Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Tekanan pada Reverse Osmosis terhadap Penyisihan Kadar Ion Klorida (Cl-) dan Total Dissolved Solids (TDS) pada Pengolahan Air Payau Rifai, Agus; Hartaja, Dinda Rita Krishumartani; Sulaeman, Oman; Setiadi, Imam; Ikhsan, Iik Nurul; Darmawangsa, Muhammad Rizky; Ardiana, Citra; Sofian, Achmad; Yunus
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.705

Abstract

In the operation and maintenance of reverse osmosis (RO) systems, various challenges arise. One common issue faced is pressure fluctuations that can affect the quality of the produced water, shorten the lifespan of the membrane, and lead to system failure. This study aims to evaluate the performance of thin film composite spiral wound RO membranes in reducing Chloride ion (Cl-) and Total Dissolved Solids (TDS) levels in brackish water using low pressure. The RO membrane used in this research is made of polysulfone (PSF) with a thin film composite spiral wound type. The variables analyzed are the flow rate (Q) ranging from 1,000 to 2,000 mL/minute and the operational pressure (P) between 3.5 and 5 bar. The research results show that the RO membrane can reduce the Cl- level by 99.79% and TDS by 99.92% at a flow rate of 2000 mL/minute with an operational pressure of 5 bar. From the research findings, it can be concluded that an increase in operational pressure enhances the efficiency of reducing Cl- and TDS levels. This is due to the strong push on the feed that accelerates the salt penetration process through the membrane, which is then expelled through the retentate or wastewater stream. Abstrak Selama pengoperasian dan pemeliharaan sistem reverse osmosis (RO), berbagai tantangan muncul. Masalah yang umum terjadi adalah fluktuasi tekanan yang dapat mempengaruhi kualitas air yang dihasilkan, memperpendek umur membran dan menyebabkan kegagalan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja membran RO tipe thin film composite spiral wound dalam mengurangi kadar ion klorida (Cl-) dan TDS (Total Dissolved Solid) dalam air payau dengan menggunakan tekanan rendah. Membran RO yang digunakan dalam penelitian ini terbuat dari polysulfon (PSF) dengan jenis thin film composite spiral wound. Variabel yang dianalisis adalah laju aliran (Q) antara 1.000–2.000 mL/menit dan tekanan operasional (P) antara 3,5–5 bar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran RO mampu mengurangi kadar Cl- sebesar 99,79% dan TDS sebesar 99,92% pada laju aliran 2.000 mL/menit dengan tekanan operasional 5 bar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan tekanan operasional meningkatkan efisiensi pengurangan kadar Cl- dan TDS. Hal ini disebabkan oleh dorongan kuat pada umpan yang mempercepat proses penetrasi garam melalui membran, yang kemudian dikeluarkan melalui aliran retenate atau air buangan.
Production Techniques of Nauplii Whiteleg Shrimp (Litopenaeus vannamei) The Results of Mass Spawning Akbarurrasyid, Muhammad; Sofian, Achmad; Huda, Wildan Khorul; Sudinno, Dinno; Prajayati, Vini Taru Febriani; Sembiring, Kennedi
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 1 (2025): Edisi April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v7i1.601

Abstract

Litopenaeus vannamei farming intensively cannot be separated from various problems. One of the problems faced by farmers is the availability of seeds in terms of quantity and quality. Therefore, this study aims to determine the production techniques of L. vannamei shrimp nauplii produced from the mass spawning process to support the increase in the number of L. vannamei shrimp production. Mass spawning has an impact on the number of nauplii produced and the effectiveness of broodstock maintenance. This study was carried out in Banten, Indonesia. This study was conducted by surveying and observing the stages of broodstock management, spawning, nauplii harvesting, and the production of nauplii. The results of the study showed that several aspects must be considered: (1) broodstock management that includes feeding and monitoring water quality, (2) mass spawning, and (3) harvesting and production of nauplii. During the rearing period, feed, such as pellets, marine worms, and squid, was administered to accelerate the gonad maturation process, and water quality was controlled. The results of mass spawning were obtained Maturation Rate ranges 12.66 - 21.66%, Matting Rate (MR) ranges 40 - 85%, Fecundity ranges 231,951 – 486,250 eggs/shrimp, Fertilization Rate (FR) ranges 60.45 – 72.37%, and Hatching Rate (HR) ranges 71.66 – 87.24%. Total nauplii production was 4.996.398 shrimp for 28 days. Total production was slightly lower than previously reported, which was caused by an inaccurate matting process.
Karakteristik Fisiko-Kimia Dan Proses Produksi Pakan Apung Ikan Lele (Clarias sp.) Sayuti, Mohammad; Dewi, Larasati Rama; Sofian, Achmad
PELAGICUS Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i1.10485

Abstract

Salah satu komoditas unggulan pada budidaya ikan air tawar adalah ikan lele. Proses budidaya ikan lele membutuhkan ketersediaan pakan. Kebutuhan pakan masih didominasi pakan komersil dengan harga yang tinggi. Pakan buatan menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan pakan budidaya ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan dan kualitas yang terkandung pada pakan apung untuk ikan lele. Penelitian dilaksanakan dari 01 Maret 2021 sampai 30 Mei 2021 di KUB Timoer Mandiri, Jember, Jawa Timur. Observasi langsung dilakukan untuk mengetahui proses pembuatan pakan. Pengujian pakan apung dilakukan dengan uji proksimat dan uji fisik pakan. Pengujian proksimat pada bahan dan pakan yang diproduksi sesuai standar AOAC 2005. Pengujian fisik pakan meliputi pengujian warna, bau, lama mengapung, kecepatan tenggelam, daya apung dan pengujian stabilitas pakan yang dilakukan tanpa aerator. Proses produksi pakan apung ikan lele meliputi persiapan bahan, penepungan, formulasi pakan, penimbangan, pencampuran, pencetakan, pengeringan, pendinginan, pengepakan dan penyimpanan. Hasil pengujian proksimat bahan baku pakan sudah memenuhi untuk pembuatan pakan. Pakan apung ikan lele memiliki kandungan protein 31.17%, abu 6.86%, lemak 5.29%, serat 6.17%, air 10.35%, BETN 39.76%, gross energy 3.891,43 Kcal/kg pakan dan digestible energy 31.131.419 Kcal/kg pakan. Pakan apung memiliki warna coklat cerah, bau menyengat, lama mengapung 424 menit, kecepatan tenggelam 0.39 cm/detik, daya apung 100% dan pakan hancur di dasar pada menit 480. Pakan apung ikan lele yang dihasilkan memiliki kualitas baik fisik dan kimia yang menyerupai dengan pakan komersial.
Tilapia Aquaculture (Oreochromis niloticus) by Using Minapadi System: Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Menggunakan Sistem Minapadi Kristiana, Indra; Prama, Ega Aditya; Amir, Gusti Nu’man; Akbarurrasyid, Muhammad; Sofian, Achmad; Astiyani, Wahyu Puji; Sudinno, Dinno; Prajayati, Vini Taru Febriani; Pietoyo, Atiek; Tarigan, Rani Rehulina; Syah, Irvan Firman
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 6 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i6.15253

Abstract

High tilapia production indicates high demand,therefore it is necessary to produce tilapia in a sustainable manner. Sustainable tilapia production can be fulfilled through fish farming activities with various aquaculturemethods and systems. One of the integrated systems of tilapia aquaculturecan becarried out through minapadisystem.This community service activity (PKM) aims to increase the productivity of paddy fields so that they can be utilized for the production of agricultural products and for fish production through the minapadi aquaculturesystem in Karangkamulyan Hamlet, Cintakarya, Parigi, Pangandaran. The stages of this activity include: (i) planning and presentation of tilapia aquacultureusing the minapadi system; (ii) creating a minapadi system that integrates tilapia aquaculturewith rice; (iii) monitoring the growth of cultivated tilapia fish; and (iv) evaluation of activities related to the perceptions of the target community and the results of monitoring the growth of tilapia cultivated using the minapadi system. The results of monitoring fish growth obtained an absolute weight of 65,86 grams, while an absolute length of 7,86 cm and a specific growth rate of 3,84% per day. The results of monitoring water quality during maintenance were obtained, pH value 7 –7,9; temperature (26-34)oC and DO values (3,1 –11,3) mg/l. The results of monitoring and evaluation can be concluded that Cintakarya Village, which is included in the Parigi District, has the potential to develop tilapia aquaculturewith the minapadi system. This is shown by the enthusiasm of the cultivators while participating in PKM activities and being supported by natural resources that are suitable for the aquacultureof the minapadi system
Sosialisasi Sistem Filtrasi Sederhana Pada Budidaya Ikan Nila di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Pietoyo, Atiek; Sofian , Achmad; Sudinno , Dinno; Prama , Ega Aditya; Astiyani , Wahyu Puji; Febriani , Vini Taru
Rahmah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Rahmah : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Jaanur ElBarik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65065/dr75qq42

Abstract

The Community Service activity in Karang Kamulyan Hamlet, Cintakarya Village, Pangandaran Regency, aimed to improve the knowledge of tilapia fish farmers about water quality management using a simple filtration system. River water sources contaminated by household waste are a crucial issue. Through a Community-Based Development (Comdev) approach and a learning-by-doing method, ten farmers were trained to construct mechanical filters using inexpensive local materials (gravel, charcoal, etc.). Evaluation showed increased knowledge about the risks and functions of filtration, and successfully created a solution that reduced operational costs and increased potential income. The main challenges were the optimal implementation of the three-mechanism filter (mechanical, chemical, biological) and limited land, which required further assistance
Manajemen Pakan pada Pembesaran Udang Vaname (Litopenaues vannamei) di CV Rejo Royal Vannamei Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur Wahyu Puji Astiyani; Achmad Sofian; Ikbal Juliana; Muhammad Akbarurrasyid; Indra Kristiana; Dinno Sudinno
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.8497

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas akuakultur bernilai ekonomi tinggi dengan potensi pengembangan yang kompetitif. Pakan menjadi komponen utama dalam kegiatan budidaya karena menyumbang sekitar 60–70% dari total biaya produksi, sehingga pengelolaan pakan yang efektif sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi usaha. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan manajemen pakan pada fase pembesaran udang vaname di CV Rejo Royal Vannamei, Banyuwangi, Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan observasi langsung terhadap praktik pemberian pakan yang meliputi jenis dan bentuk pakan, ukuran pakan, kandungan nutrisi, dosis pemberian, frekuensi pemberian pakan, teknik pengkayaan pakan, sistem penyimpanan, serta evaluasi efisiensi pakan melalui parameter Feed Conversion Ratio (FCR) dan Efisiensi Pemberian Pakan (EPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Average Body Weight (ABW) berkisar 12,22–12,95 g/ekor dengan Average Daily Growth (ADG) sebesar 0,12–0,31 g/hari. Ukuran udang berkisar 77–81 ekor/kg dengan biomassa 3.384–9.217 kg dan populasi akhir 264.014–440.399 ekor. Tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) berada pada kisaran 83,46–85,86%, sedangkan nilai FCR berkisar 1,22–1,39 dengan EPP sebesar 71,92–81,30%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan manajemen pakan yang tepat mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan, mendukung pertumbuhan optimal, serta mempertahankan tingkat kelangsungan hidup udang selama periode pemeliharaan