Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Gambaran Hasil Uji Sensitivitas Antibiotik Terhadap Bakteri Escherichia coli dengan Metode DISC dan Sumuran: Description of Antibiotic Sensitivity Test Results on Escherichia coli Bacteria Using DISC and Well Methods Rahmah, Windya Nazmatur; Ramdhani, Fitria Hariati; Hidayani, Al
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7495

Abstract

Pemeriksaan resistensi antibiotik terhadap bakteri memiliki banyak metode dan teknik yang berbeda, yaitu metode difusi sumuran, metode difusi cakram disc, metode difusi silinder, metode dilusi, dan metode difusi dilusi. Banyaknya metode pemeriksaan uji daya hambat bakteri yang ada membuat orang menjadi banyak pertimbangan dalam melakukan hal tersebut. Tujuan dalam penelitain ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil uji sensitivitas antibiotik terhadap bakteri Escherichia coli dengan metode disc dan sumuran. Penelitian ini dilakukan dengan metode difusi cakram disc dan metode difusi sumuran. Hasil pengukuran rata-rata zona hambat antibiotik terhapat bakteri Escherichia coli didapatkan zona hambat metode difusi sumuran 31.71 mm dan metode difusi cakram disc 31,39 mm. Rata-rata hasil pengukuran metode difusi sumuran lebih besar 0,32 mm dari metode difusi cakram disc dan hasil pengukuran zona hambat metode difusi sumuran dan difusi cakram disc adalah Susceptible atau efektivitas antibiotik kuat.
Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah EDTA Yang Hemolisis dan Tidak Hemolisis: The Differences Of Hemoglobin Levels In Hemolysis And Non-Hemolysis Edta Blood Samples Ramdhani, Fitria Hariati; Ardina, Rinny; Rahmah, Windya Nazmatur; Ainah, Nur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7630

Abstract

Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) merupakan parameter penting dalam mengevaluasi status fisiologis seseorang. Maka dari itu sangatlah penting untuk memperhatikan tahap pra analitik, analitik, dan pasca analitik pada saat pemeriksaan terutama di laboratorium untuk mendapatkan hasil yang akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan kadar hemoglobin pada sampel darah EDTA yang hemolisis dan tidak hemolisis yang diukur menggunakan alat Hematology Analyzer. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 15 yang terdiri dari sampel yang tidak hemolisis 15 sampel dan sampel hemolisis sebanyak 45 sampel yang dibuat berseri (100 µL, 300 µL, 600 µL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kadar hemoglobin pada sampel darah EDTA yang hemolisis 100 µL adalah 13,0 g/dL , 300 µL adalah 12,7 g/dL, 600 µL adalah 12,4 g/dL sedangkan pada sampel darah EDTA yang tidak hemolisis adalah 13,2 g/dL. Pada uji statistik One Way ANOVA didapatkan nilai signifikansi 0,670 (p > 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kadar hemoglobin pada sampel darah EDTA yang hemolisis dan sampel darah EDTA yang tidak hemolisis.
Efektivitas Daya Hambat Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Metode Difusi: The Effectiveness Of Aloe Vera Extract On The Growth Of Staphylococcus aureus Bacteria Using Diffusion Method Hidayani, Al; Sukmawati, Vina Anggraini; Rahmah, Windya Nazmatur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7670

Abstract

Staphylococcus aureus is one of the gram-positive bacteria that causes infection in the world. Extracts from the aloe vera plant contain several ingredients, one of which is saponins, anthraquinones, and tannins. This type of research is an experiment with a laboratory observation approach because the researcher only wants to know the effectiveness of the inhibition of aloe vera extract as a natural antibiotic on the growth of Staphylococcus aureus bacteria by diffusion method. Researchers used concentrations of 75%, 50% and 25% in the diffusion method. The results showed that the average resistance obtained at a concentration of 25% was 7 mm, a concentration of 50% and 75% was 0 mm (Negative). So based on the category according to CLSI the inhibitory ability of aloe vera (Aloe vera) extract against the growth of Staphylococcus aureus bacteria is resistant, which means that aloe vera (Aloe vera) extract at concentrations of 25%, 50% and 75% is not able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria.
Kadar Hemoglobin dan Status Besi Serum Pada Anak-Anak yang Terpapar Merkuri di Kawasan Pertambangan Emas Tradisional: Systematic Literature Review: Hemoglobin Levels And Serum Iron Status In Children Exposed To Mercury In Traditional Gold Mining Areas: A Systematic Literature Review Purbayanti, Dwi; Rahmah, Windya Nazmatur; Fadillah, Noor; Ardina, Rinny; Presiliana, Septi
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.9011

Abstract

Praktik penambangan emas skala kecil (ASGM) seringkali membawa risiko kesehatan serius, terutama bagi anak-anak karena penggunaan merkuri dalam proses ekstraksi emas telah terbukti berhubungan dengan masalah kesehatan, termasuk anemia terutama pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur yang mengkaji hubungan antara paparan merkuri, kadar hemoglobin, dan status besi serum pada anak-anak di kawasan penambangan emas tradisional dengan menggunakan metode PRISMA. Hasil studi menunjukkan bahwa paparan merkuri berhubungan dengan penurunan kadar hemoglobin, yang meningkatkan risiko anemia pada anak-anak. Penurunan kadar hemoglobin terkait dengan paparan merkuri yang lebih tinggi, dengan setiap peningkatan 1 μg/g merkuri dalam rambut anak-anak mengarah pada penurunan kadar hemoglobin sebesar 0.12 g/dL, yang lebih signifikan setelah disesuaikan dengan faktor-faktor lain seperti usia dan status gizi. Selain itu, paparan merkuri juga mempengaruhi sistem imun anak-anak, terutama di wilayah dengan masalah malnutrisi, yang mengurangi respons imun terhadap vaksinasi dan meningkatkan kerentanannya terhadap infeksi.
Edukasi Gizi dan Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Berbasis Labu Kuning untuk Mendukung Tumbuh Kembang Balita Dian Ana Mutriqah; Handayani, Rezqi; Basuki, Liagustri Maulisazen; Angelia, Savira; Siregar, Leli Khairani; Pratiwi, Vini Rima; Rahmah, Windya Nazmatur; Yuliantri, Risqika; Delvita, Devi; Astuti, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.944

Abstract

Masa balita merupakan periode emas pertumbuhan yang sangat dipengaruhi oleh asupan gizi, terutama pada masa transisi pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Permasalahan stunting dan kurangnya pengetahuan ibu mengenai variasi menu MPASI menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Labu kuning memiliki potensi besar sebagai pangan lokal yang kaya akan beta-karoten dan serat, namun pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam mengolah labu kuning menjadi MPASI yang inovatif dan bergizi. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi melalui ceramah interaktif serta pelatihan pembuatan menu MPASI berbasis labu kuning. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi yang aktif dari peserta selama mengikuti kegiatn. adanya peningkatan signifikan pada skor post-test pengetahuan peserta mengenai gizi seimbang. Kesimpulannya, optimalisasi pangan lokal melalui edukasi dan pelatihan praktis merupakan langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang balita serta mencegah masalah gizi di tingkat keluarga.
Edukasi Penyakit Tuberculosis (TBC) Pada Santri Di Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya Sartika, Fera; Handayani, Rezqi; Hariati Ramdhani, Fitria; Purbayanti, Dwi; Ardina, Rinny; Rahmah, Windya Nazmatur; Hidayani, Al; Fadillah, Noor; Suhartati, Sri; Wijayanti, Nira Meirita
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.985

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. Peningkatan kasus TBC menunjukkan pentingnya upaya edukasi sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya tentang penyakit TBC. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara luring melalui ceramah, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diawali dengan pembagian pre-test, dilanjutkan penyampaian materi dan sesi diskusi, kemudian diakhiri dengan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan. Jumlah peserta sebanyak 39 santri. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 73,8 dan meningkat menjadi 85,1 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 11,3 poin. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman santri mengenai TBC, sehingga diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC di lingkungan pesantren.
Pemeriksaan Mikroskopis Pediculus Humanus Capitis Pada Santri di Pesantren Raudhatul Jannah Palangka Raya Tahun 2025 M. Noval Wahfiudin; Fitria Hariati Ramdhani; Windya Nazmatur Rahmah; Fera Sartika
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10972

Abstract

Pediculus humanus capitis atau kutu kepala merupakan ektoparasit obligat pada manusia yang menetap dan bereproduksi di kulit kepala serta batang rambut. Penularan utamanya terjadi melalui kontak langsung antar kepala atau melalui pemakaian bersama benda pribadi seperti sisir, jilbab, sarung bantal, dan penutup kepala. Lingkungan pesantren memiliki kondisi yang mendukung mekanisme penularan tersebut karena para santri tinggal secara Bersama-sama di asrama, beraktivitas dalam kelompok, dan sering berbagi perlengkapan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran mikroskopis Pediculus humanus capitis pada santri di Pesantren Raudhatul Jannah, Kota Palangka Raya tahun 2025. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 19 santri yang dipilih melalui teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini didapatkan satu telur yang sudah menetas dan tidak didapatkan nimfa maupun kutu dewasa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 94,7% (18) santri di pesantren Raudhatul Jannah kota Palangka Raya tidak terinfeksi pedikulosis kapitis, sementara 5,3%. (1) santri terinfeksi pedikulosis kapitis.
Optimasi Asam Sulfat dan Asam Klorida Sebagai Peluntur Malachite Green pada Pewarnaan Spora Metode Schaeffer–Fulton Secara Spektrofotometri Ramdhani, Fitria Hariati; Rahmah, Windya Nazmatur; Hidayani, Al
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12466

Abstract

Bakteri pembentuk endospora seperti Bacillus subtilis memerlukan teknik pewarnaan khusus untuk identifikasinya. Metode Schaeffer-Fulton menggunakan malachite green sebagai pewarna utama dan safranin sebagai pewarna kontras. Tahap pelunturan berperan penting dalam menghasilkan kontras warna yang jelas antara spora dan sel vegetatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi penggunaan asam sulfat (H2SO4) dan asam klorida (HCl) sebagai peluntur malachite green pada pewarnaan spora metode Schaeffer-Fulton yang dianalisis secara spektrofotometri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variasi peluntur H2SO4 0,5% dan I%, serta HCl 0,5% dan 1%. Data dianalisis menggunakan Uji One Way Anova dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan nilai F-hitung 196621,2 lebih besar dari F-tabel 2,603 dengan p-value 0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa HCl 1% menghasilkan nilai absorbansi sisa zat warna paling rendah (1,587) sehingga merupakan peluntur paling efektif.
Karakterisasi Imunogenesitas Protein Pilli Salmonella Typhi: Analisis Absorban Antibodi dan Spesifisitas dengan Western Blot pada Mencit Balb/C Hidayani, Al; Darmawati, Sri; Ramdhani , Fitria Hariati; Rahmah, Windya Nazmatur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12477

Abstract

Protein pili berperan dalam adhesi dan bersifat imunogenik, berpotensi sebagai kandidat vaksin subunit. Penelitian ini menganalisis imunogenesitas protein pili S. typhi isolat BA07.4 melalui pengukuran absorbansi antibodi dan karakterisasi spesifisitasnya. Protein pili diisolasi dengan metode biphasic, dimurnikan, dan digunakan untuk imunisasi 30 ekor mencit Balb/C (6 kelompok: kontrol dan dosis 2, 3, 4, 5, 6 µg) secara intraperitoneal tiga kali. Kadar antibodi diukur dengan inhouse ELISA (λ 405 nm) dan spesifisitasnya dianalisis dengan Western blot. Rerata absorbansi tertinggi pada dosis 5 µg (2,827), diikuti dosis 6 µg (2,678), 4 µg (2,456), 3 µg (2,134), 2 µg (1,856), dan kontrol (0,423). Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p=0,000) dengan semua kelompok perlakuan berbeda signifikan terhadap kontrol (p<0,05). Western blot menunjukkan pita spesifik pada berat molekul 87, 58, dan 42 kDa pada kelompok dosis 5 µg, sementara kontrol tidak menunjukkan pita. Protein pili S. typhi bersifat imunogenik dengan dosis optimum 5 µg, menghasilkan antibodi yang secara spesifik mengenali sub unit protein pili 87, 58, dan 42 kDa, mendukung potensinya sebagai kandidat vaksin subunit.
Profil Kadar Besi Serum Pada Anak Usia Sekolah Yang Tinggal di Area Pertambangan Emas Skala Kecil di Sepang Simin, Gunung Mas Fadillah, Noor; Purbayanti, Dwi; Andini , Ika Putri; Rahmah, Windya Nazmatur; Faradila , Faradila; Sartika, Fera
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12502

Abstract

Penambangan Emas Skala Kecil (Artisanal and Small-Scale Gold Mining/ASGM) masih banyak dilakukan di Indonesia dan berpotensi menimbulkan paparan merkuri yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat terutama pada anak sebagai kelompok rentan. Paparan merkuri diketahui dapat mengganggu metabolisme zat besi dan proses hematopoiesis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kadar besi serum pada anak-anak yang bermukim di sekitar kawasan ASGM di Desa Sepang Simin, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Penelitian ini menerapkan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional study yang melibatkan 43 anak usia 9–12 tahun. Sampel darah vena diambil untuk memperoleh serum dan dilakukan pemeriksaan kadar besi serum menggunakan metode Iron-Ferrozine dengan fotometer Biosystem BTS-350. Analisis data dilakukan secara deskriptif serta uji beda melalui Independent Sample t-test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya sebagian besar responden memiliki kadar besi serum dalam kisaran normal (86%), sedangkan 14% responden memiliki kadar besi serum rendah. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan kadar besi serum antara anak laki-laki dan perempuan (p = 0,025), dengan rerata kadar besi serum pada anak laki-laki lebih rendah dibandingkan perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa status zat besi pada anak di wilayah pertambangan tidak sekadar terpengaruh faktor nutrisi dan pertumbuhan, namun juga berpotensi berkaitan dengan paparan lingkungan seperti merkuri yang dapat mengganggu metabolisme besi dan eritropoiesis.