Claim Missing Document
Check
Articles

REDUPLIKASI BAHASA MELAYU RIAU DIALEK PEMATANG TIGA LORONG KABUPATEN INDRAGIRI HULU Sukma Anita; Elmustian Elmustian; Charlina Charlina
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk dan makna reduplikasi pada Bahasa Melayu Riau Subdialek Pematang Tiga Lorong. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data seperti pancing, simak, libat, cakap, rekam, dan catat. Analisis data dilakukan melalui mendengarkan ulang rekaman, menyajikan data, dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian mengungkap 64 data reduplikasi yang terbagi ke dalam empat bentuk utama: reduplikasi penuh, reduplikasi sebagian, reduplikasi berafiks, dan reduplikasi dengan perubahan fonem. Selain itu, ditemukan berbagai makna reduplikasi, seperti menyatakan jumlah yang banyak, makna tanpa syarat, makna menyerupai, dan makna yang menunjukkan perbuatan berulang-ulang. Beberapa reduplikasi juga bermakna perbuatan yang dilakukan semau hati, perbuatan saling melibatkan dua belah pihak, dan hal-hal terkait pekerjaan. Makna lainnya termasuk menyatakan tingkat "agak," tingkat paling tinggi, dan intensitas perasaan atau emosi. Penelitian ini menunjukkan bahwa reduplikasi dalam Subdialek Pematang Tiga Lorong memiliki fungsi yang kompleks, tidak hanya untuk memperkaya kosakata, tetapi juga untuk menyampaikan nuansa makna yang beragam dalam interaksi sosial masyarakatnya. Hal ini memperlihatkan keunikan dan kekayaan bahasa dalam budaya lokal.
Filosofi Pantang Larang Desa Pulau Belimbing, Kuok, Kampar Dinil Arifah; Dedek Dwi Suci Ramadhani; Elmustian Elmustian
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pantang larang yang terdapat di Desa Pulau Belimbing, Kuok, Kabupaten Kampar. Pantang larang merupakan norma sosial yang berfungsi untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat, serta menjaga keharmonisan sosial dan melindungi nilai-nilai budaya. Dua pantang larang utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah penanaman rasa malu dan larangan menikah sesuku. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi dan wawancara dengan tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pantang larang masih dijunjung tinggi oleh sebagian masyarakat, terdapat tantangan dalam pelaksanaannya akibat perkembangan zaman dan perubahan nilai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang peran pantang larang dalam kehidupan masyarakat dan bagaimana masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan jati diri mereka.
Orang Patut: Konstruksi Identitas dan Kekuasaan dalam Kepemimpinan Melayu Tradisional Elmustian Elmustian; El Firdausia Yahfis; Nazhifa Fadila
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep orang patut dalam masyarakat Melayu yang berfokus pada pembentukan hierarki sosial dan kepemimpinan. Data dalam penelitian ini berupa teks klasik Tunjuk Ajar Melayu tentang konsep kepemimpinan, moralitas, dan legitimasi kekuasaan. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kajian memaparkan bahwa norma adat “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah” yang mengarah standar kepatuhan dan otoritas pemimpin sebagai teladan, penengah, dan penjaga marwah. Hasil menunjukkan bahwa Orang Patut berfungsi sebagai modal simbolik yang meneguhkan marwah, akal, dan budi sebagai syarat kepemimpinan, sekaligus menjadi mekanisme sosial untuk menilai teladan, penengah, dan penjaga tata nilai. Pada era modernisasi, makna kepatutan bergeser menuju integritas, kompetensi, dan tanggung jawab sosial tanpa menanggalkan landasan etis adat. Temuan ini menegaskan relevansi Orang Patut sebagai kerangka etika kepemimpinan Melayu kontemporer.
Transformation of Texts as Expressive Spaces in Classic Malay Literary Works: Learning to Write Poems in Philology Courses Adriansyah Adriansyah; Elmustian Elmustian; Mangatur Sinaga; M. Firdaus
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5755

Abstract

This study investigates the transformation of poems into expressive spaces in philology learning, aiming to foster active and creative student engagement with classical Malay literature. It seeks to develop innovative teaching approaches that enhance appreciation and critical engagement. A sample of 52 students was purposively selected using the Slovin formula with a 10% margin of error. Data were collected through classroom observations, questionnaires, in-depth interviews, and document analysis of poem learning. Thematic analysis was employed to identify key patterns and themes from the data. The findings reveal that integrating poems into philology learning enhances students’ understanding and appreciation of classical Malay literature. It also boosts creativity and critical thinking, with respondents reporting an improved ability to appreciate cultural heritage and refine expressive and analytical skills. These results highlight the potential of interactive and creative methods in philology education, demonstrating their effectiveness in making classical literature more relevant and engaging for students. The study underscores the value of incorporating expressive and interactive strategies into the philology curriculum to deepen student engagement and promote a lasting appreciation of classical literature and culture.
HUBUNGAN GAYA BELAJAR SISWA DENGAN KEMAMPUAN MENENTUKAN UNSUR INTRINRIK TEKS FABEL OLEH SISWA KELAS VII SMP NEGERI 36 PEKANBARU Asya Thalia Salsabila; Elmustian Elmustian; Hasnah Faizah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.762

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan guna menganalisis hubungan di antara gaya belajar siswa dengan ketepatan siswa dalam menentukan unsur intrinsik teks fabel. Penelitian ini dilaksanakan pada SMP Negeri 36 Pekanbaru pada siswa kelas VII. Penellitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe riset hubungan. Teknik pengambilan data yang dilakukan melalui tes dan nontes. Instrumen penelitian yang digunakan ialah angket untuk mengetahui gaya belajar siswa dan lembar tes untuk mengetahui keahlian siswa dalam menentukan unsur intrinsik teks fabel. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan statistik berbantuan SPSS 16.0 for Windows. Hasil temuan penelitian ini yakni tak ada korelasi yang signifikan antara gaya belajar siswa dengan keahlian menentukan usnur intrinsik teks fabel oleh siswa kelas VII SMP Negeri 36 Pekanbaru. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai Asymp. Sig. memperoleh nilai sebesar 0,684 yang artinya nilai Asymp. Sig. > 0,05. Maka dari itu bisa disimpulkan bahwasanya H0 diterima dan H1 ditolak.
ANALISIS SEMIOTIKA PEIRCE TERHADAP PUISI PILIHAN DALAM ANTALOGI CATATAN DI PERKARANGAN ACAK KARYA MUHAMMAD DAFFA M. Raihan Al Ghifari; Zahrah Ade Pratiwi; Hafidatul Halawah; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur semiotika yang ada pada buku antalogi puisi Catatan Dari Perkarangan Acak karya Muhammad Daffa. Teori yang digunakan adalah teori semiotika Charles Sanders Peirce, yang berfokus mencari unsur ikon, indeks dan simbol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca dan mencatat. Hasil penelitian yang didapatkan adalah unsur ikon, indeks, dan simbol memainkan peran yang signifikan dalam pembentukan makna puitik dalam keempat puisi yang dianalisis. Ikon menghidupkan citra konkret dalam pikiran pembaca, dan indeks mengaitkan pengalaman puitik dengan konteks emosional atau sebab-akibat tertentu. Sementara itu, simbol mengangkat makna ke tingkat budaya, spiritual, atau universal.
PENERAPAN TEORI NARATOLOGI BERDASARKAN PANDANGAN GERAD GENETTE PADA KARYA ANTALOGI PUISI EMPEDU TANAH OLEH INGGIT PUTRIA MARGA Talita Nur Havizah; Dwi Puja Lestari; Hairunnisa H; Nayla Zahra; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori naratologi pada antaaologi puisi Empedu Tanah karya Inggit Putria Marga. Penelitian ini menggunakan teori Gerard Genette yang menekankan hubungan antara waktu, sudut pandang, dan suara naratif dalam pembentukan makna cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik membaca dan mencatat dengan langkah-langkah: (a) memilih puisi yang relevan dengan teori naratologi; (b) menandai bagian-bagian penting; (c) menganalisis makna tiap aspek naratif; (d) mengelompokkan puisi berdasarkan pola; dan (e) menyajikan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur waktu, sudut pandang, dan suara naratif memainkan peran penting dalam membangun makna enam belas puisi yang dianalisis. Struktur naratif menurut Gerad mencakup urutan waktu, durasi, dan frekuensi peristiwa, sudut pandang, dan suara narator. Urutan waktu menunjukkan adanya “temporal duality,” yaitu dua lapis waktu yang berjalan bersamaan namun tidak selalu sejalan. Durasi waktu membandingkan panjang waktu dalam dunia cerita dengan waktu penceritaan. Frekuensi menunjukkan seberapa sering peristiwa terjadi dan diceritakan. Sudut pandang berkaitan dengan jarak dan fokalisasi antara narator dan peristiwa. Sementara itu suara narator menunjukkan siapa yang berbicara dan dari posisi mana narasi disampaikan.
ANALISIS METAFORA KLASIFIKASI STEPHEN ULLMANN DALAM BUKU ANTOLOGI PUISI : JANGAN LUPA BERCINTA, KARYA YUDHISTIRA ANM MASSARDI Dara Kasih Tri Rezeki; Fitri Wahyuni; M. Zikra Rasyidi; Putri Pinarsinta Bakara; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1084

Abstract

Penelitian ini mengkaji empat klasifikasi metafora perspektif Stephen Ulmann dalam antologi puisi Jangan Lupa Bercinta karya Yudhistira ANM Massardi yang mencakup kategori persepsi metafora antropomofis, binatang, dari konkret ke abstrak, dan sinaestetik. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis penggunaan empat jenis metafora menurut pandangan Ullmann dalam membangun wacana antologi puisi tersebut, serta menambah wawasan pembaca dan peneliti dalam mengapresiasi karya sastra khususnya puisi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menelaah data berupa karya sastra yang kaya akan makna kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah bagian-bagian dari puisi yang mengandung banyak ungkapan-ungkapan metafora dalam buku. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa pengarang tidak semata-mata menggunakan metafora sebagai hiasan bahasa dalam puisinya, tetapi sebagai bentuk makna utama dalam menyampaikan pesan, emosi, dan gambaran imajinasi dalam puisi.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS IX SMPN 1 KAMPA Resti Yanda Anitia; Elmustian Elmustian; Silvia Permatasari
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1102

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan suatu kompetensi yang memiliki posisi yang sangat strategis, namun sayangnya kemampuan ini menjadi kemampuan dengan capaian yang paling rendah dari ketiga capaian berbahasa lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat dan menganalisis pengaruh penggunaan dari aplikasi TikTok sebagai media pembelajaran dalam melatih keterampilan berbicara siswa kelas XI SMPN 1 Kampa pada materi teks prosedur. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan desain pretest-posttest control group. Penarikan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini terdiri dari 46 siswa dengan sampel pada kelas eksperimen yang menggunakan TikTok (22 siswa) di kelas IX1 dan pada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional (24 siswa) di kelas IX2. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui tes lisan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (uji independent sample t-test, dan effect size). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (80,47) secara signifikan lebih tinggi dari rata-rata kelas kontrol (71,29). Uji t-test memperoleh nilai signifikansi 0,003 (< 0,05), yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Uji effect size memperoleh nilai (Chohan’sd) sebesar 0,93 yang mendeskripsikan bahwa pengaruh yang penggunaan TikTok dikategorikan sedang. Simpulan penelitian ini adalan penggunaan aplikasi TikTok memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa. Aplikasi ini disarankan untuk guru dalam mempertimbangkan penggunaannya sebagai media alternatif dalam pembelajaran berbicara.
ANALISIS KAJIAN EKSPRESIF DARI BUKU ANTOLOGI PUISI ANJING GUNUNG KARYA IRMA AGRYANTI SEBAGAI BENTUK DARI APRESIASI PUISI Keisya Khansa Salsabila; Rafii Ahmad; Rizka Fadillah; Fitrya Ramadhani; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis antologi puisi Anjing Gunung karya Irma Agryanti dengan menggunakan pendekatan ekspresif sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sastra modern Indonesia. Pendekatan ekspresif menempatkan karya sastra sebagai cerminan kepribadian, emosi, dan pengalaman batin pengarang. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menelaah unsur-unsur bahasa seperti diksi, gaya bahasa, dan citraan alam yang digunakan Irma Agryanti untuk mengekspresikan perasaan, pandangan hidup, serta perjalanan spiritualnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi-puisi dalam Anjing Gunung mencerminkan dinamika emosi penyair, meliputi harapan, kekaguman terhadap alam, kehilangan, kecemasan, serta kesunyian sebagai ruang introspeksi diri. Simbol-simbol alam seperti gunung, angin, dan hujan digunakan sebagai media pengungkapan batin yang lembut namun sarat makna eksistensial. Karya ini memperlihatkan bahwa Irma Agryanti menghadirkan puisi sebagai sarana refleksi dan komunikasi emosional antara penyair dan pembaca. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa puisi Anjing Gunung bukan hanya bentuk ekspresi estetika, tetapi juga manifestasi kedalaman spiritual dan kemanusiaan penyair perempuan Indonesia.
Co-Authors Abdul Razak Adinda Aristawidia Sahda Adriansyah Adriansyah Adrien Halek Agidia Karina Amalia Anggita Arief Rachman Hadi Ariyanti Rahayu Arwiwa Shofi Zetdafi Arya Maheswara Asya Thalia Salsabila Aulia Annisa Auzar Auzar Bunga Amrina Rosyada Br Purba Charlina Cipto Hadi Dara Kasih Tri Rezeki Daryani Daryani Dedek Dwi Suci Ramadhani Diana Sari Dinda Lorenza Dinil Arifah Dudung Burhanudin Dwi Puja Lestari Efri Elwando Eka Setia Pratiwi El Firdausia Yahfis Elisia Elisia Elvrin Septyanti Fatiha Fauziah Fauziah Yenika Putri Faza Dwijayanti Fitrah Fitrah Fitri Wahyuni Fitrya Ramadhani Hafidatul Halawah Hairunnisa H Hany Eliza Ignatia Hasminur Hasminur Hasnah Faiza Hasnah Faizah Hasnah Faizah AR Hermandra Hermeria Monica Iga Herlina Kastri Elmi Keisya Khansa Salsabila Khairani Zulyanti Kusuma, Yanti Yandri M Nur M. Firdaus M. Nur Mustafa M. Raihan Al Ghifari M. Zikra Rasyidi Mangatur Sinaga Meisy Ravika Samosir Nabilla Nathania Nana Rahayu Nayla Zahra Nazhifa Fadila Niken Karmila Nina Rahayu Nirzara Utari Novita Sahara Nuha Amatullah Yasa Nur Anisa Ahira Nur Kkholijah Nurmiyanti Nurmiyanti Nursal Hakim Oktavianingsih Oktavianingsih Putri Pinarsinta Bakara Rafii Ahmad Rahma Andini Gunawan Rahmi Fadillah Redovan Jamil Resti Yanda Anitia Rizka Fadillah Safitri Safitri Salsabila Ahadani Sandy Aulia Lubis Selviani Selviani Septyanti, Elvrin Silvia Permatasari Siti Nila Lestari Soffiatin Stefanie Putri Widya Sukma Anita Syafrial Syafrial Tabita Silaban Talita Nur Havizah Titik Lestari Vanesha Grace Situmorang Winda Triski Yulna Pilpa Sari Zahrah Ade Pratiwi Zaky Dikro Pratama