ABSTRAK Remaja merupakan aset strategis bangsa sekaligus sumber daya yang memiliki potensi besar, karena berada pada fase transisi penting dari masa anak-anak menuju dewasa yang disertai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan kognitif yang signifikan. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) melaporkan prevalensi anemia pada remaja putri masih tinggi yaitu sebesar 26–32% Selain itu, Indonesia masih menghadapi beban gizi ganda, yakni masih ditemukan remaja dengan gizi kurang, kurus, dan pendek, yang bersamaan dengan peningkatan jumlah remaja yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas (Kemenkes, 2018). Program ini terdiri dari pemeriksaan dan skrinning status gizi serta kondisi umum anak asuh. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan anak asuh dengan berdasarkan data antropomteri. Pada akhir kegiatan dapat dilihat 44% anak asuh di LKSA masuk dalam katagori gizi kurang dan diharapkan melalui kegiatan ini menjadi salah satu upaya deteksi dini dan edukasi kesehatan yang dilaksanakan oleh LKSA sehingga dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anak asuh agar optimal. Kata Kunci: Status Gizi, Anak Asuh, LKSA, Antropomteri