Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN KARSEN (Muntigia Calabura L) TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS Parmin, Selamat; Safitri, Serli Wulan; Sari, Kiki Widya
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 9, No 1: Februari 2024 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v9i1.1180

Abstract

Latar Belakang :  Diabetes Mellitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan gula darah akibat penurunan sekresi insulin. Daun kersen mengandung saponin dan flavanoid yng dapat menghambat penyerapan gula darah dari usus, Tujuan: untuk mengetahui apakah ada pengaruh air rebusan daun kersen terhadap penurunan kadar gula darah. Metode: Desain penelitian yang di gunakan quasi-eksperimen dengan rancangan penelitian (two group pretest-posttest design). Sampel penelitian adalah penderita diabetes mellitus di Puskesmas Makrayu sebanyak 30 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: uji hipotesis diperoleh nilai rata-rata penurunan kadar gula darah antara sebelum dan sesudah komsumsi air rebusan daun kersen sebanyak 73.26 mg/dl dengan standar deviasi 28,45 dengan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,00<0,05. dapat diartikan bahwa ada pengaruh air rebusan daun kersen terhapat penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Makrayu. Saran: Diharapkan  penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pemanfaatan daun kersen terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM.Kata kunci : Rebusan Daun Kersen, Kadar Gula Darah Sewaktu
Efektifitas Foot Massage pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Pertamedika Plaju Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan Parmin, Selamat; Safitri, Serli Wulan; Sidiq, Muhammad Syahril
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1253

Abstract

Foot massage adalah cara untuk membantu seseorang untuk bersantai dan merasa lebih baik. Pemberi terapi menggunakan tekanan ringan ke sedang atau usapan pada kaki. Gerakan itu tidak dimaksudkan untuk meredakan ketegangan otot seperti pijatan yang dilakukan oleh professional yang terlatih, sedangkan Stres reaksi tubuh terhadap perubahan yang membutuhkan respons, regulasi, dan/atau adaptasi fisik, psikologis, dan emosional. Stres dapat berasal dari situasi, kondisi, pemikiran, dan/atau menyebabkan frustrasi, kemarahan, kegugupan, dan stres. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman masyarakat mengenai efektifitas Terapi Foot Massage Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Pertamedika Plaju. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan yaitu kelompok kontrol dengan One group pretest dan posttest design dengan pelaksanaan dilakukan pada hari senin, selasa, kamis dan jumat dengan masing-masing 18 responden per kegiatan. Dengan jumlah populasi seluruh pasien gagal ginjal kronis di ruang hemodialisa di Rumah Sakit Pertamedika Plaju dan sampel sebanyak 70 pasien. Pengabdian kepada masyarakat menggunakan uji paired T-Test. Hasil menunjukkan terdapat efektifitas yang baik Terapi Foot Massage Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Pertamedika Plaju. Berdasarkan hasil Pengabdian kepada masyarakat terdapat penurunan dari dilakukannya terapi foot massage tingkat stress sedang dan ringan, menjadi referensi pada peneliti selanjutnya bisa menerapkan terapi foot massage secara berkelanjutan agar bisa tercipta suasana yang nyaman selama proses terapi foot massage.
Mekanisme Koping Berhubungan dengan Tingkat Depresi pada Pasien Diabetes Mellitus Serli Wulan Safitri; Yani Sofiani; Besral Besral
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.4 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2978

Abstract

This study aims to identify the relationship between coping mechanisms and the level of depression in patients with diabetes mellitus. This research method uses a cross-sectional approach. The results showed a relationship between the testing mechanism and the level of depression in patients with diabetes mellitus with a p-value = 0.000. Multiple logistic regression analysis was also performed to determine the most influential variable on the level of depression. It was found that coping mechanisms were predictors of depression (B = (2,158). ), SE=0.587, Wald=13,500, p value= 0.000. In conclusion, coping mechanisms are related to the level of depression. People with diabetes who use good coping mechanisms are stabbed eight times experience mild depression. People with diabetes exercise when experiencing problems well, using good coping mechanisms good. Keywords: Diabetes Mellitus, Coping Mechanism, Depression Level
Penerapan Perilaku Cuci Tangan Perawat Terhadap Pencegahan Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit Bukit Asam Medika Parmin, Selamat; Harisandy, Alvian; Safitri, Serli Wulan; Romauli, Anita
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 8 (2024): November
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14600468

Abstract

infeksi nosokomial rumah sakit pada pasien yang dirawat inap di seluruh dunia mencapai 9% atau <1,4 juta pasien. Tingginya angka kejadian infeksi nosokomial mengakibatkan kualitas mutu pelayanan kesehatan dinyatakan rendah (Irdan, 2019). Di negara berkembang termasuk Indonesia, rata-rata prevalensi infeksi nosokomial adalah sekitar 9,1 % dengan variasi 6,1%-16,0%. Di Indonesia infeksi nosokomial mencapai 15,74% jauh diatas negara maju yang berkisar 4,8 – 15,5%. Hand hygiene merupakan salah satu penerapan perawat dalam pencegahan infeksi nasokomial. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku cuci tangan perawat dengan pencegahan infeksi nosocomial di rumah sakit di Bukit Asam Medika Tahun 2024. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilakukan bulan April sampai dengan bulan Juli tahun 2024. Populasi pada penelitian adalah semua perawat yang bertugas di Rumah Sakit Bukit Asam Medika Tahun 2024, dengan jumlah populasi sebanyak 147 orang perawat. Simple Random Sampling, yaitu setiap anggota atau unit dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai sampel berjumlah 60 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, data diolah secara komputerisasi dengan uji Chi-square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan (66,7 %) responden dengan komunikasi terapeutik baik, (53,3 %) responden pengetahuan tinggi, (63,3%) responden sikap positif dan (60%) responden emosi rendah. Hasil analisis terdapat hubungan pengetahuan (p value = 0,007), sikap (p value=0,015)  dan emosi (p value = <0,0001) dengan penerapan komunikasi terapeutik perawat. Perlunya melakukan strategi-strategi yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan penerapan komunikasi terapeutik perawat, misalnya dengan pemberian reward, kompetisi yang sehat, menciptakan tujuan bersama, pembiasaan /conditioning, penggunaan model dan sebagainya
Penerapan Perilaku Cuci Tangan Perawat Terhadap Pencegahan Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit Bukit Asam Medika Parmin, Selamat; Harisandy, Alvian; Safitri, Serli Wulan; Romauli, Anita
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 8 (2024): November
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14600468

Abstract

infeksi nosokomial rumah sakit pada pasien yang dirawat inap di seluruh dunia mencapai 9% atau <1,4 juta pasien. Tingginya angka kejadian infeksi nosokomial mengakibatkan kualitas mutu pelayanan kesehatan dinyatakan rendah (Irdan, 2019). Di negara berkembang termasuk Indonesia, rata-rata prevalensi infeksi nosokomial adalah sekitar 9,1 % dengan variasi 6,1%-16,0%. Di Indonesia infeksi nosokomial mencapai 15,74% jauh diatas negara maju yang berkisar 4,8 – 15,5%. Hand hygiene merupakan salah satu penerapan perawat dalam pencegahan infeksi nasokomial. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku cuci tangan perawat dengan pencegahan infeksi nosocomial di rumah sakit di Bukit Asam Medika Tahun 2024. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilakukan bulan April sampai dengan bulan Juli tahun 2024. Populasi pada penelitian adalah semua perawat yang bertugas di Rumah Sakit Bukit Asam Medika Tahun 2024, dengan jumlah populasi sebanyak 147 orang perawat. Simple Random Sampling, yaitu setiap anggota atau unit dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai sampel berjumlah 60 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, data diolah secara komputerisasi dengan uji Chi-square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan (66,7 %) responden dengan komunikasi terapeutik baik, (53,3 %) responden pengetahuan tinggi, (63,3%) responden sikap positif dan (60%) responden emosi rendah. Hasil analisis terdapat hubungan pengetahuan (p value = 0,007), sikap (p value=0,015)  dan emosi (p value = <0,0001) dengan penerapan komunikasi terapeutik perawat. Perlunya melakukan strategi-strategi yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan penerapan komunikasi terapeutik perawat, misalnya dengan pemberian reward, kompetisi yang sehat, menciptakan tujuan bersama, pembiasaan /conditioning, penggunaan model dan sebagainya
Latihan Untuk Pasien Kanker Dengan Metastasis Tulang : Literature Review Alvian Harisandy; Selamat Parmin; Serli Wulan Safitri
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v11i2.1136

Abstract

Preservation of physical function is the primary goal of cancer rehabilitation in patients with advanced cancer. The presence of bone metastases can lead to decreased physical function, decreased quality of life and fewer treatment options. The purpose of this study was to summarize and assess the safety and effectiveness of exercise in patients with bone metastases. The method used was a literature review through searching articles from several database journals used such as Google Scholar (Article Scholar). The results of a review of four articles related to exercise interventions in cancer patients such as exercise preserves physical function (aerobic, resistance, and flexibility exercises) supervised resistance training and unsupervised walking programs, unsupervised home-based exergaming can significantly improve physical function, strength, mental health, quality of life, fatigue. only one article was not very significant. Conclusion exercise in people with bone metastases, exercise appears to be safe and feasible, when it includes elements of supervised exercise instruction and is delivered by qualified exercise professionals.
The Relationship Between Attitude And Secondary Prevention Behavior In Coronary Heart Disease Salmi, Dwi Nurul; Serli Wulan Safitri; Adep Junika; Yuyun Efrianti
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55866/jak.v7i1.272

Abstract

Coronary heart disease is a disorder of heart function caused by the narrowing of the coronary arteries or coronary arteries. Coronary heart disease is one of the cardiovascular diseases that causes the highest death, with more than 7.4 million deaths. The purpose of the study: is to determine the relationship between attitudes with behaviour of secondary prevention in coronary heart disease. This type of research uses an analytical survey method with a cross-sectional approach. The sample in this study was conducted through a total sampling technique of 29 people. From the results of the analysis, it was found that there was a significant relationship between attitudes (ρ-value = 0.000) in the behavior of secondary prevention of coronary heart disease. Hospital advice to improve services in hospitals by focusing on services aimed at preventive services through health promotion related to positive attitudes and prevention to reduce risk factors for coronary heart disease to patients, patient's families.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN MOTIVASI TERHADAP TINGKAT KESEMBUHAN PASIEN TUBERKULOSIS (TBC) Parmin, Selamat; Safitri, Serli Wulan; Widianti, Monik Putri
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 8, No 2: Agustus 2023 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v8i2.1101

Abstract

Latar Belakang : Tuberculosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang dapat menyerang organ paru-paru. Untuk mencapai Tingkat kesembuhan pasien dalam pengobatan, perlu adanya motivasi pasien serta komunikasi terapeutik perawat yang menjadi sikap positif yang dibutuhkan pasien TBC dalam meningkatkan kesembuhannya. Tujuan: Diketahuinya hubungan komunikasi terapeutik perawat dan motivasi terhadap tingkat kesembuhan pada pasien TBC dipuskesmas Merdeka Kota Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Teknik sampel dalam penelitian ini Menggunakan accidental sampling. Tempat penelitian dilaksanakan di Puskesmas Merdeka Kota Palembang pada bulan Agustus 2022. Populasi penelitian pasien TBC di Puskesmas Merdeka sebanyak 212 responden dengan sampel penelitian sebanyak 35 responden. Hasil: Berdasarkan uji chi-Square diketahui ada hubungan komunikasi terapeutik perawat dan motivasi terhadap tingkat kesembuhan pasien TBC dipuskesmas Merdeka dengan P value sebesar 0,00, yang artinya ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dan motivasi terhadap tingkat kesembuhan pasien TBC dipuskesmas Merdeka. Saran: Tenaga kesehatan agar dapat memberikan wawasan dan informasi tentang komunikasi terapeutik perawat dan memberikan motivasi terhadap tingkat kesembuhan pasien TBC. Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Motivasi, Tingkat Kesembuhan Pasien TBC
Edukasi Terapi Musik Klasik Pada Lansia Hipertensi di Wilayah UPTD Puskesmas Gumawang Kabupaten Oku Timur Parmin, Selamat; Safitri, Serli Wulan; Wulandari, Shindi
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 3 (2023): Juni
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15280931

Abstract

Hypertension is a condition characterized by an increase in blood pressure that exceeds the normal limit, namely blood pressure exceeding 140/90 mmHg. Classical music that is often used as a reference is Mozart's classical music because almost all of Mozart's works have high-frequency tones. This music therapy is carried out once a day for 3 days with a duration of 30 minutes using a cellphone with earphones that have been connected to classical music with a moderate volume to the respondents. This study aims to provide valuable experience regarding Classical Music Therapy on Reducing Blood Pressure in Elderly Hypertensives in the UPTD Gumawang Health Center Area, OKU Regency. The research design used was a quasi-experimental with a research design (two group pretest-posttest design). The sample for this community service was all hypertension sufferers at the UPTD Gumawang Health Center. Data analysis was carried out using the Wilcoxon test. Based on the results of the hypothesis test, a decrease in blood pressure before classical music therapy was 3.57, after 2.62 supported by a p-value of 0.000 <0.05 can be interpreted that classical music therapy education on reducing blood pressure in hypertension patients at the UPTD Gumawang Health Center. The conclusion from the results of education on classical music therapy is the realization of experience with hypertension in reducing blood pressure. Suggestions for this activity can be used as a sustainable intervention that can be used independently by hypertension patients through classical music therapy.
Efektivitas Latihan Range of Motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot Pada Penderita Stroke Parmin, Selamat; Safitri, Serli Wulan; Morens, Devia
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 7 (2023): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15281084

Abstract

Stroke is a condition that occurs when the blood supply to a part of the brain is suddenly disrupted, because some brain cells die due to impaired blood flow due to blockage or rupture of blood vessels in the brain. The purpose of this study was to determine the effect of "Range Of Motion with muscle strength in stroke patients at the Harapan Kita Social Home for the Elderly in Palembang City 2023". This Community Service uses a group of subjects who meet the criteria for Community Service in the intervention group. The sample of community service was 54 people from the population, the data collection technique used was a questionnaire, 30 respondents were given Range Of Motion intervention in a week. Based on the results of the analysis of muscle strength in the intervention group given ROM using the Paired Samples T-Test in the intervention group, a p value of 0.004 (p <0.05) was obtained, this shows that the intervention group has a significant effect between Range Of Motion on muscle strength in stroke patients. This shows that there is good effectiveness of Range Of Motion Therapy on Muscle Strength in Stroke Patients in the Harapan Kita Social Home for the Elderly in Palembang City. Based on the results of Community Service, there is an increase in muscle strength from Range Of Motion therapy. It is hoped that therapy can be carried out continuously so that a comfortable atmosphere can be created during the Range Of Motion therapy process.