Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kontrastif Bahasa Minangkabau dan Bahasa Indonesia Dalam Proses Afiksasi dan Reduplikasi dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Lidia Putri; Ediwarman Ediwarman; Ilmi Solihat
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.2740

Abstract

Kemampuan dua bahasa perlu diimbangi dengan pemahaman analisis kontrastif untuk menghindari terjadinya kesalahan (interferensi). Tujuan penelitian ini yaitu, (1) mendeskripsikan bentuk analisis kontrastif bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia dalam proses afiksasi, (2) mendeskripsikan bentuk analisis kontrastif bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia dalam proses reduplikasi, dan (3) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data kepustakaan dan wawancara terencana-terstruktur, serta teknik pemeriksaan keabsahan data yaitu triangulasi penyidik. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 49 data yang terdiri dari 7 afiksasi bahasa Minangkabau, 4 afiksasi bahasa Indonesia, 16 reduplikasi bahasa Minangkabau, dan 22 reduplikasi bahasa Indonesia, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan antara bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia dalam proses afiksasi dan reduplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran bahasa Indonesia di SMA, khususnya pelajaran teks debat di kelas X dengan Kompetensi Dasar (KD) 4.12 Mengembangkan isi teks debat berkaitan dengan bidang pekerjaan secara lisan dan tulis.
Bentuk dan Makna Slang Program Lapor Pak di Kanal YouTube Trans7 Periode Januari 2026: The Form and Meaning of Slang for the Lapor Pak Program on the Trans7 YouTube Channel for the January 2026 Period Ayu Yulianti; Ediwarman Ediwarman; Agus Iryana
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 01 (2026): Artikel Riset Periode Mei 2026
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v6i01.8127

Abstract

Slang is a social variation used by certain groups that is very limited, flexible, and typically contemporary. Slang is increasingly widespread in the digital era, with many social media videos using it. Lapor Pak! is a comedy program on the Trans7 YouTube channel that features many slang terms. This study uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques are through documentation studies and field notes. Data analysis techniques in this study include data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of the data in this study are in the form of expressions or utterances expressed by comedians in the Lapor Pak! comedy program. The results of this study include 14 slang data, classified into 4 forms of slang according to Bloomfield, in the Lapor Pak! Comedy Program on the Trans7 YouTube channel during the period of January 2026.The abbreviations found include DP, COD, and CEO. The forms of funny mispronunciations found include, among others, dompet pesek, jobder, usus bantu, Dian Sosro, and narcoboy. The shortened forms found include Irjen, bansos, loker, and Kombes. Three forms of slang were found in the comedian's interjections in the video of the Lapor Pak! episode on the Trans7 YouTube channel. The interjections found include yaelah and bacot. Meanwhile, in terms of meaning, there are 11 denotative and 3 connotative meanings. Therefore, knowing the context of slang is very important for understanding how it is used appropriately.