Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penanaman Pohon di Area Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Migas Program CSR PT Elnusa Tbk dengan Prodi D3 Teknik Instrumentasi Elektronika Migas 2024 Sahara, Ain; Yanti, Dawi; Nurjanah; Manik, Nijusiho; Oktafiani, Fitri
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1723

Abstract

Penghijauan merupakan sebuah pemulihan dari suatu kerusakan yang terjadi di lingkungan. Pemulihan yang dilakukan dengan penghijauan merupakan pemulihan yang akan membuat lingkungan dapat menghasilkan serta memiliki fungsi sebagai pengatur dan pelindung. Penghijauan dapat dilakukan melalui kegiatan penanaman pohon. Penanaman pohon diutamakan dilakukan untuk penanganan lahan kritis dan daerahndaerah yang rawan terhadap banjir serta daerah dengan tingkat polusi yang tinggi. Penanaman pohon juga penting dilakukan di tempat dengan aktivitas manusia yang tinggi seperti lingkungan sekolah, kampus, dan perkantoran, hal ini dapat meningkatkan keasrian, kebersihan udara, dan lingkungan yang sehat. Oleh karena itu, tim dosen STT Migas bekerjasama dengan PT. Elnusa Tbk memanfaatkan area lahan yang masih kosong untuk penanaman pohon dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu penghijauan lingkungan kampus agar lebih asri dan bersih, lingkungan yang lebih segar, nyaman, dan indah, meningkatkan kesadaran civitas kampus akan pentingnya penghijauan lingkungan diantaranya mahasiswa, dosen, dan karyawan serta peningkatan kualitas lingkungan hidup. Penanaman jenis pohon yang ditanam antara lain yaitu penanaman pohon buah-buahan yaitu alpukat, kedondong, dan kelengkeng. Dimana sebelum dilakukan penanaman terlebih dahulu menyiapkan titik atau lubang penanaman pohon yang sebelumnya sudah diberi pupuk, dan ada sekitar 10 titik penanaman. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat lebih bagi lingkungan sekitar.
Penggunaan Alat Ukur Gula Darah dan Kolesterol dengan Metode Non-Invasif Menggunakan NODE MCU ESP32 dalam Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Masyarakat Kelurahan Graha Indah dan Karang Joang Kota Balikpapan Oktafiani, Fitri; Nurjanah, Nurjanah; Sahara, Ain; Derbika, Rangga; Iqbal, Muhammad; Manik, Nijusiho; Risna, Risna; Megawati, Eka; Ariyani, Debora; Yuniarti, Yuniarti; Vegatama, Meita Rezki
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1740

Abstract

Alat instrumentasi terus mengalami pengembangan dalam berbagai bidang salah satunya dalam bidang medis. Salah satu pengembangan dalam instrumentasi medis adalah alat untuk mengukur kadar gula dan kolesterol dalam darah secara non-invasif. Kadar gula dan kolesterol merupakan indikator deteksi terhadap gejala penyakit diabaetes dan kolesterol. Penyakit diabetes dan kolesterol merupakan penyakit kronis yang dapat dicegah melalui pemeriksaan kesehatan berkala. Pada pengabdian ini pengukuran kadar gula dan kolesterol dilakukan dengan alat mikrokontroler NODEMCU ESP32 metode non-infansif kemudian dibandingkan hasilnya dengan alat konvensional yaitu metode tusuk jarum. Dari hasil pemeriksaan kesehatan kepada 30 orang masyarakat kelurahan Graha Indah dan Karang Joang Balikpapan didapatkan bahwa alat mampu mengukur berbagai level kadar gula dan kolesterol. Didapatkan sebanyak 6.7% masyarakat dengan gula darah tinggi yaitu berkisar antara 199-355 mg/dl dan 16.7% masyarakat dengan kolesterol tinggi yaitu berkisar antara 201-205 mg/dl. Level kadar gula dan kolesterol yang tinggi dapat menjadi penanda adanya penyakit diabetes dan kolesterol, oleh karena itu masyarakat yang memiliki hasil yang tinggi tersebut diarahkan agar segera melakukan screening lengkap dirumah sakit dan pengobatan agar segera dapat ditangani dokter penyakit dalam. Dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis ini diharapkan tingkat masyarakat pengidap penyakit kronis dapat diturunkan dan masyarakat dapat lebih sadar untuk menjaga kesehatannya.
Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko K3 Menggunakan Metode JSA (Job Safety Analysis) pada Pekerjaan Wet Blasting & Painting di Area Dehydrator Vessel V-1007 S PT. XYZ Syuhada, Nurul Ain; Lukman, Lukman; Oktafiani, Fitri
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.1192

Abstract

Job Safety Analysis (JSA) untuk pekerjaan Wet Blasting & Painting merupakan alat yang digunakan untuk mengidentifikasi bahaya yang mungkin terjadi pada pekerjaan tersebut, serta langkah-langkah pengendalian untuk meminimalkan risiko. dengan teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya yaitu observasi atau pengamatan yang dilakukan secara langsung terhadap suatu objek atau kegiatan yang terjadi di lapangan. Observasi yang dilakukan adalah mengidentifikasi potensi bahaya langsung dengan objek penelitian di area Dehydrator Vessel V-1007 S PT. XYZ. Pada pekerjaan wet blasting didapatkan 8 potensi bahaya yaitu Human Performance, Gravity, Motion, Sound, Chemical, Temperature, Pressure, dan Biology. Sedangkan potensi bahaya pada pekerjaan painting yaitu Human Performance, Chemical, Sound, Gravity, Temperature, Pressure, dan Biology. Dengan melakukan Job Safety Analysis ini, risiko kecelakaan dapat diminimalkan, dan pekerjaan wet blasting & painting dapat dilakukan dengan aman dan efisien.
Victims Business Body Shaming In Responding to Social Reality Oktafiani, Fitri; Hardi, Emeliya; Denis, Sourbron
International Journal of Research in Counseling Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Minang Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/ijrc.v1i2.39

Abstract

The body is the main part of physical appearance that can be seen and is very easily assessed by oneself and even by others. Body shaming is the act or practice of embarrassing someone by making comments mocking or criticizing someone about their body shape and size. The method used in this paper is descriptive qualitative method with direct data collection. The data obtained will be described in writing according to what the author got. The results of the study show that the efforts of victims of body shaming in responding to social reality, the first positive response to victims of body shaming is that victims respond with a smile, with a sense of humor, respond with an indifference attitude and do not take it seriously. The two negative responses to victims of body shaming are that victims are angry, offended, and unable to accept criticism from other people.
Implementasi Sistem Pengusir Hama Monyet Ramah Lingkungan di Kelompok Tani Tunas Harapan Balikpapan Darmiyati, Iin; Oktafiani, Fitri; Sahara, Ain; Rosidi, Ahmad; Saputra, Surya; Wijaya, Sigit Kusuma; Purnomo, Ferdi Bagus; Rezha, Muhammad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji sistem pengusir hama monyet yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna berbasis sensor gerak (PIR) dan sensor tekanan yang terintegrasi dengan modul suara serta pagar listrik bertegangan rendah yang diberi daya oleh panel surya. Sistem ini dirancang untuk menurunkan frekuensi serangan monyet dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian pada lahan Kelompok Tani Tunas Harapan di Balikpapan Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan survei lokasi, pelatihan masyarakat, perakitan, dan pemasangan sistem pada lahan kebun tomat seluas 0,5 hektare. Data dikumpulkan secara kuantitatif, meliputi frekuensi gangguan mingguan, hasil produksi (kg/ha), waktu respons sensor, dan konsumsi daya, serta secara kualitatif melalui wawancara dengan 20 petani. Uji lapangan dilakukan selama empat minggu. Hasil menunjukkan bahwa sensor PIR memiliki efektivitas deteksi pada radius rata-rata 7 meter dengan waktu respons 1,2 detik dan sistem dapat beroperasi secara mandiri menggunakan panel surya berkapasitas 50 Wp. Frekuensi serangan monyet menurun dari rata-rata 6–7 kali per minggu menjadi 0–1 kali per minggu pada minggu keempat dengan penurunan kumulatif mencapai 90,5%. Produksi tomat meningkat dari 1.020 kg/ha menjadi 1.258 kg/ha atau meningkat sebesar 23,4%, sementara kebutuhan tenaga pengawasan berkurang sekitar 35%. Sebanyak 85% responden menyatakan mampu mengoperasikan sistem secara mandiri. Dengan demikian, sistem sensorik dan pagar listrik bertegangan rendah berbasis energi surya ini terbukti efektif, efisien, serta ramah lingkungan dalam mengurangi serangan monyet dan meningkatkan hasil panen pada skala uji coba. Solusi ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi Internet of Things (IoT) dan pengumpulan data harian guna memperkuat analisis efektivitas jangka panjang.