Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Tematik

PELATIHAN PEMBUATAN KUDAPAN BERBAHAN BAKU HASIL PERAIRAN DI KWT MARGO MAKMUR, DESA MARGOREJO, KECAMATAN CEPIRING, KABUPATEN KENDAL Ika Fitriana; Sri Haryati; Zulhaq Dahri Siqhny
TEMATIK Vol 2, No 1: July 2020
Publisher : TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v2i1.1946

Abstract

Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi perairan yang luas. Sosialisasi tentang pembuatan olahan hasil perairan yang berbahan baku hasil perairan pun penting untuk diberikan. KWT Margo Makmur adalah salah satu KWT yang terletak di desa Margorejo bergerak disektor olahan hasil perairan. Hasil perairan mempunyai kandungan gizi yang lengkap seperti karbohidrat, protein nabati dan vitamin-vitamin. Potensi Hasil Olahan Perairan saat ini sangat melimpah terutama di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal yang setiap panennya cukup banyak dan dengan potensi yang sangat besar ini harus dimanfaatkan dan dilakukan pengembangan.  Tujuan pengabdian masyarakat ini ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan dan wawasan anggota KWT Margo Makmur tentang pemanfaatan hasil perairan sebagai bahan Hasil olahan perairan. Hasil Olahan Perairan merupakan pengembangan produk olahan dari sektor periran.   Penambahan pengetahuan & pelatihan tentang hasil olahan perairan perlu dilakukan agar nantinya anggota KWT Margo Makmur dapat meningkatkan kreativitas dalam pembuatan berbagai pengembangan produk baru berbasis hasil olahan perairan. Dengan adanya pelatihan pada KWT Margo Makmur diharapkan akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah dan mengembangkan produk baru sehingga nantinya dapat sebagai digunakan sebagai bekal untuk berwirausaha. Sehingga, nantinya anggota KWT Margo Makmur dapat meningkatkan keuntungan dari sisi ekonomi menjadi lebih baik.Luaran kegiatan ini berupa produk olahan berbahan baku hasil olahan perairan. Diharapkan   kelompok sasaran KWT Margo Makmur mampu memahami kegiatan ini dan dapat menggunakannya sebagai bekal pengetahuan tentang tahapan proses pembuatan diversifikasi olahan perairan. Dengan meningkatnya pengetahuan tentang diversivikasi produk olahan dapat diterapkan   sebagai bekal berwirausaha. Selain itu luaran PKM ini adalah penulisan artikel dalam bentuk jurnal.
Sosialisasi Pasca Panen Daun Kelor Dan Pelatihan Teh Herbal Susu Daun Kelor Bagi Siswa Smk Ibu Kartini Kota Semarang Siqhny, Zulhaq Dahri; Haslina, Haslina; Pratiwi, Ery
TEMATIK Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i2.7050

Abstract

Pemanfaatan Moringa oleifera atau dikenal dengan tanaman kelor kurang maksimal. Padahal daun kelor mengandung senyawa aktif yang bermanfaat untuk kesehatan. Daun kelor dapat dikonversi menjadi olahan teh herbal susu daun kelor sebagai upaya diversifikasi produk. Teh herbal susu daun kelor dapat menjadi inovasi produk wirausaha utamanya untuk siswa jurusan Jurusan Tata Boga SMK Ibu Kartini Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang pentingnya penanganan pascapanen daun kelor serta cara pengolahannya dan pemanfaatan daun kelor sebagai teh susu yang masih bermanfaat bagi kesehatan.Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa jurusan Jurusan Tata Boga SMK Ibu Kartini Semarang. Kegiatan berlokasi di di  Jl. Imam Bonjol No.199, Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang dengan perwakilan siswa sebanyak 66 orang. Jenis Kegiatan meliputi sosialisasi tentang teori potensi  daun kelor sebagai pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan dan praktek pembuatan teh susu daun kelor. Pelaksana kegiatan dilakukan oleh 3 orang dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang.Hasil menunjukkan Peningkatan pengetahuan setelah kegiatan mencapai 4.6 – 6.7 kali lebih tinggi dari pengetahuan awalnya. Adanya kegiatan ini diharapkan siswa Jurusan Tata Boga SMK Ibu Kartini Semarang dapat membagi ilmunya kepada lingkungan sekitar. Lebih lanjut lagi dapat menjadikannya sebagai potensi berwirausaha.
SOSIALISASI PASCAPANEN JAGUNG DAN PELATIHAN OLAHAN JELLY DRINK RAMBUT JAGUNG BAGI SISWA SMKN H. MOENADI KABUPATEN UNGARAN Siqhny, Zulhaq Dahri; Haslina, Haslina; Pratiwi, Erry
TEMATIK Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i1.5789

Abstract

Daerah Kabupaten Ungaran memiliki potensi komoditas jagung yang cukup banyak ditanam. Jurusan APHP di SMKN H. Moenadi Kabupaten Ungaran memiliki bidang fokus pembelajaran untuk mengolah bahan hasil pertanian menjadi produk olahan. Penanganan pasca panen jagung dapat meningkatkan nilai jual dan meningkatkan pengetahuan mengenai limbah rambut jagung yang belum banyak diketahui.Kegiatan berlangsung pada tanggal 6 Juni 2022 dan diikuti oleh 75 siswa   Jurusan APHP di SMKN H. Moenadi Kabupaten Ungaran. Jenis Kegiatan meliputi sosialisasi tentang teori potensi rambut jagung sebagai pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan dan praktek pembuatan jelly drink rambut jagung. Sebagai bahan evaluasi, dibagikan kuisioner sebelum dan setelah kegiatan.Hasil menunjukkan terjadi peningkatan tingkat pengetahuan mengenai teknologi pasca panen jagung, potensi rambut jagung, dan pembuatan   jelly drink rambut jagung mencapai diatas 70%. Bagi Siswa jurusan APHP di SMKN H. Moenadi (kelompok sasaran), kegiatan ini bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan dapat   menularkan pengetahuannya kepada lingkungan di sekitar tempat tinggalnya sehingga dapat membuat jelly drink rambut jagung dalam skala komersil untuk meningkatkan pendapatan.
Sosialisasi Dan Pelatihan Pembuatan Puding Daun Kelor Bagi Siswa SMK Ibu Kartini Semarang Siqhny, Zulhaq Dahri; Haslina, Haslina; Pratiwi, Ery
TEMATIK Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v4i2.9356

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan puding daun kelor kepada siswa SMK Ibu Kartini Semarang. Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal memiliki kandungan gizi yang tinggi dan berbagai manfaat kesehatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memanfaatkan daun kelor sebagai bahan baku pembuatan makanan yang bernilai gizi tinggi dan memiliki potensi ekonomi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Ceramah diberikan untuk memberikan pengetahuan tentang manfaat daun kelor dan potensi ekonominya. Demonstrasi dan praktik langsung bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengolah daun kelor menjadi puding yang lezat dan bergizHasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memanfaatkan daun kelor. Para siswa mampu membuat puding daun kelor dengan baik dan memahami nilai gizi serta potensi bisnis dari produk tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan jiwa wirausaha siswa dan mendorong mereka untuk mengembangkan produk berbasis daun kelor lebih lanjut. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan melalui konsumsi makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi siswa SMK Ibu Kartini Semarang.
Pelatihan Pembuatan Es Krim Daun Kelor sebagai Upaya Diversifikasi Produk Pangan Fungsional di SMK Ibu Kartini Semarang Siqhny, Zulhaq Dahri; Wahjuningsih, Sri Budi; Fitriana, Ika Fitriana; Gunantar, Devy Angga
TEMATIK Vol. 5 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v5i2.12672

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK Ibu Kartini Semarang dalam mengolah daun kelor menjadi produk pangan fungsional. Pelatihan mencakup teori pascapanen, potensi nutrisi daun kelor, serta praktik pembuatan es krim sebagai bentuk diversifikasi pangan lokal. Metode pelatihan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung, yang diikuti oleh 29 siswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan: pemahaman teknologi pascapanen meningkat dari 58% menjadi 84%, potensi pangan fungsional dari 52% menjadi 80%, dan keterampilan teknis pembuatan es krim dari 40% menjadi 82%. Kegiatan ini menunjukkan potensi untuk replikasi sebagai model edukatif kewirausahaan berbasis pangan lokal.