Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi dan Penguatan Kapasitas Remaja dalam Pengendalian dan Pencegahan Dini Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya Rahmah, Windya Nazmatur; Sartika, Fera; Ramdhani, Fitria Hariati; Hidayani, Al; Handayani, Rezqi
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1680

Abstract

Penyakit nfeksi menular seksual (PIMS) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Prevalensi PIMS tertinggi terjadi pada kelompok remaja dan dewasa muda akibat perilaku seksual berisiko. Perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan tanpa proteksi merupakan penyebab utama meningkatnya kasus PIMS di kalangan remaja dan dewasa muda di Indonesia. Upaya pencegahan dan pengendalian melalui peningkatan edukasi dan akses layanan kesehatan reproduksi penting untuk dilakukan guna memutus rantai penularan IMS di kalangan remaja. Metode kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi terkait PIMS dan memberikan pelatihan kepada siswa SMA 1 Muhammadiyah Palangkaraya untuk membuat promosi kesehatan terkait PIMS dengan memanfaatkan platform media social. Pada kegiatan ini juga dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan siswa terhadap PIMS dengan melakukan evaluasi melalui pemberian pretest dan postest. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang PIMS khususnya pada remaja setelah dilakukannya edukasi. Selain itu kegiatan ini menghasikan produk media sosial sebagai bentuk promosi kesehatan terkait PIMS yaitu platform media sosial TikTok dan Instagram. Kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas remaja tentang pengendalian dan pencegahan dini PIMS di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya telah berhasil dilaksanakan dengan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa mengenai risiko, cara penularan, pencegahan, dan dampak PIMS.
Gambaran Hasil Uji Sensitivitas Antibiotik Terhadap Bakteri Escherichia coli dengan Metode DISC dan Sumuran: Description of Antibiotic Sensitivity Test Results on Escherichia coli Bacteria Using DISC and Well Methods Rahmah, Windya Nazmatur; Ramdhani, Fitria Hariati; Hidayani, Al
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7495

Abstract

Pemeriksaan resistensi antibiotik terhadap bakteri memiliki banyak metode dan teknik yang berbeda, yaitu metode difusi sumuran, metode difusi cakram disc, metode difusi silinder, metode dilusi, dan metode difusi dilusi. Banyaknya metode pemeriksaan uji daya hambat bakteri yang ada membuat orang menjadi banyak pertimbangan dalam melakukan hal tersebut. Tujuan dalam penelitain ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil uji sensitivitas antibiotik terhadap bakteri Escherichia coli dengan metode disc dan sumuran. Penelitian ini dilakukan dengan metode difusi cakram disc dan metode difusi sumuran. Hasil pengukuran rata-rata zona hambat antibiotik terhapat bakteri Escherichia coli didapatkan zona hambat metode difusi sumuran 31.71 mm dan metode difusi cakram disc 31,39 mm. Rata-rata hasil pengukuran metode difusi sumuran lebih besar 0,32 mm dari metode difusi cakram disc dan hasil pengukuran zona hambat metode difusi sumuran dan difusi cakram disc adalah Susceptible atau efektivitas antibiotik kuat.
Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah EDTA Yang Hemolisis dan Tidak Hemolisis: The Differences Of Hemoglobin Levels In Hemolysis And Non-Hemolysis Edta Blood Samples Ramdhani, Fitria Hariati; Ardina, Rinny; Rahmah, Windya Nazmatur; Ainah, Nur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7630

Abstract

Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) merupakan parameter penting dalam mengevaluasi status fisiologis seseorang. Maka dari itu sangatlah penting untuk memperhatikan tahap pra analitik, analitik, dan pasca analitik pada saat pemeriksaan terutama di laboratorium untuk mendapatkan hasil yang akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan kadar hemoglobin pada sampel darah EDTA yang hemolisis dan tidak hemolisis yang diukur menggunakan alat Hematology Analyzer. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 15 yang terdiri dari sampel yang tidak hemolisis 15 sampel dan sampel hemolisis sebanyak 45 sampel yang dibuat berseri (100 µL, 300 µL, 600 µL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kadar hemoglobin pada sampel darah EDTA yang hemolisis 100 µL adalah 13,0 g/dL , 300 µL adalah 12,7 g/dL, 600 µL adalah 12,4 g/dL sedangkan pada sampel darah EDTA yang tidak hemolisis adalah 13,2 g/dL. Pada uji statistik One Way ANOVA didapatkan nilai signifikansi 0,670 (p > 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kadar hemoglobin pada sampel darah EDTA yang hemolisis dan sampel darah EDTA yang tidak hemolisis.
Efektivitas Daya Hambat Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Metode Difusi: The Effectiveness Of Aloe Vera Extract On The Growth Of Staphylococcus aureus Bacteria Using Diffusion Method Hidayani, Al; Sukmawati, Vina Anggraini; Rahmah, Windya Nazmatur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7670

Abstract

Staphylococcus aureus is one of the gram-positive bacteria that causes infection in the world. Extracts from the aloe vera plant contain several ingredients, one of which is saponins, anthraquinones, and tannins. This type of research is an experiment with a laboratory observation approach because the researcher only wants to know the effectiveness of the inhibition of aloe vera extract as a natural antibiotic on the growth of Staphylococcus aureus bacteria by diffusion method. Researchers used concentrations of 75%, 50% and 25% in the diffusion method. The results showed that the average resistance obtained at a concentration of 25% was 7 mm, a concentration of 50% and 75% was 0 mm (Negative). So based on the category according to CLSI the inhibitory ability of aloe vera (Aloe vera) extract against the growth of Staphylococcus aureus bacteria is resistant, which means that aloe vera (Aloe vera) extract at concentrations of 25%, 50% and 75% is not able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria.
Kadar Hemoglobin dan Status Besi Serum Pada Anak-Anak yang Terpapar Merkuri di Kawasan Pertambangan Emas Tradisional: Systematic Literature Review: Hemoglobin Levels And Serum Iron Status In Children Exposed To Mercury In Traditional Gold Mining Areas: A Systematic Literature Review Purbayanti, Dwi; Rahmah, Windya Nazmatur; Fadillah, Noor; Ardina, Rinny; Presiliana, Septi
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.9011

Abstract

Praktik penambangan emas skala kecil (ASGM) seringkali membawa risiko kesehatan serius, terutama bagi anak-anak karena penggunaan merkuri dalam proses ekstraksi emas telah terbukti berhubungan dengan masalah kesehatan, termasuk anemia terutama pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur yang mengkaji hubungan antara paparan merkuri, kadar hemoglobin, dan status besi serum pada anak-anak di kawasan penambangan emas tradisional dengan menggunakan metode PRISMA. Hasil studi menunjukkan bahwa paparan merkuri berhubungan dengan penurunan kadar hemoglobin, yang meningkatkan risiko anemia pada anak-anak. Penurunan kadar hemoglobin terkait dengan paparan merkuri yang lebih tinggi, dengan setiap peningkatan 1 μg/g merkuri dalam rambut anak-anak mengarah pada penurunan kadar hemoglobin sebesar 0.12 g/dL, yang lebih signifikan setelah disesuaikan dengan faktor-faktor lain seperti usia dan status gizi. Selain itu, paparan merkuri juga mempengaruhi sistem imun anak-anak, terutama di wilayah dengan masalah malnutrisi, yang mengurangi respons imun terhadap vaksinasi dan meningkatkan kerentanannya terhadap infeksi.
Pemeriksaan Mikroskopis Pediculus Humanus Capitis Pada Santri di Pesantren Raudhatul Jannah Palangka Raya Tahun 2025 Wahfiudin, M. Noval; Ramdhani, Fitria Hariati; Rahmah, Windya Nazmatur; Sartika, Fera
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10972

Abstract

Pediculus humanus capitis atau kutu kepala merupakan ektoparasit obligat pada manusia yang menetap dan bereproduksi di kulit kepala serta batang rambut. Penularan utamanya terjadi melalui kontak langsung antar kepala atau melalui pemakaian bersama benda pribadi seperti sisir, jilbab, sarung bantal, dan penutup kepala. Lingkungan pesantren memiliki kondisi yang mendukung mekanisme penularan tersebut karena para santri tinggal secara Bersama-sama di asrama, beraktivitas dalam kelompok, dan sering berbagi perlengkapan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran mikroskopis Pediculus humanus capitis pada santri di Pesantren Raudhatul Jannah, Kota Palangka Raya tahun 2025. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 19 santri yang dipilih melalui teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini didapatkan satu telur yang sudah menetas dan tidak didapatkan nimfa maupun kutu dewasa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 94,7% (18) santri di pesantren Raudhatul Jannah kota Palangka Raya tidak terinfeksi pedikulosis kapitis, sementara 5,3%. (1) santri terinfeksi pedikulosis kapitis.