Novianti, Yuniar Siska
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Variasi Blok Model pada Pemodelan Seam Batubara Fikri, Hafidz Noor; Nurhakim, Nurhakim; Fauzi, Resti; Novianti, Yuniar Siska; Santoso, Eko; Putri, Karina Shella
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.19321

Abstract

Penerapan model blok dengan geostatistika terapan pada pertambangan batubara semakin banyak digunakan karena mampu merespon perhitungan sumberdaya batubara secara detail. Ukuran model blok yang sesuai sangat penting pada saat SMU diproses. Selain itu, ukuran model blok berpengaruh terhadap hasil estimasi. Penelitian ini mengevaluasi tiga variasi ukuran model blok endapan batubara dengan menggunakan nilai kemiringan regresi dan efisiensi kriging. Variasi ukuran blok ini ditentukan sebesar ¼, ½, ¾, dan 1 kali dari jarak rata-rata lubang bor. Data yang digunakan adalah dua lapisan batubara yang berbeda di Kalimantan Tengah dengan jumlah lubang bor sebanyak 12 dan 15 lubang bor. Nilai kemiringan bias bersyarat dan efisiensi kriging pada setiap ukuran blok model yang diolah, mampu memberikan jawaban mengenai penentuan ukuran blok model yang ideal berdasarkan data yang ada.
Kebutuhan Energi Listrik Guna Menggerakkan Sektor Ekonomi Strategis di Provinsi Kalimantan Selatan Putri, Karina Shella; Nurhakim, Nurhakim; Novianti, Yuniar Siska; Safitri, Nurma
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.14358

Abstract

Pemenuhan kebutuhan energi listrik di Provinsi Kalimantan Selatan diperkirakan tumbuh pesat, dengan adanya kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri, sehingga diperlukan suplai energi listrik yang cukup besar. Kajian akan dihadapkan pada dua kondisi ekonomi, yaitu Business as Usual, dimana Provinsi Kalimantan Selatan masih mengalami pemulihan kondisi perekonomian yang merupakan dampak pandemi Covid-19, dan pertumbuhan ekonomi optimis, dimana Provinsi Kalimanatan Selatan mengalami percepatan ekonomi yang ditandai dengan terlaksananya rencana investasi proyek-proyek dalam kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri. Metode yang digunakan dalam menentukan kebutuhan energi listrik adalah permodelan ekonometrika dengan pendekatan Ordinary Least Square (OLS). Model konsumsi energi listrik menggunakan variabel independent PDRB, jumlah penduduk, tarif rata-rata listrik, dan rasio elektrifikasi. PDRB dimodelkan menggunakan variabel independent jumlah tenaga kerja, pengeluaran pemerintah, dan investasi. Seluruh variabel menggunakan data historis dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2021. Skenario 1 menghasilkan forecast PDRB dengan laju pertumbuhan rata-rata 2,72%. Kebutuhan energi listrik dari tahun 2022 sampai dengan 2025 untuk skenario 1 berturut-turut dalam satuan GWh antara lain 3.159,42; 3.228,31; 3.251,60; dan 3.250,94. Skenario 2 menggunakan pertumbuhan ekonomi optimis sebesar 4,3% sebagai acuan forecast kebutuhan energi listrik dengan hasil berturut-turut dari tahun 2022 sampai dengan 2025 dalam satuan GWh antara lain 3.164,90; 3.251,73; 3.319,55; dan 3.374,17. Skenario 1 dengan asumsi perekonomian masih dalam masa pemulihan menghasilkan rata-rata pertumbuhan permintaan energi listrik sebesar 1,61%. Sedangkan skenario 2 dengan asumsi terealisasinya proyek kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri menghasilkan rata-rata pertumbuhan permintaan energi listrik sebesar 2,55%. 
Estimasi Sumberdaya Batubara menggunakan Metode Ordinary Kriging dan Metode Elemen Hingga, Studi Kasus: Endapan Batubara di Desa Pualamsari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan Fikri, Hafidz Noor; Musthofa, Arief Al; Nurhakim, Nurhakim; Novianti, Yuniar Siska
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.7743

Abstract

Estimasi sumberdaya batubara merupakan proses kuantifikasi yang dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geologi dan data yang dimiliki. Perkembangan teknologi membuat proses estimasi menjadi semakin cepat. Metode elemen hingga (MEH) yang merupakan proses diskritisasi model dan proses geostatistik estimasi ordinary kriging (OK) menggunakan model blok dilakukan pada parameter ketebalan untuk mengetahui sumberdaya batubara. Menggunakan 24 data bor touch coring dan cropline, kontur struktur roof dan floor batubara terolah sebagai batasan dalam model batubara. Estimasi sumberdaya batubara dengan metode OK menghasilkan kuantitas sebesar 1.8 juta ton. Perhitungan menggunakan MEH menghasilkan nilai sumberdaya sebesar dua juta ton. Selain itu, penggunaan metode OK dengan perangkat lunak SGeMS menghasilkan sumberdaya terukur yang lebih kecil karena area pengaruh (range = 216 m), yang lebih kecil daripada nilai jarak titik infformasi sesuai SNI 5015-2011 untuk kondisi geologi moderat (250 m). Cross validation dilakukan agar memberikan pertimbangan hasil estimasi OK. Perhitungan MEH menggunakan skema continous dalam melakukan diskritisasi. Perbedaan nilai sebesar 200 ribu ton memperlihatkan penggunaan metode yang berbeda pada batubara secara signifikan menghasilkan nilai yang berbeda.
Karakteristik sebaran pH dalam kolam bekas tambang void M45C pada PT Jorong Barutama Greston Maulana, Wahyu; Mustofa, Adip; Novianti, Yuniar Siska
Jurnal Himasapta Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i1.12188

Abstract

Nilai pH menunjukkan kadar asam ataupun basa di dalam suatu larutan. Angka pH normal sesuai standar baku mutu adalah pH 6 – 9. Penelitian ini menggunakan metode (sampling) lapangan pada kolam bekas tambang. Data yang dikumpulkan mencakup pH, DO, dan suhu. Analisis yang dilakukan adalah analisis karakteristik sebaran pH secara vertikal dan horizontal, analisis penentuan tipe kolam dan analisis hubungan pH air dengan limnologi kolam bekas tambang. Berdasarkan analisis pH pada Void M45C, kondisi air bersifat asam dengan nilai pH 3.3 – 3.4 sehingga melebihi nilai baku mutu. Dari permodelan yang telah dibuat menunjukkan nilai pH air 3.3 – 3.4 tersebar merata di seluruh kolam, baik secara vertikal dan horizontal dari kedalaman 5 - 45 meter, nilai pH yang tidak signifikan memiliki perbedaan angka 0.1 tersebar merata dengan pola yang tidak beraturan dan didukung analisis data menggunakan (boxplot) korelasi pH terhadap kedalaman tidak mengalami perbedaan, yang dapat diartikan bahwa sebaran pH pada kolam bekas tambang Void M45C tersebar merata di seluruh kolam dengan nilai pH tidak beraturan kedalaman 5 – 45 meter. Kondisi stratifikasi termal diartikan bahwa tipe kolam bekas tambang Void M45C bertipe (monomictic) dimana tipe ini akan mempermudah suatu reaksi karena air pada kolam bekas tambang akan mengalami pencampuran yang merata.
Optimasi blending batubara untuk meningkatkan kualitas dan memenuhi target market PT Multi Tambangjaya Utama Kholis, Nur; Santoso, Eko; Novianti, Yuniar Siska
Jurnal Himasapta Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 03 Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i3.11155

Abstract

Dalam operasionalnya, penting untuk memahami kualitas batubara sebelum melakukan kegiatan blending, karena kualitas batubara menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan terkait blending tersebut. PT Multi Tambangjaya Utama memiliki lima kualitas batubara berbeda, terdiri dari Hijau Kananai, Merah Kananai, Kuning Kananai sebagai kualitas tinggi, serta Biru Kananai dan Abu-abu Kananai sebagai kualitas rendah. Untuk memperoleh data kualitas batubara selama proses produksi, dilakukan kegiatan blending dengan memperhatikan parameter seperti Ash, Total Moisture (TM), Total Sulfur (TS), dan Calorific Value (CV). Penelitian dilakukan untuk menentukan perbandingan yang optimal antara batubara kualitas rendah dan tinggi agar hasil blending sesuai dengan target pasar. Pengambilan sampel batubara dilakukan langsung di lapangan dan diuji laboratorium untuk mendapatkan data TM, TS, Ash, dan CV. Hasil uji laboratorium digunakan dalam analisis data untuk menentukan proporsi perbandingan pencampuran batubara berbeda kualitas. Berdasarkan analisis, perbandingan yang tepat untuk blending batubara adalah Kananai Merah (23%), Kananai Kuning (38%), Kananai Hijau (29%), Kananai Biru (7%), dan Kananai Abu-abu (2%), dengan berat aktual 94.917,71 ton (100%). Rencana produksi batubara dan blending akan didasarkan pada perbandingan ini untuk mencapai kualitas yang diinginkan.
Perbandingan kualitas batubara berdasarkan data model dan aktual pit UC-E PT Jorong Barutama Greston Yohanes, Sinaga Frakas; Triantoro, Agus; Novianti, Yuniar Siska
Jurnal Himasapta Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i3.14716

Abstract

Kualitas batubara yang terdapat di daerah penelitian sangat bervariasi khususnya di pit UC-E. Permasalahan yang terjadi adalah kualitas dan ketebalan batubara berbeda antara data aktual dengan yang ada pada geomodel. Diperlukan analisa ulang untuk menghindari komplain dari pihak konsumen terhadap kualitas batubara yang tidak sesuai dari kesepakatan standar kualitas batubara yang sudah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa dan mengevaluasi antara kualitas batubara aktual dengan kualitas batubara model, kemudian merekomendasikan penanganan batubara tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menganalisa dan menghitung kualitas batubara pada lokasi penambangan dari hasil chip sampling kemudian membandingkannya dengan kualitas batubara geomodel. Selain itu dianalisa juga faktor–faktor yang dapat mempengaruhi perbedaan parameter kualitas batubara aktual dengan kualitas batubara pada geomodel. Aktivitas pengambilan sampel batubara juga diamati untuk mengetahui cara perlakuan sampel agar tidak terkontaminasi. Analisis laboratorium dilakukan untuk memperoleh nilai total moisture, ash, total sulphur dan calorific value pada seam U310, seam U320 dan seam U5. Setelah dilakukan analisis terhadap sampel batubara di Pit yang dibandingkan dengan data model terdapat beberapa perbedaan yaitu seam U5 kualitas ash cenderung tinggi, seam U310 kualitas calorific value cenderung tinggi, seam U320 kualitas ash, total sulphur dan calorific value cenderung tinggi.
Evaluasi Kualitas Udara Ambien dan Tingkat Kebisingan Pada Triwulan Tiga Di PT Binuang Mitra Bersama Desa Pualam Sari Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan Laksono, Erwan Dwi; Novianti, Yuniar Siska; Dwiatmoko, Marcelinus Untung
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.14904

Abstract

Aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Binuang Mitra Bersama pasti selalu menghasilkan polusi udara di area dan sekitar perusahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi dan rekomendasi terhadap hasil pengukuran pengelolaan lingkungan pertambangan yang berkaitan dengan kualitas udara dan kebisingan di area pertambangan dan pemukiman sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengukuran lapangan yang terdiri dari 7 lokasi pengukuran, yakni Blok Dua: 1) Desa Kalumpang, 2) Pit Tabuhan, 3) Pit Sitarum, Blok Tiga: 4) Pit Blok Tiga 5) Desa Pulau Pinang Utara, , dan Port: 6) Port Office dan ruang genset, 7) Desa Keladan. Data kualitas udara dianalisis menggunakan metode gravimetrik. Hasil pengukuran dibandingkan dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No 53 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Udara Ambien dan Tingkat Kebisingan. Hasil penelitian ini menunjukkan semua data kualitas udara (SO2, CO, NO2, O3 dan TSP) dan tingkat kebisingan pada semua titik pengukuran nilainya masih berada di bawah batas maksimal yang telah di tetapkan namun untuk hasil pengukuran kualitas udara konsentrasi debu TSP di lokasi pengukuran Pit Tabuhan dan Pit Sitarum nilainya hampir mendekati batas maksimal yang telah ditetapkan.
Analisis Volume Pembongkaran Overburden Menggunakan Total Station Station dan GPS Geodetik pada PT Nabil Baratama Indonesia Lead Baikuni, Muhammad; Novianti, Yuniar Siska; Hakim, Romla Noor
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18151

Abstract

PT Nabil Baratama Indonesia Lead yang berada pada bagian pit 14 PT Arutmin Indonesia Site Kintap lebih tepat nya pada sisi low wall pit 14 yang akan dilakukan pembongkaran untuk pembuatan akses jalan hauling dan pada prosesnya pembongkaran tersebut harus diukur agar mengetahui apakah pembongkaran tersebut telah mencapai target atau belum, untuk target yang diberikan jika dilihat pada desain front kerja yang diberikan sekitar 140.000 bcm. Pada pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan alat Total Station dengan merek CHCNAV i50 dan Total Station dengan merek Sokkia CX-105. Sebelum melakukan pengukuran kedua alat tersebut dilakukan pengujian titik yang sama berjumlah 10 titik dengan parameter mempunyai titik ikat yang sama dan untuk Total Station ada penambahan titik backsight. Dari pengukuran tersebut didapatkan data selisih tertinggi untuk koordinat titik x sekitar 290 mm, titik y sekitar 330 mm dan titik z sekitar 92 mm. Pengukuran overburden dilakukan pada tanggal 15, 17,18 dan 28 Juli 2024 yang mana mendapatkan hasil selisih volume antara Total Station dengan GPS Geodetik sekitar 445.18 M3 pada tanggal 15 juli 2024, untuk tanggal 17 Juli 2024 didapatkan nilai 6.66 M3 lalu pada 18 juli 2024 didapat 27.76 M3 dan pada tanggal 28 juli 2024 didapat nilai 27.76 M3. Kata-kata kunci: Pengukuran, Koordinat, Nilai Selisih, Volume ABSTRACTPT Nabil Baratama Indonesia Lead which is located in pit 14 of PT Arutmin Indonesia Site Kintap, more precisely on the side of the low wall of pit 14 which will be dismantled for the creation of hauling road access and in the process the demolition must be measured to find out whether the demolition has reached the target or not, For the target given when viewed at the design of the work front given is around 140,000 bcm. This measurement was carried out using the Total Station tool with the brand CHCNAV i50 and Total Station with the brand Sokkia CX-105. Before taking measurements, both instruments were tested at the same point, totaling 10 points with the same binding point parameters and for Total Station, there was an addition of a reverse viewpoint. From these measurements, the highest difference data was obtained for the coordinates of point x around 290 mm, point y about 330 mm and point z about 92 mm. Measurements of the overburden were carried out on July 15, 17, 18 and 28, 2024, which was obtained as a result of the volume difference between the Total Station and Geodetic GPS of around 445.18 M3 on July 15, 2024, for July 17, 2024 a value of 6.66 M was obtained, then on July 18, 2024 27.76 M3 was obtained, and on July 28, 2024, obtained a value of 27.76 M3.
Alternatif Peningkatan Kalori Batubara Kalori Rendah menggunakan Metode Pirolisis berdasarkan Suhu dan Waktu dengan Skala Laboratorium Daffana, Elza Fitri; Annisa, Annisa; Novianti, Yuniar Siska; Fathira, Riri Lidya
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16375

Abstract

Peningkatan nilai kalori batubara peringkat rendah menjadi tantangan tersendiri bagi industri pertambangan saat ini. Belum banyaknya penelitian terkait peningkatan kualitas batubara ini seehingga dibutuhkan penelitian untuk mengetahui korelasi nilai total moisture terhadap nilai kalori batubara dan memberikan rekomendasi suhu dan waktu yang optimal untuk peningkatan kalori batubara. Batubara yang digunakan pada penelitian ini merupakan batubara peringkat rendah yang berada di formasi TQd. Penelitian ini menggunakan metode pirolisis dalam usaha pengingkatan nilai kalori batubara peringkat rendah.  Sampel yang dilakukan pengujian sebanyak 8 sampel dengan kombinasi berdasarkan suhu yaitu 200˚C, 300˚C, 400˚C dan 500˚C dengan waktu selama 2 dan 3 jam. Sebelum dilakukan proses pengujian pirolisis, sampel dipreparasi dan discreening dengan ukuran 14 mesh. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa waktu optimal yang dipergunakan dalam proses pirolisis adalah dalam waktu 2 jam dengan suhu 500˚C, hal ini karena penurunan kadar air yang terjadi dalam waktu 2 jam tidak jauh berbeda dengan penurunan kadar air dalam waktu 3 jam. Namun, kenaikan nilai kalori pada waktu 2 jam cukup besar (dari dibandingkan peningkatan nilai kalori pada waktu 3 jam, sehingga waktu yang lebih baik dipakai dalam pengujian adalah 2 jam dengan menggunakan suhu 500˚C.  ABSTRACTIncreasing the calorific value of low rank coal is a challenge for the mining industry today. Research related to improving the quality of coal is still limiter. Determination of correlation between the total moisture value and the calorific value of coal provide recommendations for the optimal temperature and time for increasing coal calories. The coal used in this research is low rank coal in the TQd formation. This research uses the pyrolysis method in an effort to increase the calorific value of low rank coal. The samples tested were 8 samples with combinations based on temperature, namely 200˚C, 300˚C, 400˚C and 500˚C with a time of 2 and 3 hours. Before the pyrolysis testing process is carried out, the sample is prepared and screened with a 14 mesh size. The optimum time of the pyrolysis process which is established in this research was 2 hours at a temperature of 500˚C. The decreasing in water content within 2 hours was slightly different from it in water content within 3 hours. However, the increasing in caloric value at 2 hours is quite large compared to the increase in caloric value at 3 hours, so the bettter time to use for pyrolysis testing is 2 hours using a temperature of 500˚C.