levels, 30 (23.3%) had mild stress, and 96 (74.4%) had primary dysmenorrhea. Bivariate analysis showed a significant relationship between stress levels and primary dysmenorrhea (p-value = 0.001). In conclusion, the majority of tenth-grade female students at SMA Negeri 4 Bengkulu City in 2013 had severe stress levels (38.8%), and the majority experienced primary dysmenorrhea (74.4%). The results of the bivariate analysis using the Chi-Square test showed a significant relationship between stress levels and the incidence of primary dysmenorrhea, with a p value of 0.001 (p < 0.05). This finding indicates that the higher the stress levels experienced by adolescent girls, the greater the likelihood of primary dysmenorrhea. The results of this study emphasize the importance of promotive and preventive efforts through reproductive health education and stress management in adolescents to reduce the incidence of primary dysmenorrhea.   Keywords: Primary Dysmenorrhea, Stress Level