Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Perumusan Strategi Pengembangan PT Trans Armada Indonesia (Autotranz) Dengan Menggunakan Teori Corporate Life Cycle Nugraha, Ghina Zahranya; Triono, Sunu Puguh Hayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan PT Trans Armada Indonesia (AutoTranz)menggunakan teori Corporate Life Cycle yang dikemukakan oleh Ichak Adizes. Penelitian dilakukan denganmetode kualitatif deskriptif, melibatkan wawancara terstruktur dengan narasumber dari perusahaan untukmenganalisis posisi AutoTranz dalam siklus hidup perusahaan. Teori Corporate Life Cycle, yang terdiri dari faseseperti infancy, go-go, adolescence, hingga prime, digunakan untuk memahami tantangan yang dihadapiperusahaan. Pendekatan PAEI (Purposeful, Administrator, Entrepreneurial, Integrator) diaplikasikan untukmengidentifikasi peran manajerial dominan dalam perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa AutoTranzberada pada fase adolescence, dengan dominasi gaya kepemimpinan P dan E, namun lemah dalam aspek A dan I.Permasalahan utama meliputi kelebihan SDM, lemahnya kepemimpinan administratif, serta hubungan kerja yangkurang harmonis. Oleh karena itu, diperlukan restrukturisasi organisasi dan penguatan budaya kerja untukmeningkatkan efektivitas kepemimpinan, khususnya pada aspek integrator.Kata kunci: Corporate Life Cycle,PAEI, Strategi Pengembangan, Perumusan Strategi, Siklus Hidup Organisasi
Pelatihan Peningkatan Kesadaran Wisata Menuju Desa Wisata Berkembang: Studi Kasus Desa Cibodas, Kabupaten Bandung Sunu Puguh Hayu Triono; Elly Suryani; Danang Indrajaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 1 (2025): JPMI - February 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3325

Abstract

Tren wisata menuju kepada wisata alternatif dan salah satunya adalah wisata pedesaan. Desa wisata merupakan perwujudan community-based tourism (CBT) yang belakangan semakin meningkat karena lebih mendukung pariwisata yang berkelanjutan. Terdapat 761 desa wisata di Jawa Barat, salah satunya adalah Desa Cibodas yang terletak di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Desa Cibodas termasuk desa wisata rintisan karena baru memiliki potensi alam, sarana prasarana yang terbatas, dan jumlah kunjungan yang sedikit. Berdasarkan diskusi dengan perangkat desa, diketahui bahwa tingkat kesadaran wisata masyarakat Desa Cibodas masih rendah. Dalam rangka pengembangan desa Cibodas menuju desa wisata berkembang maka perlu dilakukan upaya peningkatan kesadaran wisata sebagai landasan utama. Pelatihan kesadaran wisata diberikan kepada pemangku kepentingan sesuai kerangka pentahelix yang mencakup masyarakat (kelompok sadar wisata, karang taruna, PKK), pemerintah (pemerintah desa dan pengelola desa wisata), dan  industri (BUMDes), akademisi, dan media. Pelatihan kesadaran wisata yang dilakukan mencakup aspek konseptual; urgensi, tahapan, peran teknologi dan perspektif keberlanjutan; dan strategi pengembangan desa wisata. Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa tingkat kesadaran wisata peserta termasuk kategori tinggi. Sedangkan terkait umpan balik diketahui bahwa kegiatan yang dilakukan sudah tepat dan efektif. Masyarakat juga berharap program ini dapat berjalan secara berlanjut dan bertahap, terutama terkait aspek strategi untuk bisa menjadi desa wisata maju. Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala yang dapat menjadi saran bagi pelaksanaan kegiatan berikutnya, antara lain yaitu terkait pre-test, jadwal pelaksanaan dan teknis pelaksanaan.
Pemberdayaan Anggota Yayasan melalui Pelatihan Partisipatif-Aktif Motivasi Kewirausahaan untuk Memulai Usaha Mikro Pada Yayasan Alkaf, Bandung, Jawa Barat Heppy Millanyani; Andrieta Shintia Dewi; Sunu Puguh Hayu Triono; Putri Atika Surya Sakinah; Yuli Rosidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JPMI - April 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4461

Abstract

Kewirausahaan merupakan pilar krusial bagi pembangunan ekonomi dan sosial regional, terutama di Indonesia di mana sektor UMKM berkontribusi signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Namun, potensi besar ini sering kali terhambat oleh faktor psikologis seperti ketakutan akan kegagalan, rendahnya motivasi, serta kurangnya literasi kewirausahaan dalam menyusun rencana bisnis. Yayasan Alkaf yang bergerak dalam bidang sosial-keagamaan menghadapi masalah rendahnya keberanian berusaha dan literasi kewirausahaan sehingga diperlukan pelatihan sebagai suatu bentuk pendidikan kewirausahaan dalam rangka meningkatkan keberanian berusaha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengatasi hambatan psikologis dan rendahnya literasi kewirausahaan pada anggota Yayasan Alkaf. Melalui pendekatan partisipatif-aplikatif, 60 peserta yang terdiri dari pengurus, anggota yayasan, dan masyarakat sekitar dilatih untuk mentransformasikan ide menjadi aksi nyata melalui unit usaha mikro. Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi yang mencakup motivasi mengenai urgensi berwirausaha serta praktik penyusunan model bisnis menggunakan Business Model Canvas. Hasil dari pelatihan mengindikasikan peningkatan wawasan dan keberanian berusaha para peserta. Evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa kualitas pelatihan berada pada kategori "Sangat Baik", meskipun terdapat masukan agar materi lebih disesuaikan dengan contoh nyata di lingkungan pesantren dan teknis pelaksanaan dilakukan lebih tepat waktu. Secara teoretis, pendidikan kewirausahaan terbukti efektif dalam meningkatkan keberanian mengambil risiko, membangun kepercayaan diri, dan mengurangi rasa takut gagal. Program lanjutan dapat dilakukan dalam bentuk pendampingan atau inkubasi guna meningkatkan produktivitas ekonomi anggota yayasan dan masyarakat setempat.
Strategy Formulation for a Traditional Sundanese Restaurant: SWOT, IFE-EFE-IE, and QSPM Analysis of Sari Rasa Sambel Hejo Pusat Harsya Jayaditya; Sunu Puguh Hayu Triono
Fundamental and Applied Management Journal Vol. 4 No. 2 (2026): June
Publisher : Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/famj.v4i2.963

Abstract

The increasing competitiveness of Indonesia's culinary industry requires traditional restaurants to formulate adaptive business strategies to sustain competitiveness and long-term growth. Sari Rasa Sambel Hejo Pusat (SRSH), a traditional Sundanese restaurant operating since 1968 in Purwakarta, faces challenges related to market competition, service quality, and limited utilization of digital marketing. This study aims to analyze the internal and external business environment of SRSH and formulate priority business development strategies to support its future growth and sustainability. This study employed a descriptive qualitative case-study approach. Data were collected during the 2025–2026 research period through in-depth interviews, observations, and documentation. Six key informants participated in the study, consisting of three internal stakeholders (owner, branch manager, and partnership manager) and three external stakeholders (competitor, supplier, and government representative). Data were analyzed using the Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix, External Factor Evaluation (EFE) Matrix, Internal–External (IE) Matrix, SWOT Analysis, and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).  The IFE analysis produced a score of 3.09, indicating a strong internal position characterized by product authenticity, customer loyalty, and extensive business experience. The EFE analysis generated a score of 2.98, demonstrating the company’s ability to capitalize on external opportunities while managing environmental threats. These results positioned SRSH in Cell IV (Grow and Build) of the IE Matrix. SWOT analysis generated four strategic alternatives, while the QSPM identified optimizing digital marketing and online platform utilization as the highest-priority strategy, achieving a Total Attractiveness Score (TAS) of 6.24. SRSH possesses strong growth potential supported by favorable internal capabilities and external opportunities. Strengthening digital marketing represents the most attractive strategic option to enhance competitiveness, expand market reach, and support long-term business sustainability.
Business Strategy, Technological Capability, and MSME Performance: The Mediating Role of Competitive Advantage King Abdul Aziz; Sunu Puguh Hayu Triono
UTSAHA: Journal of Entrepreneurship [IN PRESS] Vol. 5 Issue 3 (2026)
Publisher : jfpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/joe.v5i3.1017

Abstract

Micro, small, and medium enterprises operating within free trade zones face intensifying competitive pressures that demand both strategic clarity and technological readiness to sustain business performance. Despite growing scholarly attention to strategy and technology as performance drivers, their simultaneous examination within a mediated structural model remains limited in open industrial zone contexts. This study investigates the influence of business strategy and technological capability on MSME business performance in Batam City, Indonesia, with competitive advantage as a mediating variable. A quantitative explanatory design was employed, with data collected from 350 MSME respondents through a structured Likert-scale questionnaire and analyzed via Partial Least Squares Structural Equation Modeling using SmartPLS 4.1. All seven hypotheses were supported. Both constructs significantly and positively affect competitive advantage and business performance, with technological capability producing the strongest path coefficient in the model, particularly toward competitive advantage. Competitive advantage partially mediates both the strategy-performance and technology-performance relationships. The findings extend the Resource-Based View and Dynamic Capabilities Theory to the MSME free trade zone setting and offer guidance for practitioners and policymakers seeking to support technology-driven competitive development.
PENDAMPINGAN PELATIHAN PENGEMBANGAN BISNIS DIGITAL: STRATEGI PEMBERDAYAAN WIRAUSAHA MUDA Sunu Puguh Hayu Triono; Ratri Wahyuningtyas; Rian Febrian Umbara; Dwi Fitrizal Salim; Ratih R. Raihanun; Alfi Inayati
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3360

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesiapan kewirausahaan digital siswa SMK YPPS Sumedang melalui pendampingan dan pelatihan pengembangan bisnis berbasis digital sebagai strategi pemberdayaan wirausaha muda. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan aplikatif yang meliputi survei kebutuhan mitra, persiapan materi dan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan praktik langsung pengembangan bisnis digital, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan melalui kuesioner dan monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman terhadap konsep bisnis digital, strategi pemasaran online, pemanfaatan marketplace dan e-commerce, pembuatan konten digital, serta penggunaan teknologi dalam manajemen bisnis sesuai dengan kompetensi perhotelan, tata boga, dan tata busana. Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat tinggi terhadap kesesuaian materi, kejelasan penyampaian, ketepatan waktu pelaksanaan, serta kualitas pendampingan, dan peserta berharap program serupa dapat dilanjutkan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendampingan dan pelatihan pengembangan bisnis berbasis digital efektif dalam meningkatkan kesiapan siswa SMK YPPS Sumedang sebagai calon wirausaha muda yang adaptif terhadap transformasi digital dan berpotensi membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Business Strategy Development in Improving Organizational Performance Using SWOT Analysis, IE Matrix and QSPM Fikry Andias Praja; Sunu Puguh Hayu Triono
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 7 (2026): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i7.1294

Abstract

Education plays a strategic role in the social and economic development of a nation. However, educational institutions in Indonesia face complex challenges, including graduate competency mismatch, declining service quality, and limitations in resources and technology. Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, as an integrated Islamic educational institution, has also experienced a decline in organizational performance, as indicated by a decreasing number of students over recent years. In addition, dependence on a single funding source and limited innovation in human resources have become major issues. This study aims to identify internal and external factors affecting organizational performance and to formulate appropriate business strategies to improve managerial effectiveness and institutional sustainability. The research employs a strategic management approach based on Fred R. David's model, which includes the input stage using the External Factor Evaluation (EFE) and Internal Factor Evaluation (IFE) matrices, the strategy-matching stage through SWOT and IE matrices, and the decision stage using the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results indicate an IFE score of 2.85 and an EFE score of 3.02, placing the organization in a development-oriented position that requires a focus on market development, product development, and integration across all organizational functions. The IE matrix shows that Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah is positioned in Regions I and II, reflecting a "Grow and Build" strategy. Furthermore, the QSPM analysis identifies the priority strategy as developing nationally competitive flagship programs based on an integrated curriculum encompassing academic excellence, character, and moral education, along with enhancing teacher competencies.
Analysis Of Easturn Coffee Business Model Design With Business Model Canvas Approach Muhammad Abidzar Gathan Falaah; Sunu Puguh Hayu Triono
Journal of Indonesia Business Research (JIBR) Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jibr.v3i2.9863

Abstract

Easturn Coffee is a cafe that provides a comfortable place to enjoy food and drinks. Easturn Coffee is located at JalanCilangkap Baru No. 1 Blok B, RT.3/RW.1, Cilangkap, Kec. Cipayung, East Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta.This cafe provides a variety of interesting food and drink choices, a variety of coffee variants are offered so that consumerscan enjoy the taste of quality coffee beans. Easturn Coffee has a major problem in its business, namely a small marketsize and unstable income. So the author conducted this study with the aim of finding out the competitive strategy currentlyimplemented by Easturn Coffee, determining recommendations for competitive strategies and the right business modelto be implemented by Easturn Coffee in order to excel in the competition. In formulating a business model based oncompetitive strategy, the analysis carried out was STEEP analysis and Porter’s Five Forces analysis. Interviews wereconducted with internal parties to obtain research data on business models and business environmental conditions. Theauthor uses qualitative research methods. Data validation uses triangulation of data sources. Based on the analysis thathas been done, it is formulated that the right competitive strategy to be used by Easturn Coffee is differentiation becauseof the competitive advantage it has with small market conditions. Based on the differentiation competitive strategy, a newbusiness model formulation is produced that Easturn Coffee can consider to run its business processes.
Analisis Pengembangan Model Bisnis Umkm Saranghaeyo Grill Dengan Pendekatan Value Proposition Canvas Grace Sintya M Sianturi; Sunu Puguh Hayu Triono
Journal of Indonesia Business Research (JIBR) Vol. 4 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jibr.v4i1.10865

Abstract

Saranghaeyo Grill, restoran Korean barbeque yang berdiri sejak 2019 di Bandung, menawarkan pengalaman memanggang interaktif dengan bahan baku segar. Meskipun populer, usaha ini mengalami penurunan signifikan di tengah pesatnya pertumbuhan industri makanan dan minuman. Untuk mencapai keberlanjutan dan meningkatkan daya saing, Saranghaeyo Grill memerlukan model bisnis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis Saranghaeyo Grill saat ini dan merancang ulang Business Model Canvas (BMC) sebagai strategi pengembangan usaha berkelanjutan. Pendekatan Value Proposition Canvas (VPC) dan analisis lingkungan bisnis juga digunakan untuk menyesuaikan nilai yang ditawarkan kepada pelanggan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penulis melakukan wawancara dengan pihak Saranghaeyo Grill untuk memetakan model bisnis eksisting, serta wawancara dengan konsumen untuk mendapatkan gambaran VPC dan melakukan analisis lingkungan bisnis. Berdasarkan data ini, BMC rekomendasi akan dirancang. Hasil penelitian akan berupa usulan BMC dengan peningkatan pada: value proposition (penambahan nilai seperti kolaborasi), key partners (pemilihan supplier daging berkualitas), key activities & key resources (peningkatan aktivitas dan sumber daya), customer relationship (interaksi media sosial yang lebih baik), hingga revenue stream (peningkatan pendapatan). Rekomendasi ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan implementasi BMC terbaru untuk mendukung pertumbuhan bisnis Saranghaeyo Grill.