Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STATUS SOSIAL ANAK YANG DIANGKAT (DI AIN) KARENA PERKAWINAN PADA ETNIK BATAK TOBA DI DESA DOLOK TOLONG KABUPATEN DAIRI Sahana Simbolon, Giovanni; Pasaribu, Payerli
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.931-945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dalam perkawinan antar etnik batak toba, untuk mengetahui proses pelaksanaan mangain karena perkawinan etnik batak toba, untuk mengetahui kedudukan kepada anak yang diangkat (diain) karena perkawinan dalam keluarga etnik batak toba. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan hasil data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Tradisi mangain merupakan tradisi yang dilakukan pada etnik Batak Toba untuk mengangkat anak dan atau memberikan marga. Namun didalam penyebutan, sering disingkat dengan sebutan “mangain”. (2) Status anak yang diangkat (diain) karena perkawinan harus menjadi anak penengah. Tidak boleh menjadi anak sulung (siakkangan) maupun anak bungsu (siappudan) harus berada ditengah-tengah anak sulung (siakkangan) dengan anak bungsu (siappudan). (3) Mangain berkembang setelah adanya perkawinan antar etnis. Proses mangain karena perkawinan, dilakukan sebelum diadakan peresmian perkawinan secara adat.
NIHOPINGAN SEBAGAI MAKANAN PERSEMBAHAN KEPADA LELUHUR DI DESA RIANIATE KABUPATEN SAMOSIR Wati Manik, Tiarmaida; Pasaribu, Payerli; Ekomila, Sulian
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4271-4274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi proses pemberian Nihopingan kepada leluhur, alasan Nihopingan sebagai makanan persembahan serta makna yang terkandung dalam Nihopingan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori W. Robertson Smith tentang upacara bersaji dan teori Interpretasi Simbolik Geerzt. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu melalui observasi partisipasi yang dimana penulis ikut serta dalam pembuatan dan acara ritual. Selain itu juga melakukan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Adapun hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Nihopingan selain menjadi makanan tradisional tetapi juga menjadi makanan sakral yang digunakan sebagai persembahan kepada leluhur oleh masyarakat di Desa Rianiate. Proses pemberian Nihopingan diadakan di dua tempat yaitu di dalam rumah yang disajikan di Sibuaton dan diluar yaitu dibawah Pohon Hariara. Masyarakat di Desa Rianiate menyajikan Nihopingan kepada leluhur karena sudah menjadi tradisi turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, selain itu Nihopingan menjadi perantara doa masyarakat di Desa Rianiate kepada leluhurnya. Masyarakat memberikan Nihopingan kepada leluhur sebagai harapan akan kesehatan, terhindar dari hal-hal buruk, kelancaran pekerjaan, rencana ketika masyarakat ingin membangun rumah ataupun tugu. Masyarakat memiliki keyakinan dan filosofil dalam terlihat dengan unsur Nihopingan seperti beras yang melambangkan kekuatan roh, kunyit melambangkan kekayaan dan kelimpahan, pisang melambangkan kelembutan, daun sirih sebagai lambang kesopanan, Jeruk purut lambang kebersihan dan itak gur-gur sebagai lambang pengharapan dan keikhlasan.
TRADISI PAIJUR BATU BATU PADA MASYARAKAT KELURAHAN PAGAR PINANG, KECAMATAN MANDUMAS Dian Gresi Pasaribu, Agnes; Pasaribu, Payerli
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 7 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i7.2025.2761-2766

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi Paijur Batu sebagai bagian dari rangkaian upacara kematian yang masih lestari di tengah masyarakat Kelurahan Pagar Pinang, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah. Tradisi ini dilaksanakan pada hari ke-40 setelah pemakaman, dengan prosesi utama berupa peletakan batu nisan di makam almarhum, sebagai simbol penghormatan, pengingat, dan penghubung spiritual antara keturunan dengan leluhur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang munculnya tradisi Paijur Batu, menggambarkan proses pelaksanaannya, serta menjelaskan alasan keberlanjutan tradisi tersebut di tengah dinamika sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paijur Batu tidak hanya memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat, tetapi juga berperan dalam mempererat ikatan sosial serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Meskipun membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang besar, masyarakat tetap mempertahankan tradisi ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Penelitian ini mempertegas pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai kekayaan budaya yang bermakna dalam kehidupan bermasyarakat.
TRADISI SIPULTAK TAON PADA MASYARAKAT ETNIS BATAK TOBA DI DESA RURA TANJUNG KECAMATAN PAKKAT KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Peronika Panjaitan, Sonia; Pasaribu, Payerli
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 7 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i7.2025.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan tradisi sipultak taon dan serta alasan mengapa tradisi sipultak taon masih dilaksanakan oleh masyarakat desa Rura Tanjung Kecamatan Pakkat. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori nilai budaya Clyde Kluckhohn. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu melalui observasi non-partisipasi yang dimana penulis berperan sebagai pengamat saja. Selain itu penulis juga melakukan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Adapun hasil penelitian ini ialah tradisi sipultak taon merupakan tradisi budaya yang ada sejak dahulu dan diwariskan secara turun temurun, tradisi ini dilakukan petani padi sebagai bentuk permintaan atau harapan agar apa yang hendak ditanam terhindar dari hama dan membuahkan hasil yang baik. Tradisi ini dilakukan pada saat musim tanam dan sehari sebelum musim panen yang dipimpin oleh Raja ni Huta, masyarakat desa Rura Tanjung percaya bahwa tradisi ini mampu memberikan tahun yang baik sepanjang masa tanam hingga panen pada tanaman padi mereka, apabila mereka tidak melaksanakan tradisi ini maka hasil panen akan buruk. Proses pelaksanaan dalam melakukan tradisi sipultak taon dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan marsibale (makan bersama). Adapun alasan masyarakat Rura Tanjung masih melaksanakan tradisi ini antara lain menghargai kepercayaan leluhur, mempertahankan kearifan lokal serta meningkatkan rasa gotong royong.