Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengembangan Investasi Syariah Berbasis Fintech Di Era Digital Rahmat, Paisal; Marlian Arif Nasution; Fadhilah Hanum Lubis
Jurnal Investasi Islam Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Investasi Islam
Publisher : FEBI IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jii.v10i1.11119

Abstract

This research aims to develop Islamic investment based on financial technology (fintech) in the digital era, with a focus on increasing financial inclusion, Islamic financial literacy, and developing innovative and efficient investment products. The research method used is a library approach, as well as secondary data analysis from the literature. Overall, this study shows that the development of fintech-based Islamic investment in the digital era requires the integration of sophisticated technology, increased Islamic financial literacy, adequate regulatory support and collaboration between industry players. The development of fintech-based Islamic investment has the potential to increase financial inclusion and provide better investment alternatives for people who want to invest in accordance with sharia principles
Cash Waqf, Deposito Syariah, CWLD, Keuangan Sosial Islam, Pembangunan Berkelanjutan Nasution, Rizky Auliya; Rahmat, Paisal; Nasution, Royhan Mustopa
AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal At-Tawassuth | Vol. X | No. 1 | 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/ajei.v1i1.25186

Abstract

Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) merupakan inovasi dalam keuangan sosial Islam yang menggabungkan konsep wakaf uang temporer dengan instrumen deposito syariah. Skema ini memungkinkan wakif menempatkan dana pada deposito berjangka di lembaga keuangan syariah, di mana hasil bagi hasilnya disalurkan kepada penerima manfaat untuk tujuan sosial, sementara dana pokok tetap aman dan dapat kembali kepada wakif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar CWLD, mengidentifikasi peluang dan tantangan implementasinya di lembaga keuangan syariah Indonesia, serta mengkaji potensi optimalisasinya sebagai instrumen pembiayaan sosial yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa CWLD memiliki peluang besar untuk berkembang melalui dukungan regulasi, digitalisasi, dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap filantropi Islam. Namun, tantangan berupa rendahnya literasi wakaf uang, keterbatasan kapasitas nadzir, serta belum optimalnya integrasi teknologi dan insentif fiskal masih menjadi hambatan implementasi. Oleh karena itu, optimalisasi CWLD memerlukan sinergi antarsektor, penguatan regulasi, dan strategi edukasi publik yang komprehensif. Dengan pengelolaan yang tepat, CWLD berpotensi menjadi pilar utama pembiayaan sosial Islam yang berkelanjutan di Indonesia.
The Role of Islamic Finance in Achieving Sustainable Development in Indonesia: Peran Keuangan Syariah dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Rahmat, Paisal; Nasution, Ira Nabila; Nasution, Fitri Amanda; Apriani, Lely
Al Dzahab Vol. 6 No. 2 (2025): Al Dzahab: Journal of Economics, Management, Business and Accounting
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/dhb.v6i2.5784

Abstract

Purpose: This study aims to determine the role of Islamic finance in achieving sustainable development in Indonesia and what roles Islamic finance plays in achieving sustainable development. Design/methodology/approach: This research method uses a qualitative approach with library research techniques to explore and analyze literature relevant to the topic of the role of Islamic finance in achieving sustainable development. The qualitative approach was chosen because it allows researchers to understand the phenomenon in depth, including related social, economic, and environmental aspects. Findings: The results of this study indicate that Zakat, green sukuk, and Sharia microfinance play a very important role in achieving sustainability goals. They also have great potential to contribute to the achievement of sustainable development goals through the introduction of a green economy and environmentally friendly practices. Research  implications: The results of this study show that there is great potential to contribute to the achievement of sustainable development goals in Indonesia through zakat, green sukuk, and microeconomic financing.
FILSAFAT EKONOMI ISLAM: KRITIK KONSTRUKTIF BUNGA BANK SYAFRUDDIN PRAWIRANEGARA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH: FILSAFAT EKONOMI ISLAM: KRITIK KONSTRUKTIF BUNGA BANK SYAFRUDDIN PRAWIRANEGARA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH Rahmat, Paisal; Marlian Arif Nasution
J-MABISYA Vol. 3 No. 2 (2022): J-Mabisya
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/j-mabisya.v3i2.960

Abstract

Filsafat Ekonomi Islam Syafruddin Prawiranegara berpendapat bahwa sistem ekonomi berbasis Islam dan bunga bank tidaklah bertentangan satu sama lain. Bunga bank berbeda dengan riba dalam Islam, bunga bank yang wajar tidak sama dengan riba. Riba dalam pandangan Syafruddin adalah keuntungan yang diperoleh dari transaksi yang bersifat eksploitatif dan penipuan, riba bisa terjadi dalam transaksi tunai atau kredit. Sistem ekonomi syariah sebenarnya adalah kegiatan ekonomi yang dibimbing dan diarahkan oleh norma-norma Islam. Di antara norma-norma Islam adalah kesetaraan dan kejujuran. Oleh karena itu, menurutnya di dalam sistem ekonomi Islam bisa saja terdapat pembungaan uang, asal bunga yang wajar. Sebaliknya, di dalam sistem ekonomi yang tanpa bunga bisa saja terjadi riba manakala di dalamnya masih terjadi eksploitasi dan penipuan.
APAKAH CRYPTOCURRENCY SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DI INDONESIA?: ANALISIS DARI DUA PERSPEKTIF Arzam, Arzam; Fauzi, Muhammad; Mursal, Mursal; Rahmat, Paisal
J-MABISYA Vol. 4 No. 1 (2023): J-Mabisya
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/j-mabisya.v4i1.1427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah Cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang sah berdasarkan perspektif peraturan perundang-undangan dan fatwa DSN-MUI di Indonesia. Ini didasari bahwa fenomena Cryptocurrency sebagai mata uang digital yang tersistem dari penciptaan terdesentralisasi. Berbeda dengan mata uang yang ada saat ini, yang sistemenya desentralisasi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendektan kualitatif. Data peneltian dikumpul dari sumber skunder berupa dokumen peraturan perundang-undangan, laporan, artikel jurnal, dan lain-lain sesuai dengan objek penelitian ini. Analsis data penelitian menggunakan beberapa langkah-langkah; pengumpulan materi, diskusi, dan analisis deskriptif.. Penelitian menunjukan bahwa Cryptocurrency belum dapat menjadi alat pembayaran yang sah, karena bertentengan dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Bank Indonsia. dengan tegas menyatkan Cryptocurrency tidak dapat menjadi alat trasaksi pembayaran yang sah (Ilegal Tender). Demikian juga dari fatwa DSN-MUI, menyatakan keharaman Cryptocurrency sebagai mata uang, karena beretentangan dengan peraturan perundang-undangan. Sebagai mata uang mengikuti ketentuan dari aturan undang-undang atau otoritas moneter, sehingga menjadikan Cryptocurrency tidak mendapatkan tempat sebagai alat pembayaran yang sah (Illegal tender). Namun demikian, Cryptocurrency dilegalkan, hanya sebatas komiditi (aset) berdasarkan dalam regulasi yang dikelaurakan oleh PERMENDAG/BAPPETI..
ZAKAT SEBAGAI INSTRUMEN INVESTASI PUBLIK PAISAL RAHMAT
J-MABISYA Vol. 4 No. 1 (2023): J-Mabisya
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/j-mabisya.v4i1.1440

Abstract

Investasi merupakan usaha yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang menengenai kebutuhan di masa akan datang menjadi kata kunci sebelum melakukan investasi, kemampuan melakukan investasi dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang akan sangat beruntung dengan seberapa besar kemampuan menyisihkan tabungan. zakat adalah kewajiban keagamaan bagi umat Muslim yang melibatkan pembayaran sebagian dari kekayaan mereka kepada golongan yang membutuhkan. zakat bisa dianggap sebagai instrumen investasi publik karena memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu zakat benar-benar bisa berfungsi secara efektif, maka ada sebagian kalangan yang mengusulkan agar harta zakat itu diinvestasikan agar bisa dimanfaatkan untuk membuat suatu usaha yang bersifat produktif dimana hasilnya akan terpulang kembali kepada umat.untuk itu pengelolaan harta zakat harus sesuai dengan syariat Islam agar senantiasa setiap orang mampu memahaminya
Penerapan Kaidah-Kaidah Fikih Ekonomi Syariah Pada Kegiatan Ekonomi: PENERAPAN KAIDAH-KAIDAH FIKIH EKONOMI SYARIAH PADA KEGIATAN EKONOMI Rahmat, Paisal
J-MABISYA Vol. 6 No. 1 (2025): J-Mabisya
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/j-mabisya.v6i1.2493

Abstract

Kaidah-kaidah fikih ekonomi ialah yang membahas tentang masalah ekonomi atau muamalah. (kaidah-kaidah fiqih) terdiri dari kaidah umum dan kaidah khusus, kaidah khusus terbagi lagi kepada beberapa bidang, salah satunya adalah di bidang Ekonomi (Muamalah) Kaidah yang khusus di bidang Ekonomi (Muamalah) menjadi sangat penting karena perhatian sumber hukum islam yaitu al-Qur’an dan Hadist. Munculnya kaidah fikih ekonomi syariah dari persoalan-persoalan muamalah di kalangan masyarakat sehingga perlu adanya menegaskan berdasarkan kaidah-kaidah ekonomi syariah. Dalam pembahasan ini ada beberapa kaidah tentang ekonomi syariah yaitu kaidah asasiah, kaidah-kaidah prinsip ekonomi syariah, kaidah fiqhiyah berkaitan dengan akad, kaidah-kaidah fikih tentang kepemilikan, kaidah tentang penyelesaian kesulitan yang timbul dalam akad, kaidah dibidang transaksi, kaidah tentang kebiasaan masyarakat dalam melakukan akad
Reformulation of The Post-Pandemic Learning System in Responding the Challenges of Lost Learning and Lost Generation Kasman, Kasman; Nasution, Marlian Arif; Rahmat, Paisal; Wahyudi, Ade Arga
Jurnal Paedagogy Vol. 11 No. 1 (2024): January
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v11i1.9763

Abstract

This study aims to reformulate the post-pandemic learning system at UIN Imam Bonjol and UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addari in responding to the challenges of lost learning and lost generation. This research used a qualitative approach with a multi-case study method. Participants in this study were selected by purposive sampling, namely institutional field, and academic leaders, LPM, lecturers and students. Data collection techniques using focus group discussions and interviews. The data analysis technique was carried out with individual and cross-case analyses. The research findings stated that the pandemic affected the learning system, for example, through changes in student attitudes, low motivation in learning, readiness of teaching materials, limited ability to use technology, and network disruption. Policies related to the implementation of distance learning bring challenges that must be faced by UIN Imam Bonjol and UIN Syahada, including determining learning goals, adapting the learning system, adjusting the characteristics of lecturers and students, as well as the need for learning facilities. UIN Imam Bonjol and UIN Syahada reformulated the learning system by implementing the hybrid learning system to anticipate the occurrence of lost learning. Lecturers and students responded positively to the new learning system policy, in line with the benefits obtained, for example, flexibility in learning, students are used to self-study, digital-based learning materials, still respect face-to-face learning, flipped learning innovation, curriculum appropriate to the industrial era 4.0, and the implementation of an independent curriculum.
The Concept of Justice in the Perspective of Greece Philosophy and its Relevance to the Development of Modern Political Law Wahyudi, Ade Arga; Marlian Arif Nasution; Paisal Rahmat
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 2 No. 3 (2022): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities (May 2022)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.383 KB) | DOI: 10.38035/jlph.v2i3.94

Abstract

The concept of justice will continue to develop in line with social developments. Justice in life is an important need for humans so that everyone can balance between demanding their rights and carrying out their obligations in an effort to achieve the truth. Thus, truth and duty must be harmonious and balanced in life. The development of legal thought has gone through a long journey from classical to modern times. The number of understandings that developed starting in the 20th century had an impact on increasingly rational legal learning. The law is just a collection of words when the law does not achieve justice. When the law does not recognize justice, then the law is meaningless. Legal formulation is the harmony between legal certainty and legal proportionality.
Peran Kalangan Milenial Terhadap Pengembangan Ekonomi Syariah Di Kabupaten Mandailing Natal Rahmat, Paisal; Fitri, Meliani; Hanum Lubis, Fadhilah; Fauzi, Muhammad
Risalah Iqtishadiyah Vol 2 No 1 (2023): January - June 2023
Publisher : Risalah Iqtisadiyah: Journal of Sharia Economics, Sharia Economics Study Program, STEI Ar Risalah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59107/ri.v2i1.30

Abstract

Millennials are people who are very attached to technology and the internet. Millennials prefer everything that is instant and efficient. The role of millennials in the sharia economy in Indonesia is to develop technology that can facilitate the Indonesian people in carrying out economic activities that are more efficient and not wasting time, millennials can disseminate sharia economic products through social media in Indonesia or abroad. This article aims to determine the role of millennials in the Islamic economy in Indonesia. The instrument in this study is an inductive thinking model and interviews with research informants. Based on interviews conducted by researchers, they found that millennials have had a positive impact on the Islamic economy in Indonesia, namely: 1) introducing Islamic economics to society, 2) developing Islamic economic products, 3) adding new innovations to the Islamic economy through existing technology.