Rolina Amriyanti Ferita
Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analysis of understanding mathematics concepts of junior high school students on the subject of coordinate systems Rini Ariyanti; Rolina Amriyanti Ferita; Farid Hidayat
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2021): September - Desember 2021
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v7i3.1319

Abstract

Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman konsep matematika siswa SMP pada pokok bahasan sistem koordinat, dan dilaksanakan di SMPN 1 Gambut tahun ajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII H yang berjumlah 28 orang yang kemudian dipilih sembilan orang dengan pembagian masing-masing tiga siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan kemampuan akademik siswa tersebut. Data penelitian diperoleh dari lembar tes tertulis jenis uraian yang sudah divalidasi dan hasil wawancara. Dari tujuh indikator pemahaman konsep yang dibuat kemudian dianalisis agar diperoleh gambaran konsep matematika mana yang sudah dikuasai dan yang belum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan akademik tinggi belum menguasai tentang memberi contoh dan bukan contoh dari suatu konsep, siswa berkemampuan akademik sedang belum menguasai tiga indikator selain indikator yang sama dengan siswa berkemampuan akademik tinggi yaitu tentang mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah, sedangkan siswa berkemampuan akademik rendah belum menguasai satu indikator tambahan selain seperti siswa berkemampuan akademik sedang yaitu tentang menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu.
Thinking Skills of Junior High School Students Related to Gender Arifin Riadi; Noor Laila Atini; Rolina Amriyanti Ferita
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.266 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v2i3.66

Abstract

This study aims to determine the relationship between gender and students’ thinking skills and compare their score between male and female based on their level of thinking skills. Moreover, the result of this study can also be used to evaluate the implementation of the 2013 Curriculum on mathematics junior high school especially Higher-Order Thinking Skills. The method used in this study is ex-post facto, with a population of all 7th grade public junior high schools students in Banjarmasin city. Sample taken were 391 students, divided into 6 schools that were selected randomly. The instrument used is 16 multiple choice test that is valid and reliable. This developed test respectively focused on measuring thinking skills, namely Remembering, Understanding, Applying, Analyzing, Evaluating, and Creating. The result showed that female students were better than male students in almost all of the thinking skills, except Creating. However, there is no relationship between gender and thinking skills.
Description of junior high school students' mathematical reasoning ability in sequence and series competence Mia Fitria; Rolina Amriyanti Ferita; M. Roniannor; Williza Yanti; Farid Hidayat
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2023): Mei - Agustus 2023
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v9i2.2303

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa SMP pada kompetensi barisan dan deret, khususnya aritmetika. Indikator yang digunakan terdiri dari empat yaitu kemampuan mengajukan dugaan, menyajikan pernyataan matematika melalui lisan atau tulisan, melakukan manipulasi matematika, dan menarik kesimpulan atau melakukan generalisasi. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Gambut, dengan subjek siswa kelas VIIIG. Dari 29 siswa yang ada, dipilih secara purposive sampling masing-masing 3 siswa dengan kategori kelompok skor tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis dan wawancara. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan triangulasi teknik (tes dan wawancara) serta triangulasi sumber (siswa dan guru). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator yang paling banyak muncul adalah kemampuan melakukan manipulasi matematika, sedangkan yang paling sedikit muncul adalah kemampuan menyajikan pernyataan matematika melalui lisan atau tulisan. Disarankan agar siswa tidak hanya fokus pada kemampuan perhitungan teknis tetapi harus mampu mengubah soal cerita ke dalam pernyataan matematika yang sesuai.
PENGEMBANGAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBASIS PADA KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA, BERPIKIR REFLEKTIF, DAN REPRESENTASI MATEMATIS MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN ONLINE Mega Kusuma Listyotami; Rolina Amriyanti Ferita
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 11 No. 1 (2023): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/mathumbedu.v11i1.5818

Abstract

Penelitian dan pengembangan tersebut bertujuan untuk menghasilkan model Discovery Learning yang berbasis pada kemampuan koneksi matematika, berpikir reflektif, dan kemampuan representasi matematis mahasiswa dalam pembelajaran online. Penelitian dilakukan dengan metode Research & Development (R&D), mengacu pada prosedur pengembangan R&D oleh Gall dan Borg oleh Sukmadinata yaitu ADDIE. Langkah-langkah penerapan strategi penelitian dan pengembangan antara lain; (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, (5) evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menghasilkan model Discovery Learning yang berbasis pada kemampuan koneksi matematika, berpikir reflektif, dan kemampuan representasi matematis mahasiswa dalam pembelajaran online. Kata Kunci: Discovery Learning, koneksi matematika, berpikir reflektif, representasi matematis.
Binary Representation of the Weaving Motifs of Rumah Bubungan Tinggi: An Ethnomathematical Exploration for Discrete Mathematics Learning Arifin Riadi; Turmudi Turmudi; Dadang Juandi; Jarnawi Afgani Dahlan; Rolina Amriyanti Ferita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3471

Abstract

Motif anyaman pada dinding anjung Rumah Bubungan Tinggi menampilkan pola berulang yang dapat dimodelkan sebagai barisan biner. Penelitian eksploratif kualitatif ini merepresentasikan orientasi bilah sebagai digit 1 dan 0, kemudian menganalisis periodisitas, memformulasikan aturan berbasis modulo, serta melakukan konversi biner–desimal–karakter untuk menautkan motif tradisional dengan struktur pengodean informasi digital. Hasil menunjukkan motif membentuk barisan biner deterministik berperiode tertentu yang dapat dijelaskan melalui fungsi modulo. Berdasarkan pemetaan digit–arah bilah, disusun pula model konseptual steganografi: penyisipan pesan biner melalui variasi orientasi bilah tanpa mengubah karakter visual motif. Temuan ini menegaskan potensi motif anyaman sebagai media representasi informasi sekaligus konteks budaya untuk pembelajaran matematika diskret melalui tugas bertahap (pengodean motif, identifikasi unit ulang/periode, penurunan aturan modulo, dan konversi bilangan). Motif weaving on the anjung wall of the Rumah Bubungan Tinggi exhibits repeating patterns that can be modeled as binary sequences. This qualitative exploratory study encodes strip orientation as 1 and 0, then examines periodicity, formulates modulo-based rules, and performs binary–decimal–character conversions to connect traditional motifs with the basic structure of digital information encoding. The results show that the motifs form deterministic binary sequences with specific periods that can be described using modulo functions. Based on digit-to-orientation mapping, the study also proposes a conceptual motif-based steganography model: embedding binary messages through variations in strip orientation without altering the motif’s overall visual character. These findings highlight the potential of weaving motifs as both an information representation medium and a cultural context for discrete mathematics learning through stepwise tasks (motif encoding, identification of repeating units/periods, derivation of modulo rules, and number conversion).
EFEKTIVITAS PROJECT-BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK Permata Permata; Arifin Riadi; Muhammad Royani; Rahmita Yuliana Gazali; Rolina Amriyanti Ferita; Mega Kusuma Listyotami; Akhmad Abdurrahman
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika pada materi kubus dan balok masih sering menghadapi kendala karena peserta didik cenderung menghafal rumus tanpa memahami konsep bangun ruang secara konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Project-Based Learning terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas V MI Negeri 11 Hulu Sungai Selatan pada materi kubus dan balok. Keunggulan penelitian ini terletak pada penerapan proyek konstruksi model tiga dimensi kubus dan balok sebagai aktivitas manipulatif yang menghubungkan objek konkret dengan konsep sifat-sifat dan luas permukaan bangun ruang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas 56 peserta didik, yaitu 29 peserta didik kelas eksperimen dan 27 peserta didik kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 85,86, sedangkan kelas kontrol sebesar 65,00. Hasil uji Independent Samples T-Test menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,001. Temuan ini menegaskan bahwa Project-Based Learning efektif meningkatkan hasil belajar matematika pada materi kubus dan balok, terutama karena pembelajaran memberi pengalaman konkret bagi peserta didik dalam memahami konsep bangun ruang.
Geometric Transformations in Banjar Baanjung Woodcarvings: Reflection, Translation, Rotation Azis Muslim; Rolina Amriyanti Ferita; Williza Yanti; Arifin Riadi
Mathematics Education Journal Vol. 9 No. 2 (2025): MEJ Vol 9 No.2
Publisher : Department of Mathematics Education University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/mej.v9i2.42875

Abstract

This field‑based ethnomathematical study examines how three geometric transformations—reflection, translation, and rotation—are embodied in the woodcarvings of the Banjar Baanjung house. We conducted in‑situ exploration at a Baanjung house in Teluk Selong (Martapura) and worked directly with a traditional carver in Kuin Cerucuk (West Banjarmasin) in August 2025. Data collection combined on‑site photographic measurement with on‑plane scale references, motif tracing, semi‑structured interviews, and think‑aloud carving demonstrations. Using open and axial coding, we mapped motifs—daun jeruju friezes, tampuk manggis rosettes, gigi haruan zigzags, and paired panels on tawing halat—to transformation types and derived classroom‑ready parameters. Findings show: (1) bilateral reflection on paired panels, quantified through local axes and symmetry deviation; (2) translational friezes on daun jeruju with consistent period, corroborated by the carver’s use of spacing templates; and (3) rotational symmetry (typically order 4) on tampuk manggis, aligned with a radial layout technique. The study converts field‑verified cultural artefacts into learning materials that enable students to study transformations in a culturally grounded context. The contribution sharpens conceptual understanding while fostering cultural appreciation and yields a sequence of ready‑to‑use tasks and analytic prompts for secondary classrooms.
Ethnomathematical Exploration of Historic Mosques in Banjarmasin City as a Context for Mathematics Learning Azis Muslim; Rolina Amriyanti Ferita; Arifin Riadi; Williza Yanti; Mia Fitria; Farid Hidayat; Dina Maulida; Rizqa Firdaus Herson
Mathematics Education Journal Vol. 9 No. 2 (2025): MEJ Vol 9 No.2
Publisher : Department of Mathematics Education University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/mej.v9i2.43376

Abstract

This study explores ethnomathematical elements embedded in the architecture of four historic mosques in Banjarmasin City—Jami Sungai Jingah Mosque, Nurul Amilin Mosque, Sultan Suriansyah Mosque, and Tughfaturraghibin Mosque—and examines their potential contributions to secondary mathematics learning. A qualitative exploratory approach was employed, with data collected through visual observation, photographic documentation, and semi-structured interviews. Data were analyzed iteratively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that key architectural features—such as column arrangements, roof forms, ornaments, and spatial organization—embody explicit mathematical ideas, including pattern regularity, plane and solid geometry, similarity, symmetry, and geometric transformations. Extending mosque-based ethnomathematics research beyond single-site descriptions, this cross-case exploration of historic mosques highlights recurring and distinctive geometric structures that can be leveraged for contextual learning. The study contributes a curriculum-oriented mapping of the identified elements to junior and senior secondary geometry topics, providing a basis for designing culturally grounded tasks and teaching materials.