Articles
Hasil Belajar Model Pembelajaran Berbasis Proyek di SMK Global Pacific Halmahera Utara
Eldito Tatu;
Harrichoon Angmalisang;
Fransiskus Seke
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 1 No. 2 (2021): October Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edunitro.v1i2.2667
This study aims to analyze the differences in student learning outcomes and the ability of students to install KWH meters and MCB boxes using a project-based learning model with conventional learning in class XI TITL SMK Global Pacific Halmahera Utara. The research method used is experimental research with a research design using post-test control group design. The population in this study were students of class XI TITL 1 and class XI TITL 2 with a total of 32 people who were divided into two groups, namely the experimental group with 16 students and the control group with 16 students. The data collection technique in this study was through validity and reliability testing, while data analysis techniques went through several stages of testing, namely: (1) normality test of data; (2) homogeneity test; and (3) Hypothesis testing. Based on the results of the t-test, it was found that the value of count is 5.835 > t-table (2.069); thus, it can be concluded that there are differences in learning outcomes between the control group and the experimental group where the learning outcomes of the experimental group are better than the learning outcomes of the control group. Abstrak– Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar siswa serta kemampuan siswa dalam memasang KWH meter dan kotak MCB menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas XI TITL SMK Global Pasific Halmahera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan post-test control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI TITL 1 dan siswa Kelas XI TITL 2 dengan jumlah 32 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dengan jumlah 16 siswa dan kelompok kontrol dengan jumlah 16 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui uji validitas dan uji reabilitas, sedangkan untuk teknik analisis data melalui beberapa tahap pengujian, yaitu: (1) Uji normalitas data; (2) Uji homogenitas; dan (3) Uji hipotesis. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh bahwa nilai thitung 5.835 > ttabel = 2.069, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen dimana hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik dari hasil belajar kelompok kontrol.
Rancang Bangun Alat Sinkron Generator 1 Fasa dengan Sistem AC–DC-AC Menggunakan Papan Driver EGS002
Doni Yesemo;
Altje Wajong;
Fransiskus Seke;
Viverdy Memah
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 2 No. 1 (2022): April Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edunitro.v2i1.3277
Abstract– This study aims to produce a single-phase synchronous generator with an AC-DC-AC system using an EGS002 driver board that produces a pure sine wave of 50 Hz. This synchronous device system first converts alternating current (AC) to direct current (DC) to facilitate the generator synchronization process, then converts it back into alternating current (AC). The EGS002 driver board uses IC EG8010 as a control chip and IR2113S as a driver chip that produces square waves with two frequencies: low frequency 50 Hz and high frequency ± 1 KHz. The EGS002 driver board generates a square wave, then amplified by a full-bridge IGBT. This synchronous device uses a series of inductors with a capacitor as a lowpass filter which converts both square waves into a pure sine wave of 50 Hz. Abstrak– Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alat sinkron generator 1 fasa dengan sistem AC-DC-AC menggunakan papan driver EGS002 yang mengeluarkan gelombang sinus murni 50 Hz. Sistem alat sinkron ini terlebih dahulu merubah arus bolak-balik (AC) ke arus searah (DC) untuk mempermudah proses sinkronisasi generator, kemudian diubah kembali menjadi arus bolak-balik (AC). Papan driver EGS002 menggunakan IC EG8010 sebagai chip control dan IR2113S sebagai chip driver yang menghasilkan gelombang kotak dengan dua jenis frekuensi yaitu: low frekuensi 50 Hz dan high frekuensi ± 1 KHz. Papan driver EGS002 menghasilkan gelombang kotak, kemudian dikuatkan oleh IGBT yang disusun full-bridge untuk menghasilkan daya yang lebih besar. Alat sinkron ini mengunakan rangkaian induktor diseri dengan kapasitor sebagai lowpass filter yang mengubah kedua gelombang kotak menjadi gelombang sinus murni 50 Hz.
Pengembangan Sistem Gerak Robot Berkaki Enam
Mildes Sanggola;
Calvin Mamahit;
Fransiskus Seke
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 2 No. 1 (2022): April Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edunitro.v2i1.3644
Teknologi rekayasa di bidang robotika untuk era sekarang bukan lagi hal yang baru terutama di dunia pendidikan tinggi, ditandai dengan adanya kontes robot Indonesia yang rutin diadakan setiap tahunnya oleh pusat prestasi nasional. yang menjadi peserta pada ajang ini adalah kelompok mahasiswa dari semua instansi Pendidikan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia. Perkembangan teknologi robotika Sekarang ini semakin cepat sehingga memacu individu maupun kelompok mahasiswa untuk berlomba-lomba melakukan penelitian dan pengembangan di bidang robotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem gerak robot berkaki enam atau yang sering disebut hexapod. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian model addie yang terdiri dari lima tahapan yaitu tahapan analyze untuk menganalisis kebutuhan pengembangan sistem gerak robot dan analisis kebutuhan alat dan bahan yang akan digunakan. Tahapan design untuk merancang struktur mekanik dari robot baik dari segi hardware maupun dari segi software robot, tahapan development untuk mengembangkan sistem gerak robot berkaki enam agar lebih stabil dan lebih efisien dalam bergerak, tahap implementasi merupakan tahap uji coba sistem gerak robot yang telah dikembangkan, dan tahap evaluation merupakan tahap terakhir dari penelitian pengembangan ini pada tahap ini evaluasi dilakukan untuk memastikan sistem gerak robot layak digunakan.
Improving Electric Motor Learning Outcomes with Problem-Based Learning at SMKN 2 Ternate
Mustafa Mustafa;
Rifandi Ibrahim;
Fransiskus Seke;
Fandy Akhmad
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 2 No. 2 (2022): October Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edunitro.v2i2.4711
The background of this research is because the learning outcomes of Electric Motors at SMKN 2 Ternate are not maximized. The hypothesis is that if a problem-based learning method is applied, it can improve learning outcomes in electric motor lessons in class XI students of SMKN 2 Ternate. This study uses two research methods, namely quantitative and descriptive qualitative research. It collects data in this study through observation of test questions to determine learning outcomes. The test result data is in pre-test and post-test scores to determine student learning outcomes. This research includes classroom action research which is carried out to improve electric motor learning and increase student participation in learning. The results of observer observations that have been carried out on students from the first cycle to the second cycle are an increase in each cycle; namely, the average of the first cycle is 61.69. Then the results increased in the second cycle to 72.78, with 31 students in class XI TITL 2 SMKN 2 Ternate. That means classroom action research that uses problem-based learning methods on Electric Motor subjects in class XI TITL 2 can improve student learning outcomes.
Analysis and Design of Lighting at the UNIMA Workshop Building
Prayogi Pangestu;
Fransiskus Seke;
Nontje Sangi;
Harrychoon Angmalisang;
Baharudin Baharudin
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 3 No. 1 (2023): April Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edunitro.v3i1.5595
The need for natural and artificial lighting is a supporting component in daily human activities outside and inside buildings. For lighting to be carried out properly, it must meet the requirements stated in SNI and Minister of Health Regulation No. 70 of 2016 concerning Standard Requirements for Light Intensity. One of the goals of lighting in a building is to create sufficient lighting and reduce the risk of accidents. Referring to the description, the author is interested in understanding and researching further the existing lighting standards in the UNIMA Workshop building. In evaluating, the authors obtain research data by conducting case studies in which data is collected, processed, compared and analyzed. The results showed that the light intensity in the UNIMA Workshop room had an average of 144.2 lux and in the work area of 191.06 lux.
Smart Home with Voice Control Lights Using Arduino Uno R3
Calvin Mamahit;
Alfrets Wauran;
Franky Manoppo;
Fransiskus Seke;
Janne Ticoh
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 3 No. 2 (2023): October Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edunitro.v3i2.6792
The development of science and technology has positively impacted human life, which has now reached the age of electric voice commands. An intelligent home management system allows humans to operate their house's electrical gadgets, such as lighting, using simple voice commands, eliminating the need to move around to switch on or off equipment. When users of indoor lighting use sound waves to operate the system or turn on the lights, the sound sensor sends an input signal to the microcontroller, which is then processed with the microcontroller's output in the form of a voltage to turn on the load. The system will function when the FC-04 sound sensor receives sound input (sound code). The FC-04 sound sensor can only provide a digital output signal with a value of 1 and 0 in the form of a clap, which is then accumulated on Arduino with a value above 400 million by the program uploaded to be used as a 5-volt output to turn on/off the lights. This is because when turning on the lights from a certain distance, several factors can affect it, including setting the sound sensor's sensitivity and noise levels in the surrounding area.
Jigsaw-Type Cooperative Learning in Improving Basic Electrical Learning Outcomes of Students of SMKN 2 Bitung
Maasje Elungan;
Eklesiano Lamo;
Fransiskus Seke;
Billy Kilis;
Nontje Sangi
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 4 No. 1 (2024): April Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edunitro.v4i1.8260
This research is classroom action research that aims to improve the learning process by applying the jigsaw-type cooperative learning model to improve Basic Electrical learning outcomes for Class X TITL students at SMK Negeri 2 Bitung, carried out in March 2021. Techniques and data collection tools in this research used descriptive statistical analysis of the data in student test results from documents and a list of scores. This study uses two stages of the cycle where the first cycle consists of IV meetings and the second cycle consists of IV meetings. Cycle I students achieve 55% incomplete and 45% complete learning outcomes. Cycle II students achieve 0% incomplete and 100% complete learning outcomes. The increase in learning outcomes was seen in the second cycle, namely the results of student learning achievement of 100% complete from the number of 20 students. Thus, learning using the jigsaw-type cooperative learning model can improve the learning outcomes of class X TITL students at SMK Negeri 2 Bitung.
Analisis Pengaruh Sistem Manajemen Pembelajaran Terhadap Keefektifan Pengajaran
Mamahit, Calvin;
Kembuan, Eddy;
Sumual, Hendro;
Seke, Fransiskus
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 5 No. 1 (2025): April Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edunitro.v5i1.10607
Abstrak - Pembelajaran jarak jauh yang tertata baik adalah yang menggunakan learning management system (LMS). LMS tidak hanya bermanfaat sebagai pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid 19, tetapi juga untuk aplikasi blended learning dalam kondisi normal. Ada banyak platform LMS, tapi yang sering digunakan sekarang oleh dosen adalah Moodle dan Google Classroom. Kemampuan mereka dalam menangani LMS memengaruhi keefektifan pengajaran mereka. Setiap platform LMS berbeda dalam hal antarmuka pengguna dan fungsionalitas yang dapat diakses. Dosen butuh pengetahuan dan waktu untuk menguasai penggunaan LMS. Latar belakang pendidikan dan usia dosen memiliki pengaruh terhadap kemampuan mereka dalam menggunakan aplikasi LMS. Jadi, jenis platform LMS, tingkat pendidikan, dan usia dosen semuanya memengaruhi kesuksesan instruksional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dan perbandingan antara ketiga kelompok tersebut. Kelompok platform LMS meliputi Moodle dan Google Classroom, kelompok kualifikasi pendidikan meliputi gelar master dan doktor, dan kelompok usia meliputi mereka yang berusia di bawah 45 tahun dan mereka yang berusia di atas 45 tahun. Penelitian menggunakan Anova 3-jalur yang mengungkapkan bahwa ketiga kelompok tersebut memiliki efek interaksi sebesar 74,1% terhadap keberhasilan instruksi mereka.
Efektivitas Blended Learning terhadap Hasil Belajar Dasar Teknik Ketenagalistrikan di SMK Negeri 3 Tondano
Rambing, Jeheskiel;
Angmalisang, Harrychoon;
Seke, Fransiskus
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 5 No. 2 (2025): October Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edunitro.v5i2.12683
Abstrak— Perkembangan teknologi pendidikan menuntut adanya inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menekankan penguasaan kompetensi vokasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model blended learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Ketenagalistrikan di SMK Negeri 3 Tondano. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas X Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik, masing-masing 30 siswa. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan blended learning yang memadukan pembelajaran daring menggunakan aplikasi Quizizz dan pembelajaran tatap muka, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan hasil belajar pada kelas eksperimen. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 82,50 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 73,10. Analisis N-Gain juga menunjukkan peningkatan lebih besar pada kelas eksperimen (0,57) dibanding kontrol (0,35). Selain itu, persentase ketercapaian KKM pada kelas eksperimen mencapai 90%, lebih tinggi dibanding kelas kontrol yang hanya 60%. Hasil uji t-test menunjukkan signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penerapan blended learning terhadap hasil belajar siswa. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa blended learning mampu meningkatkan hasil belajar, memperluas ketercapaian kompetensi, serta mendorong pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel. Implikasi penelitian ini adalah blended learning dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi di era digital.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI TERHADAP NILAI MATA PELAJARAN INSTALASI MOTOR LISTRIK DI SMK NEGERI 1 TOMOHON
Assa, Rexi Ruli;
Seke, Fransiskus Royke;
Ridwan, Ridwan
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6854
The teaching and learning process is a combination of the student learning process and the teacher's teaching activities as an instructor. The use of learning media has an important role in influencing the process and learning outcomes in a field of study. This study aims to determine the effect of animated learning media on the value of the electric motor installation subject at SMK Negeri 1 Tomohon. The method used is a quantitative experimental research with a static-group comparison approach, involving 63 grade XI students divided into a control group and an intervention group. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results of the study showed that the average value of the control group increased from 65.39 (pre-test) to 69.03 (post-test), while the intervention group increased from 76.03 to 78.13. The Wilcoxon test produced a p-value of 0.001 = 0.05, which means there is a significant effect of the use of animated media on learning outcomes. Therefore, animated learning media needs to be continuously developed and updated according to technological advances to facilitate students' understanding of the subject. ABSTRAKProses belajar mengajar merupakan perpaduan dari proses belajar siswa dan kegiatan mengajar guru sebagai ini instruktur. Penggunaan media pembelajaran memiliki peran penting dalam memengaruhi proses serta hasil belajar pada suatu bidang studi. Penelitan ini bertujuan mengetahui pengaruh media pembelajaran animasi terhadap nilai mata pelajaran instalasi motor listrik di SMK Negeri I Tomohon. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan pendekatan static-group Comparison, melibatkan 63 siswa kelas XI yang terbagi dalam kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoson. Hasil penelitian nilai rata-rata kelompok kontrol meningkat dari 65,39 (pre-test) menjadi 69,03 (post-test), sedangkan kelompok intervensi naik dari 76,03 menjadi 78,13. uji Wilcoxon menghasilkan p-value 0,001 < ?=0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan media animasi terhadap hasil belajar. Oleh sebab itu, media pembelajaran animasi perlu terus dikembangkan dan diperbarui sesuai kemajuan teknologi agar mempermudah pemahaman siswa terhadap mata pelajaran.