Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

OPTIMALISASI PROGRAM ASUHAN MANDIRI TANAMAN OBAT KELUARGA (ASMANTOGA) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DUSUN TEGALREJO DESA AMPELGADING Isna Nurul Inayati; Rofiqoh Firdausi; Nanik Ulfa
ABDI KAMI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2020): (Februari 2020)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/abdi_kami.v3i1.315

Abstract

KKN thematic conducted by Islamic University Raden Rahmat is an important part of the initiative Khaira Ummah, an important agenda of Islamic University Raden Rahmat that has the mind to create the village Khaira Ummah. One of the target villages, namely Tegalrejo village, Ampelgading villages in Selorejo District, Blitar, is known that the initial condition of Tegalrejo Hamlet has abundant family medicinal plants, but has not been managed and well utilized. In regard to the condition, the optimization of the self-care program of the Family Medicine plant (Asmantoga) is carried out with the aim of health quality and the community economy of Tegalrejo village increases. There are two approaches that authors use in the optimization of Asmantoga program, namely Apreciative Inquiry and Working Out Loud. Both approaches are then outlined in the five stages of implementation of the program, namely Phase 1 (15-23 February 2019): Planning Program, Phase 2 (24 February – 13 March 2019): Pioneering Asmantoga Educational Park, Phase 3 (3-7 March 2019): Planning and Making Asmantoga Cookbook, Stage 4 (8-9 Maret2019): implementation of Workshop and socialization, Phase 5 (15 March 2019): Inauguration and Asmantoga Educational Park handover. From 5 stages of implementation of activities that have been applied, it can be concluded that the optimization of Asmantoga program is stated to improve the health and economic quality of the village Tegalrejo district of Ampelgading subdistrict Malang district.
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI PERUBAHAN ENERGI KELAS IV: APPLICATION OF EXPERIMENTAL METHODS TO IMPROVE STUDENTS' LEARNING OUTCOMES IN THE SUBJECT OF SCIENCE ON ENERGY CHANGES CLASS IV Rofiqoh Firdausi; Moh. Khoridattul Huda
Jurnal Al-Ilmu: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL AL-ILMU: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/journalalilmu.v9i1.414

Abstract

This learning outcome, namely the lack of application of learning methods so that it hinders the learning process which causes the low learning outcomes of IPAS students in class IV MI Bustanul Ulum Wadung Pakisaji. Other factors in the learning process that affect learning activities and outcomes such as: 1) the way teachers learn in class still uses conventional methods, 2) lack of adequate learning media for teachers to use in class, making it difficult for students to understand concepts so that student learning outcomes are low, 3) no application or experimentation of experimental methods, 4) less active in learning this can be seen from the intensity of students asking questions and providing answers or responses. Based on the findings of the researchers, the solution offered is the application of the experimental method of energy change material.The formulation of the problem in this study is: Can the application of experimental methods improve student learning outcomes in the subject of IPAS material on energy changes in class IV MI? The purpose of the study was to determine whether the use of experimental methods can improve the learning outcomes of fourth grade students in the subject of IPAS energy change material.The research used is Classroom Action Research (PTK) with a quantitative approach. The PTK model used is the Kemmis and Mc Taggart model. Researchers conducted research through two cycles, namely Cycle I two meetings and Cycle II two meetings. In the subject of IPAS material on energy changes in class IV MI. The steps are as follows: 1) Planning, 2) Implementation, 3) Observation, 4) Reflection. In collecting data, researchers used written test sheet instruments, observation sheets, and interview guidelines. Data analysis shows that classroom action research carried out in two cycles, the application of experimental methods in learning IPAS material on energy changes can improve the learning outcomes of fourth grade students of Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum Pakisaji. It can be seen in the value of Cycle I with the percentage of learner activity reaching 50% and the percentage of completeness reaching 66% with an average score of 67.5. In Cycle II, there was a significant increase with a percentage of learning activities of 88% and a percentage of completeness of 83% with a successful category with an average value of 84.66. Therefore, the experimental method can be said to be feasible and effective to use in learning.
Dampak Bermain Gamelan pada Peningkatan Konsentrasi Belajar Siswa Usia Sekolah Dasar di Laboratorium Seni Purwasaba Malang Rofiqoh Firdausi; Ratna Fajarwati Meditama; Nur Al Maida; Nida Mukhlishotul ‘Izzah
PERMAI: Jurnal Pendidikan dan Literasi Madrasah Ibtida'iyah Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/permai.v4i1.263

Abstract

This study aims to describe the impact of gamelan playing activities on improving the concentration of elementary school students. The study was conducted at the Purwasaba Art Laboratory in Malang using a qualitative approach and descriptive methods. The subjects of the study consisted of eight students aged 7–12 years who actively participated in gamelan activities regularly. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed thematically. The results showed that playing gamelan had a positive impact on students' cognitive aspects, especially in increasing focus duration, learning resilience, and decreasing distractive behavior. Structured and collaborative musical activities in gamelan have been shown to train attention regulation and increase students' learning motivation. These findings indicate that traditional music can be used as an alternative effective learning strategy in supporting the development of concentration in elementary school children.
PENGHIJAUAN LAHAN KOSONG BERBASIS PARTISIPATIF MENUJU EKOSISTEM BERKELANJUTAN DI DESA DUSONGYO, NARATHIWAT, THAILAND Moh. Khoridatul Huda; Rofiqoh Firdausi; Jamaliatul Badriyah; Siska Maghfirotul Laili Janah; Amalia Kartika; Usman
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v6i1.11435

Abstract

Krisis lingkungan hidup merupakan isu global yang semakin mendesak untuk diatasi, dengan dampak yang tidak hanya dirasakan di kawasan urban padat penduduk, tetapi juga mulai mengancam wilayah pedesaan. Desa Dusongyo, Narathiwat, Thailand, menjadi salah satu contoh wilayah rural yang terdampak, meskipun memiliki potensi ekologis berupa lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal. Merespons permasalahan tersebut, peneliti menginisiasi program Gerakan Hijau Desa Dusongyo yang berfokus pada penghijauan lahan kosong sebagai upaya restorasi lingkungan dan pembangunan ekosistem berkelanjutan. Program ini dirancang menggunakan pendekatan kolaboratif dengan metode Participatory Action Research (PAR), yang secara aktif melibatkan masyarakat setempat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hasil implementasi menunjukkan perbaikan signifikan terhadap kondisi lingkungan fisik maupun kesadaran ekologi warga. Penghijauan yang dilakukan mampu mengurangi dominasi vegetasi liar, menciptakan ruang terbuka hijau yang fungsional dan terawat, serta meningkatkan keanekaragaman hayati lokal. Selain dampak ekologis, kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai partisipasi warga dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya rehabilitasi lingkungan berbasis komunitas. Temuan ini menunjukkan bahwa penghijauan berbasis partisipatif di desa dapat menjadi strategi efektif dalam merespons krisis lingkungan secara berkelanjutan dan kontekstual.
PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL SCRAPBOOK BERBASIS CANVA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V MI Rofiqoh Firdausi; Nurkholifah Usnul Khotimah
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.10503

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat belajar peserta didik kelas V MI Al-Hikmah Sindurejo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan variatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran digital scrapbook berbasis Canva pada materi jenis-jenis cerita dan menguji kelayakan serta efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahap. Instrumen pengumpulan data mencakup angket validasi ahli media, angket validasi ahli materi, dan tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda. Hasil validasi ahli media pada tahap akhir menunjukkan persentase kelayakan sebesar 84,4% dan validasi ahli materi mencapai 94,5%. Uji coba kelompok kecil (n=3) menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 40 menjadi 83,3, sementara uji coba kelompok sedang (n=10) menunjukkan peningkatan dari rata-rata 34 menjadi 80. Disimpulkan bahwa media pembelajaran digital scrapbook berbasis Canva layak dan efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH NAHDLATUL ULAMA BULULAWANG Rofiqoh Firdausi; Nanik Ulfa
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v3i2.5155

Abstract

Dalam menyesuaikan diri dengan baik sesuai usia dan kematangannya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menuntut. Didalam keluarga orang tua memiliki peran besar dalam memberikan pengaruh pada perkembangan sosial anak. Setiap orang tua mempunyai pola asuh yang berbeda, diantanyanya yaitu: Pola asuh otorite, pola asuh demokratis, dan pola asuh permisif. Pola asuh orang tua pada anak MI mencakup pemberian rangsangan fisik, mental, emosional, moral, maupun sosial yang akan mendorong tumbuh kembang anak secara optimal. Gaya pengasuhan terhadap anaknya, akan mempengaruhi pada perkembangan sosial dan kepribadian anak. Gaya pengasuhan yang tidak baik akan menurunkan perkembangan sosial anak yang baik. Kualitas dan intensitas pola asuh orang tua bervariasi dalam mempengaruhi sikap dan mengarahkan perilaku anak. Karena itu, artikel ini akan membahas masalah yang berkaitan dengan pola asuh orang tua dan perkembangan emosional anak, seperti definisi pola asuh, macam-macam pola asuh, ciri-ciri pola asuh, faktor yang mempengaruhi pola asuh, pengertian perkembangan emosional serta dampak pola asuh terhadap perkembangan emosional anak. Tujuan artikel ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pola asuh orang tua terhadap perkembangan emosional anak MI, Sehingga menimbulkan keinginan untuk mencari atau meningkatkan implementasi pola asuh orang tua terhadap perkembanngan emosional anak MI bagi orang tua
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA Zahro; Rofiqoh Firdausi
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v4i1.6381

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman siswa dibuktikan dengan hasil belajar, serta kurangnya partisipan siswa. Tujuan dari penelitian ini meningkatkan pemahaman siswa dan aktivitas belajar siswa pada Pembelajaran Tematik Materi Alat Indera Pendengaran di Kelas 4 di MI Diponogoro Srimulyo–Dampit. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan Campuran ( Mixed Approach), menggunakan metode Conqurent Embedded. Dalam Pengumpulan data peneliti menggunakan instrumen tes kognitif, wawancara, observasi, dokumentasi. Pemahaman siswa kelas 4 yang dibuktikan dengan hasil belajar terdiri dari 27 siswa, dari hasil tes menunjukan bahwa pada siklus I Presentase ketuntasannya mencapai 69,6%. Pada siklus II Mengalami peningkatan yang cukup signifikan ditunjukan dengan rata-rata kelas yang diperoleh yaitu 81,5 dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 92,5%. Aktivitas siswa tergambarkan dalam rubrik penilaian aktivitas siswa, yakni sebelum penggunaan media audio visual 72%, siklus I 85% siklus II 95%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui Penggunaan Media Audio Visual dapat meningkatkan aktivitas siswa dan pemahaman siswa pada Pembelajaran Tematik Materi Alat Indera Pendengaran di Kelas 4 MI Diponogoro Srimulyo –Dampit.
STRATEGI PEMBELAJARAN MULTISENSORI DALAM INTEGRASI IPAS DI KELAS INKLUSI SD MUHAMMADIYAH 2 SIDOARJO Khusnul Isma Nuriza; Nanda Septiana; Rofiqoh Firdausi; Ari Susetiyo
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v7i2.23562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran multisensori dalam integrasi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) bagi siswa berkebutuhan khusus dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di kelas inklusi sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru kelas, guru pendamping khusus (GPK), serta siswa ASD dan ADHD. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran multisensori diterapkan melalui penggunaan alat bantu visual konkret, aktivitas motorik, dan media audiovisual yang diintegrasikan secara tematik dalam pembelajaran IPAS. Strategi ini menjadi temuan utama penelitian karena terbukti membantu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman konsep siswa ASD dan ADHD yang memiliki hambatan atensi dan komunikasi. Adapun kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu dalam menyiapkan media pembelajaran, rendahnya respons siswa terhadap instruksi umum, serta beban kerja GPK dalam menangani kebutuhan individual siswa. Sebagai solusi, guru memanfaatkan media sederhana dan bahan daur ulang, menggunakan video edukatif dari platform digital, serta memperkuat kolaborasi antara guru, orang tua, dan komunitas sekolah.
MEDIA INTERAKTIF EDUCAPLAY DALAM DISCOVERY LEARNING: UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERUBAHAN WUJUD BENDA Rofiqoh Firdausi; Bisyarotul Ulya
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mubtadi.v8i1.25215

Abstract

The low learning outcomes of fourth-grade students in Natural and Social Sciences (IPAS) at MI Miftahul Huda Ngasem, Malang Regency, were caused by conventional teaching methods and the limited use of innovative learning media, resulting in students being passive and less enthusiastic during learning activities. This study aims to describe the implementation of Discovery Learning assisted by the interactive media Educaplay in improving student learning outcomes on the topic of changes in the states of matter. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and Mc Taggart model, conducted in two cycles, each comprising planning, action, observation, and reflection stages, with 32 fourth-grade students as subjects. Data were collected through cognitive tests, observation, interviews, and documentation. The results showed a significant improvement: the pre-cycle completion rate was only 24% (7 students), increasing to 47% (15 students) in Cycle I, and reaching 81% (26 students) in Cycle II with an average score of 85.33. This study has limitations in terms of subject coverage, involving only one class in a single school, and implementation across only two cycles, so the results cannot be broadly generalized; further research is recommended to expand the subject scope to multiple schools and examine the consistency of learning outcomes over a longer period. Thus, Discovery Learning based on the interactive media Educaplay is proven effective in improving fourth-grade students' learning outcomes in IPAS.