Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER ANAK USIA 6-12 TAHUN PADA ETNIK JAWA DI DESA SECURAI SELATAN KECAMATAN BABALAN KABUPATEN LANGKAT Dalimunte, Khairisma; Pasaribu, Payerli
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.4941-4948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Karakter Anak Usia 6-12 Tahun Pada Etnik Jawa Di Desa Securai Selatan Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui penggunaan gadget dapat memengaruhi perkembangan karakter anak Etnik Jawa usia 6-12 tahun dan memengaruhi aspek-aspek psikologis anak usia 6-12 tahun pada Etnik Jawa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Securai Selatan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Berdasarkan temuan yang dideskripsikan bahwa anak Etnik Jawa usia 6-12 tahun yang menggunakan gadget mendapatkan pengaruh positif dan negatif dari gadget yang berdampak kepada perkembangan karakter anak. Pengaruh positif yang dapat dilihat yaitu anak Etnik Jawa yang sebelumnya memiliki karakter yang pendiam dan sulit berkomunikasi dengan orang lain, tetapi setelah adanya gadget karakter anak berkembang menjadi lebih baik. Karena dengan gadget anak mendapatkan pembelajaran mengenai cara berkomunikasi yang baik dan benar dengan orang lain dan dapat menambah wawasan anak. Dampak negatif penggunaan gadget terhadap perkembangan karakter anak Etnik Jawa yaitu anak menjadi sulit mengendalikan emosionalnya dan menjadikan anak kurang penurut.
ADAPTASI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TERKAIT IMPLEMENTASI REVITALISASI KEARIFAN LOKAL MANGGALLANG GADONG (MAKAN UBI) DI KABUPATEN SAMOSIR Putra Sanjaya Simbolon, Windo; Pasaribu, Payerli
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.1734-1740

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelusuri dan menganalisis bentuk adaptasi sosial budaya masyarakat terkait revitalisasi manggadong di SD Negeri 1 Panguruan Kabupaten Samosir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan catatan lapangan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa revitalisasi manggadong merupakan salah satu komponen program yang terintegrasi dalam Batak Day di Kabupaten Samosir. Batak Day sebagai kebijakan skala lokal di sektor pendidikan, diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir sebagai upaya mewujudkan ketahanan budaya, ketahanan pariwisata berbasis budaya dan ketahanan pangan. Upaya menghidupkan kembali tradisi manggadong pada sektor pendidikan merupakan strategi penguatan ketahanan pangan berbasis budaya lokal. Implementasi manggadong di SD Negeri 1 Pangururan terbagi menjadi 3 tahap yaitu tahap pra persiapan, tahap persiapan dan tahapan pelaksanaan manggadong. Adapun bentuk adaptasi sosial budaya masyarakat terkait revitalisasi manggadong di SD Negeri 1 Pangururan terwujud dalam (1) adanya sikap penerimaan dan resistensi masyarakat terhadap revitalisasi manggadong; (2) berkembangnya keterampilan lokal dan (3) Terjalinnya ikatan ekonomi melalui mekanisme ekonomi “langganan”. 
Penguatan Nilai Kearifan Lokal “Poda Na Lima” Dalam Pembentukan Karakter Generasi-Z Desa Lintongnihuta Kecamatan Ronggurnihuta Kabupaten Samosir Naibaho, Zanrison; Marlina, Murni Eva; Pasaribu, Payerli; Malau, Waston
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11092799

Abstract

Lintongnihuta Village, Ronggurnihuta District, Samosir Regency is a partner village that is the target audience for the Community Partnership Program with the activity of Implementing Local Wisdom Values "Poda Na Lima" in forming the character of the z generation. Generation-Z of the people of Lintongnihuta Village cannot be separated from very advanced technological developments, this has a negative impact on the character of the younger generation if it is not balanced with strengthening local wisdom values that have been passed down from their ancestors. The community partnership program activity of implementing the local wisdom values "Poda Na Lima" in forming Generation-Z's character offers several alternative solutions, including: providing outreach about the urgency of Generation-Z's character amidst the development of information technology. Providing assistance to Generation-Z, through seminars, discussions and mutual cooperation in cleaning the surrounding environment.
PENELUSURAN JEJAK PENINGGALAN KOLONIAL BELANDA DI DESA LAU SIMOMO SEBAGAI SIKAP SADAR SEJARAH LOKAL GUNA MENCEGAH DEKADENSI MORAL GENERASI MUDA TANAH KARO Simangunsong, Lister Eva; Hidayat, Hidayat; Pasaribu, Payerli
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 1 (2024): PUTERi Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v9i1.50726

Abstract

Penelitian berjudul Penelusuran Jejak Peninggalan Kolonial Belanda di Desa Lau Simomo Sebagai Sikap Sadar Sejarah Lokal Guna Mencegah Dekadensi Moral Bagi Generasi Muda di Tanah Karo dilatar belakangi terdapatnya jejak peninggalan Kolonial Belanda di Desa Lau Simomo berupa bangunan pada abad 20 dan masih berfungsi hingga saat ini. Secara teoritis dan praktis penelusuran jejak kolonial belanda di desa Lau Simomo dapat menumbuhkembangkan sikap sadar sejarah lokal guna mencegah dekadensi moral generasi muda di Tanah Karo yang semakin lama semakin meningkat dan memprihatinkan.  Penelitian Dasar ini bertujuan (1). Untuk mengetahui bagaimana latar belakang masuknya Kolonial Belanda di Desa Lau Simomo, (2) Untuk mengetahui apa dan bagaimana jejak peninggalan Kolonial Belanda di Desa Lau Simomo, (3) Untuk mengetahui bagaimana nilai dan sikap yang diperoleh dari penelusuran jejak peninggalan Kolonial Belanda di Desa Lau Simomo  dalam mencegah dekadensi moral generasi muda di Tanah Karo.  Penelitian ini adalah penelitian sejarah sosial lokal  masyarakat karo dengan menggunakan metode penelitian sejarah deskriptif  kualitatif melalui langkah- langkah; heuristic (pengumpulan data yang relevan dengan topik kajian, baik primer, maupun sekunder), verifikasi (kritik sumber eksternal dan internal), untuk  selanjutnya diinterpretasi. Langkah akhir adalah penulisan (historiografi) dilakukan secara sistematis dan komunikatif  setelah analisis data.  Sumber data diperoleh melalui Library Research atau studi pustaka, observasi, dan  wawancara kepada pihak yang relevan dengan topik kajian. Penelitian ini menargetkan luaran  wajib berupa laporan akhir penelitian, HAKI proposal dan laporan akhir penelitian, Publikasi ilmiah pada prosiding terindeks (Publish) tahun 2023 dan jurnal nasional terakreditasi Sinta dan diakhiri dengan luaran tambahan jurnal internasional. 
PERSEPSI MASYARAKAT ETNIS BATAK TOBA TENTANG TRADISI TODOAN DI DESA PUSUK II SIMANINGGIR KECAMATAN PARLILITAN HUMBANG HASUNDUTAN Sitanggang, Jaddy; Pasaribu, Payerli
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2024): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v9i2.56226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat tentang tradisi todoan pada etnis Batak Toba. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualiatatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori pemberian Marcell Mauss. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu melalui observasi non-partisipasi yang dimana penulis berperan sebagai pengamat saja. Selain itu juga melakukan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan ialah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Adapun hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberian todoan dalam pamulihon boru pada etnis Batak Toba di Desa Pusuk II Simaninggir itu dirasa sangat penting oleh masyarakat, dikarenakan todoan itu merupakan rasa hormat dan terimakasih anak perempuan terhadap ibunya karena telah mengandung, melahirkan, menyekolahkan, dan membimbing sampai ke tahap pernikahan. Walaupun sebenarnya pengorbanan dan rasa cinta yang diberikan orangtuanya tidak sebanding dengan yang diberikan anak, namun todoan itu merupakan pilihan yang tepat dilakukan untuk mengingat orangtua nya. Selain itu, persepsi masyarakat di Desa Pusuk II Simaninggir todoan harus dilaksanakan dan tidak mungkin untuk dihilangkan karena itu sudah menjadi kebiasaan dalam masyarakat dan dilaksanakan agar tidak muncul permasalahan bagi masyarakat dan ibu yang menerima. Namun, jika menikah dengan orang yang berasal dari daerah luar, maka todoan tersebut bisa dihilangkan jika ada kompromi dari kedua belah pihak. Todoan dibicarakan pada saat marhata sinamot, todoan sangan penting diberikan bagi masyarakat di Desa Pusuk II Simaninggir Kecamatan Parlilitan, masyarakat berpersepsi bahwa todoan bagus untuk dilaksanakan dan bagi masyarakat di Desa Pusuk II Simaninggir sulit untuk dihapuskan karena sudah menjadi kebiasaan dari masyarakat disana. Penulisan ini diharapkan agar dapat memberitahukan seberapa pentingnya tradisi todoan
Konflik Pengelolaan Tanah Ulayat Di Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian Kabupaten Samosir Simanjuntak, Angzel; Pasaribu, Payerli
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 17 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v17i2.1032

Abstract

Abstract: This research discusses the conflict of customary land management in Partungko Naginjang village, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. This research is focused on knowing the position of customary land, the causes of customary land management conflicts, and the inhibiting factors for conflict resolution in Partungko Naginjang Village. The research method used in this research is descriptive qualitative research method. This research was conducted in Partungko Naginjang Village. Data collection techniques are through observation, in-depth interviews, and documentation. Based on the results of the study, it was found that the position of customary land in Partungko Naginjang Village is fully held by Pomparan Raja Ulosan Sinaga Uruk. Factors causing conflicts in customary land management are, as a result of population growth, laws and regulations are not fully able to regulate land issues and lack of communication between the community, forestry authorities and village government. The inhibiting factors of customary land conflicts are the high level of emotion of the disputing parties, the lack of education, the low quality of discipline to solve problems, and the unclear boundaries of customary land from the forestry side. Keywods: Conflict, Customary Land, Desa Partungko Naginjang   Abstrak: Penelitian ini membahas tentang konflik pengelolaan tanah ulayat di  Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian Kabupaten Samosir. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui kedudukan tanah ulayat, penyebab terjadinya konflik pengelolaan tanah ulayat, dan faktor penghambat penyelesaian konflik di Desa Partungko Naginjang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Partungko Naginjang. Teknik pengumpulan data yaitu melalui, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kedudukan tanah ulayat di Desa Partungko Naginjang dipegang penuh oleh Pomparan Raja Ulosan Sinaga Uruk. Faktor penyebab konflik pengelolaan tanah ulayat ini adalah, akibat dari pertambahan penduduk, peraturan perundang-undangan di pandang belum sepenuhnya dapat mengatur masalah pertanahan dan kurangnya komunikasi antara masyarakat, pihak kehutanan dan pemerintahan desa. Faktor penghambat konflik tanah ulayat adalah tingginya tingkat emosial pihak yang berselisih, minimnya tingkat pendidikan, rendahnya kualitas disiplin untuk menyelesaikan masalah, dan batas-batas tanah ulayat yang tidak jelas dari pihak kehutanan. Keywords: Konflik, Tanah Ulayat, Desa Partungko Naginjang
IMPLEMENTASI FILOSOFI “BORU NI RAJA” DALAM STATUS DAN PERAN PEREMPUAN BATAK TOBA DI DESA TOMOK PARSAORAN KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR Rebecca Manurung, Patricia; Pasaribu, Payerli
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.273-284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ciri-ciri filosofi boru ni raja pada perempuan Batak Toba. Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi filosofi boru ni raja dalam status dan peran perempuan Batak Toba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan dilakukan di Desa Tomok Parsaoran, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Boru Ni Raja dalam budaya Batak Toba menggambarkan perempuan sebagai sosok yang dihormati, dihargai, dan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keharmonisan serta martabat keluarga. Sebagai boru ni raja, perempuan Batak diharapkan memiliki sikap parbahul-bahul na bolon, yaitu tidak mudah marah atau emosi, serta mampu tetap tenang dan bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan di rumah tangga, keluarga, dan masyarakat. Implementasi dari sikap parbahul-bahul na bolon terlihat dalam perilaku boru ni raja di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Ciri-ciri boru ni raja pada perempuan Batak ialah tegas dan berani, mandiri dan pekerja keras, setia dan mengutamakan anak, bijaksana, santun, berbicara, sopan berpakaian, singap dan teladan, menjunjung tinggi adat istiadat, hemat. Implementasi filosofi boru ni raja pada perempuan Batak harus dapat mencerminkan sikap bertanggung jawab, tegar dan bijaksana dalam menghadapi tantangan kehidupan dalam keluarga maupun masyarakat. Filosofi boru ni raja ini juga dapat menjadi landasan moral dan etika bagi perempuan Batak dalam menjalani kehidupan mereka. Boru ni raja adalah gelar adat yang diberikan kepada anak perempuan dari seorang raja atau pemimpin adat di masyarakat Batak Toba. Gelar ini memiliki makna dan fungsi penting dalam masyarakat Batak Toba. Boru ni raja memiliki  kedudukan  yang  tinggi  dan  dihormati oleh masyarakat.  Mereka  juga  memiliki  peran penting dalam menjaga adat istiadat dan budaya Batak Toba.
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER ANAK USIA 6-12 TAHUN PADA ETNIK JAWA DI DESA SECURAI SELATAN KECAMATAN BABALAN KABUPATEN LANGKAT Dalimunte, Khairisma; Pasaribu, Payerli
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.4941-4948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Karakter Anak Usia 6-12 Tahun Pada Etnik Jawa Di Desa Securai Selatan Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui penggunaan gadget dapat memengaruhi perkembangan karakter anak Etnik Jawa usia 6-12 tahun dan memengaruhi aspek-aspek psikologis anak usia 6-12 tahun pada Etnik Jawa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Securai Selatan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Berdasarkan temuan yang dideskripsikan bahwa anak Etnik Jawa usia 6-12 tahun yang menggunakan gadget mendapatkan pengaruh positif dan negatif dari gadget yang berdampak kepada perkembangan karakter anak. Pengaruh positif yang dapat dilihat yaitu anak Etnik Jawa yang sebelumnya memiliki karakter yang pendiam dan sulit berkomunikasi dengan orang lain, tetapi setelah adanya gadget karakter anak berkembang menjadi lebih baik. Karena dengan gadget anak mendapatkan pembelajaran mengenai cara berkomunikasi yang baik dan benar dengan orang lain dan dapat menambah wawasan anak. Dampak negatif penggunaan gadget terhadap perkembangan karakter anak Etnik Jawa yaitu anak menjadi sulit mengendalikan emosionalnya dan menjadikan anak kurang penurut.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERKURANGNYA PEMAHAMAN PARTUTURAN PADA MAHASISWA ANTROPOLOGI ETNIS BATAK TOBA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Advenia Sidabalok, Tiurma; Pasaribu, Payerli
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 7 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i7.2025.2699-2704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi berkurangnya pemahaman partuturan pada mahasiswa etnis Batak Toba prodi Pendidikan Antropologi Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa budaya partuturan sudah semakin berkurang di era saat ini, terutama di kalangan mahasiswa yang salah satunya adalah mahasiswa etnis Batak Toba Prodi Pendidikan Antropologi. Berkurangnya pemahaman ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu (1) kurangnya pemahaman partuturan dari keluarga, (2) perkembangan zaman, (3) pengaruh lingkungan dan urbanisasi, (4) persepsi Mahasiswaa terhadap partuturan, (5) kurangnya media pembelajaran yang baik mengenai partuturan, (6) kurangnya komunikasi antar mahasiswa, (7) perkawinan antar suku atau antar budaya.
PERSEPSI MASYARAKAT DESA TOMOK TERHADAP INKONSISTENSI ADAT PADA UPACARA KEMATIAN SARI MATUA DAN SAUR MATUA DI DESA TOMOK KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR Jhon Levi Gultom, Bryan; Pasaribu, Payerli
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1359-1369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi adanya Inkonsistensi adat pada upacara kematian Sari matua dan Saur matua dan Pandangan/persepsi Masyarakat desa Tomok terhadap Inkonsistensi adat dalam upacara kematian Sari matua dan Saur matua di desa Tomok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan.hasil dari penelitian ini menunjukan  bahwa di desa Tomok kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir telah terjadi suatu Inkonsistensi pada upacara kematian Sari matua dan Saur matua yang dilatarbelakangi oleh : perkembangan zaman saat ini, adanya rasa toleransi/berperasaan, tergantung kepada status orang yang melaksanakan. Persepsi Masyarakat desa Tomok yang mencakup : Penatua adat, natuatua ni huta, orang yang melakukan Inkonsistensi dan Masyarakat desa Tomok memiliki kesamaan yaitu jika ditanya melalui pribadi masing-masing mereka menolak akan adanya inkonsistensi tersebut. Namun pada kenyataannya mereka juga dapat menerima jika ada permintaan permintaan yang tidak sesuai dengan peraturan adat namun dengan satu persyaratan yaitu alasan yang diberikan harus jelas dan dapat diterima serta tidak bertolak belakang dengan aturan adat yang sebenarnya.