Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemilihan Moda Transportasi Saat Pandemi Covid-19 dengan Metode Promethee (Studi Kasus : Ruas Jalan Pemuda Kota Semarang) Galih Widyarini; Wardana Galih Pamungkas; Yesina Intan Pratiwi
Teknika Vol 17, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.765 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v17i1.4666

Abstract

Kejadian Pandemi Covid-19 di Indonesia memunculkan banyak perubahan baik di bidang ekonomi, sosial, politik dan sistem transportasi. Salah satunya adalah pembatasan kegiatan yang dilakukan pemerintah guna menghentikan sebaran virus Covid-19. Penyebaran Covid-19 yang relatif cepat menjadi alasan masyarakat khususnya di Kota Semarang lebih selektif dalam memilih moda transportasi. Tujuan dilakukan penelitian adalah guna mengetahui jenis moda transportasi darat yang dipilih oleh masyarakat saat pandemi Covid-19. Metode pengumpulan data dengan menyebar kuesioner ke pelaku perjalanan di ruas Jalan Pemuda Kota Semarang. Data tersebut terbatas pada jenis moda transportasi darat tertentu, yaitu transportasi umum (a1), transportasi online (a2) dan kendaraan pribadi (a3). Analisis data dilakukan dengan Metode Promethee. Batasan kriteria yang menjadi penentu pemilihan moda transportasi darat berupa kenyamanan, waktu perjalanan dan biaya perjalanan. Nilai net flow (NF) merupakan hasil akhir perhitungan data dari Metode Promethee dengan a1 sebesar -1,333; a2 sebesar -2,667 dan a3 sebesar 4. Hasil NF tersebut diurutkan untuk pilihan pertama dengan NF yang terbesar adalah kendaraan pribadi, transportasi umum, dan transportasi online.
Pelatihan Merakit Tulangan Tie Beam Pada Siswa SMK Galih Widyarini; Diah Rahmawati; Trias Widorini
Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/sitechmas.v6i2.6219

Abstract

Struktur bangunan gedung terdiri dari struktur atas dan struktur bawah. Struktur atas bagian gedung yang berada di atas tanah meliputi plat, balok dan kolom. Struktur bawah bagian gedung yang berada di bawah tanah meliputi pondasi dan tie beam. Tie beam adalah bangunan di atas pondasi yang berfungsi mendistribusikan beban ke pondasi. Tie beam diperlukan untuk menahan perbedaan penurunan (differensial settlement) dan pengaku pada kolom (Sugianto, 2018). Tujuan dari kegaitan ini adalah meningkatkan kemampuan hardskill pada Siswa SMK Negeri 3 Semarang dalam perakitan atau pemasangan tulangan baja tie beam. Di SMK Negeri 3 belum memiliki mata pelajaran mengenai perakitan tulangan tie beam, sehingga perlu adanya pelatihan terkait hal tersebut. Kegiatan terdiri dari pre test, pelatihan merakit, post test. Hasil pre test menunjukan 100% peserta tidak mengetahui cara merakit tulangan tie beam, berbanding dengan hasil post test 100% peserta mengetahui cara merakit tulangan tersebut.  Dari kegiatan pelatihan ini didapatkan adanya peningkatan kemampuan merakit tulangan tie beam pada peserta.
Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Menggunakan Biopori dalam Program Semarang Bersih di Lingkungan Masyarakat Kampus USM Safrinal Sofaniadi; Anik Kustirini; Galih Widyarini; Diah Rahmawati
Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/sitechmas.v7i1.6820

Abstract

Volume sampah meningkat seiring dengan kemajuan suatu daerah yang berakibat jumlah laju produksi sampah sering tidak sebanding dengan proses penangananya. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan serta perilaku masyarakat. Permasalahan sampah bukan lagi hanya masalah kebersihan lingkungan saja, tetapi menjadi masalah sosial yang dapat menimbulkan konflik seperti di Kelurahan Tlogosari Kulon Semarang. Salah satu penyelesaianya adalah dengan pembuatan lubang biopori. Manfaat biopori selain untuk resapan air juga sebagai tempat untuk menjadikan sampah organik menjadi pupuk, dengan demikian jumlah sampah oragnik yang ada dapat dikurangi dengan kegiatan ini. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum dapat membuat biopori dan pupuk kompos dari sampah organik. Oleh karena itu, kegiatan ini mendorong pemahaman masyarakat dan budaya pengolahan sampah yang tepat guna untuk menjaga kelestarian lingkungan khususnya di wilayah Kelurahan Tlogosari Kulon. Hasil dari kegiatan pembuatan biopori tersebut adalah masyarakat merasa terbantukan dalam mengolah sampah organik serta mendapatkan manfaat dari pengolahan sampah tersebut.